A Choice

A Choice
Si Cerewet vs Si Galak



...HAPPY READING...


...***...


Sebuah mobil mini Cooper masuk ke halaman rumah Abisatya, sebelum ia masuk ia sudah di cek terlebih dahulu oleh para security-security yang bertugas menjaga pintu gerbang. Ia harus mengeluarkan beberapa berkas pribadi dan biodata yang lengkap. Susah juga ternyata masuk ke kediaman keluarga dari Abisatya dan sangat ketat pengamanan pikirnya. Ia memarkirkan mobilnya di depan rumah Abisatya. Yang berkunjung ialah Lili sahabat dari Caramel. Ia memencet bel rumah dan seorang pelayan perempuan setengah baya membukakan pintu.


"Selamat siang Bi, bisa saya bertemu dengan Ibu Caramel. Saya Lili sahabat karib dari beliau?",kata Lili dengan sopan dan berwibawa supaya para pelayan bahwa ia merupakan sahabat dari Nona muda.


"Sebentar ya Bu. Saya tanya dulu sama Nyonya dan tuan Rei!",jawab Dewi yang menutup kembali pintu rumah dan pergi bertanya kepada Nyonya Donna tetapi Nyonya Donna tidak ada di ruang tengah lalu ia berjalan keruang kerja tuan Rei. Ia mengetok pintu terlebih dahulu.


"Masuk!",jawab Rei dari dalam ruangannya.


Dewi masuk dengan sopan.


Rei mengenyitkan dahinya kenapa tiba-tiba bibi Dewi masuk keruang kerja tanpa ia panggil. "Ada apa Bu?".


"Itu tuan, ada tamu katanya sahabat dari Nona Caramel, namanya Nona Lili",jawab Dewi.


Rei segera menghubungi security yang bertugas di pintu depan. "Siapa dia?".


"Nona Lili Salsabila tuan. Sahabat dari Nona Caramel".


"Ok". Rei mematikan telepon rumah.


"Bagaimana tuan, apakah Nona Lili boleh masuk kedalam rumah?",tanya Dewi.


"Biar saya saja yang menemuinya!",jawab Rei yang langsung berjalan keluar dari ruang kerja yang diekori oleh bibi Dewi.


Sesampainya didepan pintu utama dengan sigap Dewi membuka pintu dan langsung berlalu entah kemana.


Lili tersenyum manis menyambut Rei. "Selamat siang pak. Boleh saya menjenguk sahabat saya, Caramel?",tanya Lili yang memperlihatkan sebuah paper bag makanan tepat di wajahnya.


"Dia tidak butuh makanan itu. Kita masih mampu buat beli sendiri!",jawab Rei sadis.


"Sadis benar pak. Saya kesini mempunyai niat yang baik loh. Saya akan menyembuhkan Caramel dengan sekejam mata",kata Lili dengan mata yang berbinar.


"Loe bukan dokter!".


Sialan nih laki temen gue!. Gue gak habis pikir kenapa Caramel sampai betah nikah sama cowok arogan kayak dia! pikir Lili kesal. Lalu otaknya mempunyai ide yang cemerlang.


"Loe lebih baik pulang, Karena Caramel sedang butuh istirahat yang banyak!",kata Rei sebelum Lili berbicara dan hendak menutup pintu.


"Tunggu sebentar pak!!!",cegah Lili yang menolak pintu di tutup. "Saya mohon, dan kedatangan saya kemari juga mau minta tanda tangan sama Caramel kok!",sambung Lili memperlihatkan sebuah map yang berisi berkas-berkas.


"Loe jangan bohong sama gue!!".


"Saya serius pak. Silahkan buka aja kalau bapak tidak percaya!",tantang Lili dan dengan mudah berkas-berkas itu berpindah tangan kepada Rei.


Rei membuka semua berkas-berkas yang ada ditangannya. Perusahaan Kahrisma Furniture, nama perusahaan yang tidak asing bagi gue!!!.


Lili langsung menarik kembali berkas-berkas itu karena ini berkas-berkas yang sangat rahasia bagi perusahaan. "Bapak enggak usah kepo sama kerjaan saya!",kata Lili.


Rei menghela nafas berat, dia lebih keras kepala daripada Caramel. "Gue kasih waktu lima belas menit untuk bertemu istri gue!",pesan Rei.


"Itu terlalu cepat Pak. Bisakah kasih saya waktu tiga puluh menit?",mohon Lili dengan mata penuh binar-binar.


"Itu perintah bukan suatu permintaan!!!",jawab Rei kesal. Ia mempersilakan Lili masuk kedalam rumah.


