You're My First Love

You're My First Love
Rencana Pak Abbas dan pak Bram



Nara dan Chan menghabiskan makannya. Chan tidak menyangka kalau dia akan bertemu lagi dengan Nara. Dia ingin dekat lagi dengan Nara namun sepertinya kecanggungan mereka membuat Chan hanya bisa menunggu.



Nara yang begitu cantik, membuat Chan hanya memandanginya.


"Chan!" panggil Nara tersenyum


"I iya?" tanya Chan yang sedari tadi melamun


"Aku duluan ya" ucap Nara bangkit berdiri


"A aku antar saja" ucap Chan juga bangkit berdiri


"Tidak kak, Nara bisa pulang sendiri" ucap Nara menarik kopernya


"Tidak apa-apa Nara" ucap Chan mengambil koper dari tangan Nara dan membawanya masuk ke dalam mobil


"K kak!" panggil Nara menghelai nafas


Nara hanya bisa menuruti kemauan Chan. Dia pun masuk ke dalam mobil, di perjalanan mereka hanya diam seperti orang asing. Chan mencoba membuka obrolan dengan Nara.


"Nara, Kamu sudah sukses ya sekarang" ucap Chan tersenyum


"Aku hanya melakukan apa yang ku bisa" ucap Nara mengulumkan bibirnya


"Meski begitu, kamu hebat Nara" ucap Chan melihat Nara


"___" Nara melihat Chan dan memalingkan pandangannya lagi


"Aku salut sama kamu" ucap Chan fokus dengan jalan


"___" Nara termenung


"Kenapa?" tanya Chan melihat Nara


"Kaka juga hebat" ucap Nara dengan mata berkaca-kaca


"Aku gak sehebat itu" ucap Chan tersenyum


"Kak!" panggil Nara


"Iya?"


"Nara turun di sini saja" ucap Nara menunjukan Halte bis


"Kok di sini?" tanya Chan mengerutkan keningnya


"Aku ada urusan kak" ucap Nara berbohong


"Kamu yakin turun di sini?" tanya Chan meminggirkan mobilnya


"Iya kak" ucap Nara tersenyum tipis


Nara pun ke luar dari mobil Chan dan mengambilkan kopernya


"Terimakasih" ucap Nara meninggalkan Chan


Nara masih memikirkan omongan pak Abbas 5 tahun lalu. Hingga dia tidak ingin bersama Chan berlama-lama. Dan benar ada orang suruhan pak Abbas yang mengintai mereka saat ini.


Nara juga merasa bahwa ada yang mengikutinya. Dia pun kembali ke apartemennya. Dan akan beristirahat dulu sebelum mengunjungi pamannya.


"Lelah banget dengan Dunia" batin Nara membaringkan tubuhnya di kasur


Beberapa menit kemudian, Nara tertidur pulas. Dia tidak lagi mendengarkan kalau ada yang menghubunginya dari tadi. Saat Nara terbangun setelah beberapa jam, dia melihat panggilan yang sangat banyak dari kakanya.


"Kak Khan?" batinnya


"Banyak sekali, Ya ampun"


"Ada apa ini?" tanyanya pada dirinya sendiri dan segera menghubungi kakanya


"Halo kak?"


"Halo, Nara kamu dimana?" tanya kakanya begitu panik


"Nara di apartemen kak. Kenapa kak?" tanya Nara sedikit bingung


"Tadi kamu dengan Chan kan?" tanya kakanya


"Iya kak. Tadi Nara di antar" ucap Nara


"Dia sempat mengirim pesan sama Kaka" ucap Khan semakin panik


"Maksud Kaka?" tanya Nara tidak mengerti


"Chan dalam bahaya sekarang Nara" ucap Khan cemas


"Apa? Kaka pasti bercanda" ucap Nara tidak percaya


"Kaka serius Nara" ucap Khan memutuskan telepon


"K kak Khan. Astaga apa yang terjadi?" batin Nara menghubungi Chan Namun tidak aktif


Seseorang menghubungi Nara dengan nomor baru.


"Halo, ternyata kamu sudah kembali" ucap seseorang dari telepon


"P pak Abbas!" ucap Nara mengenali suara itu


"Haha, kamu masih ingat suara saya" ucap pak Abbas tertawa


"Saya hanya ingin kamu datang sekarang juga. Jika tidak saya akan menyakiti Chan" ucap pak Abbas mengancam Nara


"Pak tolong jangan sakit Chan" ucap Nara ketakutan


"Kamu datang saja!" perintah pak Abbas


"Saya harus datang kemana?" tanya Nara semakin panik


"Saya akan kirim alamatnya, jangan sampai kamu membawa teman apalagi polisi!" perintah pak Abbas memutuskan sambungannya


Nara telah mendapatkan alamat yang dikirim pak Abbas dia pun segera pergi ke tempat itu.


sesampainya di sana, Nara masuk ke dalam dan melihat Chan tidak sadarkan diri.


