
Berjalan beberapa bulan, sekolah Salsa berjalan dengan baik dan dia punya banyak teman. Salsa menjadi anak yang riang seperti duku lagi dan tak ada lagi rasa canggung dan jaim seperti awal dia datang ke sekolah.
sekarang semua telah menjadi teman Salsa dan tak pernah membedakan antara yang satu dengan yang lain. Semua baik dan tidak seperti yang duku Salsa bayangkan.
Karena dari awal memang saling peduli dan perhatian, Rani dan Aini adalah teman yang paling dekat dengan Salsa. Segala apa yang terjadi diceritakan dan jika mengalami masalah ia meminta nasehat dan minta saran dari mereka berdua.
Rani yang selalu ceria dan Aini yang sangat peduli terhadap teman-temannya terutama pada Rani dan Salsa, Aini yang sabar dan bijaksana serta selalu memberi saran dan memikirkan apa resiko yang akan dihadapi kedepannya. Dan Salsa yang sering terlihat sedih dan murung karena merindukan kampung halamannya dan pada keluarganya yang jauh disana.
Mereka bertiga seolah saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. mereka saling bertukar pikiran. ketika Salsa sedang merasa sedih dan merindukan keluarganya, Aini dan Rani datang memberi semangat dan mengajaknya bertukar cerita mulai dari hak yabg seram, ataupun yang lucu atau mengadakan belajar kelompok untuk sedikit mengurangi kerinduan Salsa.
"Salsa. Kamu kenapa murung kamu lagi ada masalah ya?". Tanya Aini yang baru datang dan masuk ke kelas.
"Iya Ni, aku sedih. kita keluar dulu yuk.Aku mau cerita". Ajak Salsa pada sahabatnya untuk keluar dari kelas karena memang di dalam kelas sudah ada beberapa santri yang sudah datang.
Setelah mereka berada di luar kelas dan mendapat tempat yang tepat untuk bercerita Salsa melanjutkan ceritanya.
"Iya Aini, aku kangen banget sama keluarga ku, aku pengen pulang". Jawab Salsa dengan nada lirih.
"Yang sabar Sa. Inshaa Allah kamu akan berkumpul kembali dengan keluarga kamu. sekarang kan kita harus belajar duku, kita harus jauh sama keluarga". jawab Aini menguatkan Salsa.
"Iya, tapi nggak tau kenapa kadang aku merasa kangen banget. pengen meluk mereka gitu".
"Yang namanya anak rindu sama keluarga itu hal wajar Sa, kamu harus kuat, sekarang tugas kita belajar dengan baik dan buat orang tua kita bangga".
"Iya. Kamu tetap akan jadi sahabat ku sampai kapanpun kan Aini?". Tanya Salsa yang tiba-tiba membuat Aini menatapnya heran.
"Salsa, kok kamu nanya kayak gitu sih?, ada apa? kamu bikin takut tau". Tanya Aini heran dengan pertanyaan Salsa.
"Ya nggak apa-apa, aku cuma nanya, aku berharap sampai kapanpun kita akan menjadi sahabat. Walaupun kita jauh kita akan tetap saling mengabari dan saling mensupport".
"Yah kalo itu mah jangan di tanya lagi Sa. Aku akan selalu menjadi Sabahat kamu sampai kapanpun dan di manapun kita akan tetap menjadi sahabat". Jawab Aini dan itu membuat Salsa merasa sangat bahagia karena memiliki Sabahat sepertinya.
Setelah cerita panjang lebar, Rani baru datang dan mendatangi mereka berdua untuk menyapanya.
"Assalamu'alaikum kalian".
"Wa'alaikumussalam Ran". Jawab Salsa.
"Hey. Kalian kenapa? Kok kayak bersedih gitu sih?". Tanya Rani pada mereka Yang masih duduk bersampingan.
"Iya nih Ran, Salsa lagi sedih, dia kangen sama keluarganya".
