You're My First Love

You're My First Love
Ternyata Bu Wulanra di ancam pak Bram



Nara pun pergi ke supermarket untuk belanja. Dia pun memarkirkan mobilnya di basement. Dia tidak sengaja melihat mamanya sedang di ikuti oleh seseorang.


"Mamah? mengapa orang itu begitu mencurigakan" batin Nara memperhatikannya dari dalam mobil


"Aaa" teriak Bu Wulanra di bawa masuk ke dalam mobil


"Mama" ucap Nara kaget


"Siapa mereka?" batin Nara mengikuti mobil yang mari saja meninggalkan basement


Ternyata orang-orang itu adalah anak buah pak Bram. Dia ingin Bu Wulanra harus bekerja sama untuk menjatuhkan Chan. Namun dari dalam hati kecil Bu Wulanra tidak ingin menyakiti perasaan putrinya dan Chan.


Sebelumnya Bu Wulanra sudah menolak tawaran pak Bram. Akhirnya membuat dirinya dalam bahaya.


"Pak Bram" ucap Nara melihat pak Bram sedang berdiri di depan markasnya


"Bagaimana?" tanya pak Bram pada anak buahnya yang berada di dalam mobil


"Semua beres, pak" ucap anak buahnya


"Bawa dia masuk dan ikat dengan kuat!" perintah pak Bram


"Siap, pak" ucap anak buah pak Bram melajukan mobilnya


Saat itu tidak banyak anak buah pak Bram jadi sana. Hingga Nara perlahan Keluar dari mobil dan menyerang pak Bram dari belakang.


"Aaa" teriak pak Bram lalu terjatuh pingsan


Nara memukul punggungnya hingga pak Bram terjatuh dan pingsan. Nara pun berhati-hati untuk menolong mamanya.


Dia menyerang para anak buah tanpa banyak gerak.


Namun beberapa anak buah melihat Nara dan menyerangnya. Mereka pun melawan Nara yang hanya seorang diri.


"Sialan. Kenapa kamu selalu datang tepat waktu" ucap salah satu anak buah dengan mengusap darah di bibirnya


"Kalian keterlaluan" ucap Nara merapikan pakaiannya


"Serang!" ucap para anak buah


Beberapa saat kemudian, Nara mengalahkan mereka. Dia segera membuka ikatan di tangan dan kaki mamanya dan membangunkannya.


Namun mamanya tidak bangun juga, hingga Nara harus menggendong mamanya.


Untung saja, Nara selalu membawa kunci apartemen, dia pun membawa mamanya ke sana.


Setelah tiba di apartemen, dia membaringkan mamanya di tempat tidur. Tak lama kemudian Bu Wulanra sadar.


"Aaah" jerit Bu Wulanra merasa tidak enak dengan tubuhnya


"Nara?" tanya Bu Wulanra melihat Nara yang berdiri di dekat pintu


"Iya" ucap Nara singkat


"Kamu beneran Nara kan?" tanya Bu Wulanra mengusap matanya


"Iya mah" ucap Nara mendekati mamanya


"Apa yang terjadi?" tanya mamanya mencoba mengingat


"Tadi mama di bawa kabur sama anak buah Pak Bram" ucap Nara sedikit kesal


"Lalu? kenapa mama di sini?" tanya Bu Wulanra tidak mengerti


"Tadi Nara melihat mama di basement supermarket. mereka menculik mama dan membawa ke markas pak Bram" ucap Nara mengambilkan air putih


"Lalu kamu yang menolong mama?" tanya Bu Wulanra dengan mata berkaca-kaca


"Mm" jawab singkat Nara


"Makasih, nak" ucap Bu Wulanra memegang tangan Nara


"Sebenarnya saat mama tidak setuju dengan pernikahan mu dengan Chan. Itu karena mama diancam oleh Bram."


"Dia ingin mama yang menghancurkan pernikahan kalian. Saat mama tidak melakukan apa-apa mereka kembali mengancam mama, mereka akan melukai Khan." ucap Bu Wulanra meneteskan air mata


"Namun mama menggantikan Khan, mereka menyiksa mama. Hari itu mama berhasil kabur saat mereka semua tidur."


