
Chan mengejar Yolanda yang sedang marah.
"Aku akan bilang sama papa, kalau kamu masih berhubungan dengan gadis itu" ancam Yolanda kesal
"Yolanda! dengar yah aku sudah pernah bilang kalau kita hanya formalitas saja. Aku gak sayang sama kamu" jelas Chan pada Yolanda
"Kamu berubah sejak bertemu dengan Nara" ucap Yolanda tertawa miring
"Karna dari dulu aku menyukainya" ucap Chan pelan
"Bagus. Kamu kejar saja dia, aku tidak akan pernah lelah untuk mendapatkan kamu seutuhnya." ucap Yolanda
Mereka pun kembali ke rumah Bu Dewi. Bu Sri yang masih duduk menunggu kedatangan mereka.
"Mamah, apa yang mama tahu?"
"Biar nenek yang beri tahu" ucap Bu Sri meninggalkan mereka
"Astaga" ucap Chan mengusap kasar wajahnya
Bu Angraini melihat pesan yang dikirim Nara, karena temannya sudah pulang dia ingin Nara pulang saja.
"Bibi, Nara di rumah nenek Dewi yah" pesan Nara yang dikirim pada bibinya
Anggraini menelepon Nara, namun ponselnya tidak aktif. Dia pun datang ke rumah Bu Dewi.
"Bu Dewi!" panggil Bu Angraini mengetok pintu
"Bu Dewi!"
Chan yang mendengarnya langsung membuka pintu.
"Ada apa Tante?" tanya Chan
"Maaf, apa Nara ada sini?" tanya Anggraini
"Nara?" tanya Chan
"Iya. Kamu cucunya Bu Dewi?" tanya Bu Anggraini
"Iya Tante, nama ku Chan" ucap Chan tersenyum mengajak Anggraini masuk
"Chan?. Bukankah orang ini yang pernah di ceritakan Nara?" batin Bu Anggraini
"Tadi Nara dari sini Tante, tapi dia sudah pulang" ucap Chan
"Pulang?"
"Iya Tante" ucap Chan tersenyum
"Nara tidak ada di rumah, makanya Tante datang kemari." ucap Anggraini semakin cemas
"Mungkin dia kabur Tante" celoteh Yolanda santai
"Yolanda!" panggil Chan dengan tatapan tajam
"Kalau begitu Tante permisi dulu yah" ucap Anggraini
"Aku akan bantu bibi cari Nara" ucap Chan yang juga ikut cemas
"Tidak nak, nanti kamu repot."
"Tidak apa-apa Tante" ucap Chan berlari ke dalam mobil, Yolanda hanya bisa kesal pada Chan
"Ayo Tante" ucap Nara membuka pintu mobil
"Nara, kamu Di mana nak" ucap Bu Angraini melihat keluar jendela mobil
"Hmm, mungkin dengan Kakanya Tante" ucap Chan
"Bener juga." ucap Anggraini langsung menelepon Khan
"Halo Khan"
"Iya bibi? ada apa bi?" tanya Khan
"Apa Nara bersama mu?"
"Sejak kemarin Nara dengan bibi, Nara tidak datang ke sini bibi. Ada apa dengan Nara bibi? apa yang terjadi?" tanya Khan dari seberang
"Bibi lagi mencari Nara Khan, nanti bibi kabarin yah"
"Bi"
"___" Anggraini langsung menutup teleponnya
"kita Cari kemana Tante?" tanya Chan
"Kita ke apartemen nya yah. Tante akan tunjukkan jalan" ucap Anggraini panik
"Baik Tante" angguk Chan
Sesampainya di apartemen Nara, Anggraini menekan bel. Namun Nara tidak membuka pintu, dia pun langsung memasukkan sandi untuk membukanya. Pintu terbuka, Anggraini dan Chan langsung masuk ke dalam.
"Nara" ucap Anggraini menghampiri Nara yang sudah tidak sadarkan diri
"Nara!" panggil Chan membangunkannya
"Kita bawa ke rumah sakit aja Tante" ucap Chan panik
"Tidak nak, dia hanya mabuk" ucap Anggraini lega
"Tante tau dari mana?" tanya Chan
"Itu" ucap Angraini menunjuk botol minuman yang berarkohol
"Astaga" ucap Chan lega
"Chan, Tante percaya sama kamu. Tolong jagain Nara yah" ucap Bu Angraini memohon
"B baik Tante"
"Nara apa yang terjadi?" batin Chan
Chan duduk di sofa hingga tengah malam. Nara terbangun dan memegang kepalanya yang masih pusing.
