You're My First Love

You're My First Love
Pertemuan Di luar Eskpektasi



Chan sudah masuk ke dalam kamarnya. Nara juga kembali masuk ke kamarnya.


Mereka tidak tahu kalau kamarnya berdekatan.


Beberapa waktu Nara memainkan violinnya. Terdengar ke telinga Chan yang bunyinya tidak begitu keras. Nara memainkan violinnya seakan mempersembahkannya pada pak Ari yang dulu pernah ada di sana. Nara begitu merindukan pak Ari. Dia juga memainkan "my memory" sama seperti yang di mainkan ya saat di rumah Bu Anggraini.


Chan yang mendengar dari kamarnya sangat penasaran, itu adalah bunyi yang di dengarkan ya dulu.


Meskipun kekasihnya Yolanda juga seorang violists namun tak seindah yang di dengarkannya dulu dan saat ini. Chan semakin penasaran.


Keesokan harinya Nara keluar membawa tas beberapa bajunya di dalam. Dia ingin kembali ke apartemennya.


Chan buru-buru melihat seseorang di balik kamar itu keluar, namun dia telah kehilangan sosok yang membuatnya penasaran.


Nara mendapat telepon dari salah satu agensi musik orkestra di Korea. Mereka ingin mengundang Nara berkolaborasi dengan orkestra musik yang telah dibentuk. Banyak yang akan diundang dari berbagai negara. Yolanda juga seorang yang terkenal dari Indonesia, hingga dia juga diundang untuk berkolaborasi dalam pertunjukan seni yang akan diadakan beberapa bulan kedepan.


Nara telah bertemu dengan Direktur musik dan menyetujuinya. Karena ini akan jadi pertunjukan pertamanya sesudah dia tamat kuliah.


Yolanda juga sudah berada di Korsel dan bertemu dengan produser. Dia juga telah menyetujuinya. Setelah menemui direktur musik Yolanda menemui kekasihnya. Dia sudah menerima alamat yang di berikan Chan lewat chat. Dia telah tiba di alamat yang di berikan Chan dan memasuki hotel. Chan sudah menunggunya di lobby hotel.


"Sayang" ucap Yolanda memeluk Chan


"Lama banget" ucap Chan membalas pelukan kekasihnya


"Maaf sayang" ucap Yolanda manyun


"Iya, ayo kita masuk" ucap Chan membawa koper Yolanda


Mereka memasuki kamar. Dan Yolanda membersikan dirinya. Chan masih menatap layarnya. Yolanda keluar dari kamar mandi.


"Sayang, tadi kamu habis bertemu dengan Direktur ?" Tanya Chan masih menatap layarnya


"Iya sayang, mereka juga mengundang dari berbagai negara." Ucap Yolanda memakai bedak


"Begitu yah" ucap Chan mengangguk


"Iya sayang" ucap Yolanda masih merapikan bedaknya


"Aku tidur duluan yah sayang udah ngantuk" ucap Chan meletakkan ponselnya


"Lah, aku tidur di mana Chan" ucap Nara mengerutkan dahinya


"Astaga lupa, kamu tidur di sini aja, biar aku yang di sofa." Ucap Chan mengambil bantal dan pergi ke sofa


"Makasih sayang" ucap Yolanda manis


Keesokan harinya Chan mengantar Yolanda dengan mobil yang sudah di sewanya.


"Kamu gak ikut sayang?" Tanya Yolanda menatap Chan


"Hah? emang Tanya Chan mengerutkan keningnya


"Ya boleh lah" ucap Yolanda tersenyum


"I iya, bentar-bentar aku parkirin mobil dulu" ucap Chan mencari parkiran untuk mobil


Tin tin tin


Klakson mobil dari belakang mobil Chan, yang juga ingin memasuki basement.


"Astaga, repot banget sih. Sabar kek" ucap Yolanda kesal


Chan dengan cepat meminggirkan mobilnya agar mobil yang mengklakson tadi bisa lewat.


Ternyata yang mengendarai mobil itu adalah Nara. Namun mereka tidak saling tahu. Nara segera memarkirkan mobilnya. Dia menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan perlahan. Itu sering di lakukan ya agar dia lebih rileks. Chan juga sudah memarkir mobilnya. Mereka pun keluar dari mobil. Nara juga sudah keluar dari mobil.


Nara memasuki gedung Teater, kemudian menunggu di depan lift. Yolanda dan Chan juga datang untuk naik lift. Namun Nara tidak memperhatikan kiri kanannya. Dia hanya fokus pada tujuannya. Lift sudah terbuka, Nara masuk dan disusul Yolanda dan Chan.


"Sayang" panggil Yolanda


"Mm" jawab Chan


"Aku gugup nih" ucap Yolanda mengepal tangannya


"Tarik nafas, buang perlahan" ucap Khan tersenyum


Di belakang mereka, Nara hanya melihat sekilas sepasang kekasih itu. Dia kembali menatap layarnya. Lift sudah terbuka, Yolanda pergi ke toilet Chan pun menunggunya.


Nara keluar dari lift dan menuju ruangan direktur.


Dengan rileks Nara menyapa Direktur


"Annyeonghaseyo, Kim Sangmunim " ucap Nara menjabat tangan Direktur pengelola dengan senyum manisnya


"Annyeonghaseyo" ucap Direktur Kim tersenyum


"Anjeuseyo, Nara-ssi" (Silahkan duduk, nyonya Nara) ucap direktur Kim mengulurkan tangannya


"Ye, Kamsahamnida" (iya, terimakasih) ucap Nara


Saat Nara tengah berbincang dengan direktur Kim, Yolanda mengetuk pintu. Direktur Kim mempersilahkannya masuk.


