A Choice

A Choice
Masa Kecil



Menjadi anak sulung dalam keluarga itu bukanlah hal yang mudah. Ada pepatah mengatakan “anak sulung adalah anak yang harus memiliki bahu yang kuat dan hati yang tegar setegar karang”. menjadi anak sulung itu harus memiliki hati yang sekuat baja. Dan masih banyak lagi kalimat yang harus di dengar oleh hampir setiap anak sulung di beberapa negara, terutama di negara yang kutempati saat ini. yaitu negara Indonesia.


Menjadi segala yang pertama memang tidak mudah, begitu pula menjadi anak pertama.


Salsa, si anak sulung yang memiliki wajah mungil, dengan tinggi 140 cm, memiliki mata sipit dan berwarna biru dan dengan rambut panjang dan sering terurai hingga hampir berada di bawah punggungnya, sangat indah terlihat. Salsa berumur 10 tahun dan dia hidup dengan keluarga yang sangat sederhana, ayahnya bernama bapak Fadhil, beliau bekerja sebagai petani biasa pada umumnya, sedangkan ibunya bernama ibu Fitri, ia bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga, pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga adalah pilihan bagi para ibu yang tidak memiliki pendidikan yang cukup untuk mendapat pekerjaan yang layak.


Namun pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga bukanlah hal yang buruk, karena menjadi Ibu Rumah Tangga adalah pekerjaan yang mulia, terutama di mata para suami yang mengerti betapa pentingnya peran seorang ibu dalam rumah tangga. Ibu “Madrasah pertama bagi anak-anaknya”, begitulah orang-orang menyebutnya. Ayah Salsa adalah orang paling sabar diantara ke 6 saudaranya. Dan Salsa sangat bersyukur memiliki ayah ter sabar di dunia. Gumam Salsa dalam hati.


Salsa memiliki satu adik laki-laki yang sangat ia sayangi, namanya Muhammad Fawwaz. Nama Muhammad adalah nama salah seorang Rasul dalam ajaran agama Islam, dan Fawwaz yang berarti mendapat keberuntungan. Salsa yang memberikan nama untuk adiknya karena dia merasa sangat beruntung telah memiliki adik yang selama ini sangat ia harapkan. Di umur Salsa yang ke 10 tahun ini, dia baru saja memiliki seorang adik laki-laki, dan kebahagiaan yang dia rasakan sangatlah dinikmati olehnya tanpa lupa untuk bersyukur kepada Allah karena telah menjawab doa-doa yang selama ini ia panjatkan.


Sebelum Salsa memiliki adik, dia sering bertanya pada ayah dan ibunya.


“ayah, ibu… kenapa sih Salsa nggak punya adik?” Tanya Salsa sambil memandang ayah dan ibunya.


“Sabar nak, Allah belum memberi kepercayaan lagi pada ayah dan ibumu. Kamu terus berdoa supaya kamu bisa punya adik” jawab ayahnya sambil mengusap kepala Salsa dengan manja.


“Salsa selalu berdoa kok sama Allah supaya Salsa punya adik, Salsa bosan tinggal di rumah sendiri. Salsa mau punya adik laki-laki seperti temen Salsa, adiknya laki-laki, dia lucu dan menggemaskan”.


“Iya, kamu jangan putus berdoa, kamu selalu doakan ayah dan ibu sehat terus”. Jawab ibunya sambil memeluk Salsa dan juga ayahnya.


Salsa lebih senang menghabiskan watu libur di rumah neneknya, di sana memang ada anak dari omnya yang masih kecil, jadi Salsa sangat senang datang kesana untuk bermain dengan sepupunya tersebut.


“neneeeekk.... Salsa datang.. Salsa mau nginap di sini nek. Salsa mau main sama Aqila”. Teriak Salsa mencari neneknya.


“Sa... jangan berisik, adik Aqila lagi tidur tuh di ayunan” jawab nenek yang berlari kecil dari dapur untuk memberitahu Salsa dengan pelan agar Aqila tidak terbangun.


“Yaaaahhh.. Tidur. Padahal Salsa mau main sama adik” jawab Salsa dengan raut kecewa karena tidak bisa bermain dengan sepupu kecilnya itu.


