
"Jung Mika!" panggil Nara
"Ne?"
"Gomawo" ucap Nara tersenyum
"Aniyo, gwenchana" ucap Mika memeluk Nara.
"Ara, hal su isseo" ( aku tahu, kamu bisa melakukannya) ucap Mika mengerti keadaan nara
Nara mengambil kamera dan mengambil beberapa gambar. Mereka berfoto bersama. Nara sangat cantik, begitu juga dengan Mika. Nara dan Mika bermalam di gunung Malla. Pemandangan yang sangat indah dan udara yang begitu sejuk membuat mereka sangat menikmati keindahan alam.
Dalam liburannya, Nara hanya memikirkan Khan yang sangat dirindukannya.
"Mika!" Panggil Nara
"Waeyo?" Ucap mika mengunyah makanan yang ada dalam mulutnya
"Aku akan pulang ke Indonesia" ucap Nara menunduk
"Waeyo, gabjagi ?" (kenapa, tiba-tiba?) Tanya Mika kaget
"Um, Na bogoshipo Khan oppa" ucap Nara menahan air matanya
"___" Mika memeluk sahabatnya itu
"Arrasseo" ucap Mika mengusap lembut punggung Nara
Di sisi lain Khan sangat merindukan Nara, dia ingin segera bertemu dengan adiknya. Khan tahu adiknya berada di Korea saat ini. Dia juga sudah bertemu dengan paman dan bibinya. Saat Nara wisuda Khan tidak hadir, karena banyak yang harus di selesaikannya di perusahaan.
Dia berencana akan ke Korea untuk bertemu dengan Nara, tidak lupa dia mengajak sahabatnya Rayhan.
"Ray!" Panggil Khan
"Ada apa pak?" Tanya Rayhan
"Santai aja Ray, kita hanya berdua" ucap Khan terkekeh
"Ada apa Khan?" Tanya Rayhan mengerutkan keningnya
"Kamu gak kangen sama adik ku?" Tanya Khan menaikkan alisnya
"Y ya, kangen sih, tapi kan lagi sibuk" ucap Rayhan memandangi berkas yang ada di mejanya
"Woii.. ayok samperin Nara" ucap Khan menarik berkas yang ada di hadapan Rayhan
"Aku juga ikut?" Tanya Rayhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Iya iyalah" ucap Khan memutarkan bola matanya
"Sekarang bos?" Tanya Rayhan menaikkan alisnya
"100 tahun lagi" ucap Khan mengusap wajahnya dan menghelai nafas
"Ya sekarang" ucap Khan mengangkat kepalanya
"I iya boss" ucap Rayhan terkekeh
Tanpa lama-lama mereka keluar dari kantor dan segera pulang untuk mengambilkan beberapa pakaian. Rayhan langsung ke rumah Khan.
Mereka diantar ke bandara dengan supir pribadi Khan.
Beberapa waktu kemudian mereka sudah ada di pesawat.
Khan sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan adiknya. Begitu pula dengan Rayhan. Khan sudah mendapatkan nomor telepon Nara dari Bu Anggraini. Khan tertidur pulas, Rayhan yang melihat sahabatnya sangat mengerti, Khan pasti kelelahan menyelesaikan pekerjaannya di kantor.
Rayhan hanya bisa menyelimuti sahabatnya dengan syal yang dia bawa.
Setelah berjam-jam di pesawat mereka akhirnya tiba di Korea. Khan yang sudah terbangun langsung menatap layar dan menghubungi adiknya.
"Yeoboseyo?" Ucap Nara dalam telepon
"Hallo? Nara?"
"Nuguseyo?" (dengan siapa?) Tanya Nara
"Khan, ini Khan" ucap Khan
"Jinja?" Terdengar suara bahagia Nara
"Iya Nara" ucap Khan bahagia
"Kak Khan" teriak Nara
"___" Khan memejamkan mata dan menjauhkan hp dari telinganya
"Kamu di mana Nara, kirim alamatnya ke Kaka, akan akan ke sana." Ucap Khan tersenyum
"Baiklah, aku tutup teleponnya ya kak" ucap Nara bahagia
Nara sudah mengirimkan alamatnya pada Khan. Mereka berdua menaiki angkutan umum untuk tiba di apartemen Nara.
"Jung Mika!" panggil Nara bahagia
"Mwo?" tanya Mika membereskan barang bawaan mereka
"Kaka akan datang" ucap Nara memegang tangan Mika dan melompat
"Jinjja?" tanya Mika melompat-lompat juga
"Iya" ucap Nara mengangguk
Mereka merapikan apartemen Nara. Yang sangat kacau karena mereka baru pulang dari liburannya. Beberapa saat kemudian semua sudah terlihat bersih. Nara dan Mika terbaring lega di kasur.
Khan dan Rayhan telah berada di depan apartemen Nara. Dia segera menghubungi adiknya untuk menjemput mereka di luar. Tapi Nara menyebutkan nomor apartemen. Hingga Khan dan Rayhan masuk tanpa dijemput adiknya.
