
Awalnya tidak ada perlawanan dari Hyun Jae, namun karena Chan selalu memukulnya, dia akhirnya membalas pukulan Chan.
"Cukup!" teriak Nara menangis
"Oppa, hajima" (Kaka, jangan) ucap Nara memohon pada Hyun Jae melihat darah di wajah suaminya
"Mianhe" (maaf) ucap Hyun Jae mengusap darah di bibirnya
Mereka berdua berkelahi hingga babak belur. Nara akhirnya berhasil memisahkan keduanya. Karena Chan tidak sengaja memukul istrinya saat berusaha memisahkan mereka.
"Nara" teriak Chan melebarkan matanya
"Pergi!" perintah Chan pada Hyun Jae
"Gwenchana oppa. Jebal gaseyo" (Tidak apa-apa Kaka. Tolong pergilah) ucap Nara tersenyum tipis
"Jinjja gwenchana?" (sungguh tidak apa-apa?) tanya Hyun Jae menatap Nara
"Mm" angguk Nara
Hyun jae pun pergi, Nara juga pergi tanpa menatap suaminya. Chan sangat merasa bersalah. Hingga mereka tiba di kamar, Nara tidak mengatakan apa-apa.
"Nara" panggil Chan memegang tangan istrinya
"___" Nara hanya diam
"Nara, aku minta maaf" ucap Chan memohon dan bersujud di hadapan istrinya
"Berdiri lah" ucap Nara meneteskan air matanya
"Aku benar-benar minta maaf" ucap Chan memeluk istrinya
"Kalau kamu ingin kembali ke Indonesia, pulang lah lebih dulu" ucap Nara tanpa membalas pelukan suaminya
"Tidak, kita akan kembali bersama" ucap Chan mengusap kepala istrinya
"Aku ingin sendiri" ucap Nara melepaskan pelukan suaminya
"Aku beri kamu waktu untuk sendiri" ucap Chan menunduk dan berbaring di kasur
Nara mengambilkan kotak P3K dan meletakkannya di dekat suaminya. Dia pun membersihkan dirinya dan keluar untuk makan.
Setelah itu, Nara membaringkan tubuhnya di kasur tanpa menggangu suaminya. Keesokan paginya, Nara bangun lebih awal, dia keluar dari kamar membawa kopernya.
Chan terbangun dan mencari istrinya yang sudah tidak ada di sana. Dia menghubungi, tapi Nara tidak mengatakannya. Dia pun sadar kalau koper yang mereka bawa telah berkurang.
"Nara" teriaknya menangis
2 hari Chan mencari Nara, di apartemen, dan di tempat yang biasa di kunjungi nya, namun tidak di temukan juga. Dia pun memutuskan untuk pulang sendiri ke Indonesia. Karena masa kepentingan perusahaannya.
Setibanya di Indonesia Chan segera kembali mengurus perusahaan.
"Selama bapak tidak ada, perusahaan di kuasai pak Alex pak." ucap Felix tangan kanan Chan
"Apa dia melakukan sesuatu?" Tanya Chan menatap sekretarisnya
"Dia mengambil alih beberapa proyek, pak" ucap Felix menunduk
"Astaga" ucap Chan mengusap kasar wajahnya
"Kamu bisa pergi" ucap Chan pada sekretarisnya
"Baik, Pak" ucap Felix meninggalkan ruangan Chan
Chan sangat frustasi, belum lagi istrinya yang tidak ada kabar, ditambah lagi masalah perusahaan yang kini di kuasai sepupunya.
"Kamu dimana Nara?" batin Chan memejamkan matanya
Brrak...
Terdengar suara pintu yang di dobrak oleh Alex.
"Alex" batin Chan kesal
"Ups, sorry" ucap Alex tersenyum sinis
"Apa kabar sepupuku yang tampan? Bagaimana honeymoon nya? " Tanya Alex terkekeh mendekati Chan yang hanya menatap kesal dirinya
"Apa lagi yang kamu inginkan?" tanya Chan kesal
"Hmm, santai Chan. Aku tidak menginginkan banyak. Aku hanya ingin kamu menyerahkan perusahaan ini padaku" ucap Alex terkekeh membuat Chan semakin kesal
"Hah, tidak semudah itu" ucap Chan tersenyum geram
"Kalau kamu tidak mau, nyawa istri mu akan dalam bahaya" ucap Alex tertawa
"Jangan sampai kamu berani menyentuh istri ku" ucap Chan menatap tajam mata sepupunya itu
"Ohh, benar juga. Dia cantik dan populer. Bagus juga ku jadikan wanita ku. Sayang kalau dibuang" ucap Alex tertawa terbahak-bahak
"Jaga ucap mu Alex" ucap Chan berdiri membanting meja
"Kamu sudah keterlaluan" ucap Chan menarik baju Sepupunya
"Hahaha, Kamu lihat saja" ucap Alex terkekeh dan melepaskan tangan Chan
"Bersiaplah" ucap Alex tersenyum sinis dan meninggalkan ruangan Chan
"huh.. Sial" ucap Chan mengusap kasar wajahnya
Namun dia berusaha untuk menutupi masalah rumah tangganya dengan mengatakan kalau Nara ada urusan mendadak di Korea.
