
Beberapa jam kemudian, mereka tiba di rumah sakit dan Nara segera di tangani.
Nara harus menjalani operasi, yang biayanya tidak sedikit, Namun Haris bersedia menjadi penanggung jawabnya.
Nara pun di operasi sesuai dengan prosedur yang telah berjalan. Tidak lupa Bara meminta bantuan pada teman-teman yang ahli di bidangnya.
Setelah Nara selesai di operasi, dokter mengirimkannya ke luar negeri untuk operasi plastik. Dengan persetujuan Haris sebagai penanggung jawabnya.
Selama proses operasi, Haris menyisihkan waktu untuk mengunjunginya. Sampai proses selesai dan hanya menunggu waktu sampai Nara benar-benar dapat di sentuh tanpa rasa sakit lagi.
...----------------...
Beberapa bulan kemudian..
Haris pun segera berangkat dengan ke tiga sahabatnya untuk menjemput Nara.
Setelah tiba mereka segera menuju ruangan Nara.
"aku penasaran, mungkin dia akan lebih cantik dari sebelumnya" ucap Rori terkekeh
"Dia milik Haris" ucap Rian mencubit sahabatnya itu
"Mau dia milik Haris atau bukan dia hanya penasaran, Rian" ucap Bara membela Rori
"Sudah, berisik" ucap Haris merapikan bajunya di depan pintu
"Good morning" sapa senyum Dokter bedah pada mereka
"Good morning, Doctor" sapa mereka tersenyum
"please sit" ucap dokter tersenyum
"Thank you" ucap Haris lalu mereka duduk
"Is she your lady?" tanya dokter menatap Haris
"No, but I expected it. ucap Chan serius membuat ke tiga sahabatnya tertawa
"Really?" tanya dokter tertawa
"Yes, Doctor" ucap Haris tertawa
"Then, let's see him" ajak dokter pada mereka
Mereka pun memasuki ruangan Nara yang di temani oleh perawatnya. Mereka menyapa para perawat yang menjaga Nara.
"Are you ready?" tanya dokter
"Ready" ucap Haris menarik nafas lalu menghembuskan nya
Dokter pun perlahan membuka perban yang terbalut di wajah dan dibantu oleh perawatnya.
Nara kaget dan sangat terharu dengan wajahnya yang sekarang.
"Beautiful" ucap Rori terpaku
Rian dan Bara pun terheran-heran melihat wanita yang berada di hadapan mereka.
Senyum Nara pun semakin membuat ke tiga sahabatnya Haris menjadi meleleh.
"Rori, ini sungguh luar biasa" Ucap Rian mendekati Rori
"Thank you so much, Doctor" ucap Chan menjabat tangan pak dokter
"You are welcome" Ucap dokter tersenyum
Nara pun di izinkan untuk dibawa pulang, Nara juga tidak menolak, karena dia sudah bertemu dengan Haris saat mengunjunginya.
Tidak menghilangkan kesempatan, mereka pun berlibur di sana.
"Kenalin, aku Rori" ucap Rori mengenalkan dirinya
"Aku Rian" ucap Rian tersenyum
"Dan aku Bara" ucap Nara tersenyum manis
"Terimakasih, kalian sudah menolong ku, kak. Saat itu aku hanya bisa pasrah dengan keadaan"
"Namun, hal itu justru telah melahirkan diriku yang baru" ucap Nara tersenyum manis pada mereka
"Terimakasih kak" ucap Nara menundukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca
"Hei, jangan begitu dong, kita semua telah ditakdirkan untuk bertemu. Walaupun dengan cara seperti itu" ucap Rian menghangatkan suasana
"Terimakasih, Kak Haris" telah bersedia membantuku. Aku akan membalas kebaikan Kaka" ucap Nara tersenyum tipis
"Kamu tidak perlu berterimakasih" ucap Haris tersenyum
"Nara telah berutang pada Kaka-kaka semua" ucap Nara terharu
"Kamu harus memberikan yang lebih baik lagi dalam hidup mu" ucap Bara menatap Nara
"Iya, kak" ucap Nara mengangguk
Mereka pun melanjutkan liburan di sana dengan bergembira. Nara yang merindukan papanya dan anaknya memilih untuk melupakannya sejenak.