"Chan!" panggil Nara membangunkan chan


"Selamat datang" Ucap Pak Abbas datang dengan Yolanda


"Apa mau kalian?" tanya Nara berdiri


"Sederhana saja. Saya mau kamu selamanya tidak ada lagi di muka bumi ini" ucap pak Abbas tertawa


"Dasar setan" batin Nara


"Kamu sudah terkenal rupanya" ucap Yolanda mendekati Nara


"Kamu lebih cantik sekarang" ucap Yolanda memegang wajah Nara


"Tapi tidak lama lagi, kamu akan mati" ucap Yolanda tertawa


"____" Nara hanya menatap tajam mata Yolanda


Pak Abbas bekerja sama dengan pak Bram untuk menghabisi Nara.


"P pak Bram" ucap Nara melihat ke datangan pak Bram


"Akhirnya yang ku tunggu-tunggu datang juga" ucap pak Bram tertawa


"Pak Bram, bagaimana kalian bisa bersama?" tanya Nara ketakutan


"Haha, kamu tidak perlu tahu, yang penting tujuan kami sama" ucap pak Abbas tertawa miring


"Sial!!" batin Nara


Pak Bram dan pak Abbas memanggil seluruh anak buahnya, dan memerintahkan mereka untuk menghabisi Nara.


Saat Nara bersiap akan melawan mereka, tiba-tiba Nara terperangkap dalam jebakan yang sudah di siapkan oleh anak buahnya.


Dia pun terkurung dalam jaring yang sangat kuat.


Nara sangat marah, tentu hal itu membuat pak Abbas dan pak Bram tertawa. Mereka semua meremehkan Nara. Sesaat Chan membuka matanya namun dia tidak bisa bergerak. Karena Stun gun (pistol bertenaga listrik) telah mengenai tubuhnya tadi, hingga dia tidak bisa berbuat apa-apa. Chan hanya bisa melihat Nara yang sedang di permainkan oleh mereka.


"Saya sudah memperingatkan kamu untuk menjauhi Chan. Tapi kamu masih berani." ucap pak Abbas menarik rambut Nara


Chan sangat marah melihat perlakuan pak Abbas namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Habisi dia!. Jangan lupa untuk menghilangkan jejaknya! perintah pak Abbas pada anak buahnya lalu pergi meninggalkan mereka, Yolanda dan pak Bram menyusul pak Abbas


Nara begitu marahan hingga kekuatannya bertambah entah datang dari mana. Dia pun berhasil keluar dari dalam jeratan dan melawan anak buah itu. Nara sangat kelelahan hingga dia mengalami luka-luka di tubuhnya, namun dia tidak menyerah untuk menyelamatkan dirinya dan Chan.


Brukkk...


Praakkk....


Busssttt...


Nara menghabisi satu persatu anak buah itu hingga tidak berdaya. Chan mencoba untuk membantu Nara, namun untuk berdiri saja dia tidak bisa.


"Katakan pada pak Abbas, dia salah memilih lawan" ucap Nara mengumpulkan tenaganya lagi


"Akan ku habisi kau" ucap salah satu anak buah yang tersisa


Beberapa saat bertarung, akhirnya Nara berhasil mengalahkan para anak buah pak Abbas. Dia juga hampir kehabisan tenaganya. Namun dia berusaha untuk membawa Chan keluar dari sana. Tubuhnya yang di lumuri darah membuatnya hampir kehilangan kesadaran hingga tiba di rumah sakit .Nara sempat mengabari kakanya, setelah itu dia pun terjatuh. Chan dan Nara pun di rawat di rumah sakit.


Mengetahui hal itu pak Abbas sangat marah pada seluruh anak buahnya.


"Siall!" ucap pak Abbas begitu marah dan kesal


"Maafkan kami bos" ucap pemimpin anak buahnya


"Kalian sangat bodohh" ucap pak Abbas menghancurkan markasnya


"Sudah pah, papa jangan marah" ucap Yolanda memenangkan papanya


"Bagaimana bisa kalian di kalahkan seorang wanita" ucap pak Bram mengusap kasar wajahnya