A Choice

A Choice
Penjelasan Dari Bunda



...HAPPY READING...


...***...


Lili memeluk erat Caramel menguatkan hati dan pikirannya. "Gue yakin loe pasti kuat Mel. Karena Caramel yang gue kenal adalah Caramel yang kuat!",kata Lili.


Caramel menangis di pelukan sang sahabat. Hanya Lili yang saat ini ia percaya untuk menjadi sandaran masalahnya. "Tapi gue takut Li, kalau gue akan kehilangan Tiara. Karena selama ini gue lakukan hanya semata buat Tiara dan bunda. Tapi, kenyataannya sangat menyakitkan bagi kita!",lirih Caramel sambil terisak menangis.


"Udah Mel. Tiara akan bersedih juga lihat kakaknya rapuh seperti ini. Mungkin kamu saat ini bisa menutup masalah besar ini, tapi masalah ini Tiara akan tahu dengan sendirinya. Please Mel, jangan buat Tiara menyesal menjadi adik loe, Mel. Dia pasti bangga mempunyai kakak seperti kamu. Kakak yang selalu tegar, kakak yang selalu ada buat dia. Gue yakin itu semua!!!",saran dari Lili.


Caramel melepaskan pelukannya. "Tapi, mama Mona menghancurkan semuanya Li. Mama Mona ternyata selama ini meminta balik uang pemberian dari gue kepada Tiara!. Gue gak tahu, dari mana Tiara mendapatkan uang untuk kuliahnya!!!".


"Apa!!!... Jadi mama tiri loe meminta uang kepada Tiara!!!... Benar-benar kejam ya nyokap tiri loe!!!. Apa lagi bokap kandung loe sendiri!!",marah Lili kepada keluarga Caramel.


Tiba-tiba ponsel Caramel berdering. Caramel melihat sekilas.


"Dari siapa?",tanya Lili.


"Dari bunda".


"Angkat aja Mel!!!. Mungkin ada hal yang penting!".


Caramel mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas nakas. Ia menggeser tombol hijau dan membesarkan volumenya.


"Assalamualaikum sayang!".


"Walaikumsalam. Ada apa Bun?",tanya Caramel balik.


"Kamu baik-baik saja kan sayang. Karena perasaan bunda dari tadi malam tidak enak?",tanya Bunda di seberang sana karena ia tidak mau to the point membahas masalah mantan suaminya itu.


"Ya seperti ini Bun. Memang ada apa sih Bun?. Tiara baik-baik sajakan?",tanya Caramel balik.


Deg. Bunda merasakan firasat yang berbeda dari anak perempuannya itu. "Sayang, bunda bisa jelaskan semuanya?".


Tidak terasa air mata Caramel mengalir dengan sendirinya dan Lili mencoba menenangkan Caramel dengan cara mengelus punggung Caramel.


"Maksud bunda apa?. Jelaskan semuanya apa Bun?. Amel gak ngerti!",sela Caramel tidak mau mendengar bahwa Tiara bukan adik kandungnya.


"Adik kamu udah cerita banyak sama bunda. Bunda tidak bermaksud membohongi kalian berdua sayang. Hanya saja bunda takut kehilangan anak-anak bunda di antara kalian. Bunda sangat takut sayang!!!",jelas Bunda sambil terisak.


Caramel tidak bisa membendung Isak tangisnya. Ia menutup mulut supaya bunda tidak mendengar bahwa Caramel sedang menangis. "Lalu apa yang dikatakan oleh ayah adalah benar Bun?".


Bunda menangis di sambungkan telepon. Hatinya hancur berkeping-keping Caramel menanyakan itu. "Iya sayang. Tapi, Tiara sudah bunda anggap sebagai anak bunda sendiri. Kamu tahu bagaimana bunda sangat menyayangi kalian berdua. Kalian berdua adalah anak-anak bunda yang baik!!!",lirih Bunda.


"Jadi Tiara udah mengetahui Bun?".


"Udah sayang. Dia tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dan ayah Andika di rumah ayah kamu".


Caramel menangis sejadi-jadinya. Ia tidak mau kehilangan Tiara. "Lalu, dimana orang tua Tiara Bun?. Bunda tahu?",tanya Caramel.


"Bunda tidak tahu sayang. Bunda menemukan adik kamu di pos satpam depan komplek. Hanya sepatu yang Tiara bawa di kardus dan sehelai pakaian yang menyelimuti tubuh mungilnya itu. Bunda minta maaf udah menyembunyikan ini semua saya karena semata-mata ingin melindungi kalian berdua. Maafkan bunda sayang?",kata Bunda di barengi Isak tangis.