Waooowww.... Lili kagum dengan rumah besar ini. Terlalu mewah buatnya dan terlalu biasa buat orang kaya. Loe beruntung Mel punya lakik kaya raya ini tapi loe gak beruntung dalam kebahagiaan. Lili mengikuti langkah panjang Rei dan berhenti tepat di depan pintu kamar. "Serius pak saya boleh masuk ke kamar pribadi bapak?",tanya Lili tidak yakin akan masuk kamar utama mereka berdua.


"Bapak kurang yakin kalau saya bukan sahabat dari Caramel. Bapak bisa tanya apapun ke saya. Saya tahu betul seluk beluk Caramel!",jawab Lili dengan rasa percaya diri.


"Benarkah?",tanya Rei tidak yakin. Ia menyilangkan kedua tangan didepan dadanya.


"Hmmm.... Silahkan bertanya apapun sama saya".


"Ok. Sebelum loe masuk ke kamar. Gue mau tanya sama loe, bagaimana hubungan Caramel dengan Alvaro saat ini?",tanya Rei dengan lantang.


What?. Alvaro. Ngapain juga dia tanya Alvaro sama gue. Diakan sudah mantannya Caramel. Apa jangan-jangan dia cemburu sama Alvaro. "Bapak serius menanyakan pertanyaan yang gak penting itu?",kata Lili mengejek.


"Menurut loe, itu gak penting. Tapi menurut gue, itu penting banget!. Bagaimana hubungan mereka sekarang?",tanya Rei penuh penekanan.


Gawat!!!... Kalau gue jawab jujur pasti akan ada perang dunia. Tapi ah... sudahlah boong aja sama dia. Dia juga gak bakal tahu. "Saya tahu Bapak udah menyelidiki kemanapun kamu pergi. Gak mungkin juga bapak gak tahu apa-apa".


"Jangan berbelit-belit. Gue paling benci orang seperti itu!",sahut Rei.


"Ok. Hubungan mereka berdua hanya sebatas rekan kerja saja. Tidak lebih dan tidak kurang. Ada pertanyaan lagi Tuan Reizo Darma Abisatya?",jawab Lili.


Rei menghela nafas kasar. "Silahkan masuk!!!... Jangan lupa waktu loe hanya lima belas menit. Tidak kurang dan tidak lebih!!!",pesan Rei penuh ancaman dan lalu pergi begitu aja.


Lili menghela nafas kasar karena kesal dengan suami sang sahabatnya. Gue sumpahin, gue gak bakal ketemu sama makhluk seperti dia lagi!!!... Ia mengetuk pintu dan masuk kedalam kamar.


"Masukk!!!",jawab Caramel yang malas membuka mata karena obat tidur yang masih bekerja didalam tubuhnya.


"Caramelllll!!!!",teriak Lili bahagia melihat Caramel.


Caramel membuka matanya penuh setelah mendengar suara siapa itu. Lili. Ia bangun dan duduk di ranjangnya.


Lili menghampiri Caramel yang masih bingung kenapa ia ada di dalam kamar utama. Ia memeluknya dengan erat.


"Loe kok bisa masuk kedalam kamar?",tanya Caramel bingung seperti mimpi sang sahabat bisa masuk kedalam kamarnya.


"Ceritanya panjang. Gue hanya punya waktu lima belas menit dan gak bisa jelasin sekarang!!!. Ini oleh-oleh buat loe. Kue Tiramisu kesukaan loe!".


"Thanks ya Li udah datang kesini. Lalu loe ngapain kesini?".


"Ini gue butuh tanda tangan loe. Karena Kiya udah menyetujui kerja sama perusahaan kita. Dan pengiriman barang akan segera dimulai".


"Serius Li?",tanya Caramel tidak percaya bahwa kerja samanya berhasil di ACC.


"Seriuslah. Loe kira gue boong apa, sampai-sampai bodyguard loe aja gak percaya sama gue!",jawab Lili.


Caramel senang karena Lili ada di depan matanya.


"Loe kenapa sampai seperti ini sih Mel?. Loe korban kdrt sama suami loe itu?",ucap Lili bicara.


"Hus... kalau ngomong tuh jangan ngacau Li!. Nanti Rei denger mampus gue!",seru Caramel.


"Loe itu gak pernah seperti ini sebelumnya, tapi setelah loe nikah loe udah ijin beberapa kali. Lalu apa yang terjadi Mel?. Cerita dong sama gue?",sahut Lili.


Caramel mulai bercerita tentang masalah yang ia hadapi saat ini kepada sang sahabat.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih ...