A Choice

A Choice
Mencoba Mencari



...HAPPY READING...


...*****...


Pagi Hari


Pagi buta Mike sudah mengantar pesanan yang Caramel minta. Semua kebutuhan pagi sudah tertata rapi di meja rias. Setelah menyiapkan kebutuhan sang suami, ia segera menyiapkan sarapan pagi buat seluruh penghuni rumah. Tetapi Bunda lebih awal datang ke dapur yang sudah memasak. "Pagi Bunda... Maaf ya bunda, Amel baru ke dapur. Soalnya tadi menyiapkan dulu keperluan mas Rei!",katanya.


"Iya sayang, gak apa-apa. Bunda senang kalau kamu perhatian sama suami kamu. Itu tugasnya sebagai seorang istri!!",cicit bunda. "Apakah kamu disana juga bangun sepagi ini?",tanya Bunda.


Caramel melirik jam yang terletak di atas lemari dapur. Waktu sudah pukul 04.30. Ia tahu saat ini secara tidak sengaja bunda ingin mengetahui bagaimana kehidupan anaknya setelah menikah. "Iya bunda. Namanya juga seorang istri kan bunda. Harus serba bisa dalam menjalankan perannya!!",jawab Caramel lalu membantu bunda dalam memasak. Andaikan bunda tahu bagaimana hidup Caramel di sana. Bunda tidak akan percaya bahwa Caramel tidak mendapatkan perlakuan khusus disana. Bahkan bisa disebutkan sebagai seorang babu, yang tidak ada apa-apanya dibandingkan keluarganya.


Setelah masak-masak selesai. Ia segera membangunkan sang putra untuk mandi. Ia juga kembali ke kamarnya yang ingin membangunkan Rei dari tempat tidurnya. Tetapi, orang yang ingin ia bangunkan masih tertidur pulas dalam mimpi indahnya itu. Caramel hanya memandang wajah tampan milik Rei. Gue gak nyangka akan menikah dengan laki-laki keras kepala seperti dia. Laki-laki yang sangat egois. Lalu ia mengambil ponselnya untuk mengisi daya baterai. Ia membuka laci lemari kecil yang terletak di samping ranjang. Ada sebuah ponsel lagi yang terdapat disana. Ponsel milik siapa lagi kalau bukan milik Rei. Ia mencoba mengambil ponsel tersebut, sebuah layar otomatis langsung nyala dengan sendirinya. Begitu banyak notifikasi yang belum sempat Rei baca. Tetapi Caramel tidak berani membuka ponsel milik Rei. Hanya melihat dari layar, Caramel membaca sekilas pesan-pesan yang masuk kedalam ponsel milik Rei. Mama. Key. Sisca dan masih banyak lagi.


Caramel melirik sekilas Rei yang masih tidur dengan lelap. Key, wanita yang belum pernah aku temui sama sekali. Seperti apa wanita itu. Mengapa aku ingin sekali bertemu dengannya?. Lalu ia kembali meletakkan ponsel Rei ketempat semula. Ia mencoba membangunkan Rei dengan perlahan. "Tuan Rei bangun!!!",ucap Caramel beberapa kali tetapi belum ada pergerakan sama sekali. Ia frustasi membangunkan Rei, lalu ia menelepon sang sekertaris pribadinya. "Hallo Pak Mike, bisakah anda datang kesini lagi?",pinta Caramel.


"Ada yang bisa saya bantu nona?".


"Saya sangat frustasi membangunkan tuan Rei. Mohon bantuannya sebentar!!".


"Maaf nona, hari ini tuan Rei izin tidak pergi ke kantor. Jadi, hari ini semua kegiatan perusahaan saya yang menghendelnya!".


What????.... "Oh... baiklah. Saya gak tahu kalau tuan Rei tidak akan ke kantor. Terimakasih sebelumnya!".


Klik.


Caramel mematikan secara sepihak. Bisa-bisanya Rei gak ngomong sama gue soal izin gak pergi kekantor!!!. Awas aja loe...!!! kesel Caramel yang langsung pergi begitu aja lalu dirinya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sang Surya sudah menampakkan cahaya yang sangat indah. Caramel sudah bersiap untuk sarapan pagi bersama keluarganya. Ia melihat sejenak kearah Rei yang masih memejamkan matanya.


"Kenapa loe lihatin gue seperti itu?",tanya Rei tiba-tiba membuka matanya dengan lebar.


Caramel tercengang melihat Rei yang sudah bangun dari mimpi indahnya.


"Loe baru sadar ternyata gue gantengnya maksimal ya atau jangan-jangan loe udah mulai jatuh cinta sama gue?",kata Rei menggoda sang istri.


"What???.. Saya gak salah denger tuan??... Mengapa tuan berbicara seperti itu seakan-akan saya udah jatuh cinta sama tuan??",sahut Caramel kesal.


"Ya siapa tahu begitu!!!... Tiba-tiba loe jatuh cinta sama gue",goda lagi Rei.


