You're My First Love

You're My First Love
Firasat Buruk



Nara memeluk Mika hingga tertidur. Nara sangat mengenal sahabatnya. Itu sering di lakukan Mika saat merindukan dirinya.


"Kak" bisik Nara


"M? tanya Khan menatap hpnya


"Mika sudah tidur" ucap Nara pelan


"Ya ampun, bisa-bisanya dia tidur begini" ucap Khan kaget


"Pelan kan suara Kaka" ucap Nara mencubit kakanya


"Tolong kak, Nara pegal ini" ucap Nara terkekeh


"Tunggu, tunggu, pelan yah" ucap Chan membantu Nara memindahkan kepala Mika


"imut nya" ucap Chan mencubit pelan hidung Mika


"Kaka, Aku pikir Kaka tidak akan membuka hati untuk wanita" ucap Nara tersenyum


"Tapi sekarang Kaka menunjukannya pada ku" ucap Nara tersenyum bahagia


"Kaka tidak ingin menyakiti perasaan wanita Nara, karena Kaka juga tidak ingin kamu di sakiti pria" ucap Khan menatap adiknya


"Oleh karena itu, Kaka selalu menunggu wanita seperti Mika" Kaka tidak ada niat untuk menyakiti perasaan dan Kaka rasa dia pun begitu" ucap Chan tersenyum


"Semoga Kaka bahagia dengan Mika" ucap Nara tersenyum lebar


"Amin" ucap Chan tersenyum


"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Chan memasuki ruang tamu


"Haha, mau tau aja" ucap khan terkekeh


"Sayang, kamu belum ngantuk?" tanya Chan duduk di sebelah istrinya


"Aku sih udah ngantuk, tapi nungguin kamu" ucap Nara tersenyum


"Kak, Di kamar sebelah udah tersedia bantal dan selimut, Kaka dan Mika pindah saja ke kamar" ucap Chan


"Kaka di sofa aja, Mika juga sudah tidur di sini" ucap Chan terkekeh


"Kalian tidur saja" ucap Khan tersenyum


"Kaka GPP di sini?" tanya Nara


"Iya dek, sudah sana tidur lah" ucap Chan mengusap kepala Nara


"Iya kak, Ayo sayang" ucap Chan mengajak Nara


"M" angguk Nara


Setelah di kamar, Nara kesusahan untuk tidur. Dia merasa tidak nyaman. Chan yang sudah sempat tertidur pun terbangun karena istrinya begitu gelisah.


"Ada apa sayang?" tanya Chan duduk


"Aku gpp sayang" ucap Nara tersenyum


"Kamu pucat sayang" ucap Chan mengusap punggung Nara


"Mau muntah lagi?" tanya Chan


"___"Nara menggeleng


"Aku pijat aja yah, siapa tahu karena kelamaan duduk tadi" ucap Chan mengambilkan minta pijat dan memijat istrinya


"Gimana sayang? mendingan?" tanya Chan


"Engga, perut aku yang keram" ucap Nara gelisah


"Sini, aku olesin aja minyaknya" ucap Chan mengoles perlahan di perut istrinya


"Kamu baik-baik ya nak. Mama gak bisa tidur" ucap Chan pada janin yang ada di perut istrinya


Nara sedikit merasa enakan, hingga dia tidur. Chan mengerti keadaan istrinya, Dan kemudian di juga tidur.


Keesokan harinya Nara bangun lebih awal, dan segera menyiapkan pakaian kantor suaminya. Dia tahu kalau Chan begadang karena kegelisahan nya tadi malam. Nara pun turun, ternyata Mika dan Kakanya sudah pulang. Jadi Nara hanya menyiapkan sarapan untuk merek berdua.


Setelah menyiapkan sarapan, Nara hendak membangunkan suaminya, namun Chan sudah berpakaian rapi.


"Sayang, sudah rapi" ucap Nara tersenyum


"Iya sayang, aku banyak kerjaan di kantor" ucap Chan tersenyum


"Sarapan dulu sayang" ajak Nara


"Iya" ucap Chan tersenyum


"Maaf sayang, aku terlambat bangun jadinya kamu sendiri yang menyiapkan sarapan" ucap Chan merasa bersalah


"Ini kan tugas ku" ucap Nara tersenyum


"Iya sih" ucap Chan mengusap wajahnya Nara


"Sayang, nanti aku agak malem pulangnya yah, kayaknya nanti bakalan jadi meeting" ucap Chan mengunyah makanannya


"Iya sayang, GPP" ucap Nara tersenyum


"Sayang, aku udah telat, aku berangkat dulu yah" ucap Chan meneguk air minum


"Iya, hati-hati" ucap Nara tersenyum


"Peluk dulu dong" ucap Chan tersenyum bahagia


"Dahh sayang" ucap Chan mengecup kening Nara


Nara segera membereskan meja makan dan mencuci piring.


