
Sesampainya di bandara, Nara mengeluarkan kopernya dan masuk untuk cek in. Nara menunggu keberangkatannya. Beberapa waktu menunggu Nara pun memasuki pesawat.
Setibanya di Korea Nara menelepon sahabatnya.
"Yeoboseyo?"
"Nara-ya" ucap mika dari telepon
"Eodiya?" (Di mana?) tanya Nara pada mika
"Di apartemen Chingu" ucap mika bahagia
"Arrasseo" ucap Nara menutup teleponnya
Nara segera ke apartemennya, dia sangat merindukan sahabatnya itu. Setelah beberapa jam, Nara pun tiba di apartemennya.
"Annyeong chingu" ucap Mika bahagia
"Annyeong" ucap Nara tersenyum
"Bogoshipeyo" ucap Mika memeluk Nara
"___" Nara tersenyum memeluk Sabahat nya itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...5 tahun kemudian......
5 tahun kemudian Nara sudah menjadi seseorang yang terkenal. Jung Mika sahabatnya sangat bangga padanya. Saat ini Nara sedang dekat dengan Hyun Jae. Hyun Jae adalah orang Korea, dia juga berperan dalam karir Nara. Dia seorang CEO agensi musik yang membawa Nara di kenal oleh dunia. Hyun Jae juga sangat menyukai Nara.
Ini adalah Hyun Jae, CEO agensi musik.
Mereka sudah cukup dekat, Nara juga nyaman saat berada di dekatnya. Jung Mika juga setuju kalau sahabatnya itu berpacaran dengan Hyun Jae, namun Nara, masih tidak ingin memikirkan hal itu. Jauh di lubuk hatinya, masih merindukan Chan.
Bu Anggraini sangat bangga pada Nara, begitu pula dengan Khan, dia ingin segera bertemu dengan adiknya.
Saat ini Karir Nara sedang naik. Dia pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Nara di kelilingi Fansnya saat dia berada di luar ruangan. Namun hal itu tidak membuatnya risih justru membuatnya semakin semangat untuk memberi yang terbaik yang ada dalam dirinya.
"Nara-ya!" panggil Mika mengunjungi Nara di agensinya
"Jung Mika" ucap Nara memeluk sahabatnya itu
"Jalhaesseo" ( kerja bagus) ucap Mika mencubit lembut pipi Nara
"Gomawo" ucap Nara tersenyum
"Annyeonghaseyo" ucap Nara pada Hyun Jae yang datang menghampiri mereka
"Ne, Annyeonghaseyo" ucap Hyun Jae gugup
"Jal jinae syeosseoyo?" (Bagaimana kabar anda) tanya Mika
"Jal jinaesseumnida" ( kabar saya baik ) jawab Hyun Jae duduk
"Yeogi-e anjeuseyo." (Silakan duduk di sini) ucap Hyun Jae
"Ne, Kamsahamnida" ucap Mika duduk bersama Nara
"Jal Saenggyeotta" ( sangat tampan) Bisik Mika pada Nara
Nara terkekeh dengan Mika. Hyun jae menatap mereka berdua.
"Mwonde?" (Ada apa?) tanya Hyun Jae pada mereka berdua
"Aniyo" ucap Nara tersenyum
"Nara-ya!" panggil Hyun Jae
"Ye Sajangnim?" tanya Nara mendekati Hyun Jae
"Najung-e ulineun jung-yohan haengsa-e chamseoghal geoseoyo" (Nanti kita akan menghadiri acara penting) ucap Hyun Jae menatap wajah Nara
"Arrasseo Sajangnim" ucap Nara mengangguk
"Nara-ya. Aku pulang dulu yah. Whaiting!" (semangat) ucap Mika tersenyum lebar
"Arrasseo" ucap Nara tersenyum
"annyeonghigyeseyo Sajangnim" (selamat Tinggal pak Direktur) ucap Mika membungkukkan kepalanya
"Ne, annyeonghigyeseyo" ucap Hyun Jae tersenyum
"Jal ga" (Selamat jalan) ucap Nara melambaikan tangannya
"Ne" ucap Mika tersenyum
"Sajangnim!" panggil Nara
"Ne?" tanya Hyun Jae
"Uliga myeoch sie ganeunji?" (jam berapa kita pergi?) tanya Nara
"Geunyang sigan-eul gidaryeo" ucap Hyun memejamkan matanya
"Arrasseo" ucap Nara
Tiba waktunya mereka pun keluar dari gedung dan akan menghadiri acara penting.
Nara dan Hyun Jae saat ingin menghadiri acara.
Mereka tiba tepat waktu, di sana Nara di kenalkan pada teman-teman Hyun. Hyun mengakui pada teman-temannya sangat mencintai Nara belum juga membalas cintanya. Teman-teman tertawa saat mendengar ungkapan dari Chan.
Sepulang dari acar itu Nara di antar Hyun ke apartemennya.
"Kamsahamnida" ucap tersenyum
"___" Hyun hanya tersenyum dan mengangguk dan pergi
Hyun masih menunggu jawaban dari Nara.