“iyya. Nanti kalo adik bangun kamu main sama dia, sekarang kamu ganti pakaian dulu terus ke dapur makan. Ada udang tumis kesukaan kamu di dapur” jawab nenek.


“wah udang nek! Aku suka. Ya udah Salsa makan dulu deh” Salsa menjawab dengan girang karena di dapur neneknya memasak udang tumis asam kesukaannya.


Sebenarnya niat Salsa menginap di rumah sang nenek Sami hanya untuk bermain dengan sepupunya. dia merasa sangat bosan tinggal di rumahnya sendiri, karena tidak memiliki teman bermain.


Salsa sangat senang di rumah nenek Sami karena dia memiliki banyak teman untuk bermain, terutama main masak-masakan yang menjadi mainan favorit anak 90-an.


“Salsa,Laila. Kita main yuk!” ajak Intan kepada kedua sepupunya yang tengah asyik bermain dengan Aqila sepupu kecilnya.


“Main apaan? Nih sama Aqila juga main” Jawab Salsa yang masih asyik main cilukba dengan Aqila.


“ aahhh... nggak bosan main sama Aqila mulu? Ayok kita main masak-masakan”.


“ kalo main masak-masakan ayok kita berangkat!” jawab Laila yang memang paling hobi dengan permainan tersebut.


Dan akhirnya Salsa mengalah dan mereka pun bermain di luar rumah sekaligus menghirup udara pagi yang sangat sejuk dan belum tersentuh polusi seperti di kota-kota. Salsa baru pulang dari rumah neneknya pada hari Ahad sore, itupun karena ayah Salsa menjemputnya.


Hidup Salsa telah berubah setelah memiliki adik, dia tak lagi senang menginap di rumah neneknya. Salsa merasa bahwa dia harus rajin membantu ibunya, jika ada pakaian ibu dan adiknya yang kotor, tak lupa dia juga mencari pakaian ayahnya, dia harus segera mencucinya sebelum berangkat ke sekolah agar ibunya tidak merasa capek karena harus menjaga adiknya dan mencuci pakaiannya yang kotor.


“Ibu, aku mau nyuci baju kotor. Masih ada nggak yang mau di cuci?” Tanya Salsa pada ibunya.


“Sudah nak, itu saja yang kamu cuci, nanti kamu telat ke sekolah kalo cuciannya banyak” jawab ibu sambil menunjuk beberapa pakaian kotor yang ada di dalam keranjang yang berukuran sedang.


“nggak kok bu, kan Salsa masuk sekolahnya jam 8.30. jadi, mumpung masih pagi aku nyuci aja. Daripada datang ke sekolah pagi-pagi terus sampai di sana Cuma main-main. Mending bantu ibu di rumah” jawab Salsa meyakinkan ibunya bahwa mencuci pakaian tak menjadikan ia telat ke sekolah.


Namun untuk urusan memasak Salsa masih belum diizinkan karena dia masih terlalu kecil untuk masak. Kata ibunya takut tangannya atau wajahnya terkena percikan api atau minyak sehingga terbakar karena belum terlalu paham tentang memasak. Akhirnya Salsa memilih membantu apa yang bisa ia lakukan atas izin ibunya, seperti mencuci tadi.


Masa kecil Salsa dinikmati dengan sangat menyenangkan, terlebih saat dia memiliki adik, dia berharap agar adiknya kelak bisa menjadi teman main dan menjadi adik yang dapat menghafal Al-Qur’an, baik dan juga taat atas segala perintah dan takut terhadap larangan-Nya, yang lebih utama semoga adiknya bisa berbakti kepada kedua orang tuanya, itulah harapan Salsa untuk adiknya yang masih berumur kurang lebih 1 bulan itu. Salsa juga berharap semoga dia bisa membantu biaya sekolah adiknya ketika sudah besar nanti. Banyak doa dan harapan yang Salsa panjatkan untuk adiknya itu.


BERSAMBUNG.


Jangan lupa like dan komentnya kak.


bantu VOTE *juga ya kak. 😊😊


Terima kasih 🙏🙏🙏*