
Keesokan malamnya mereka telah tiba di Indonesia. Nara tidur terlebih dahulu karena dia merasa kelelahan. Chan masih sempat mengerjakan pekerjaannya sebelum tidur.
Pagi harinya, Chan menyiapkan pakaiannya sendiri. Dia tidak ingin merepotkan istrinya yang sedang mengandung anaknya.
Setelah berpakaian rapi, Chan membangunkan istrinya dan pamit untuk bekerja. Nara merasa tidak enak karena suaminya pergi bekerja tanpa dia menyiapkan keperluan Chan.
"Sayang, kamu istirahat yang banyak yah. Aku akan pulang cepat hari ini. Kamu tidak perlu melakukan apa-apa." ucap Chan memeluk Nara
"Aku sudah menyiapkan sarapan. Untuk makan siang kamu pesan sendiri saja yah" ucap Chan membelai rambut istrinya
"Hati-hati sayang" ucap Nara tersenyum
"iya, ingat istirahat yang banyak!" perintah Chan menatap Nara
"Siap, Pak" ucap Nara tertawa
"Sampai nanti" ucap chan mengecup kening Nara
"Mm" Nara mengangguk
Chan berangkat ke kantor, setelah berpamitan dengan istrinya. Di rumah Nara hanya mengerjakan beberapa pekerjaan rumah dan istirahat yang banyak.
Di kantor Chan bertemu dengan pak Bram. Dia mengancam Chan untuk menyerahkan perusahaan pada sepupunya, Alex. Karena pak Bram dan Alex telah bergabung untuk menjatuhkan Chan.
Chan segera pergi ke ruangan Alex untuk menemuinya. Dengan wajah yang sangat marah, dia melemparkan vas bunga tangan da di ruangan Alex.
Prak..
Suara vas bunga yang di lempar Chan
"Apa-apa ini?" tanya Alex kaget berdiri
"Kamu yang apa-apa" ucap Chan menarik pakaian Alex
"Ohh, aku tahu maksud kedatangan mu" ucap Alex tersenyum miring
"Kamu sudah keterlaluan" ucap Chan dengan mata memerah
"Jadi pak Bram sudah mendatangimu?" tanya Alex terkekeh menatap Chan dengan penuh kebencian
"Jangan sampai kamu berbuat yang aneh-aneh!" perintah Chan melepaskan tangannya dari pakaian Alex
"Tenang aja Chan, selama kamu bisa di ajak untuk bekerja sama, Aku gak akan melakukan hal aneh" ucap Alex terkekeh
Chan tidak habis pikir dengan sepupunya itu, hingga dia pergi keluar dari ruangan tanpa menjawab lagi sepupunya.
"Jangan main-main Chan" teriak Alex terkekeh
"Sial!" ucap Chan melonggarkan dasinya
"Ada apa pak?" Tanya Felix tangan kanan Chan yang hampir ditabrak nya
"Astaga" Ucap Chan sadar
"Ada masalah pak?" tanya Felix
"Tidak apa-apa saya hanya terburu-buru" ucap Chan membenarkan dasinya
"Kamu kembali saja bekerja" ucap Chan mencoba untuk tersenyum
"Baik pak" ucap Felix menundukkan kepalanya
Chan kembali ke ruangannya, di sana sudah ada surat Perjanjian untuk pemindahan Kepemilikan perusahaan.
Chan sangat kaget saat membaca surat itu. Dia semakin ingin mengoyak tubuh sepupunya, namun hal itu terhenti saat hpnya bergetar.
"Halo" ucap Nara dari seberang
"Halo, Sayang" ucap Chan menahan emosinya
"Mm, Aku mau keluar sebentar Boleh gak?" tanya Nara
"Kemana sayang?" tanya Chan penasaran
"Bedak aku habis" ucap Nara mengulumkan bibinya
"Nanti aku yang beliin yah, kamu di rumah aja sayang" ucap Chan tersenyum
"Mm, baiklah. Aku hanya ingin mengatakan itu saja" ucap Nara tersenyum
"Dan satu hal lagi, jangan terlalu memaksakan diri di kantor ya" ucap nara
"iya, Ya sudah sayang, Kamu jangan capek-capek ya, sampai nanti sayang" ucap Chan tersenyum
"Iya sayang" ucap Nara tersenyum dan menutup teleponnya
Chan menarik nafasnya, dia tidak ingin istrinya khawatir. Itulah sebabnya dia mencoba untuk tetap tegar.
Setelah makan siang Chan pulang lebih awal karena dia harus mengundang keluarganya untuk makan malam dan memberitakan kabar bagus.
Di perjalanan pulang Chan mampir di toko kosmetik untuk membelikan bedak istrinya.
Sesudah itu Chan belanja bahan-bahan yang akan di masaknya. Karena stok di kulkasnya tidak mencukupi lagi.