"Aduh tuan stoppp,,,, pagi-pagi jangan buat saya emosi melebihi singa ya!!!... Lebih baik tuan segera mandi dan ikut sarapan. Saya lagi gak mood untuk meladeni tuan!!",ucap Caramel yang berlalu dari hadapan Rei. Ia segera mengajak Arzan, bunda dan Tiara untuk sarapan pagi bersama.


Bunda clingak-clinguk melihat mantunya belum menampakkan batang hidungnya. "Loh sayang, mana suami kamu?",tanya Bunda kepada Caramel.


"Hmmmm.... Mas Rei masih mandi bunda",jawab Caramel mencari alasan supaya bunda tidak curiga tentang pertengkaran tadi pagi.


"Ajak suami kamu untuk sarapan pagi bersama. Ayooo....!!!",perintah Bunda yang tidak bisa dibantah oleh Caramel.


"Iya bunda". Caramel pergi menemui Rei yang sudah selesai mandi pagi. Rei bertelanjang dada dengan handuk yang masih membungkus tubuhnya bagian bawah yang menghadap ke lemari besar.


Caramel masuk tanda mengetuk pintu dulu...


Dan....


Haaaaaaaa....... teriak Caramel yang melihat Rei hanya mengenakan handuk bagian bawah. Rei yang kaget langsung lari ke arah Caramel untuk menutup mulut Caramel dan menutup pintu kamar. "Loe gila ya, teriak-teriak begitu???",kata Rei kesal.


Rei sadar akan tangannya yang langsung melepaskan bekapannya.


"Ngapain sih gak ganti baju di kamar mandi sekalian!!!. Saya kan jadi kaget melihat tuan seperti ini!!",marah Caramel.


"Gue mau ganti. Memangnya loe nyiapin baju gue apa!!",seru Rei mencari pembelaan.


Oopsss... Caramel lupa bahwa ia hanya menyiapkan baju kantoran dan celana. "Maaf tuan, saya gak tahu kalau tuan mau libur hari ini. Saya baru tahu tadi dari pak Mike".


"Lalu kenapa gak nyiapin baju gue???. Lalu dimana baju gue?",tagih Rei.


Caramel dengan telaten mengambil baju kaos casual dan celana pendek. "Ini.. Cepat ganti baju!!!. Bunda udah menunggu dimeja makan!!". Lalu Caramel pergi dari kamarnya mempersilahkan Rei untuk mengganti baju segera mungkin. Caramel berjalan dengan santai menuju meja makan. "Mas Rei lagi ganti baju Bun".


"Kak, tumben banget Kak Rei mau menginap disini?",tanya Tiara membuka perbincangan di pagi hari.


Gak mungkin kan Dik, kakak jawab kak Rei menghindari mantannya!!!. "Mungkin dia kangen Dik udah lama gak berkunjung ke rumah ini. Sejak kakak menikah dengannya kan kita jarang kumpul seperti ini!",jawab Caramel bijak supaya Tiara tidak curiga.


gak mungkin kak, dia kangen berkunjung di sini. Malah Tiara malah curiga sikapnya akhir-akhir ini batin Tiara. "Semoga dia kangen beneran ya kak... Gak cuma sensasi aja!!!",sindir Tiara.


"Mana mungkin Dik!!!. Buktinya dia betah-betah aja kan!!!",seru Caramel.


Disisi lain Rei keluar dari kamarnya. Ia menengok ke kanan dan ke kiri. Keadaan merasa aman, ia segera masuk kedalam kamar Tiara yang lumayan dekat dengan kamar Caramel. Semoga gue gak ketahuan!!! doanya dalam hati. Ia jalan mengendap-endap supaya tidak ada yang curiga.


***


Flashback On.


"Loe gila ya Mike, loe nyuruh gue lakuin yang gak seharusnya gue lakuin dirumah orang lain!!!",marah Rei kepada sang sekertaris.


"Lalu tuan mau melakukan apa lagi?. Gak mungkin kan saya tiba-tiba masuk ke kamar Tiara tanda sebab dan tanpa ba-bi-bu. Bisa-bisa saya digebukin satu RT tuan!!!",sahut Mike.


"Gak ada cara lain?".


Mike hanya mengangkat kedua bahu tanda tidak ada sama sekali. Hanya itu jalan satu-satunya bila ingin mengetahui siapa Tiara sebenarnya.


Rei terdiam memikirkan cara lain yang lebih halus lagi.


"Saya yakin, tuan pasti bisa. Mumpung nona Key ada dirumah ini, dan itu akan menjadi alasan tuan menginap dirumah Bunda Rima. Tidak ada salahnya bukan. Apa lagi tuan tidak mau bertemu dengan nona Key saat ini",saran dari Mike.


"Kalau gue sampai ketahuan, loe juga tanggung jawab ya, bila gue di gebukin satu RT!".


"Mana mungkin tuan akan digebukin satu RT. Tuan disana sebagai menantu dari bunda Rima, ya kali tuan akan digebukin begitu aja!!. Gak masuk akan tuan!!!. Percaya sama saya tuan, tuan pasti bisa menyelesaikan masalah nona Tiara!!!".


Rei hanya menyerap perkataan Mike dengan seksama.


Flashback Off


...*****...


...Jangan lupa untuk komen, like dan vote...


...Terimakasih...