You're My First Love

You're My First Love
Chan dan Hyun Bertemu



Beberapa hari kemudian Chan sudah bisa berjalan, dia mencari Nara. Nara saat ini hanya bisa terbaring di ruangnya. Bu Anggraini dan pak David menjenguknya ke rumah sakit.


"Nara!" panggil Chan menangis


"Sudah Chan Nara tidak apa-apa" ucap Bu Anggraini mengusap punggung Chan


"Tante tinggal dulu yah" ucap Bu Anggraini mengajak keluar suaminya


"Iya Tante" ucap Chan mengangguk


"Nara!" ucap Chan menangis


"Chan?" panggil Nara membuka matanya


"Iya Kaka di sini Nara" ucap Chan memegang tangan Nara


"Syukurlah Kaka selamat" ucap Nara tersenyum


"Bagaimana kamu bisa tau aku di sana?" tanya Chan meneteskan air matanya


"Pak Abbas mengirim ku alamatnya" ucap Nara memalingkan pandangannya


"Kamu bisa kehilangan nyawanya Nara. Apa yang kamu pikirkan?" ucap Chan berlinang air mata


"Sudah lah kak, Nara baik-baik saja sekarang" ucap Nara tersenyum


"Apa sebelumnya pak Abbas mengancam mu?" tanya Chan


"___" Nara mengangguk


"Astaga" ucap Chan mengusap wajahnya


1 Minggu kemudian Nara telah pulih, dia harus kembali ke Korea karena perjanjiannya dengan Hyun Jae. Namun Bu Anggraini tidak mengizinkannya karena kondisinya belum sepenuhnya membaik.


Oleh karena itu Hyun Jae memutuskan untuk datang ke Indonesia, dia sangat merindukan Nara. Setibanya di Indonesia dia mencari alamat yang dia dapatkan sebelum Nara menyetujui persyaratan yang mereka buat.


Hyun Tiba di depan apartemen Nara, dia melihat Nara sangat lemas saat ingin memasuki apartemen.


"Nara-ya!" panggil Hyun menghampiri Nara


"Hyun Sajangnim?" ucapnya kaget dengan kedatangan Hyun


"Ige museun iritnya?" ( Apa yang terjadi?) tanya Hyun memeluk Nara


"Aniyo. Gwenchana" ucap Nara


"Geojimalhaji maseyo!" (Jangan berbohong!) ucap Hyun mengenali Nara


"Appo" (Sakit) ucap Nara meneteskan air matanya


"___" Hyun pun kembali memeluk Nara


Saat itu Chan ingin memastikan keadaan Nara, dia datang dan melihat Nara dan Hyun sedang berpelukan.



Hyun melepaskan kerinduannya pada Nara.


"Siapa dia?" batin Chan cemburu


Nara membawa Hyun masuk ke apartemennya. Chan sangat cemburu melihat kedekatan Nara dan Hyun. Dia pun pergi dengan hati yang hancur.


"Ternyata kamu sudah bahagia bersama dengan yang lain" batin Chan meneteskan air matanya saat mengendarai mobilnya


Saat berkendara, Khan tiba-tiba menelepon Chan.


"Halo?" ucap Chan membenarkan suaranya


"Halo, Udah bertemu Nara bro?" tanya Khan


"M mm, belum bro, Aku tiba-tiba sibuk" ucap Chan berbohong


"Kalau udah sama Nara, kabarin ya" ucap Khan dari seberang telepon


"I iya bro" ucap Chan memutuskan sambungannya


"Bagaimana bisa aku bersama Nara, saat ini dia bersama orang lain" batin Chan tidak tenang


Keesokan harinya, Nara dan Hyun datang ke restoran untuk makan siang dengan Kakanya.


Di sana sudah ada Rayhan, Chan dan kakanya.


"Sini Nara!" panggil Khan mengangkat tangannya


"Wahh, How are you man?" tanya Chan pada Hyun


"I'm fine" ucap Hyun tersenyum


"You'r very handsome" ucap Rayhan menjabat tangan hyun


"Hahah, thanks you" ucap Hyun terkekeh


"What is your name?" ucap Hyun yang baru pertama kali melihat Chan


"My name is Chan" ucap Chan sedikit gugup


"___" Chan mengangguk tersenyum


Khan bahagia melihat kedatangan Hyun jae karena baginya orang itu yang sangat berperan aktif dalam kesuksesan adiknya.


Mereka pun makan bersama, Chan sangat sedih namun dia berusaha menutupi kesedihannya dengan senyuman di wajahnya.


