
Nara telah memakai pakaian yang cocok untuk malam ini. Dia juga telah menyiapkan pakaian untuk suaminya agar senada dengan pakaiannya.
"Sayang, wahh.. Istri ku memang cantik" ucap Chan terpesona dengan kecantikan istrinya
"Hehe, Ini sayang" ucap Nara memberi pakaian untuk suaminya
"Makasih sayang" ucap Chan menerima pakaiannya dan segera memakainya
"Sini sayang aku bantu" ucap Nara tersenyum
"Bibir kamu indah sayang" ucap Chan menghentikan tangan Nara dan mengecup bibir istrinya
"Nanti saja sayang, nanti kita kelamaan" ucap Nara merapikan pakaian suaminya
"Hehe, Nanti kamu kan keburu tidur lagi" ucap Chan terkekeh
"Engga kok" ucap Nara tersenyum
"Udah sayang" ucap Nara terseyum menatap suaminya
"Wah, ternyata kamu pintar sayang menyesuaikan Pakaian" ucap Chan tersenyum manis
"Istri siapa dulu dong" ucap Nara terkekeh
"Istri aku lah" ucap Chan memeluk Nara
Setelah itu, mereka pun turun untuk menyambut keluarganya yang akan segera datang.
Tak lama kemudian, keluarga mereka datang dan segera di sambut hangat oleh Chan dan Nara.
"Halo sayang" ucap Bu Angraini tersenyum memeluk Nara
"Apa kabar bibi?" tanya Nara memeluk juga bibinya
"Bibi sehat" ucap Bu Angraini bahagia
"Kamu makin tampan saja Chan" ucap Bu Angraini memeluk Chan juga
"Terimakasih bibi" ucap Chan tersenyum
"Apa kabar paman?" tanya Nara memeluk pak David
"Paman baik nak" ucap pak David tersenyum dan memeluk Chan juga
"Rudra di mana bibi?" tanya Nara mengerutkan keningnya
"Dia lagi les privat" ucap Bu Angraini tersenyum
"Gitu ya bibi" ucap Nara tersenyum
"Silahkan duduk paman dan bibi" ucap Chan tersenyum
Tak lama kemudian Bu Dewi dan Bu Sri tiba di rumah Chan
"halo semua" ucap Bu Sri tersenyum bahagia
"Mah" ucap Nara memeluk Bu Sri
"Nenek" ucap Nara memeluk neneknya
"Istri anak mamak makin cantik aja" ucap Bu Sri memeluk Chan
"Haha, mamah " tawa Chan bahagia
"Chan, jangan sampai kamu kalah dengan Nara" ucap Bu Dewi terkekeh memeluk chan
"Haha, iya nenek" ucap Chan tertawa
"Halo .. apa kabar kak, Bu?" tanya Bu Angraini pada Bu sri dan Bu Dewi
"Sehat, Ni" ucap Bu Sri tersenyum
"Bagaimana, Vid?" tanya Bu Sri pada pak David
"Sehat juga kak" ucap pak David terseyum
"Rudra mana?" tanya Bu Dewi
"Dia, sedang les privat Bu" ucap Pak David
"Ohh, pantesan" ucap Bu Dewi mengangguk
"Halo" ucap Khan yang juga datang bersama Mika
"Annyeong" ucap Mika bahagia
"Kak" ucap Chan memeluk Kaka iparnya
"___” Nara dan Mika berpelukan
Setelah semua tiba di rumah Chan, mereka pun makan bersama sesuai dengan rencana yang sudah di siapkan Chan.
"Wahh, enak sekali" ucap Khan memuji makanannya
"Mm, Sepertinya mama mengenali masakan ini" ucap Bu Sri menatap curiga anaknya
"Enak, enak ya" ucap Bu Anggraini menikmati makanannya
"Nenek tahu" ucap Bu Dewi hanya menikmati makanannya
"Ini, masakan Chan" ucap Nara tersenyum
"Wahh, hebat" ucap pak David mengacungkan jempolnya
"makasih paman" ucap Chan gugup dan tersenyum
"Benarkan, ini masakan kamu" ucap Bu Sri tersenyum
"Iya mah" ucap Chan terkekeh
"Neomu masissda"(sangat lezat) ucap Mika menyantap makanannya
"___" Chan terseyum puas
Setelah makan, mereka berkumpul kembali untuk bercengkrama. Chan sedikit gugup untuk memberi tahu keluarga. Namun dia harus berani agar keluarga pun ikut merasa bahagia.