...----------------...
Hampir 2 bulan telah berlalu, Chan belum juga bertemu dengan istrinya. Dia tidak tahu dimana keberadaan nya saat ini. Namun dia tidak bisa berlama-lama lagi memendam perasaan rindu pada istrinya.
Akhirnya Chan memutuskan untuk menjemput Nara. Setelah tiba di Korea, tujuan pertamanya adalah apartemen Nara yang dulu pernah dia tinggali.
Setengah tiba di apartemen, Chan menekan bel. Tidak lama kemudian Nara membukanya. Tentu saja kedatangan Chan membuatnya kaget bukan main.
"C Chan" ucap Nara kaget melihat kedatangan suaminya
"___" Chan meneteskan air mata nya melihat istrinya yang sangat dia rindukan
Nara menutup kembali pintunya tapi segera di tahan suaminya.
"Nara!" panggil Chan lembut
"___" Nara diam dan membiarkan Chan masuk
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Chan sedikit canggung
"Aku tidak baik-baik saja" ucap Nara berdiri membelakangi suaminya
"Aku merindukan mu sayang" ucap Chan memeluk Nara dari belakang
"___" Nara meneteskan air mata nya
"Aku sadar, udah melukai perasaan kamu. Aku menyesal. Tolong maafkan aku" ucap Chan menangis memeluk istrinya
"Hanya kamu yang bisa aku andalkan, tapi kamu juga membentak ku dan berfikir buruk padaku" Ucap Nara menangis
"Aku minta maaf sayang" ucap Chan memohon pada istrinya
"___" Nara menangis dan memeluk suaminya
"Kamu sudah makan?" tanya Nara mengusap air matanya
"Mm, Aku sudah makan" ucap Chan mengusap air mata istrinya
"Kita pulang yah" ucap Chan menatap sedih istrinya
"Makasih sudah datang" ucap Nara tersenyum dan meneteskan air mata lagi
"___" Chan kembali memeluk istrinya dengan kasih sayang
Setelah berbaikan, mereka pun tidur. Karena ini sudah larut malam.
Keesokan paginya, Nara terbangun dan meregangkan tubuhnya. Chan tersenyum melihat kebiasaan istrinya saat bangun pagi.
"Pagi sayang" sapa Chan yang tengah menyiapkan sarapan
"Pagi" ucap Nara tersenyum menuju kamar mandi
Setelah membersihkan diri, Nara keluar dari kamar mandi menuju meja makan. Chan sudah menyediakan makan dan minuman di atas meja. Setelah makan Chan mencoba untuk membujuk Nara agar dia pulang bersama dengan nya.
"Sayang, kita pulang yah" ucap Chan memegang tangan istrinya
"Mm" angguk Nara mulai tidak tenang
"Wajah kamu pucat banget. Kamu kenapa sayang? " Tanya Chan memegang wajah Nara
"___" Nara merasa mual dan ingin muntah
"Sayang, kamu masuk angin?" tanya Chan cemas
"Gak tau" ucap Nara memegang perutnya
"Kamu gak makan teratur ya?" tanya Chan mengusap-usap punggung istrinya
Nara berlari ke kamar mandi, karena dia merasa sangat mual, Chan juga menghampirinya.
"Umm Uaaakk" Nara muntah
"Sayang, kamu kenapa sih" tanya Chan mengusap-usap punggung Nara
Perasaan Nara sungguh tidak tenang. Tanpa berbasa-basi Chan segera membawa Nara ke rumah sakit. Setelah di rumah sakit, Nara segera di periksa dokter. Dokter berkata kalau Nara sedang mengandung. Chan sangat bahagia mendengar ucapan dokter dan memeluk istrinya.
"Terimakasih sayang" ucap Chan memeluk hangat istrinya
Nara juga merasa bahagia karena dia telah mengandung. Chan semakin memanjakan istrinya.
Beberapa jam kemudian mereka tiba di apartemen Nara. Chan membawakan air putih untuk istrinya.
"Minum dulu sayang" ucap Chan memberikan air putih pada Nara
"Makasih sayang" ucap Nara tersenyum
"Jangan nakal ya nak. Nanti mama kamu kesusahan" ucap Chan tersenyum mengusap perut Nara
"Kamu harus banyak istirahat sayang. Besok kita pulang yah" ucap Chan memeluk Nara
"Iya sayang" ucap Nara mengangguk
Bersambung...