You're My First Love

You're My First Love
Rasa Bersalah Khan



Nara dan kakanya telah bersiap untuk berangkat ke gedung teater, Mika juga sudah bersiap untuk pergi ke rumah keluarganya. Mereka berpisah di depan gedung apartemen.


Tiba di gedung teater, Nara memarkirkan mobilnya di basement.


"Wahhh, jadi begini keadaan di Korea?" Tanya Rayhan


"Iya kak Ray" ucap Nara merapikan rambutnya


"Nara kami tunggu di mana?" Tanya Khan melihat sekeliling


"Kak Khan dan kak Ray, bisa tunggu di dalam, kita masuk aja" ucap Nara yang sudah menarik nafasnya


"Boleh?" Tanya Khan mengerutkan keningnya


"Boleh kak, ayo!" Ucap Nara membuka mobil


Mereka bertiga keluar dari mobil dan memasuki gedung. Nara sangat senang di dampingi oleh dua pangeran yang gagah.


Di ruang teater Nara melihat di sana sudah banyak teman-temannya.


"Kak Khan dan kak Ray bisa duduk di sini" ucap Nara bahagia


"Hmm, baiklah, Kaka akan melihat keahlian mu" ucap Khan terkekeh


"Kaka" ucap Nara mencubit lembut hidung kakanya


Tak lama kemudian Yolanda dan Chan masuk, Nara tidak melihat mereka berdua karena dia sudah fokus pada violinnya.


"Chan!" Ucap Rayhan mengenali Chan


"Chan? Dimana?" Tanya Khan melihat Rayhan yang langsung berdiri


"Chan!" Panggil Rayhan heran


"R Ray!" Panggil Chan mengenal Rayhan


"Kamu di sini juga? Gimana kabarmu?" Tanya Rayhan yang langsung merangkul Chan


"Iya nih, nemenin Yolanda, kabar baik bro"


ucap Chan menjabat tangan Khan dan Rayhan


Yolanda hanya melewatkan mereka berdua. Dan bergabung dengan yang lain.


Saat melihat Nara, Yolanda sangat ingin menjambak ya. Berbeda dengan Nara, dia sama sekali tidak memiliki pemikiran seperti itu.


Mereka bertiga bersama menyaksikan latihan yang ada di hadapan mereka.


Chan sangat merindukan Nara, pandangannya selalu tertuju padanya. Khan melihat adiknya dengan rasa bersalah. Sedangkan Rayhan hanya menikmati alunan musik yang dia dengarkan.



"Andai saja dulu Kaka mengenal mama, kamu gak akan merasa kesusahan Nara. Namun sekarang kamu sudah bahagia. Kaka juga merasa bangga sama kamu. Maafin Kaka Nara, saat masa tersulit mu, Kaka tidak pernah ada untuk mu." batin Khan memandangi adiknya


Beberapa jam kemudian latihan sudah usai. Nara tidak ingin beranjak dari tempatnya karena dia melihat kakanya bersama Chan. Dia seakan lebih sibuk untuk menghindari Chan.


"Nara! Ayo! Yang lain sudah pada keluar, kamu sudah berlatih dengan sungguh-sungguh" ucap Rayhan mengajak Nara


"Duluan ya bro" ucap Chan menyusul Yolanda


"Jangan lupa ya" ucap Rayhan menatap wajah Chan


"Pasti" ucap Chan tersenyum dan meninggalkan mereka


Melihat kepergian Chan, Nara segera membereskan violinnya dan menghampiri kakanya.


"Maaf kak lama" ucap Nara tersenyum


"iya dek, udah kita keluar aja yok!" ucap Khan bangkit berdiri


Mereka bertiga keluar dari gedung dan memasuki mobil.


"kak! Nara lapar nih" ucap Nara masih mengendarai mobilnya


"Kaka juga lapar" ucap Khan meraba perutnya


"Kak Ray?" tanya Nara


"Kaka sih kemana aja" ucap Rayhan terkekeh


Beberapa saat kemudian Nara langsung memarkirkan mobilnya.


"ayo kak!" ucap Nara


Mereka keluar dari mobil dan memasuki restoran. Mereka duduk dan memilih menu yang tersedia.


"Kaka mau pesan apa?" tanya Nara


"Samain ajalah" ucap Khan duduk santai


"Kaka juga yah" ucap Rayhan menyambung


Nara memanggil pelayan dan memesan masakan yang paling populer di restoran itu.


Tak lama kemudian pelayanan membawakan pesanan mereka.


"Kamsahamnida" ucap Nara pada pelayan itu


"Waauhh.. kelihatannya enak" ucap Rayhan


"Ayo kak kita makan" ucap Nara tidak sabar


"Ummm... lezatt" ucap Khan menikmati makanannya


Saat mereka asik menikmati makanan, Khan datang dan masuk ke dalam restoran. dia sedikitpun tidak tahu jika Nara, Khan dan Rayhan ada di sana. Rayhan yang melihat kedatangan Chan dengan cepat mengajaknya untuk bergabung dengan mereka.