Chan sangat bahagia dari rumah, namun seketika kebahagiaannya hilang karena Sepupunya menghalangi mobilnya.


"Ada masalah apa sih ini orang" batin Chan menurunkan kaca mobil


"Ada apa?" tanya Chan kesal


"Turun!" perintah Alex


Derrrtt derrrtt derrrtt


Getaran hp Chan


"Diam dulu bisa gak?" tanya Chan menutup kaca mobilnya dan mengangkat telepon dari istrinya


"Halo. Ada apa sayang?" tanya Chan


"Kamu baik-baik saja?" tanya Nara dengan nada tergesa-gesa


"Iya, Kenapa?" tanya Chan penasaran


"Tolong sayang pulang yah" ucap Nara memohon


"Kamu kenapa?" tanya Chan mulai cemas


"Sekarang!" perintah Nara dan mematikan teleponnya


"Ada apa lagi ini?" Tanya Chan menyalakan mobilnya dan segera putar balik


"Chan!" teriak Alex


"Sial. Pak Bram dan anak buahnya kelamaan" Ucap Alex kesal dan menendang ban mobilnya


Setelah Chan tiba di rumahnya, dia segera memanggil istrinya.


"Sayang? kamu dimana?" tanya Chan mencari di rumah


"Chan" ucap Nara kesakitan


"Kamu kenapa sayang?" tanya Chan menghampiri istrinya di samping kasur


"Aku melihat, kalau kamu akan dihabisi anak buah pak Bram. Kamu ada masalah apa lagi sama mereka sayang?" tanya Nara menahan rasa sakit di kepalanya


"A apa maksud kamu sayang?" tanya Chan tak ingin memberitahu yang sesungguhnya pada istrinya


"Aaa" jerit Nara


"Sayang, tenang dulu yah, aku ambil air hangat dulu" ucap Chan langsung berlari menuruni tangga


Chan kembali ke kamar membawa air hangat untuk Nara.


"Minum dulu sayang" Ucap Chan memberikan air hangat pada istrinya


"___" Nara segera meminum air hangat yang diberikan Chan


"Tarik nafas dulu sayang" ucap Chan mengarahkan istrinya


"Ummm, huh hhh " Nara menarik nafasnya berulang


"Udah mendingan?" tanya Chan menatap Nara


"___" Nara mengangguk dan dipeluk Chan


"Syukurlah, kamu tidak apa-apa" ucap Chan mengusap kepala Nara


"Chan, Aku gak tau kamu dan pak Bram bermasalah lagi. Tapi aku lihat kamu terluka karena mereka" ucap Nara meneteskan air mata



"Udah sayang, Aku Baik-baik saja kan" ucap Chan tersenyum dan mengusap air mata Nara


"Jangan sampai kamu kenapa-napa" ucap Nara cemberut


"Engga kok" ucap Chan tersenyum menatap istrinya


"Pokoknya hari ini, jangan kemana-mana" ucap Nara menekankan


"Iya sayang" ucap Chan tersenyum


"Chan" panggil Nara


"Apa yang sedang di rencanakan Alex dan pak Bram?" Chan bertanya dalam batinnya karena Chan mendengar sedikit omongan Alex bertelepon dengan pak Bram.


"Chan" panggil Nara


"Mungkin kalau Nara tidak menyuruhku masuk pulang, mereka sudah pasti menghabisi ku" Batin Chan


"Sayang" ucap nara menghentikan Chan yang sedang bergurau dengan pikirannya


"I iya, ada apa?" tanya Chan kaget


"Lagi banyak pikiran yah?" tanya Nara menatap wajah suaminya


"Engga kok" ucap Chan mencoba tersenyum


"Mm, selagi di rumah" bagaimana kalau kita Bersih-bersih?" tanya Chan tersenyum


"Ayo" ucap Nara tersenyum


Chan pun mengganti pakaiannya dan mengambil peralatan untuk bersih-bersih.


"Biar aku aja sayang" ucap Chan melihat istrinya membersihkan lantai


"Lalu aku?" tanya Nara


"Kamu membersikan debu yang ada di meja aja" Ucap Chan tersenyum


bersambung..