
...HAPPY READING...
...***...
Caramel mengantarkan Lili sampai keluar rumah.
"Loe gak seharusnya nganterin gue sampe sini!!",seru Lili yang berdiri di samping Caramel.
"Gak apa-apa Li. Loe keluar dari rumah ini dengan selamat, gue sudah bersyukur banget Li",lirih Caramel.
Lili memeluk Caramel dengan erat. Ia berharap Caramel cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti semula. "Gue pulang dulu ya, dan loe cepat sembuh!!. Dikantor sepi gak ada loe!",pesan Lili.
"Iya. Insya Allah, besok gue udah masuk Li. Gak mungkin banget gue akan sakit-sakitan dan rebahan dikamar aja!!".
Lili bahagia melihat Caramel bersemangat lagi. Ia lalu pergi bersama mobil maticnya.
Caramel hanya melihat mobil Lili semakin menjauh darinya. Lalu Donna datang berdiri di belakang Caramel.
"Ngapain orang kampung datang kesini?",tanya Donna dengan nada sadisnya.
"Ma, dia bukan orang kampung. Dia sahabat aku, Ma. Mama boleh ngatain Caramel seperti apa, terserah!!!. Tapi jangan orang-orang yang ada disekitar Caramel yang Mama katain termasuk Lili",sahut Caramel yang langsung pergi meninggalkan mama mertuanya.
"Woiii.... Saya belum selesai berbicara sama kamuuu!!!",teriak Donna yang tidak di gubris oleh Caramel.
Rei memandang laptop yang menampilkan CCTV yang dipasang di setiap sudut ruangan termasuk kamar utama. Ia sedang melihat dan mendengarkan semua rekaman yang ada dikamar utama. "Gue harus tahu mengapa Lili datang kesini, pasti ada hal yang penting yang mereka bicarakan!!". Rei mendengarkan suara Lili dan Caramel dengan jelas. Ia tidak menyangka bahwa Tiara bukan adik kandung dari Caramel, lalu siapa orang tua Tiara yang sebenarnya. Ia kemudian menyandarkan punggungnya ke kursi. Salah satu tangannya membuka laci yang terdapat dimeja. Ia mengambil sebuah bingkai foto kecil yang didalam foto sebuah keluarga yang sangat bahagia. Papa, Mama, Rei, Sisca dan salah satu seorang gadis kecil yang sedang dipangku papanya. Ia mengelus gadis kecil itu dengan lembut. "Sekarang kamu dimana Dik?. Sudah belasan tahun kami tidak menemukanmu?. Semoga kamu masih hidup dan dalam perlindungan Tuhan",lirih Rei.
Caramel mengetuk pintu ruang kerja Rei. Ia sudah tidak kuat berlama-lama didalam kamar.
Rei menutup lacinya kembali. "Masuk!!!".
Cekrek...
Pintu terbuka lebar yang menampakkan Caramel ingin masuk kedalam ruang kerja. "Boleh saya masuk tuan?",tanya Caramel.
"Ada apa?".
"Saya ingin bicara sesuatu sama tuan. Boleh?",tanya Caramel was-was karena ia takut Rei tidak menyetujuinya.
"Soal?".
Ya Tuhan, berikanlah hamba mu ini kesabaran yang melimpah menghadapi makhluk seperti dia!! pinta Caramel dalam hati. "Pleaseeeee!".
"Ok. Silahkan!".
Yessss, akhirnya Rei menyetujuinya. Ia masuk dan tidak lupa menutup pintu kembali. Ia melihat seluruh ruang kerja Rei yang tidak pernah berubah bentuknya. Apakah dia tidak bosan melihat seperti ini terus ruangannya!!.
"Kalau loe kesini hanya ingin ngatain gue yang enggak-enggak, lebih baik loe keluar dari ruangan ini!!!",kesal Rei yang melihat sikap Caramel yang mudah ditebak.
"Oh... tidak-tidak tuan. Maafkan saya!!!",mohon Caramel.
"Langsung to the point aja!!",ucap Rei tegas menatap Caramel seperti ingin membunuh.
"Hmmm... ehmmm... Tuan, boleh saya minta bantuan kepada tuan Rei?",kata Caramel langsung to the point.
"Kalau bantuan itu menguntungkan gue, gue gak masalah. Tapi, kalau sebaliknya, gue mah ogahh!!",jawab Rei.
"Saya tahu tuan, mungkin permintaan saya tidak ada keuntungan sama sekali sama tuan. Tapi, ini penting buat hidup saya tuan",jelas Caramel.
"Emang bantuan apa yang loe inginkan dari gue?". Rei ingin sekali mengetahui permintaan Caramel yang sebenarnya. Apa yang loe inginkan Caramel?.
