A Choice

A Choice
Terlalu Kepo



...HAPPY READING...


...***...


Tiara mengintip di balik tembok, ia melihat Rei kakak iparnya ada di belakang Caramel. Ini pasti perbuatan dari kak Rei, gak mungkin kak Caramel tiba-tiba belanja sampai ke mall ini. Karena mall ini terlalu jauh dari rumah Kak Rei pikir Tiara dalam hati.


Caramel membeli beberapa buah-buahan kesukaan suaminya. Setelah cukup memilih buah ia kembali mendorong troli ke arah Rei lagi. "Ada lagi tuan?",tanya Caramel kesal tetapi ia tetap sabar menghadapi sang suami.


"Hmmm.... gue rasa cukup!",jawab Rei yang pergi begitu saja.


Caramel berdecak kesal melihat Rei yang seenaknya saja memerintahkan. Dasar cowok egois, belagu, sombong, keras kepala, umpat Caramel dalam hati.


Lili yang melihat Caramel sedang fokus melihat seseorang menyenggol bahu Caramel. "Siapa Mel?",tanya Lili penasaran.


"Siapa lagi bukan tuan muda Reizo Darma Abisatya!!".


"Mana... mana orangnya!!". Lili lihat kesekeliling tetapi nihil ia tidak menemukannya.


"Dia udah pergi ke laut!!!",seru Caramel kesal.


Lili tersenyum. "Emang loe habis diapain?",tanya Lili curiga.


"Kayak gak tahu aja sifatnya!",sahut Caramel yang mendorong troli entah kemana troli itu berjalan.


"Tungguin gue, Mel!!!",teriak Lili.


Disisi lain Tiara sudah melihat kepergian Caramel, Rei dan Lili. Ia bernafas lega karena tidak melihatnya bekerja di mall ini. Calvin yang melihat gerak-gerik yang mencurigakan terhadap Tiara, ia kemudian mengagetkan dari belakang.


"Haaaaa".


Tiara sontak terkejut dan menoleh kebelakang. "CALVIN!!!!",teriak Tiara tidak terima. "Ngagetin gue aja!!!!", sambungnya.


Calvin tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Tiara yang sangat mengemaskan itu. "Loe ngapain ngintip-ngintip seperti itu?",tanya Calvin.


"Gue mau ngintip kek, mau duduk kek, mau apa kek, itu bukan urusan loe, Vin!. Ngapain sih loe kepo banget sama gue?",keluh Tiara yang menatap tajam mata Calvin.


"Karena loe patut di kepoin. Loe kenalkan sama mereka?",tebak Calvin menatap tajam mata Tiara.


Tiara langsung mengelaknya karena tidak mau ketahuan bahwa ia adalah adik ipar dari CEO ternama.


"Enggaklah. Kalau gue kenal, gue pasti akan langsung nyamperin buat membantu mereka. Tapi kenyataannya tidak kan",elak Tiara.


Calvin menatap kedua mata Tiara tajam. Ia tahu di setiap ucapan dari Tiara adalah kebohongan besar. "Gue gak bisa diboongin, Ra!. Jawab jujur sama gue. Gue akan teriak nama loe, kalau.loe masih menyangkal dari gue!",ancam Calvin.


"Enggak Vin. Gue gak kenal sama mereka!".


Calvin semakin membuat Tiara semakin terpojok ke tembok. Ia mencoba memaksa Tiara untuk berkata jujur karena ia ingin tahu, siapa mereka berdua.


Tiara berjalan semakin lama semakin terpojok ke tembok. Matanya dan mata Calvin semakin menatap satu sama lain. Ada sebuah ikatan entah apa yang mereka berdua rasakan. Ini gila... Ini membuat gue gila!!!!.


Calvin memandang bibir berwarna merah maroon milik Tiara yang semakin menggoda. Dengan dagu belah tengah yang membuat bibir itu semakin menggoda.


"Loe jangan macam-macam ya Vin?",ancam Tiara lagi.