"Nara" Ucap Haris mendekati Nara yang sedang duduk menikmati liburannya
"Ka kak Haris" ucap Nara gugup
"Bagaimana? apa perasaan kamu sudah membaik?" tanya Haris tanpa menatap Nara
"Berkat Kaka, aku lebih bersyukur saat ini" ucap Nara menatap Haris
"I iya kak" ucap Nara gugup
"Kamu cantik" ucap Haris tersenyum
"haha, Aku selalu cantik kak" ucap Nara tertawa
"Sial, Dia benar-benar sombong" ucap Haris bercanda
"Hahah. Kaka juga tampan" ucap Nara terkekeh
"Aku juga selalu tampan" ucap Haris dengan wajah yang memerah
"Haha, wajah Kaka kenapa? Kaka kepanasan?" tanya Nara tertawa
"Hmm, sepertinya ada yang makin dekat" ucap Bara menatap Rori dan Rian
"Benar, sepertinya kita akan di lupakan" ucap Rori memutar bola matanya
"Hus, Itu saja di omong" Ucap Rian malas
"Kita kapan man?" tanya Rori merengek di pundak bara
"Tolong, Rian" ucap Bara menghampiri Rian
"Bara, Rian. Awas kalian" ucap Rori menghampiri mereka
Keesokan harinya, mereka akan kembali ke Indonesia, Nara meminta untuk tinggal lebih lama di sana, namun Haris tidak setuju.
"Tolong, kak. Aku masih ingin sendiri" Ucap Nara memohon
"Kamu tidak peduli dengan keluargamu? mungkin selama ini mereka telah mencari mu" ucap Haris menatap Nara
"Aku tau itu kak, tap_"
"Coba kamu yang ada di posisi mereka. Apa kamu tidak cemas dan merasa kehilangan?" tanya Haris meninggikan nada suaranya
"Benar omongan Haris, Nara" ucap Rian setuju
"Iya Nara, aku udah bisa bayangin bagaimana mereka mencemaskan mu" ucap Rori menyambung
"Kalian berdua semakin pintar saja" ucap Haris terkekeh
"Baik, kak. Aku ikut" ucap Nara menundukkan kepalanya
"Nah, gitu dong" ucap Nara Rori tersenyum
"Kamu sih, kenapa gak bilang dari dulu" Ucap Bara menaikkan alisnya
"Iya juga, ehh tapi kan kita baru kenal" Ucap Rori meralat omongan Bara
"Astaga dasar lelet" ucap Rian menepuk pundak Rori
Nara bersedia untuk kembali ke Indonesia, namun dia belum bersedia menemui keluarganya sebelum pak Bram di tahlukkan nya. Akhirnya dia menceritakan kejadian yang membuatnya hampir kehilangan nyawanya.
"Kak, sebenarnya aku harus menghentikan Orang-orang yang hampir menghilangkan nyawaku, sebelum mereka mengetahui identitas ku" Ucap Nara menunduk
"Tunggu, jadi kamu tidak sengaja ingin bunuh diri?" tanya Rori menatap Nara
"Tidak, kak" ucap Nara mengulumkan bibir
"Siapa mereka?" tanya Rian mendekatkan dirinya
"Pak Bram dan anak buahnya. Mereka sangat banyak, kak" Ucap Nara memejamkan matanya
"Mengapa mereka sampai tega berbuat seperti itu?" tanya Bara
"Cerita nya panjang kak" ucap Nara menarik nafas
Nara pun menceritakan awal dari permasalahannya dengan pak Bram.
Haris dan sahabatnya kini mengerti mengapa Nara tidak ingin pulang dulu.
"Tenang saja, Nara. Kami akan membantu mu" ucap manis Rian
"Tapi bagaimana caranya, kak" tanya Nara
"Gimana yah?" tanya Rian balik
"Ya Ela, kok malah bertanya balik" ucap Rori terkekeh
"Bagaimana kalau kamu tinggal di rumah saya?" tanya Haris to the point
"A apa kak?" tanya Nara kaget
"Dia kan sudah punya suami, Haris" ucap Bara memejamkan matanya
"Aku tahu, tapi bagaimana dia bisa aman di luar? Dia butuh perlindungan saat ini." ucap Haris menaikkan kedua alisnya
"Benar juga apa kata Haris" ucap Rian mengangguk
"Haris gak macem-macem ke kamu kok, Nara" ucap Rori terkekeh
"Apa sih" ucap Bara menyentil dahi Rori
"Iya, kak. Aku setuju" ucap Nara tersenyum tipis
"Nah, gitu dong. Dari dulu kek" ucap Rori tertawa
"Keputusan yang tepat" ucap Rian tersenyum manis
Bersambung ...