
Keluar dari mobil, Chan membawa Nara masuk kedalam kapal pesiar yang berada di sungai Han. Dia telah memesannya sebelum pertunjukan tadi. Nara sebenarnya tidak ingin menghabiskan waktu dengan Chan, namun karena dia tidak punya tenaga lagi untuk beradu mulut akhirnya Nara hanya mengikuti kemauan Chan. Mereka berdua sudah masuk ke dalam kapal dan sudah melaju.
Di dalam kapal hanya ada Chan dan Nara. Nara lebih memilih untuk beristirahat, tanpa memikirkan Chan.
"Nara!" panggil Chan kesal melihat Nara yang sudah membaringkan tubuhnya
"Aku lelah kak" ucap Nara memejamkan matanya
"Ayo kita makan dulu!" ajak Chan
"Nara tidak lapar" ucapnya menarik selimut
Chan hanya menunggu Nara agar bergabung dengannya. Benar, beberapa saat kemudian perut Nara berbunyi. Hal itu tentu membuatnya harus mengisi perutnya. Chan tertawa bahagia melihat Nara yang bangkit dan menghampirinya.
"Ayo dimakan!" ucap Chan tersenyum
"Astaga, kenapa sih kak, bawa Nara ke sini" ucap Nara kesal
"___" Chan hanya tersenyum
"Aissh" ucap Nara kesal
Setelah makan Chan menuangkan red wine untuk mereka berdua.
"Nih!" ucap Chan memberi wine pada Nara
"Thanks" ucap Nara meneguk wine nya
"___" Chan mengangguk bahagia
Nara sedikit mabuk karena dia telah meneguk 2 gelas wine. Dia sudah merasa pusing, namun masih ingin meminumnya.
"Kak, tolong berikan lagi" ucap Nara pusing
"Sudah Nara, nanti kamu semakin pusing" ucap Chan
"Kak!" ucap Nara mendekatkan wajahnya ke wajah Chan hanya tersisa beberapa senti saja
"N Nara" ucap Chan Gugup
"___" Nara hanya menatap mata Chan
"___" Chan yang kikuk memandangi seluruh wajah Nara, mulai dari kening,alis,mata,hidung dan berhenti di bibir Nara.
"Kak Chan!" ucap Nara semakin mendekatkan wajahnya
"___" Chan meraih bibir Nara dengan bibirnya
Bibir Chan menyentuh bibir Nara. Dia merasa bibir Nara sungguh lembut. semakin di dekatkan nya, Nara yang tidak sadar juga menikmati sentuhan bibir Chan.
Chan yang sudah terbawa nafsu, akhirnya dia membawa Nara ke atas kasur.
Dia mengulangi lagi menyentuh bibi Nara yang sudah berada di bawahnya. Mereka pun berciuman mesra dan tidur bersama.
keesokan harinya Nara membuka matanya, dia begitu kaget saat berada dalam pelukan Chan.
"Astaga, apa yang sudah terjadi" batin Nara
Nara ingin segera melepaskan pelukan Chan, namun...
"Ini sungguh nyaman untuk dilepaskan" batinnya
Nara memandangi wajah Chan yang begitu bersih dan tampan. Dia perlahan menyentuh wajah Chan hingga membangunkannya.
Chan membuka matanya, Nara segera menutup matanya kembali, namun Chan melihatnya lebih dulu. Nara pun tersenyum malu.
"Good morning Nara" ucap Chan tersenyum
"Kak" ucap Nara tersipu malu
Kenyamanan yang mereka rasakan tidak ingin cepat berlalu, namun tiba-tiba Nara merasa pusing akibat wine yang di minumnya.
"A aaaa" jerit Nara memegang kepalanya
"Aku ambil air putih dulu ya" ucap Chan bangkit dari kasur
"____" Nara hanya mengangguk
Chan mengambilkan air putih dan memberikan pada Nara. Dia pun segera menghabiskannya.
"Iya?" tanya Khan mendekatkan badannya
"Bagaimana hubungan Kaka dengan Yolanda?" tanya Nara memandangi wajah Chan
"Kaka sudah end dengannya" ucap Chan membelai rambut Nara
"Kenapa" tanya Nara
"Kaka gak bisa aja lanjutin hubungan tanpa cinta" ucap Chan
"Maksud Kaka?"
"Kaka dan Yolanda selama ini menjalin hubungan karena papanya" ujar Chan
"Kaka terpaksa?"
"Iya Nara" ucap Chan tersenyum
"Kak, maafin Nara yah. Selama ini Nara menghindar dari Kaka" ucap Nara cemberut
"Tidak apa-apa Nara, wajar kalau kamu menghindari Kaka" ucap Chan mengusap kepala Nara
"Mulai saat ini kamu yang akan jadi wanitaku" ucap Chan tersenyum
"Kaka" ucap Nara tersenyum memeluk Chan
Siang harinya Nara dan Chan meninggalkan kapal. Mereka akan berencana akan berlibur, namun Chan mendapati telepon dari bawahannya kalau ada masalah di kantor. Chan pun memberitahu Nara, dengan berat hati terpaksa mereka harus berpisah di sana.
"Jaga diri kamu baik-baik sayang" ucap Chan tersenyum
"Kaka juga yah" ucap Nara memeluk Chan
"Sudah jangan bersedih, kita akan bertemu lagi" ucap Chan mengusap rambut Nara
"Iya kak" ucap Nara
Chan pun kembali ke Indonesia dan meninggalkan Nara di sana. Yolanda sangat merindukan Chan. Sejak Chan memutuskan hubungan mereka 2 bulan lalu , Yolanda belum bertemu dengannya. Dia tidak tahu kalau Chan datang ke pertunjukan. Yolanda pun segera meninggalkan Korea.
Di Indonesia Chan langsung menangani masalah yang sedang terjadi di kantornya. Dia sangat Marah, karena sepupunya yang ingin mengambil alih perusahaan pak Indra. namun hal itu langsung dicegah oleh Chan.
Setelah masalah itu, Chan mampir di rumah neneknya, dia tidak juga menunjukkan dirinya pada Bu Dewi. Sebenarnya dia sangat merindukan Bu Dewi, namun belum sanggup untuknya bertemu langsung dengan neneknya itu. Chan hanya bisa melihat neneknya dari kejauhan. Saat Chan melihat neneknya, tiba-tiba dia melihat mamanya ada di sana. Chan sangat ingin menghampiri mereka namun dia menahan hasratnya.
Beberapa Minggu kemudian, Nara sangat merindukan Chan. Saat ini Nara hanya bersantai di apartemennya. Tiba-tiba Nara merasa pusing, dia tidak pernah lagi merasakan hal ini. Dia melihat kejadian yang akan menimpa pak David, pamannya.
Nara begitu kaget saat mengetahui pamannya dalam bahaya. Dengan ketakutan, dia harus mencegah pamannya berada dalam bahaya. Nara pun berkemas untuk kembali ke Indonesia. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan pamannya sebelum terlambat.
Sore harinya Nara telah tiba di Indonesia. Dia segera menuju rumah pak David. setibanya di rumah pak David, Bu Anggraini menyambutnya dengan dengan bahagia.
"Bibi!. Nara datang" ucap Nara memasuki rumah
"Nara!" panggil bibinya bahagia
"Bagaimana kabar mu?" tanya Anggraini memeluk Nara
"Nara baik-baik saja bibi. Dimana Rudra?" tanya Nara mencium pipi bibinya
"Dia lagi belajar" ucap Bu Wulanra tersenyum
"Pama?" tanya Nara sedikit panik
"Paman mu belum pulang" ucap Bu Wulanra juga sedikit cemas
"Bibi, maaf ya Nara pulang tidak banyak bawa oleh-oleh" ucap Nara manyun
"Tidak apa-apa sayang" ucap bibinya tertawa
"Oh iya bibi, Nara sebenarnya ingin memberitahu sesuatu" ucap Nara mengulumkan bibirnya
"Ada apa nak?" tanya bibi memegang tangannya
"Sebenarnya pam___" ucap Nara menghentikan omongannya melihat kedatangan pamannya
"Paman!!" ucap Nara memeluk pamannya
"Kapan kamu tiba Nara?" tanya paman bahagia
"Belum lama paman" ucap Nara terkekeh
"Paman, bibi, sebenarnya Nara melihat kalau paman dalam bahaya. Nanti malam seseorang akan menelepon paman dan akan mengajak paman untuk bertemu. Orang itu membawa benda tajam. Dan berniat untuk melukai paman dan mengambil alih seluruh hak paman. Orang itu juga ingin mengambil alih kepemimpinan paman di Dojang." ucap Nara menjelaskan pada paman dan bibinya
"Maksud kamu paman akan di bunuh Nara?" tanya pak David mengerutkan keningnya