"Oohh kangen. Yang namanya kangen tu nggak bisa diobati kalo ngga ketemu. Tapi kalau masih belum saatnya ketemu kita cukup doain orang tua kita, kita minta sama Allah supaya hati kita bisa kuat". Jawab Rani.
"Nah bener tu Sa. Kita sama-sama berdoa semoga hati Salsa bisa kuat menjalani hidup ini dan semoga kita semua nanti menjadi orang yang sukses". sambung Aini.
"Aamiin". Jawab mereka serentak dan saling berpelukan.
Beberapa saat kemudian datang guru yang akan masuk pada jam itu dan mereka segera masuk sebelum guru tersebut tiba di kelas dan memulai pembelajarannya.
Jam pelajaran pada saat ini adalah tentang fikih, pelajaran yang membahas seputar persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Tuhannya.
Saat membahas seputar ibadah shalat, ada hal yang membuat slaah satu teman Salsa kurang paham namun takut menanyakan pada gurunya dan meminta Salsa untuk menanyakan hal tersebut saat di beri waktu untuk memberikan pertanyaan jika ada yang kurang paham.
"Sa aku masih kurang paham". ucap Afifah teman sebangkunya.
"Apa yang belum kamu pahami?". Tanya Salsa
"Itu ketika imam membaca surah pendek setelah membaca Al Fatihah, makmumnya harus ngapain? Kamu yang tanya ke bapak yah".
"Duuh kamu aja, supaya kamu lebih paham". Tolak Salsa
"Nggak ah. kamu aja. Aku malu. Kalo kamu kan sering bertanya sama guru kalo nggak paham". Ucap Afifah yang memang jarang bertanya langsung pada guru saat ada yang dia tidak pahami.
"Iya deh iya". akhirnya Salsa mau membantu temannya bertanya
"Maaf sebelumnya pak, saya mau bertanya".
"Oh Salsa ya. silakan pertanyaannya sa". Perintah pak Rizki
"Pak, ketika imam membaca surah pendek setelah membaca surah Al-Fatihah, apa yang harus dilakukan makmum, apa makmum ikut membaca atau diam pak?".
"Wah pertanyaan yang sangat bagus ya Salsa. Nah membaca surat pendek setelah al-fatihah hukumnya adalah sunnah dan diperbolehkan bagi makmum untuk membaca surat pendek yang dibaca imam atau membaca surah lain, tetapi lebih baik dia mendengarkan bacaan imam karena Allah berfirman 'Ketika Al-Qurโan dibacakan, maka dengarkanlah bacaanya dan diam'. Bagaimana Salsa apa kamu sudah paham?" Pak Rizki menjelaskan dengan baik dan membuat para santriwati paham dengan apa yang dijelaskan.
"Fah, udah paham belum?". Bisik Salsa pada Afifah.
"Iya iya paham". Jawab Afifah.
"Iya pak Alhamdulillah sudah paham". Salsa baru menjawab pertanyaan gurunya setelah ia bertanya pada Afifah apakah dia sudah paham atau belum.
Setelah pelajaran Fikih selesai gurunya pamit dan meninggalkan ruangan.
"Nah baiklah, karena waktunya sudah habis, sekarang bapak kan memberikan tugas pada kalian. Jadi tugasnya adalah kalian Minggu depan akan praktik melaksanakan shalat subuh secara berjamaah"
"Jadi tugasnya per kelompok ya pak?. Tanya Rani pada gurunya
"Iya tugasnya kelompok, satu kelompok ada tiga orang, satu imam, satu makmum dan yang satu lagi masbuk. dan untuk kelompoknya silahkan kalian pilih sendiri".
" Iya ustadz". Jawab mereka secara bersamaan.
*Bersambung*
intinya pada pekan berikutnya Salsa dan teman-temannya praktik shalat subuh sesuai dengan tugas yang diberikan oleh gurunya, dan Salsa menjadi imam shalat di kelompoknya.
*Makasih sudah mampir di karya ku kak*
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR YA KAK.๐
MAAF JIKA BAHASANYA MASIH AMBURADUL, MAKLUM MASIH PEMULA KAK๐๐