"Ray!" panggil Chan menghampiri mereka


"Omo.. Omo" batin Nara memejamkan mata


"Duduk bro!" ucap Khan mengunyah makanannya


"___" Chan mengangguk dan duduk di samping Nara dan langsung memesan makanan untuknya


"Kak! Nara permisi sebentar yah" ucap Nara tidak tenang


"Iya dek" ucap Khan mengizinkan Nara


"___" Nara meninggalkan mereka dan berjalan menuju toilet


"Bro! tumben sendiri" ucap Rayhan pada Chan


"Yolanda ingin beristirahat bro" ucap Chan menikmati makanannya yang sudah ada di hadapannya


"Apa orang tua Yolanda masih betekad untuk menikahkan kalian? tanya Rayhan


"___" Chan hanya menganggukkan kepalanya


"Tunggu!! jadi selama ini kalian berpacaran tanpa ada cinta di antara kalian?" tanya Khan mengerutkan keningnya


"Aku hanya menghargai papanya Yolanda" ucap Chan meneguk minumannya


"Astaga.. yang sabar bro" ucap Khan menghelai nafas


"Mau gimana lagi bro, papanya Yolanda banyak membantu perusaan papa" ucap Khan tersenyum tipis


"Lama banget dek" ucap Khan melihat kedatangan Nara


"Maaf kak, kita balik aja yah" ucap Nara dengan wajah pucat


"Duduk dulu Nara, makanan mu belum habis loh" ucap Rayhan menaikkan alisnya


"Nara sudah kenyang kak" ucap Nara duduk dan semakin gelisah


"Kenapa dek?" tanya Khan memegang tangan adiknya


"Nara tidak enak badan kak" ucap Nara mengusap wajahnya


"Bagaimana kalau aku antar saja?" tanya Chan memegang pundak Nara


"Tidak perlu!" ucap Nara melepaskan tangan Chan dan bangkit berdiri


"Nara!!" panggil Khan melihat adiknya terjatuh dan di tangkap oleh Chan


"Ayo Khan! kita bawa Nara pulang" ucap Chan membopong Nara


Khan segera mengambil uang dari tas Nara dan membayar makanannya. Sementara Nara sudah di bawa Rayhan dan Chan masuk ke dalam mobil.


"Ayo Khan!" ucap Chan sangat cemas


"Tunggu, tunggu" ucap Khan masuk dan mengangkat kepala Nara ke pangkuannya


"Kita bawa ke rumah sakit yah?" tanya Chan menyalakan mobil


"Kemana aja, yang penting Nara baik-baik aja" ucap Khan cemas


Chan menyetir dengan kecepatan tinggi, dia sangat panik. Tak lama kemudian mereka tiba di rumah sakit, Nara di bantu oleh perawat dan masuk ke ruang UGD. Dokter dan perawat langsung memeriksa keadaan Nara. mereka bertiga hanya bisa menunggu hasil pemeriksaan Nara.


Beberapa saat kemudian Nara sudah selesai diperiksa. Chan bertanya pada dokter yang memeriksa Nara, katanya dia hanya kelelahan dan hanya butuh istirahat. Dokter sudah memberi resep pada Chan agar dibelikan di apotik. Chan sudah membayar administrasi dan membawa Nara untuk pulang.


Di perjalanan menuju apartemen, Chan menghentikan mobil di depan apotik dan membelikan obat yang sudah diresep dokter tadi. kemudian Chan kembali masuk ke dalam mobil dan menyetir lagi. Setibanya di gedung apartemen Khan dan Rayhan langsung membawa adiknya masuk ke dalam apartemen. sementara Chan dia memarkirkan mobil terlebih dahulu.


Mereka sudah tiba di dalam apartemen Nara, Chan juga segera menyusul. Nara yang masih tertidur membuatnya tidak tahu apa yang terjadi padanya.


"Terimakasih bro" ucap Khan menepuk pundak Chan


"Santai aja Khan" ucap Chan tersenyum


"kalau gak ada Chan, gak tau deh jadinya bagaimana" ucap Rayhan mengusap rambutnya


"Ini Chan, minum dulu" ucap Khan membawa teh dan meletakkan di atas meja


"Makasih bro" ucap Chan menyeruput tehnya


"Astaga!!" ucap Rayhan sangat kaget menatap layar


"Ada apa?" tanya Khan santai


"Gawat bos" ucap Rayhan mengusap kasar wajahnya


"Kenapa Ray?" tanya Khan sangat penasaran


"Lihat ini!" ucap Rayhan menunjukan email dari kantor


"Astaga" ucap Khan bangkit berdiri


"Ada apa? tanya Chan juga ikut bangkit berdiri


"Ada rapat penting yang akan di adakan besok siang Chan" ucap Khan memegang kepalanya


"Ya ampun" ucap Chan heran


"Bagaimana Khan? Apa kita pesan tiket sekarang?" tanya Rayhan mondar-mandir


"Lalu bagaimana dengan Nara lalu kita balik sekarang?" tanya Khan mencemaskan adiknya


"Nah itu dia" ucap Rayhan mencari ide


"Bagaimana kalau Nara, aku saja yang urus?" tanya Chan sedikit tidak Percaya diri