
...HAPPY READING...
...*****...
Ibu menyuruh Rei untuk masuk ke kamar untuk istirahat, karena hari sudah sangat malam. Rei mencari kamar Caramel yang entah dimana. Didalam rumah terdapat beberapa kamar. Rei yang clingak-clinguk hanya berdiam.
Bunda berpikir bahwa Rei merasa bingung, dimana letak kamar sang istri. "Ada apa nak Rei?".
Rei hanya menggaruk rambut yang tidak gatal.
Bunda tersenyum melihat tingkah malu sang mantu. "Itu loh nak Rei pintu berwarna putih, itu adalah kamar Amel".
Rei melihat kamar yang berada di pojokan dekat dengan pintu keluar ke ruang belakang. "Iya bunda. Saya ke kamar dulu!",jawab Rei yang langsung bergegas pergi ke kamar.
Clek.
Rei membuka pintu dan ia kagum dengan kamar milik Caramel. Cat yang berwarna pink yang lumayan sempit baginya tidak seperti di rumah utama.
Caramel yang melihat Rei masuk kedalam kamar langsung berdecak kesal. "Ngapain sih tuan menginap disini?. Bukannya rumah utama lebih besar daripada rumah ini!",oceh Caramel yang merasa kesal dengan Rei.
"Emang rumah itu besar. Tapi... loe rela berbagi suami sama Key?. Disana sedang ada Key, Mel?",jelas Rei yang ingin menang.
"Terus apa hubungannya dengan saya, tuan?. Bukankah itu impian makan malam tuan sama wanita pujaan hati tuan?".
Rei menghela nafas kasar. Ia tidak menyangka bahwa Caramel akan berbicara dengan nada tinggi. "Loe bisa gak sih Mel, nada loe turunin dikit satu oktaf?".
"Tuan takut bila bunda akan mendengarnya?".
"Mel....!".
"Udahlah tuan, saya malas berdebat sama tuan!",kata Caramel mengakhiri perdebatan singkat itu. Ia lalu mengambil selimut dari lemari dan bantal. Ia memberikan kepada Rei. "Ini, tidur di sofa!!!",perintah Caramel sambil melirik ke arah sofa.
Mata Rei terarah ke sofa yang berada dibelakangnya. Ia menerima bantal dan selimut dengan berdiam diri menerima perlakuan Caramel terhadapnya. Lalu ia berfikir ke masa lalu setelah beberapa jam menikah dengan Caramel, ia memperlakukan Caramel seperti ini.
Caramel naik ke atas ranjang. Ia menarik selimut sampai naik ke dada.
"Arzan lalu tidur dimana?",tanya Rei yang membersihkan sofa supaya tidak ada debu.
"Arzan ingin sekali tidur sama tantenya. Makanya, dia tidak ada disini!". Caramel melirik sekilas ke arah sofa.
Rei sudah membaringkan tubuhnya di atas sofa. Nyaman. Itulah yang ada dipikiran Rei.
"Tuan bawa baju ganti tidak?",tanya Caramel.
"Mana sempat gue nyiapin baju ganti".
"Kalau gak bawa baju ganti, biar saya pagi-pagi nyuruh pak Mike untuk membawakan kesini untuk tuan!".
"Terserah... Itu bukan urusan gue!. Itukan urusan loe sebagai istri gue gimana!!!",seru Rei.
Caramel jenggah mengapa Rei selalu membawa embel-embel kata sebagai istrinya. Karena menurutnya suami harus juga berperan penting dalam rumah tangga, bukan hanya menyuruh dan menyuruh saja. Lalu Caramel memejamkan kedua mata untuk mengistirahatkan pikiran dan hatinya.
Pukul 01.00
Rei terjaga dalam tidurnya. Tiba-tiba perutnya berbunyi karena ia dari sore hari belum makan sama sekali. "Lapar lagi!!!". Ia lalu mencoba untuk memejamkan mata kembali, tetapi tidak bisa. "Sial!!!",umpatnya. Ia lalu membangunkan Caramel dengan cara menggoyangkan badannya. "Mel... Gue laper nih!!!.... Mel....!".
Caramel yang merasa terganggu ngoceh tidak karuan. "Apaan sih tuan,... ngantuk banget nih!!!".
"Mel, gue laper. Dari tadi sore gue belum makan sama sekali!!",keluh Rei.
"Kalau laper tinggal makan aja kan, kenapa harus bangunkan saya, tuan!!!",oceh Caramel semakin ngawur dan masih memejamkan kedua mata.
Rei menghela nafas kasar. Ia kembali menggoyangkan tubuh Caramel. "Kalau loe gak bangun sekarang, gue akan nyeret loe sampai ke dapur!!!!",marah Rei.
Caramel dengan sigap langsung duduk dengan siap. Ia mencoba dan terpaksa membuka matanya lebar-lebar. "Ini jam berapa sih?". Caramel melirik jam dinding yang terletak di atas meja rias. "Jam satu malam. Tuan beneran mau makan malam jam segini?",tanya Caramel dengan nada malas.
"Mau makan apa?".
"Terserah!!!. Yang penting makan!!!".