"Saya ingin mengetahui, siapa orang tua kandung dari adik saya, Tiara!!". Caramel menceritakan semua masalah tentang Tiara, supaya Rei mudah memahami masalah apa yang ia hadapi saat ini.
"Loe ingin bayar berapa ke gue?",tanya Rei menantang.
"Apapun yang tuan inginkan, saya akan bersedia!!".
Caramel menganggukkan kepala tanda setuju.
Rei menatap Caramel dari ujung kepala sampai ujung kaki. Caramel saat ini sedang memakai pakaian tidur yang terbuat dari kain satin.
Caramel tersadar apa yang dipikirkan oleh sang suami. "Tuan, jangan mikir yang macam-macam ya!!!. Kalau itu saya, no tuan!!!",tegas Caramel.
Rei terkekeh mendengar pemikiran Caramel yang dangkal itu. "Jadi, loe sakit hanya memikirkan soal adik tiri loe itu?",tanya Rei mengejek.
"Ini perkara yang tidak mudah bagi saya tuan, kenapa tuan mengejek saya seperti itu!!!".
"Ya, iyalah gue ngejek loe. Buat apa loe ngelakuin hal yang konyol seperti kemarin, sampai-sampai loe pingsan di bathtub kamar mandi!!!. Caramel, ingat ya, ini dunia nyata bukan dunia fantasi yang loe pikirkan itu. Loe harus punya wawasan luas dan ide kreatif tentang memecahkan masalah yang loe hadapi saat ini".
Caramel kesal mendengar ceramah dari Rei. Bukannya memberi solusi malah sebaliknya. "So, jadi tuan tidak mau membantu saya!!. Ok, saya akan cari tahu sendiri siapa orang tua kandung dari adik saya!!",kata Caramel yang tegas lalu membalikkan badan untuk segera keluar dari ruangan yang penggap ini.
"Loe pikir semudah itu?",ucap Rei setelah Caramel memegang handel pintu.
"Kalau itu mudah bagi tuan, kenapa tidak bagi saya!!!",sahut Caramel yang keluar dari ruang kerja Rei. Ia menutup pintu dengan kasar sehingga menimbulkan bunyi yang keras. Gak seharusnya gue minta pertolongan sama loe tuan Rei!!! kesal Caramel di depan pintu sambil meruntuki dirinya sendiri.
Rei yang ada didalam ruangan merasa terkejut dengan tindakan Caramel yang sedang marah. "Wooiiii... dasar wanita bar-bar!!!!",seru Rei yang tidak didengar oleh Caramel karena ruang kerjanya kedap suara.
*
*
*
Caramel sedang duduk di meja bar di dapur. Ia saat ini sangat bosan berada di dalam kamar.
Dewi yang baru saja pulang dari pasar langsung menyapa sang majikan dengan senang. "Udah sembuh nona Caramel?",tanya Dewi.
"Lumayan Bi".
"Mau bibi buatkan sesuatu?".
"Boleh bi. Tolong, buatkan susu jahe buat saya ya Bi, mood saya kurang bagus",jawab Caramel yang meletakkan kepala di atas meja bar.
"Baik nona". Dewi segera memasak permintaan sang majikan.
"Bi, tumben rumah sepi?. Pada kemana bi?".
"Nyonya baru keluar bersama nona Sisca. Mungkin pergi ke butik langganan nyonya".
"Ke butik. Ada acara apa bi?",tanya Caramel yang langsung membenarkan posisi badan menjadi tegak.
"Loh, bukannya nanti malam ada acara makan malam bersama di rumah ini nona",jawab Dewi.
Acara makan malam, acara apa lagi!! tanya Caramel yang bertanya-tanya. Mengapa Rei tidak cerita apapun sama gue. "Ya udah bi, nanti tolong susu jahenya taruh di kamar ya!. Saya mau ke kamar!",pesan Caramel yang langsung pergi ke lantai atas. Sesampainya di lantai atas ia segera masuk kedalam kamar mengambil ponselnya. Ia memanggil sekertaris Mike untuk menanyakan pertanyaan yang sangat asing baginya.
"Ada apa nona Caramel?",tanya Mike.
"Apa yang tidak saya ketahui tentang acara nanti malam pak Mike?",tanya Caramel penuh selidik.
"Wahhhh,,, kabarnya nona Caramel sudah mengetahuinya".
"Jawab saya pak!!!.. Apa yang saya tidak tahu?",tegas Caramel yang sudah tidak sabar.
Mike menjelaskan tentang acara pertemuan keluarga yang sudah lama Donna nantikan. Pertemuan yang seharusnya terjadi sebelum Caramel masuk kedalam keluarga Abisatya. Caramel yang mendengarkan itu merasa hatinya hancur lebur karena Donna yang belum bisa menerimanya sebagai mantu, dari istri Reizo. Tak terasa air mata mengalir dikedua pipinya.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...