Yolanda dan Chan segera masuk dan memberi salam pada direktur Kim. Nara yang membalikkan badannya menatap Chan lama.


Chan tersenyum padanya hanya menyapa dengan membungkukkan kepalanya, Nara yang melihatnya hanya membungkukkan kepalanya juga.


Yolanda dan Chan di persilahkan oleh direktur Kim untuk duduk. Mereka pun duduk berhadapan dengan Nara.


Nara hanya berusaha fokus pada apa yang di sampaikan oleh direktur Kim, agar dia tidak kewalahan nantinya.


Direktur Kim telah selesai menjelaskannya pada Nara dan Yolanda. Mereka dibawa ke ruang teater, di sana mereka akan berlatih selama beberapa bulan kedepan.


Di ruang teater, sudah banyak orang-orang yang akan memainkan alat musiknya masing-masing. Tak lama kemudian Pemimpin orkestra atau di sebut juga dengan Dirigen memasuki ruangan teater dan mengarahkan mereka.


Chan hanya duduk di sudut ruangan. Dia sama sekali tidak mengenali Nara. Namun Nara masih mengingat wajahnya.


Selama beberapa hari mereka latihan, Nara sudah mulai menguasai perannya. Dia yang mudah berkomunikasi membuatnya memiliki banyak teman sana. Berbeda dengan Yolanda, dia sangat merasa asing dengan tempat itu.



Suatu hari Nara hanya melihat dari kejauhan saat Chan mengantarkan kekasihnya Yolanda.


Dia sangat merindukan Chan tapi dia tidak ingin menghampirinya karena saat ini Chan memiliki Yolanda di hatinya. Nara hanya bisa menahan dirinya. Di ruang teater Yolanda membutuhkan bantuan untuk mendalami perannya. Yolanda melihat sekelilingnya hanya wajah Nara yang tidak tampak seperti orang asing, mereka juga ada dibagian yang sama. Dia mendekati Nara. Dia yang tidak begitu paham dengan bahasa Korea memilih untuk berbicara dengan bahasa Inggris.


"Excuse me" ucap Yolanda pelan


"Yes? What is it? Tanya Nara kaget


"Can you help me? Tanya Yolanda dengan wajah kasihan


"Of course" ucap Nara mengangguk


Yolanda kemudian menjelaskan kewalahannya saat memainkan violinnya, kemudian Nara membatunya dengan beberapa trik.


"Thank you so much" ucap Yolanda menjawab tangan Nara


"You are welcome" ucap Nara tersenyum tipis


Sepulang latihan Nara ingin refreshing dulu, karena hari Sabtu dan Minggu jadwalnya kosong. Dia kemudian mengajak temannya bernama Mika. Mika adalah sahabat Nara saat kuliah, dia juga campuran Indonesia dan Korea. Hingga mereka berdua cepat nyambung.


Nara memasuki apartemen Mika.


"Annyeong chingu" Ucap Nara melepas sepatunya dan memakai sendal rumahan.


"Annyeong.. jal jinaesseo? Tanya mika melihat Nara


"Hari ini sangat buruk" ucap Nara


"Aku bertemu dengan orang yang sangat ku rindukan, namun dia sudah memiliki kekasih" ucap Nara memejamkan matanya dan menghelai nafas


"Chan?"


"Iya"


"Di mana kamu bertemu dengannya? Tanya mika duduk di sebelah Nara


"Di gedung teater, kekasihnya juga ada di sana. Nae maeumi neomu apayo" Ucap Nara duduk dan menekuk


kedua kakinya dengan mata yang berkaca-kaca


Mika ikut merasakan kesedihan Nara, dia pun memeluk Nara dan mengusap punggungnya.


"Gwenchana, gwenchana." Ucap mika menyusap air mata Nara yang terjatuh


"Bagaimana kalau kita berlibur?" Tanya mika


"Jinjja?" Tanya Nara mengusap air matanya


"Ne" ucap mika berbinar


"Kol" ucap Nara langsung bangkit berdiri


Mereka bersiap-siap dan akan pergi berlibur ke pulau Jeju. Nara mengendarai mobil miliknya. Dia membeli mobil dari hasil kerja kerasnya. Nara dan mika sudah di perjalanan. Mereka terlihat bahagia dan bernyanyi dengan musik yang diputarkan Nara.


Setelah beberapa jam di perjalanan, mereka pun tiba di pulau Jeju.


Mereka memesan tempat untuk menginap. Tidak lupa Nara membawa violinnya dan meletakkannya dengan hati-hati. Setalah menyimpan barang bawaan,mereka langsung berlari ke pantai.


Nara membawa kamera dan alas duduk sedangkan mika membawa makanan dan minuman untuk mereka nikmati. Nara melebarkan alas duduk, kemudian mika meletakkan makanan dan minuman yang ada di tangannya.


"Huhhh" ucap Nara menghelai nafas


"Otte?" Tanya mika terse



"Jaemiisseoyo" (Menyenangkan) ucap Nara tersenyum memejamkan matanya


Mika membuka minuman yang di bawanya dan memberinya pada sahabatnya.


"Gomawo Chingu" ucap Nara bahagia


"___" Mika menarik nafasnya lega