"___" mereka mengangguk mendengar ucapan terimakasih Chan
"Dan satu lagi hal lagi, inti dari pertemuan kita hari ini. Nara telah mengandung" ucap Chan tersenyum
"Wahh, Benarkah?" tanya mereka semua
"Iya mah, nenek, bibi, paman, Kaka dan Mika" ucap Nara tersenyum haru
"Syukurlah" ucap Bu Sri menangis hari dan memeluk Nara
"Kalian berdua hebat" ucap Bu Sri memeluk e
"Iya mah" ucap Nara meneteskan air matanya
"Mama sungguh bahagia, kalian berdua adalah kebahagiaan mama" ucap Bu Sri menangis haru memeluk anak dan menantunya
"Semoga kalian sehat selalu" ucap Bu Sri mengusap air mata Nara dan Chan
"Mama juga" ucap Chan dan Nara
"Selamat Chan, Nara" ucap Bu Angraini memeluk Nara dan mereka menangis sejadi-jadinya
"Sudah, sayang" ucap Bu Anggraini mengisap air mata Nara
"Bibi, terimakasih" ucap Nara menangis lagi memeluk bibinya dan juga di peluk pak David
"Makasih bibi, Paman" ucap Nara menangis
"Kamu yang sudah berjuang, nak" ucap Bu Angraini mengusap air mata nara
"Sudah, jangan menangis lagi" ucap pak David terseyum bahagia
"Selamat dek" ucap Khan pada Nara dan chan memeluk keduanya dan menangis juga
"chukahae Nara-ya" ucap Mika memeluk sahabatnya
"Gomawo Chingu" ucap Nara tersenyum
"Bagi nenek, kamu adalah putri kecil yang di titipkan tuhan untuk keluarga" ucap Bu Dewi menangis hari
"Dari awal kita bertemu, kamu sudah menjadi warna di hidup nenek. Kamu selalu memberikan kebahagiaan pada nenek nak. Nenek tahu dari dulu kamu sangat menyayangi Chan.
"Saat kamu datang ke hadapan nenek ketika kamu terpuruk. Waktu itu kamu membawa kotak pemberian Chan. Sejak saat itu nenek berharap agar kamu dan Chan bersatu di masa depan.
"Dan nenek selalu menunggu momen ini" Ucap Bu Dewi menangis haru
"Nenek" ucap Nara memeluk neneknya
"Semoga kamu selalu bahagia ya nak" ucap Bu Dewi mengusap kepala Nara
"Makasih nenek" ucap Nara tersenyum haru bahagia
Setelah itu mereka berbincang-bincang dengan santai. Chan sangat bahagia melihat kebahagian keluarganya.
"Tunggu, ada satu hal yang ingin nenek tanyakan" ucap Bu Dewi menghentikan perbincangan mereka
"Ada apa Bu?" tanya Bu Sri
"Chan dan Nara sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki anak. Sementara Khan, kamu kapan menikah dengan Mika. Lebih cepat lebih baik" ucap nenek
"Heheh, iya nenek kami akan segera menikah" ucap Chan menggenggam tangan Mika
"Iya nenek" Ucap Mika tersenyum
"Tapi kapan?" tanya Bu Anggraini
"Rencana Bulan depan, Bibi" ucap Khan terkekeh
"Kemarin Khan sudah menemui papa, Mah" ucap pak David terseyum
"Kenapa papa tidak bilang?" tanya Bu Anggraini
"Papa gak sempat. Mama tahu sendiri kan kesibukan papa akhir-akhir ini" ucap pak David terseyum
"Iya benar juga" ucap Bu Angraini mengangguk
"Keluarga kamu datang ke sini dong Mika" ucap Bu Dewi
"Iya nenek. aku sudah bilang sama keluarga ku juga. Dan Minggu depan aku dan Khan akan ke Korea untuk bertemu dengan mama dan papa" ucap Mika tersenyum
"Omo" Ucap Nara terkekeh
"Aish" ucap mika terkekeh
"Bagus lah kalau begitu" ucap Bu Dewi tersenyum
Setelah itu mereka lanjut berbincang-bincang lagi, hingga larut malam. Namun Paman dan Bibi terpaksa pulang lebih dulu karena Rudra akan sendirian di rumah. Sebenarnya Bu Angraini sudah meminta Tolong pada guru privatnya agar menemani Rudra. Namun tidak bisa lebih lama lagi.
Bu Dewi juga ingin pulang saja, tetapi Chan tidak mengizinkannya. Namun Bu Dewi lebih keras kepala dari cucunya. Hingga Chan terpaksa mengantarkan nenek dan bibinya pulang.
"Nara-ya" panggil manja Mika
"Wae?" tanya Nara menatap sahabatnya
"Ana jwo" (peluk aku) ucap Mika memonyongkan bibirnya
"Haha, Ani" ucap Nara tersenyum
"Ana jwo. Palli" (peluk aku. Cepetan) ucap Mika cemberut
"Kak, peluk nih" ucap Nara pada kakanya
"Aisshh" ucap Nara kesal dan memberi
"Haha" Nara tertawa dan memeluk sahabatnya
"Nara-ya"
"m?"
"Saranghae" ucap Mika tersenyum
"Na do" (Aku juga) ucap Nara memeluk erat sahabatnya
Bersambung...