Rayhan dan Khan telah berada di depan kamar.
Mereka sudah tiba di depan kamar Nara. Khan langsung membunyikan belnya.
Tak lama kemudian Nara membuka pintu dan langsung memeluk kakanya.
"Kaka" ucap Nara meneteskan air mata
"Adik Kaka sudah dewasa rupanya" ucap Khan tersenyum
"Aku gak dipeluk juga ucap Rayhan dari belakang Khan."
"Apaan sih" ucap Khan
"Nona manisnya kak Rayhan" ucap Rayhan tersenyum
"Cihh.. nonamanisnya kak Rayhan" ucap Khan ngedumel sendiri
"Ayo masuk kak" ucap Nara menarik tangan kakanya
"Kenalin kak, ini sahabat aku namanya Mika" ucap Nara merangkul Mika
Khan dan Rayhan berkenalan dengan Mika.
"Kalian tinggal berdua?" Tanya Khan duduk dan menatap adiknya dan Mika
"Tidak kak, kamar mika di samping kamar ku" ucap Nara tersenyum
"___" Khan hanya mengangguk
Nara langsung mengambil teh yang sudah di siapkannya tadi.
"Ini kak minum dulu, Kaka sudah makan?" Tanya Nara meletakkan tehnya
"Sudah, tadi perut Rayhan berisik, terpaksa Kaka menemaninya."
"Ya elah Khan, kamu juga kelaparan tadi." Ucap Rayhan tak mau kalah
Nara hanya tertawa melihat tingkah kakanya itu.
"Kaka Khan dan kak Ray tidur di sini. Kami akan tidur di kamar Mika." Ujar Nara
"Apa boleh Mika? Tanya Khan
"Ne? Ohh ne" ucap Mika gugup
"Jung Mika!" Ucap Nara menatap curiga
"Ne?" heheh..."Mika tersipu malu
Nara dan Mika Keluar dan segera tidur karena mereka begitu kelelahan.
Keesokan harinya Nara sangat bersemangat memasak sarapan untuk kakanya. Mika juga turut membantu sahabatnya.
Mika sedikit gugup karena dia menyukai Khan. Nara sangat tahu dengan sahabatnya itu. Namun dia tidak ingin sahabatnya itu semakin merasa gugup.
"Jung Mika!"
"Ye?"
"Dangsin Eun yeppeoyo" (kamu cantik) ucap Nara tersenyum
"Mwo?" Ucap Mika gugup
"Hahaha, aniyo" tawa Nara melihat sahabatnya itu
Beberapa saat kemudian Nara dan Mika telah selesai menyiapkan sarapan. Nara segera membangunkan Khan dan Rayhan.
"Kak.. kak..bangun!" ucap Nara membangunkan Khan dan rayhan
"Kaaakkk!!" Teriak Nara membangunkan Khan dan Rayhan
"Nara.." ucap Khan
"Ayo bangun kita sarapan kak!" Ucap Nara meninggalkan Khan dan Rayhan
"N Nara!" Panggil Khan
"Iya kak?" Tanya Nara melihat dari balik pintu
"Makan di mana?" Tanya Khan duduk di kasur
"Di tempat Mika" ucap Nara memutar bola matanya.
"Ok ok nanti Kaka dan Rayhan nyusul" ucap Khan mengusap matanya
"___" Nara hanya mengangguk dan menutup pintu
Khan dan Rayhan sudah membersihkan diri dan masuk ke apartemennya Mika
"Buruan kak, nanti makanannya gak anget lagi" ucap Nara dari meja makan
Khan dan Rayhan mengangguk dan segera duduk. Mereka pun sarapan bersama.
"Umm, enak banget" ucap Rayhan menikmati makanan
"Nara, yang masak kak" ucap mika tersenyum
"Mika juga" ucap Nara tersenyum
"Wahh, pintar masak rupanya adik Kaka" ucap Khan terkekeh
Nara dan Mika tertawa.
"Kak!" panggil Nara
"Iyah?"
"Nanti kak Khan dan kak Ray di temenin Mika yah, soalnya aku akan latihan hari ini." Ujar Nara
"Latihan apa?" Ucap Khan mengerutkan keningnya
"Nara ikut orkestra kak" ucap Nara masih menikmati sarapannya
"Kalau begitu bisa ikut dong" ucap Rayhan berbinar
"Hah? Emang Kaka mau?" Tanya Nara
"Kaka sih mau-mau aja" ucap Rayhan terkekeh
"Kalau gitu kita pergi berempat" ucap Nara Berbinar
"Mianhe nara-ya, gagoji bogo sipeoyo" (Maaf Nara, aku merindukan keluargaku) ucap Mika tersenyum
"Arrasseo" ucap Nara sedikit manyun
"Mianhe" ucap Mika memegang tangan Nara
"Ani, gwenchana" ucap Nara memegang tangan Mika juga
Khan dan Rayhan hanya menatap mereka.