Setelah belanja, Chan membawa barang-barang keluar dari Supermarket. Saat itu dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita bernama Bianca. Hingga trolinya jatuh dan belanjaannya berserak.
"Uupss, Sorry" ucap Bianca membantu Chan merapikan barang-barangnya
"Tidak apa-apa" ucap Chan tersenyum
"Permisi" ucap Chan meninggalkan Bianca
Bianca sangat tertarik dengan pria yang ditabraknya tadi. Dia pun mengikuti Chan hingga ke mobil.
"Apa aku perlu ganti rugi?" tanya Bianca licik
"Tidak perlu" ucap Chan memasukkan belanjanya ke dalam mobil
"Sini aku bantu" ucap Bianca tersenyum
"Tidak, terimakasih" ucap Chan tersenyum
Bianca merasa kalau Chan sangat sulit untuk di tahlukkan berbeda dengan semua teman cowoknya, hingga dia semakin penasaran dengan Chan.
"Kenalin nama ku Bianca" ucap bianca mengulurkan tangannya
"Maaf, permisi" ucap Chan masuk ke dalam mobil tanpa memperkenalkan dirinya pada Bianca
"Sial" batin Bianca tetapi masih tersenyum
......................
Chan tiba di rumah dan membawa belanjaan.
"Sayang" ucap Nara kaget melihat suaminya
"Halo, sayang" ucap Chan tersenyum dan mencuci tangannya.
"Kenapa pulang cepat?" tanya Nara mendekati suaminya
"Mm, hari ini kita akan makan malam dengan keluarga kita" ucap Chan tersenyum dan memeluk istrinya
"Hah?" tanya Nara kaget
"Iya, aku sudah mengundang semua keluarganya kita untuk makan malam dan memberi tahu mereka kabar bagus, karena istri ku sudah mengandung" ucap Chan mengusap kepala Nara
"Hmm, makasih sayang" Ucap Nara tersenyum lebar
"Aku akan masak, kamu duduk aja" ucap Chan mendudukkan istrinya di kursi meja makan
"Aku duduk?" tanya Nara mengerutkan keningnya
"Iya, biar aku yang masak" ucap Chan tersenyum manis
"Aku bantu sayang kan bisa" ucap Nara tak ingin hanya duduk
"Tidak sayang, Duduk manis saja. Nanti kalau aku butuh bantuan, kamu bisa bantu" ucap Chan memakai celemek
"Haha, bahkan celemek itu cocok untukmu sayang" ucap Nara tertawa melihat suaminya menggunakan celemek yang berbunga-bunga
"Haha, benarkah?" tanya Chan tertawa
"Haha" tawa Nara bahagia
Chan segera memasak, Nara hanya bisa menatap wajah serius suaminya yang sedang memasak. Dia melihat Chan hingga membuatnya mengantuk dan tertidur.
"Hhh, katanya mau bantu, nyatanya tidur" ucap Chan terkekeh melihat wajah imut istrinya yang sedang tidur
Chan mengangkat istrinya ke sofa dan menyelimuti nya. Kemudian lanjut memasak lagi.
Setelah memasak, dia menyiapkan peralatan di atas meja. Setelah itu Chan menghampiri istrinya.
"Istri ku" batin Chan tersenyum membelai rambut Nara
"Chan" ucap Nara kaget dan segera duduk
"Ada apa sayang?" tanya Chan kaget juga
"Aku bantuin apa lagi?" tanya Nara melebarkan matanya
"Haha, sudah sayang" ucap Chan tertawa
"Astaga, bisa-bisanya aku ketiduran" ucap Nara membenarkan rambutnya
"Hmm, katanya mau bantuin, tapi malah tidur" ledek Chan pada istrinya
"Maaf sayang" ucap Nara mengulum bibirnya membuat Chan semakin gemas
"Iya, GPP kok sayang" ucap Chan mencubit lembut pipi Nara
"Mandi Yuk" Ajak Chan tersenyum
"Ayok sayang, keburu mereka datang" ucap Nara bangkit
"Janjinya jam 7 sayang, ini masih jam 05:30" ucap Chan mengusap kepala Nara
"Jadi kita ngapain dong sebelum itu?" tanya Nara polos
"Mandi sayang" ucap Chan tersenyum
"Yaudah, Ayok!" ucap Nara berjalan ke kamar.
Chan tersenyum dan mengikuti istrinya. Nara melepas pakaiannya dan masuk ke dalam bak mandi. Begitu pula dengan Chan yang juga masuk ke dalam bak mandi.
Chan sangat suka saat mandi bersama dengan istrinya. Setelah 1 jam di kamar mandi. Mereka pun berpakaian, karena sebentar lagi keluarganya akan datang.
Bersambung..