Beberapa bulan kemudian Nara meminta izin pada Hyun agar mengizinkannya untuk kembali ke Indonesia. Hyun pun mengizinkannya dengan syarat Nara harus kembali secepatnya. Nara setuju dengan hal itu. Dia pun kembali ke Indonesia.
Di Indonesia, Nara menelepon kakanya.
"Halo kak Khan" ucap Nara
"Ha halo Nara?" ucap Khan tidak percaya
"Kaka dimana? Nara kangen banget" ucap Nara hampir menangis
"Kamu Diaman biar Kaka yang datang ke sana" ucap Khan bahagia
"Nara dalam mobil kak. biar Nara aja yang datang, Kaka di kantor atau di rumah?" tanya Nara
"Kaka di kantor dek" ucap Khan tersenyum
"Iya dek" ucap Khan bahagia
Beberapa saat kemudian Nara tiba di kantor, dia dikerumuni para fans nya di Indonesia.
"Itu Nara kan?" ucap orang-orang
"Iya bener itu Nara" ucap mereka menghampiri Nara
"Nara! Nara! Nara!" panggil para fansnya
"Hai!" sapa Nara dengan senyumannya
"Kak Nara saranghae" ucap seseorang dari mereka
"Terimakasih" ucap Nara melanjutkan langkahnya
"Kak!" panggil Nara bahagia
"Nara!" ucap Khan berlari dan memeluk adiknya
"Kaka sangat merindukan mu dek" ucap Khan meneteskan air mata
"Nara juga kak" ucap Nara menangis
"Adek Kaka makin cantik aja yah" ucap Khan terkekeh
"Kaka" ucap Nara tersipu malu
"Nara?" panggil Rayhan heran
"Apa kabar kak Ray?" tanya Nara memeluk Rayhan
"Baik Nara, kamu bagaimana?" tanya Rayhan
"Nara juga baik kak" ucap Nara tersenyum
Mereka pun keluar kantor untuk makan siang. Nara begitu bahagia bertemu dengan Kakanya. begitupun dengan Khan, dia sangat terharu melihat adiknya.
"Mau pesan apa dek?" tanya Khan
"Samain aja kak" ucap Nara
"Aku juga Khan" ucap Rayhan tanpa ditanya
Khan pun memesan makanan untuk mereka.
"Nara, kamu tahu tidak kalau Chan tidak jadi menikah dengan Yolanda?" tanya Rayhan
"Maksud Kaka?" tanya Nara sedikit gak percaya
"Chan tidak jadi menikah, dia sangat marah saat pak Abbas memaksanya untuk menikah dengan Yolanda. Dan akhirnya Chan harus melunasi utangnya pada pak Abbas." ucap Rayhan mengambil makanannya
"Utang?" tanya Nara bingung
"Iya Nara, sebelum perusahaan di ambil alih oleh Chan, perusahaannya mengalami penurunan jadi terpaksa pamannya meminta bantuan pada pak Abbas" ujar Khan
"Jadi sekarang?" tanya Nara semakin penasaran
"Chan sudah membereskannya" ucap Khan mengunyah makanannya
"Berarti_"
"Chan kesayangan mu itu masih lajang" ucap Rayhan memotong pembicaraan Nara
"Nara tidak salah dengar kak?" tanya Nara
"Tidak Nara" ucap Rayhan terkekeh
Nara sedikit bahagia, karena Chan ternyata selama ini tidak jadi menikah.
"Wah panjang umur Chan" ucap Rayhan yang melihat kedatangan Chan
"Chan!" panggil Khan
"Ehh.. Bro" ucap Chan menghampiri mereka
seketika langkahnya terhenti karena melihat Nara di sana
"N Nara?" batin Chan
"Ayo duduk!" ucap Rayhan mengajaknya bergabung
"Hai, Nara" ucap Chan masih heran
"Hai kak" ucap Nara tersenyum
"Apa kabar?" tanya Chan sedikit tersenyum
"Nara baik kak" ucapnya mengunyah makananya
"Nara, kapan kamu tiba?" tanya Chan sedikit gugup
"Baru Tadi kak" ucap Nara tersenyum
"Kaka dan Rayhan cabut dulu ya dek" ucap Khan
"Duluan ya bro" ucap Rayhan
"Cepat banget kak" ucap Nara
"Kaka masih harus kerja" ucap Khan tersenyum
"__" Nara menganggukkan kepalanya
"Siap bro, hati-hati" ucap Chan tersenyum
kecanggungan pun terjadi di antara Chan dan Nara. setah sekian lama mereka baru bertemu kembali. itu membuat Chan dan Nara merasa ada kecanggungan.
"Kak"
"Nara"
Mereka sama-sama mengucapkannya.
"Kaka duluan saja" ucap Nara
"Tidak kamu duluan saja" ucap Chan
"Kaka tidak jadi menikah ya?" tanya Nara
"Iya Nara, aku tidak mencintai Yolanda" ucap Chan menghabiskan makanannya
"Begitu ya" ucap Nara tersenyum tipis
"___" Chan mengangguk