"Siapa di sana?" tanya Nara melihat rada-rada buram
"Ini aku Nara" ucap Khan berdiri dan menghampirinya
"Chan?" tanya Nara kesal
"Iya Nara" ucap Chan yang semakin dekat dengannya
"Stop. Jangan mendekat lagi. aku sudah muak" ucap Nara pergi ke dapur mengambil air putih saat ingin meminum Nara tiba- tiba terjatuh kelantai dan menumpahkan minumannya
"Nara!" ucap Chan berlari menolong Nara
"Sudah lah. Jangan ganggu aku lagi" ucap Nara melepaskan tangan Chan
"Nara kamu masih marah?" tanya Chan memegang tangan Nara
"Buat apa aku marah, kamu pergi saja. Yolanda pasti menunggu" ucap Nara tersenyum miring
"Nara aku tidak sayang sama Yolanda" ucap Chan mengusap wajahnya
"haha.. tidak sayang? sudahlah Chan aku cukup tau" ucap Nara semakin kesal
"Kamu udah bohongin aku Chan" ucap Nara menahan air matanya
"aku gak bohong Nara, kemarin kami sudah benar-benar putus" ucap Chan menyakinkan Nara
"Putus? terus yang tadi itu apa yah" tanya Nara tertawa sedih
"Papanya meminta kami untuk mengunjungi nenek Nara" ucap Chan mengusap wajahnya
"Udah Chan aku capek" ucap Nara menangis
"Maafin aku Nara" ucap Chan memeluk Nara
"Kamu jahat" ucap Nara memukul Chan tak bertenaga
"Kamu boleh marah Nara" ucap Chan mengusap kepala Nara
"Kamu boleh menangis Nara" ucap Chan menenangkannya
"Kaka gak pernah ngasih kabar sama Nara, Nara telepon Kaka gak pernah angkat" ucap Nara menangis
"Maaf ya sayang, maafin Kaka" ucap Chan
"Udah yah, jangan menangis lagi, nanti kamu tambah pusing" ucap Chan menenangkan Nara
"Kamu tidur yah" ucap Chan lembut
"___" Nara mengangguk
Chan menemani Nara hingga tertidur, dia pun sudah mengantuk dan tertidur di dekat Nara.
Keesokan paginya Chan membuatkan makanan untuk Nara. Nara masih tertidur pulas, hingga dia tidak tahu kalau Chan bangun sangat awal untuk memasak makanan. Sesudah memasak Chan ingin membangunkan Nara, namun dia tidak tega dan hanya memandangi wajah cantiknya.
"Chan" ucap Nara terseyum
"Ayo makan!" ajak Chan tersenyum menarik selimut Nara
"Nara masih mengantuk kak" ucap Nara
"Ayo!" ucap Chan melihat Nara yang begitu menggemaskan hingga dia naik ke atas kasur dan memeluk Nara.
"Kamu harus tanggung jawab, Kamu sudah membuat Kaka tidak lapar" ucap Chan mendekatkan wajahnya pada Nara
"Kak Chan" ucap Nara gugup
"___" Chan memejamkan matanya dan mendekatkan bibinya ke bibir Nara
"___" Nara sangat gugup namun dia ingin merasakan ciuman saat dia sadar dan memejamkan matanya
"___" Chan tersenyum dan langsung mencium bibir Nara yang begitu indah dan lembut
"___" Nara yang masih kikuk dia hanya mengikuti gerakan bibir Chan
"Bibir kamu sangat lembut Nara" ucap Chan menyentuh bibir Nara
"___" Nara begitu terbawa arus hingga dia menarik wajah Chan. Mereka pun berciuman dengan waktu yang cukup lama
Chan sangat ingin menikmati tubuh Nara. Tapi dia sadar mereka belum menikah. Chan hanya bisa mencium Nara.
Setelah berciuman Nara pun membersihkan dirinya untuk sarapan. Begitu pula dengan Chan. Kemudian mereka sarapan bersama.
"Terimakasih kak Chan" ucap Nara tersenyum
"Tidak apa-apa Nara" ucap Chan mengusap kepala Nara
"Apa rencana kamu hari ini?" tanya Chan menghabiskan makanannya
"Nanti Nara akan ke salon bibi" ucap Nara
"Bagaimana kalau nanti malam kita makan malam dengan nenek, sepertinya kalian akrab" ucap Chan meneguk minuman nya
"Boleh kak" ucap Nara bahagia
"Nanti jam 7 Kaka jemput bagaimana?" tanya Chan
"Nara bisa sendiri kak" ucap Nara tersenyum
"Baiklah. Mana ponsel mu?"
"Ini kak. Buat apa?
"Nih no ku" ucap Chan
"Iya kak" ucap Nara tersenyum