
Hari pertama berada di Sulawesi telah Salsa lewati dengan rasa lelah karena baru sampai, setelah menempuh perjalanan yang kurang lebih 2 hari dimulai saat meninggalkan rumahnya hingga saat ini telah berada di tempat yang sungguh berbeda.
Salsa merasa banyak perbedaan antara tempat sekarang dengan kampungnya yang menurutnya sangat ramah lingkungan dan juga sangat akrab dengan para tetangganya.
Saat berada di tempat yang baru, tak banyak orang yang datang menyambutnya, tak terkecuali tetangga yang berada tepat di sebelah kanan rumah omnya.
tetangga yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing dan tidak pusing memikirkan kehidupan orang yang berada di sebelahnya. Sungguh dua merasakan suasana yang sangat berbeda dengan kampung halamannya.
"Tante, disini kalo waktu libur nggak ada orang yang dateng bertamu atau apalah gitu?". Tanya Salsa dengan penuh penasaran dengan kehidupan barunya.
"Yah biasanya ada, tapi nggak banyak. palingan cuma tetangga sebelah dan teman-teman Tante yang tinggal di sekitar sini". Tante Irna menjelaskan dan penjelasannya sungguh sangat terlihat berbeda dengan kampungnya.
"Ooh gitu ya?. Jadi disini Salsa nggak punya teman main dong". Salsa merasa hidupnya telah berubah dan dia ingin memiliki teman seperti saat di kampungnya.
"Disini rame kok, banyak orang, tapi dia anak sekolahan dan kalo kamu mau punya teman nanti Tante panggil siswa tante disini minta temenin kamu".
"Nggak usah tan, dia pasti mau belajar juga. Udah biar aja gini, nanti juga akan terbiasa kok". Salsa menolak tawaran tantenya karena dia merasa tidak enak hati minta di temani oleh siswanya yang masih belajar.
Salsa jadi memikirkan saat berada di kampung halaman dan saat libur ia tidak betah tinggal di rumah, dia hanya ingin datang ke rumah sahabatnya untuk sekedar bermain petak umpet dan masak-masakan.
Tapi di tempat itu sungguh berbeda. Jangankan ada yang bisa untuk diajak bermain, untuk sekedar cerita saja rasanya sangat susah menurut Salsa.
Salsa harus berusaha terbiasa dengan suasana baru yang baginya sangat susah dan sulit beradaptasi dengan lingkungan barunya. Akibat kurangnya teman dan kurangnya interaksi antar sesama bahkan tetangga yang masih hitungan satu tembok saja rasanya sangat sulit ditemui.
Faktor kerjaan dan kesibukan masing-masing sehingga sangat sulit untuk berinteraksi antar sesama tetangga.
Ia juga tidak bisa sering komunikasi dengan ayah dan ibunya karena ia tidak memiliki handphone sendiri dan jika ingin bicara dengan ayah atau ibunya dia hanya bisa meminjam hp tante ataupun omnya.
Om Ilham juga telah berangkat ke sekolahnya, beliau meninggalkan rumah pagi-pagi. Salsa belum diizinkan ke sekolah karena katanya tunggu hari Rabu dulu masuk sekolah. dan sekarang masih hari Senin. masih ada 2 hari lagi baru dia bisa datang ke sekolahnya yang baru.
Dia akan berada di sekolah yang baru, teman baru, guru baru. Semuanya serba baru, tak ada satupun orang yang Salsa kenal di tempat barunya. Semua terlihat asing.
"Tante, om biasanya pulang jam berapa?"
"Biasanya om kamu pulang dari sekolah jam 13.30 atau 14.00. Kenapa nak?".
"Nggak apa-apa tan, Salsa cuma ingin tau aja".
"Kamu mau makan apa hari ini?". Tanya tante Irna pada Salsa.
"Terserah tante aja, apa aja Salsa makan tan".
"Ya sudah, Tante masak sayur bayam aja ya, atau mau tumis udang?"
Mendengar tumis udang selera Salsa yang tadinya mengatakan terserah langsung berubah.
"Udang tumis aja deh tan". Jawabnya sambil tersenyum karena dia memang ingin makan tumis udang.
"Ya udah kalo mau tumis udang, tante buatin dulu".
"Iyya tante". jawabnya sambil menunggu omnya datang karena jam memang sudah menunjukkan pukul setengah dua siang.