"Astagaaa.....!. Kenapa mereka sangat tega sekali membuang bayi yang mereka kandung. Bayi yang tidak punya dosa itu...".


"Sayang, dibalik semua seorang ibu, tidak akan membiarkan anak-anaknya kelaparan dan kedinginan. Mungkin orang tuanya Tiara sedang dalam masalah, mungkin masalah ekonomi atau apapun itu. Kita tidak ada yang tahu sayang",jelas Bunda.


"Iya bunda. Amel mengerti".


"Alhamdulillah sayang, kamu udah paham maksud bunda apa. Saat ini jangan ganggu adik kamu dulu ya, mungkin sekarang Tiara butuh ruang untuk menyendiri dulu. Melampiaskan kemarahannya".


"Iya sayang. Kamu juga ya. Bunda tidak mau anak-anak bunda sakit!".


"Iya Bunda. Assalamualaikum!".


"Walaikumsalam sayang!!!".


El mematikan ponselnya.


"Udah bereskan Mel!!. Kita tidak boleh suudzon dulu saya bunda loe, bunda tahu kok mana yang terbaik buat anak-anaknya. Tidak ada Mel, seorang ibu tega membuang anaknya begitu aja, apa lagi di pos satpam. Mungkin ada benarnya juga apa yang dikatakan nyokap loe, kalau orang tua dari Tiara, orang yang tidak mampu atau apalah. Gue juga gak tahu. Tapi, kita harus berdoa, supaya Tiara bertemu dengan orang tuanya. Bagaimanapun, Tiara adalah anak mereka!!!",jelas Lili bijak.


"Tapi, gue gak mau. Bila Tiara pada akhirnya akan ikut mereka?",keluh Caramel.


Lili merapikan anak rambut Caramel. "Tiara ikut orang tua kandungnya, Mel. Loe juga gak boleh egois soal itu. Itu semua juga keputusan ada ditangan Tiara. Tiara mau stay atau pergi, itu Tiara yang menentukan. Bukan kamu!!".


"Tapi Li?",sahut Caramel tidak terima.


"Kamu harus dukung apa yang menjadi keputusan dari Tiara. Tiara sudah bisa menentukan mana yang terbaik mana yang terburuk, Mel. Kamu harus mendukungnya!",saran Lili.


Caramel membayangkan akan kehilangan adiknya. Betapa sedih bunda akan sendiri di rumah. Dan betapa hancurnya aku tidak bertemu dengan adiknya.


Lili memeluk Caramel mencoba memberikan sedikit kekuatan yang bisa menjadi pertahanan tubuh Caramel.


*


*


*


Disisi lain, Tiara sedang duduk dan menikmati Yow mie yang berkuah. Bukan menikmatinya, tapi hatinya sedang galau dan bimbang tentang jalan hidupnya.


Calvin tiba-tiba duduk didepan Tiara. "Loe kenapa lagi Ra?",tanya Calvin.


"Jangan ganggu gue dulu!!!. Gue sedang tidak dalam mood yang bagus",kata Tiara yang menyeruput mie.


"Gue tahu, manusia itu pasti mempunyai banyak masalah. Gak mungkin manusia hidup tanpa ada masalah!",sahut Calvin yang ingin mengetahui masalah yang sedang dihadapi Tiara.


Tiara menghela nafas kasar. "Kalau gue boleh memilih, lebih baik gue memilih tidak dilahirkan daripada gue yang harus dibuang!!!",sahut Tiara malas.


"Wuihhhh.... Loe kalau bicara jangan asal ya Ra!!!. Pamali!!!",saran Calvin.


"Buktinya!!!. Kalau hidup hanya dibuat menderita, buat apa Vinn!!!. Semua makhluk hidup pasti menginginkan kebahagiaan, bukan kesedihan ataupun penderitaan!!!".


"Loe kayaknya kurang bersyukur deh, jadi loe ngomongnya asal!!!".


"Lebih baik loe diam aja!!. Jangan berisik!!. Gue mau nikmatin hidup gue!!",seru Tiara melanjutkan memakan mie.


"Loe gak nikmatin hidup loe, tapi loe sedang menikmati Yow mie - ".


Tiara langsung melotot kearah Calvin yang tidak bisa diam dan malah berisik mengganggu perasaanya yang sedang tidak karuan ini.


Calvin tersadar bahwa Tiara saat ini tidak bisa diganggu gugat dan langsung pergi berlari meninggalkan Tiara seorang diri.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih...