
...HAPPY READING...
...***...
Jam 02.00 Caramel terbangun dari mimpi indahnya. Ia melihat Rei sedang duduk di kursi dekat ranjang, ia sampai tertidur didekatnya. Kepala Rei menempel di ranjang dekat Caramel berbaring. Caramel menatap Rei sangat lama. Ia mengelus rambut Rei pelan supaya Rei tidak terganggu dengan mimpi indahnya. Andai Tuan bersikap manis walaupun hanya sedikit saja, mungkin aku sudah terbang tinggi ke angkasa. Tetapi, tuan hanya menganggap aku hanya seseorang yang hanya terikat oleh sebuah janji pernikahan. Tuan, bolehkah saya mencintai tuan seutuhnya?.
Rei merasakan sesuatu gerakan yang sangat berbeda. Kepalanya terasa nyaman dan damai setelah sesuatunya yang sedang mengelus puncak kepalanya.
Caramel menarik tangannya supaya tidak mengganggu tuannya yang sedang bermimpi indah itu. Tetapi usahanya gagal karena Rei lebih dulu terbangun dari mimpi indahnya.
"Loe udah bangun?",tanya Rei khawatir.
Caramel canggung karena ia secara sadar mengelus puncak kepala Rei. "Maaf tuan, saya hanya....".
"No problem. Yang penting loe udah sadar gue seneng. Loe butuh sesuatu atau loe butuh minum?",tanya Rei menawarkan karena saat ini ia benar-benar merasa khawatir tentang kondisi Caramel.
"Saya...".
"Gue ambilin makanan ya?. Tadi sebelum Bibi Dewi tidur, gue nyuruh bibi buat masak SOP kesukaan loe?. Loe mau?",tawar Rei kepada Caramel.
"Enggak usah tuan. Biar saya nanti ambil sendiri!",tolak halus Caramel supaya sang suami tidak tersinggung.
"Enggak apa-apa. Gue ambilin kok!",usul Rei yang sudah berdiri ditempat.
Caramel ingin sekali menolak Rei karena ia tidak berhak menyuruh seorang Rei mengambil sesuatu untuknya. Tetapi, ia menyibakkan selimut ingin turun dari ranjang dan.......
Ia tercengang melihat tubuhnya tidak berpakaian satu helai pun. Dan jangan-jangan........
Rei paham betul apa yang Caramel pikiran. "Loe jangan mikir macam-macam tentang gue!!!. Tadi loe sendiri bukan, mandi di bathtub sampai pingsan di sana",jelas Rei yang kesal.
Caramel memejamkan matanya mengingat kejadian yang begitu menyakitkan hati. "Iya saya ingat tuan. Maaf sudah membuat tuan repot dan terimakasih sudah menolong saya",ucap Caramel malu.
"Iya, no problem".
"Lalu siapa yang membuka baju saya tuan?",tanya Caramel yang begitu penasaran.
"Siapa lagi kalau bukan gue!!!",jawab Rei dengan lantang.
"Apaaaaa!!!!",terkejut Caramel mendengar pengakuan yang santai dari seorang tuan Rei.
"Kenapa loe terkejut seperti itu?. Kalau gue nyuruh Bibi Dewi atau Bibi Siti mereka akan lebih curiga dengan kita. Gue ini statusnya suami loe, masa gue gak berhak buat buka baju loe!",ungkap Rei.
"Iya tuan. Maaf. Saya tahu tuan tidak akan menyentuh saya untuk kedua kalinya dan melakukan kesalahan yang sama lagi. Maafkan saya tuan!",cicit Caramel.
Rei menghela nafas pelan. Ia tahu bahwa ia sudah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya, dan ia tidak akan pernah mengulanginya lagi tanpa ada rasa cinta. "Ya udah, gue ambil SOP dulu dan loe cepat pakai baju supaya gue gak melakukan kesalahan yang sama lagi!",kata Rei yang langsung pergi meninggalkan kamar utama.
Maafkan saya tuan, saya sudah mempersulit keadaan dan kehidupan tuan. Saya bingung dengan siapa saya harus percaya lagi? batin Caramel yang langsung bangkit dari ranjang menuju walk in closed.
Rei masuk kedalam kamar utama membawa mangkuk dan beberapa buah segar yang sudah dikupas. Ia meletakkan di meja kecil yang diletakkan di atas ranjang. Sedangkan Caramel keluar dari walk in closed. "Maaf ya tuan, sudah merepotkan!",kata Caramel tidak enak.
"Ya udah, loe segera makan!. Dan setelah makan jangan lupa minum obat. Tadi obatnya udah ditebus oleh Mike!", perintah Rei.
Caramel duduk di ranjang. Ia memandang semangkuk sop hangat dan beberapa jenis buah yang siap untuk dimakan. "Tuan yang menghangatkan sop tadi?",tanya Caramel.
"Iya, siapa lagi kalau bukan gue!",jawab Rei sadis. Ia duduk di meja kerja yang ada dikamar utama. Ia sesekali melirik Caramel yang masih memandang sop dimeja.
"Itu semua gak gratis kok!".
Caramel langsung mendongkak wajahnya untuk melihat Rei. "Maksud tuan?".
"Itu semua permintaan maaf gue, karena kemarin gue sempat marah-marah sama loe gak jelas".
"Baru pertama kali setelah lima tahun kita menikah tuan minta maaf sama saya. Saya merasa senang",sahut Caramel. "Lalu mengapa tuan tidak menanyakan saya, kenapa hari ini pulang terlambat?".
"Itu privasi loe. Gue gak berhak ikut campur!",sahut Rei.
Caramel terdiam mendengar jawaban dari Rei. Sebegitu acuhkan seorang suami terhadap istrinya?. "Saya tahu tuan, pernikahan kita hanya sebuah paksaan yang tidak seharusnya terjadi. Saya juga tahu, saya tidak akan pernah bisa menggantikan posisi mantan tuan dengan saya. Tapi..... bisakah tuan menghargai saya sebagai seorang ibu dari Arzan, anak kita?",ungkap Caramel berkaca-kaca. "Saya udah tidak tahu, pada siapa saya harus percaya lagi?. Semua orang membohongi saya",tangis Caramel pecah lagi.
Rei hanya terdiam mendengarkan jeritan hati Caramel. Ia tidak menyangka bahwa Caramel saat ini sedang rapuh. Ia berjalan menghampiri Caramel dan duduk di ranjang dekat Caramel. "Maafkan gue Mel, loe gak seharusnya diposisi ini. Gue yang salah karena ingin membalas dendam apa yang Key lakukan kepada gue. Seharusnya loe mempunyai suami yang sangat cinta dan sayang sama loe saat ini. Bukan gue".
"Sekarang tuan puas apa yang tuan lakukan sama saya?. Saat ini saya benar-benar hancur tuan. Orang-orang yang selama ini saya banggakan dan sayangi, semua telah berbuat kebohongan yang sangat tidak masuk akal",kata Caramel diiringi oleh isak tangisan.
"Mel, lebih baik loe makan dan minum obat. Setelah itu istirahat. Supaya loe lebih tenang dan gak bicara ngelantur seperti ini!",saran Rei.
Caramel menggelengkan kepala menolak saran dari Rei. "Saya tidak nafsu sama sekali tuan. Bahkan mengisi perut saja saya tidak mau. Saya ingin terbangun dari mimpi buruk ini tuaaannn",lirih Caramel yang langsung pingsan untuk kedua kalinya.
"Caramelllll!!!". Rei langsung membenarkan posisi Caramel dengan baik. Ia menggoyangkan tubuh Caramel dengan pelan. "Mel bangun Mel... Mel....",panggil Rei yang tidak melihat perubahan dari Caramel. Ia lalu menghubungi dokter Yovie untuk segera mengecek kondisi Caramel lagi.
Beberapa menit kemudian sang dokter datang dan mengecek kondisi Caramel. Yovie menyarankan buat memberikan cairan infus terhadap Caramel supaya Caramel mempunyai tenaga lagi. Yovie memasang infus dengan sangat hati-hati.
"Loe yakin gak usah dibawa ke rumah sakit?",tanya Rei khawatir.
"Yakinlah. Gue ini dokter Rei. Biar begini gak apa-apa, biar dia rawat jalan aja. Jadi loe bebas buat macam-macam sama dia, disaat dia sedang tidur begini!",goda Yovie.
"Sialan loe!!!. Gue bukan laki-laki yang hanya mencari kesempatan dalam kesempitan ya...!!",tegas Rei.
"Ini tuh istri loe, Rei!!!. Bisa-bisanya loe ngomong begitu!",keluh Yovie.
"Udah, jangan banyak ceramah loe!!. Gue capek dengernya!".
"Untung gue masuk shift malam ya ini, kalau enggak, gue ogah malam-malam keluyuran sampai rumah loe!",kesal Yovie.
"Lebih baik loe tidur sini. Daripada gue bolak-balik telepon loe!",saran Rei.
"Tidur dikamar loe ini?",tanya Yovie menunjuk lantai.
"Bukan di kamar gue juga kali!!!. Ya udah, gue antar loe di kamar tamu!!",sahut Rei yang berjalan keluar kamar yang diikuti oleh Yovie dibelakang Rei.
"Loe kenapa sih belum nerima Caramel seutuhnya?. Caramel itu wanita baik-baik loh!!!",goda Yovie. "Loe masih penasaran dengan mantan loe, si Key?".
"Apaan sih loe Yovie, gue lagi ngantuk berat-beratnya lohhh... Udahlah, jangan bahas mantan gue!!!. Gue mau tidur melanjutkan mimpi indah gue!!!",kesal Rei. Mereka menuruni anak tangga dan sampai dikamar tamu. "Ini kamar buat loe!". Rei membuka kamar tamu. "Lebih baik loe tidur dari pada ngoceh sampai kemana-mana!",saran Rei yang langsung meninggalkan Yovie dikamar tamu.
"Sialan loe!!... Sahabat macam apa kau ini!!!",umpat Yovie yang masuk kedalam kamar tamu.
...***...
...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...
...Terimakasih ...