Calvin yang sadar akan lamunannya yang memikirkan keliarannya mencium bibir itu. "Oke-oke. Gue akan mundur bila loe jujur sama gue!".


"Ok... Fine... Gue akan cerita sama loe!. Tapi loe harus janji sama gue, ini rahasia antara kita berdua!",kata Tiara mengingatkan.


"Ok. Gue janji gak akan bilang siapa-siapa",jawab Calvin yang langsung memundurkan badannya yang besar.


"Mereka berdua adalah kakak gue dan kakak ipar gue. PUAS LOE!!!",seru Tiara kesal karena harus jujur sama salah satu karyawan mall tersebut.


Calvin melongo tidak percaya mendengarkan pengakuan dari Tiara. "Serius loe mereka berdua adalah kakak loe?",tanya Calvin lagi untuk memastikannya.


"Buat apa gue bercanda!. Loe gak lihat wajah gue!",sahut Tiara membuat lingkaran ke arah wajahnya.


"Ya mana ada orang yang percaya, Kakaknya seorang CEO dan adiknya seorang karyawan mall",oceh Calvin.


"Loe tahu kalau Kak Rei adalah CEO?".


"Siapa ya gak kenal seorang Reizo Darma Abisatya, Ra?. Semua orang pasti mengenalnya. Dia seorang CEO sukses dan sangat muda. Apa lagi wajahnya terpampang dimana-mana",jelas Calvin.


"Tapi dia kakak ipar gue. Dan wanita yang minta tolong tadi, adalah istrinya",ungkap Tiara lesu melihat kenyataan bahwa Rei adalah orang tersohor dengan kehidupan yang mewah.


"Dia Caramel Diandra Atmaja?".


Tiara mengangguk-angguk kepala. Ia tidak bisa menutupi bahwa Caramel adalah kakak kandungnya.


"Wah, dia lebih cantik aslinya!",kagum Calvin tetapi ia langsung melihat kearah wajah Tiara. Membandingkan sesaat dengan sang kakak. "Tapi kalau dilihat-lihat, wajahnya kok sangat beda dengan kakak loe. Wah, jangan-jangan loe bukan adik kandungnya lagi?",sambung Calvin menggoda Tiara.


"Ok... Ok... Lalu loe kenapa tidak membantunya?",tanya Calvin yang begitu penasaran.


"Karena gue kerja tanpa sepengetahuan mereka, Vin. Apa lagi Kak Rei udah tahu kalau gue kerja di sini, cepat atau lambat Kak Caramel pasti akan tahu kalau gue kerja di sini juga".


"Bentar... bentar, loe kerja di sini tanpa sepengetahuan mereka?. Kok bisa?".


"Loe tahu sendiri kalau gue ngambil pekerjaan part time di sini. Gue kerja karena untuk biaya kuliah gue, kalau gue gak kerja mana bisa gue sampai sekolah setinggi ini",jelas Tiara tanpa permisi.


"Gak mungkin kakak loe gak bantu loe. Gue tahu bokap dan nyokap loe pisah, tapi bukan berarti mereka lepas tanggung jawab buat biaya loe sekolah dan hidup loe",oceh Calvin.


"Bokap gue udah gak tanggung jawab tentang biaya kuliah gue. Dan soal Kak Caramel memang bantu keuangan gue, tapi.......".


"Tapi kenapa?".


"Gue gak bisa jelasin Vin. Ceritanya panjang. Dan gue bisa atau gak bisa segera resign dari tempat ini. Gue takut bila kakak gue mengetahui bahwa adiknya kerja part time di mall ini",jelas Tiara ketakutan apa bila sang kakak mengetahuinya.


"Lalu loe mau kerja dimana lagi?",tanya Calvin karena saat ini sangat sulit mencari kerja part time di kota ini.


"Gue belum punya pandangan Vin. Karena kerja part time jarang sekali orang menggunakannya",jawab Tiara bimbang.