"Oppa!" panggil Nara pada Hyun


"Kamjagiya" (astaga mengagetkan saja) ucap Hyun kaget karena Nara tidak pernah memanggil nya dengan oppa


"__" Nara tersenyum


"Mwonde?" (ada apa?) tanya Hyun melihat Nara


"Aniyo" (Tidak) ucap Nara tersenyum


"Aisssh" ucap Hyun memonyongkan bibirnya


Chan hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Nara!" panggil kakanya


"Iya kak?" tanya Nara menghabiskan makanannya


"Kaka dan Rayhan ngantor dulu yah" ucap Khan terkekeh


"Iya kak" ucap Nara mengangguk


Mereka pun pergi meninggalkan restoran, kini hanya ada Hyun, Nara dan Chan yang tersisa.


"Nara aku juga akan pergi" ucap Chan tersenyum


"___" Nara mengangguk tersenyum


"Nara-ya!" panggil Hyun


"Ne?" tanya Nara menatap Hyun


"Dangsin eun geugeos-eul joh-a hae?" (Apa kamu menyukainya?) tanya Hyun menunjuk Chan yang telah pergi meninggalkan mereka


"Ne, neomu chuae" (Iya, sangat mencintainya) ucap Nara tersenyum


"___" Hyun menganggukkan kepalanya


"Mianheyo" (Maaf) ucap Nara memegang tangan Hyun


"Aniyo, Gwenchana" ucap Hyun cemburu


Nara merasa tidak enak pada Hyun jae karena memang perasaannya hanya untuk Chan. Namun Hyun jae mencoba menerima kenyataan.


Saat bersama dengan Hyun, Bu Wulanra ingin makan di restoran tempat Nara dan Hyun berada. Bu Wulanra bersama temannya Bu Henny masuk dengan senyuman di wajah mereka. Namun saat melihat Nara, Bu Wulanra sangat kaget. wajahnya seketika berubah menjadi sedih. Rasanya dia ingin sekali memeluk putrinya, namun ditahannya karena dia merasa tidak pantas untuk meminta hal itu pada Nara. Nara yang melihat kedatangan mamanya pun sangat kaget. Dia tidak ingin berbicara dengan mamanya hingga dia menarik tangan Hyun untuk keluar dari restoran.


"Kajja" (Ayo pergi) ucap Nara menarik tangan Hyun


"waeyo?" (Kenapa) tanya Hyun melebarkan matanya


"Jebal juseyo" (Tolonglah) ucap Nara dengan mata berkaca-kaca


"Arrasseo" (Baiklah) ucap Hyun menuruti Nara


Mereka pun keluar dari restoran, Bu Wulanra hanya bisa melihat kepergian mereka.


"Ada apa mom?" tanya Bu Henny menatap Bu Wulanra


"T tidak mom, aku lupa kalau Khan akan datang ke rumah" ucap Bu Wulanra berbohong


"Oh begitu, yaudah mau pesan apa mom?" tanya Bu Henny melihat menu makanan


"Y yang biasa aja mom" ucap Bu Wulanra gugup


Nara dan Hyun pergi ke taman, dia berpikir untuk menenangkan dirinya di sana. Hyun yang melihatnya masih bingung dengan sikap Nara.


"Gwenchana?" tanya Hyun duduk di kursi taman


"Ani"(Tidak) ucap Nara ingin menumpahkan air matanya


"___" Hyun menghelai nafas dan mendekatkan dirinya dengan Nara yang duduk di sebelahnya


"Museun iri isseo?"(apa yang terjadi) tanya Hyun menatap Nara


Nara pun menceritakan kisahnya dengan mamanya pada Hyun. Dia menangis saat menceritakannya. Hyun pun memeluk Nara dan menguatkannya. Sementara di sana juga ada Chan yang melihat mereka, dia sudah lama duduk dan memperhatikan kedatangan Nara dan Hyun.


Chan sangat sedih melihat Nara yang begitu kehilangan semangatnya saat ini, namun dia hanya bisa memperhatikan Nara dari kejauhan. Tentu saja dia cemburu melihat kedekatan mereka berdua. Tetapi dia hanya ingin Nara aman bersama orang lain.


"Nae iyagireul deul eojwoseo gomawo"( Terimakasih karena sudah mendengarkan kisah ku) ucap Nara mencoba tersenyum


"Aniyo, gwenchanayo" (Tida, tidak masalah) ucap Khan merangkul Nara


"Dangsin eun hwagsilhi geugeos-eul tonghae eod-eul su isseo" (Kamu pasti bisa melaluinya) ucap Hyun tersenyum


"Dangsin-eun choegoyeyo"(Kamu yang terbaik) ucap Hyun menepuk pundak Nara