"Tante, om kok belum Dateng sih? biasanya emang telat Dateng atau gimana?". Tanya Salsa penasaran.
"Palingan om kamu lagi ada kerjaan di sekolah atau lagi di jalan nak. Kenapa? mau tunggu om untuk makan siang?". Tanya tantenya pada Salsa yang masih duduk di teras rumah.
"Kalo masih lama dateng makan aja duluan. Salsa udah lapar tan". tolak Salsa karena perutnya sudah tidak bisa bersahabat untuk menunggu kedatangan omnya.
"Iya tan, habisnya om lama baru dateng. Salsa udah laper banget".
Tak bisa menunggu lebih lama lagi akhirnya Salsa makan terlebih dahulu dan istirahat setelah makan. Beberapa saat setelah Salsa makan akhirnya om yang ditunggu-tunggu datang juga, ia membawa makan siang.
"Loh om kok bawa makanan?. Disini kan udah pada makan?. Tanyanya dengan sedikit protes karena datang dengan membawa makan, sedangkan tantenya sudah makan bersama salsa.
"Ooh ini. Ini dari sekolah sa. tadi om ada rapat dan banyak makanan nggak habis. makanya om bawa pulang aja".
"Ooh.. kirain Salsa om beli di warung (sambil tertawa). Om sudah makan belum?".
"Sudah. om tadi makan di sekolah. Oh iya, kalo Salsa mau makan lagi ambil aja tu yang di kotak".
"Ntar aja om, Salsa sudah kenyang makan tumis udang tadi". Tolak Salsa dengan memegang perutnya yang susah bernafas karena merasa sangat kenyang.
"Ya sudah, nanti malam aja makannya".
setelah nasi yang ia makan habis dan tidak lagi merasa sesak karena kekenyangan. ia memilih untuk diam dan beristirahat karena rasa lelah akibat perjalanan jauh yang ia rasa belum usai.
Ia memilih untuk tidur siang dan dengan susah payah ia berusaha untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda ia rasakan dengan saat berada di kampungnya.
Salsa tidur dengan menahan kerinduan kepada orang tua dan juga adiknya. Belum satu minggu ia pergi namun ia merasa bahwa telah pergi jauh selama berbulan-bulan.
Ia sangat berusaha dan memaksakan matanya untuk bisa tertutup dan dapat melupakan kerinduannya walau sejenak.
Setelah beberapa lama Salsa mencoba tidur namun usahanya tetap sia-sia karena ia tidak bisa berpura-pura dalam keadaan baik-baik saja sedang hatinya sedang berkecamuk ingin bicara pada ayah dan ibunya. Akhirnya Salsa memilih untuk meminjam hp omnya dan menelpon pada ibunya.
Saat Salsa menelpon, pada dering yang ketiga langsung diangkat oleh ibunya.
"Assalamu'alaikum ibu".
"Wa'alaikumussalam nak, apa kabar sayang? kamu sehat kan?".
"Alhamdulillah Salsa sehat Bu. Ini gimana? ayah, Fawwaz dan yang lainnya sehat semua kan bu?". Tanya Salsa dengan bertubi2 seolah ingin tau kabar semua orang.
"Alhamdulillah semuanya baik kok sayang, kamu jangan khawatir. Inshaa Allah semuanya selalu dalam lindungan Allah". Jawab ibunya dengan tenang seolah tak sedikit pun merindukan anaknya. Namun dalam hatinya. Ibu Fitri sangat merindukan anaknya.
"Alhamdulillah kalo semuanya baik Bu. Salsa cuma pengen banget tau gimana kabar ibu, ayah, juga Fawwaz".
"Kami disini sehat semua kok nak. Kamu disana belajar dengan baik dan doakan semua yang ada disini sehat, kamu disana yang rajin belajarnya. Ibu doain dari sini".
"Iyya Bu inshaa Allah Salsa hari Rabu udah masuk sekolah. Doain salsa ya Bu".
"Iya nak. ibu selalu doain kamu".
Setelah pembicaraan dengan ibunya akhirnya hati Salsa sedikit tenang dan ia bisa tidur tanpa banyak berpikir tentang orang di rumahnya.
*BERSAMBUNG*
Terimakasih sudah mampir di karya saya kak🤗🤗
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN JADIKAN NOVEL INI SEBAGAI BACAAN FAVORIT YA KAK. ☺️☺️
Mohon ditunggu episode selanjutnya kak..