Pikiran Calvin langsung mempunyai sebuah ide brilian. Ia mempunyai sebuah kafe yang terletak jauh dari Mall ini. Ia menimang-nimang sebuah keputusan yang masuk akal saat ini. "Oh ya, gue lupa, teman gue punya sebuah kafe yang lumayan baru. Saat ini teman gue lagi membutuhkan karyawan, loe mau menjadi karyawan kafe?",kata Calvin menunjukkan bahagia bila Tiara bisa bekerja ditempatnya lagi.


"Bisa part time?",tanya Tiara.


"Sepertinya bisa. Loe mau gak?".


Tiara mengangguk-angguk kepala tanda setuju. "Mau banget Vin!!!. Kapan gue bisa kerja?".


"Loe resign dulu dari tempat ini. Nanti setelah itu gue kenalkan teman gue sama loe. Bagaimana?".


Tiara langsung membuat gerakan hormat kepada Calvin. "Siap Bos. Gue akan ajukan resign gue!!!". Tiara tersenyum bahagia karena masih ada orang yang peduli terhadap dirinya.


Calvin melihat Tiara bahagia. Senyuman yang tersirat kebahagiaan bukan kesedihan lagi. Gue akan lakukan apapun demi loe, Ra. Gue tahu loe saat ini sedang berusaha mengubah nasib loe menjadi lebih baik lagi. Gue akan dukung loe.


*


*


*


Lili dan Caramel sedang mengantri membayar barang belanjaannya tadi. Pertama Lili yang membayar kemudian disusul oleh Caramel.


Karyawan kasir sedang menghitung barang belanjaan milik Caramel. Tiba-tiba beberapa troli belanjaan datang begitu saja di samping Caramel.


"Sekalian dihitung mbak!",perintah Rei yang sudah berdiri di samping Caramel.


Caramel mendengar suara dari Rei yang sudah berdiri disampingnya. Ia terkejut melihat beberapa troli yang sudah tersusun rapi disampingnya. "Tuan...".


"Loe gak usah khawatir, ini belanjaan bulanan dirumah!!!",jelas Rei memberikan sebuah kartu kredit Black Card Unlimited ke tangan Caramel.


Caramel diam tidak menolak sama sekali. Ia menerimanya dengan perasaan bercampur aduk. Mimpi apa gue semalam, seorang Rei belanja bulanan buat keperluan dirumah? batin Caramel bertanya-tanya.


Rei segera pergi dari hadapan Caramel dan melanjutkan pekerjaannya.


Lili yang kegirangan karena melihat kartu kredit para sultan Black Card Unlimited langsung menghampiri Caramel memegang kartu tersebut, walaupun ia memegang saja sudah kegirangan. "Loe beruntung Mel, punya tambang emas seperti ini!!!",goda Lili yang menyenggol lengan Caramel.


"Hitung sekalian ya mbk troli-troli belanjaan ini!",perintah Caramel.


"Baik mbak!!!",jawab Karyawan kasir yang langsung dibantu oleh karyawan lainnya untuk menghitung dan mengemas.


"Padahal gue udah dikasih jatah kartu sendiri sama dia walaupun bukan Black Card, tapi belum pernah gue pakai untuk belanja buat keperluan gue!!!".


"Loe gila ya Mel, kenapa loe gak manfaatin aja dia!!!. Mumpung loe masih bisa menikmatinya, Mel?",ucap Lili.


Caramel menghela nafasnya kasar. "Bagi gue, uang bukan sumber kebahagiaan seseorang Li. Gue tahu dia kaya, tapi belum menjamin gue bahagia kan".


"Iya juga sih Mel. Tapi paling tidak loe harus ngebahagiain diri loe sendiri yang sudah kuat selama hidup menjadi nyonya Abisatya. Gue tahu jalan loe tidak mudah seperti ini. Dan semoga seorang Rei bisa jatuh cinta sama loe, entah itu kapan!",lirih Lili memberikan sebuah semangat kepada sang sahabat.


"Thanks Li. Loe selalu memberikan support system sama gue. Yang membuat hidup gue lebih bersemangat lagi kedepannya!!!",jawab Caramel.


...***...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih...