
Tak lama Salsa dan om tantenya tinggl jauh dari pesantren, karena banyak kegiatan ekstra yang harus Salsa ikuti setiap sore dan malam hari dan omnya yang memiliki banyak kegiatan diluar jam mengajar akhirnya mereka pindah rumah yang berada di area pesantren.
Ketika Salsa mendatangi sebuah rumah yang berukuran sedang, dan rumah tersebut masih dalam proses renovasi, ia bertanya dalam hatinya 'Apakah iya aku akan tinggal disini? Kapan yah? rasanya nggak sabar ingin ikut pengajian dan sering bertemu dengan sahabat ku'. Gumam Salsa dalam hatinya.
"Om, kira-kira berapa lama lagi rumahnya selesai di renovasi?". Tanya Salsa yang penasaran.
"Bentar lagi nak, emang kenapa nanya kayak gitu?".
"Nggak apa-apa om, cuma nanya aja. Salsa kan juga pengen cepet-cepet ikut pengajian tiap malem". imbuhnya.
"Ooh gitu. inshaa Allah kalo nggak ada halangan rumahnya sudah bisa di tempati sebulan lagi". Omnya sedikit memberi kepastian kapan rumah tersebut akan di tempati karena proses renovasi memang sudah mencapai 50%.
"Alhamdulillah. Semoga rumahnya cepet selesai dan semoga kita bisa segera pindah kesini ya om". Ucap Salsa penuh harap.
Hanya sekitar 6-7 bulan mereka tinggal jauh dari pesantren dan akhirnya memutuskan pindah agar Salsa bisa mengikuti pelajaran ekstra yang di lakukan 4-5 kali dalam seminggu. Dan omnya juga tidak merasa kesusahan untuk datang dan membagi waktunya jika ada kegiatan di dalam pesantren sedangkan beliau sering menjadi panitia inti pada hampir setiap acara yang dilaksanakan oleh pondok.
Keesokan harinya saat tiba di sekolah, Salsa menceritakan pada sahabatnya bahwa ia akan pindah rumah. dan temannya sangat bahagia mendengar kabar tersebut.
"Wah jadi kamu akan pindah sa? jadi kalo mau ke sekolah dan kalo ada pelajaran ekstra kamu bisa hadir dong". Ucap Rani dengan penuh kebahagiaan.
"Alhamdulillah banget yah aku bisa mengikuti pelajaran tambahan seperti kalian, dan iya kamu bener banget Aini, kalo kita ada tugas kita bisa belajar sama-sama dan bisa saling berbagi ilmu". Jawab Salsa.
Memang sudah lama Salsa berharap bahwa suatu saat nanti ia akan pindah rumah dan berada di tempat yang lebih dekat dari pondok pesantren agar ia bisa mengikuti pelajaran tambahan dan bisa mengikuti setiap kegiatan yang diadakan oleh pihak pesantren.
Salsa juga menceritakan pada ibu dan ayahnya bahwa ia akan pindah rumah. dan Salsa menceritakan semuanya termasuk bahwa ia telah memiliki sahabat dan mereka sangat baik terhadap Salsa.
Ibunya sangat bersyukur karena akhirnya Salsa betah dan tidak suka menangis ketika menelepon ibunya seperti saat masih pertama datang.
Seiring berjalannya waktu akhirnya Salsa bisa mengerti dan memahami bahwa Ilmu Pengetahuan akan mengubah kehidupan menjadi lebih baik jika kita bersabar dan ikhlas menjalaninya. Adanya ilmu pengetahuan akan mengubah akhlak seseorang menjadi lebih baik jika ilmu tersebut diamalkan dan dipahami dengan baik, namun jika ilmu yang didapatkan hanya dijadikan sebagai hiasan dan tidak diamalkan maka akan menjadi sia-sia dan tidak ada manfaatnya bagi kehidupan seseorang.
Proses pindah rumah berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan, semua barang telah diangkut pindah ke rumah barunya dan meninggalkan kenangan di rumah yang lama. kenangan bahwa Salsa pernah menempati rumah yang sangat sederhana yang berada di lingkungan sekolah tantenya.
Karena telah menjadi adat kebiasaan yang hampir semua daerah melaksanakan acara syukuran rumah, maka pada hari kedua menempati rumah baru tersebut, mereka mengadakan acara syukuran dan dirangkaikan dengan proses perkenalan dengan para tetangga baru.
Dengan mengundang beberapa rekan kerja om Ilham dan tak lupa mengundang pimpinan pondok pesantren yang telah menawarkan secara langsung kepada mereka untuk menempati rumah tersebut.