"Tadi di tanya sama bunda katanya sudah makan. Tapi kenyataannya....!!!. Huft.....". Caramel beranjak dari ranjang dan pergi keluar kamar menuju dapur.
Beberapa menit kemudian Caramel kembali. Ia tidak membawa apa-apa. Rei melihat dengan heran karena Caramel datang dengan tangan kosong, tapi dengan wajah yang bersemangat. "Lalu mana makanannya?",tanya Rei.
"Ayo kita keluar cari makan tuan. Di dekat sini ada makanan favorit saya!",ajak Caramel yang langsung memegang lengan Rei. Sedangkan Rei hanya mengikuti kemana Caramel akan mengajaknya pergi.
"Loe yakin jam segini masih ada restoran atau kafe yang buka?",tanya Rei.
"Bukan restoran maupun kafe tuan. Saya akan mengajak tuan ke sesuatu tempat atau mungkin belum pernah tuan kunjungi dalam hidup tuan!!",oceh Caramel.
Mereka berjalan beriringan. Caramel bercerita banyak tentang tempat tinggalnya. Tentang tetangga, tentang lingkungan yang telah menjadi saksi bisu selama ini.
"Hidup loe benar-benar keras ya!". Kata yang muncul dari mulut Rei yang tidak menyangka bahwa ia nyaman ada disamping Caramel.
"Memang itulah hidup saya tuan. Tidak seperti tuan putri yang hanya sekedar minta terus dikabulkan. Tapi, walaupun saya bukan Cinderella atau semacam putri-putrian, tapi saya sangat bersyukur mempunyai keluarga seperti mereka....".
"Termasuk bokap loe?".
Caramel hanya tersenyum miring. Miris memang mengingat perlakukan ayahnya terhadap Tiara. "Itu dia makanan favorit saya!". Tunjuk Caramel ke seberang jalan. Warung makan dipinggir jalan yang terkenal lezat sampai sekarang.
Rei berhenti seketika. "Loe bawa gue ke warung makan pinggir jalan itu?",tanya Rei tidak percaya.
Caramel menganggukkan kepala dengan semangat. Lalu ia baru mengingat bahwa Reizo selama hidupnya tidak pernah makan di warung makan pinggir jalan. "Aduh, saya lupa kalau tuan gak pernah makan di warung itu!!!",ucap Caramel sambil menepuk jidatnya. "Tapi, hanya itu warung makan yang buka pada jam-jam ini tuan. Kalau tuan gak makan, bagaimana kalau malam ini tuan akan kelaparan?",sambung Caramel.
"Baru kali ini gue bertamu sampai kelaparan seperti ini. Apa jangan-jangan loe mau bikin gue sakit perut ya?",ucap Rei berdecak sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.
"Ya gaklah tuan. Masa saya tega buat tuan sakit!!!. Ayolah tuan, kita coba dulu!!!",ajak Caramel yang langsung menarik lengan Rei dengan paksa. Sesampainya di warung tersebut Caramel langsung pesan dua makan mie, yang satu biasa dan satunya lagi ekstra pedas. Mereka berdua duduk bersebelahan sambil menunggu pesanan.
Rei melihat kesekeliling warung-warung makan yang masih buka. Masih banyak orang yang berlalu lalang membeli makanan dipinggiran jalan. "Ternyata bukan hanya di kota saja yang rame, di sini walaupun tengah malam masih ada orang yang lewat untuk membeli sesuatu!",oceh Rei.
"Tuan salah. Mana ada di kota serame ini, yang ada keluar dari rumah kita bisa di jambret atau banyak begal yang berkeliaran di sana!".
"Gak semua di kota itu banyak jambret dan begal. Loe jangan ngawur deh!".
"Tuan kok gak percaya, tuan ingin bukti?".
"Buktinya selama ini gue tinggal di kota, fine-fine aja!!".
"Karena tuan orang kaya dan mempunyai kendaraan pribadi. Coba aja tuan naik kendaraan umum pada tengah malam, otomatis tuh begal atau jambret dengan mudah melukai tuan!!",oceh Caramel tidak karuan.
Ada benarnya juga ocehan Caramel. Lalu dua porsi makanan yang mereka pesanpun tiba. Rei hanya memandang makan yang tersaji di depan matanya, sedangkan Caramel langsung melahap makanan tersebut dengan lahap. "Tuan masih gak percaya dengan saya?".
Rei mengalihkan pandangannya memandang wajah Caramel yang terlalu dekat dengannya. Wajah yang masih polos. Dan Caramel meyakinkan kepada Rei bahwa makanan tersebut baik-baik saja bila dimakan dan tidak mengandung racun.
Dan untuk sekian menitnya, Rei mengambil sedikit lalu mengarahkan sendok kedalam mulutnya.
Nyam....
Makanan yang begitu lezat dan nikmat yang belum pernah ia rasakan selama ini. Kemudian ia memakan dengan lahapnya.
Caramel tersenyum melihat Rei yang sangat rakus memakan makanannya. Dunia ini luas tuan. Masih ada dunia yang akan saya tunjukkan kepada tuan. Betapa indahnya dunia ini tanpa kemewahan yang tuan Rei miliki......Malah lebih mewah dari apapun itu.
...*****...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...