"Dan hari ini mereka menemukan mama lagi" ucap mamanya menangis


"___" Nara hanya terdiam berdiri


"Maafin mama Nara. Mama melukai mu saat itu" ucap Bu Wulanra menatap Nara


"Mama istirahat lah di sini" ucap Nara meninggalkan uang saku untuk mamanya


"Mama punya uang kok" ucap Bu Wulanra tersenyum tipis


"Tas mama hilang" ucap Nara dengan wajah datar


"___" mamanya menunduk mengerti


"Baiklah" ucap Bu Wulanra


Nara pun kembali ke Supermarket. Setelah belanja Nara kembali ke rumah. Saat Nara membuka pintu, dia melihat wanita itu sedang berduaan dengan suaminya.


"Heh kamu yang apa-apaan. Baru datang marah-marah" ucap Bianca memasang aksinya


"Sudah kamu lakukan saja pekerjaan mu" ucap Chan kesal


"Chan, kamu sudah di hasut wanita ini" ucap Nara menghampiri mereka


"Pak, dia mulai marah, aku takut" ucap Bianca memeluk manja Chan


"Hhh, dasar licik" ucap Nara tersenyum miring dan meninggalkan mereka


Setelah itu Nara memasak Tampa memperhatikan mereka. Saat Bianca masuk ke dalam kamar mandi, Nara dengan sengaja menguncinya di sana.


Chan yang saat itu mengantuk, pergi ke kamarnya untuk tidur. Nara tersenyum saat Bianca mulai menggedor-gedor pintu.


"Rasain" batin Nara dan melanjutkan aktivitasnya


Tentu saja hanya Nara yang mendengarkan itu. Hingga Bianca tidak bisa keluar dari sana.


Setelah selesai memasak dan merapikan dapur, Nara mandi terlebih dahulu. Dia tidak ingin cepat-cepat membuka pintu namun sebentar lagi Chan akan turun untuk makan


Dia pun membuka pintu kamar mandi dan Bianca segera berdiri dan ingin menampar Nara, namun tangannya di tahan langsung oleh Nara.


"Bagaimana? kamu masih yakin untuk melanjutkan rencana licik mu?" tanya Nara tersenyum menatap tajam mata Bianca


"Awas kamu, Chan akan tahu perbuatan mu" ucap Bianca kesal dan marah


"Katakan saja, aku akan menghantui mu" ucap Nara tersenyum miring


"Kalian pikir aku tidak tahu tentang rencana mu dengan pak Bram? untuk cemburu pada wanita seperti mu saja aku tidak Sudi" ucap Nara menatap tajam mata Bianca


"Kamu hanya mengandalkan pak Bram? tentu saja aku sudah menghabisi nya hari ini" ucap Nara tersenyum miring


"Aku sudah bilang, kamu mempermainkan orang yang salah" ucap Nara dengan mata tajam


"Keluar dari rumah ini sekarang juga!" perintah Nara pada Bianca


"A awas saja kamu" ucap Bianca ketakutan dan segera keluar


Nara menarik nafasnya, dan kemudian memasang kembali senyumnya. Tidak lama kemudian, Chan turun karena merasa lapar.


"Malam, Tuan" sapa Nara tersenyum


"Malam" ucap Chan cuek


"Tumben di jawab" batin Nara


Chan segera melahap makanan yang ada di hadapannya.


"Bagaimana, Tuan?" tanya Nara menatap Chan


"Tidak buruk" ucap Chan tanpa menatap Nara


Setelah makan, Chan duduk di sofa menatap hpnya, sedangkan Nara masih membersihkan meja dan merapikannya.


tok tok tok


"Sebentar" ucap Nara berjalan menuju pintu


"Kaka" ucap Nara melihat kedatangan Mika dan kakanya


"Apa ini?" tanya Nara melihat bingkisan di tangan Chan


"Ini minuman" ucap Khan tersenyum


"Sini aku bawa kak" ucap Nara


"Kaka aja" ucap Chan tersenyum


"Ayo masuk" ucap Nara melebarkan pintu


"Halo, Chan. Apa kabar?" tanya Khan meletakkan minuman di meja


"Khan?" ucap Chan menatap wajah Khan


"Dia siapa?" tanya Chan menunjuk Mika


"Dia pacarku" ucap Chan tersenyum


"Ohh" ucap Chan mengangguk


"Ayo kita minum" ucap Khan mengeluarkan minuman


"Tidak, kalian saja" ucap Chan menolak


"Ayolah, Aku ini Kaka ipar mu, tidak baik menolak permintaan Kaka ipar" ucap Chan tersenyum manis


"Kaka ipar?" tanya Chan bingung


"Iya, kamu menikah dengan adik ku. Tentu saja aku Kaka ipar mu" ucap Chan menuangkan minumannya


Bersambung...