
Mereka semua pun menjawab Bu Dewi dengan bahagia.
"Nara, kamu juga segera lah istilah, besok harus banyak tenaga" ucap bibinya mengajak Nara untuk tidur
"Iya bibi" ucap Nara tersenyum dan mendekati Chan
"Kak, Nara duluan yah" ucap Nara terkikikuk-kikuk
"Iya, Nara. Jangan lupa mimpikan aku yah" ucap Chan terkekeh membuat semua orang yang mendengarnya tertawa
"___" Nara terkikikuk-kikuk dan mengajak Mika ke kamarnya
dertrrrtt derrrtt
Getar hp Nara.
"Halo kak" ucap Nara bahagia
"Halo, Nara. Maaf dek, tadi Kaka gak sempat kerumah Chan untuk makan malam. Kaka harus mengerjakan projects, agar besok Kaka ada waktu" ucap Chan sedikit tidak nyaman
"Ohh, tidak apa-apa kak. Besok Kaka udah gak terbeban lagi karena kerjaan" ucap Nara bahagia
"Iya, dek. Makasih ya udah ngertiin Kaka" ucap Chan tersenyum
"Hmm, apaan sih kak, itu aja makasih. pokoknya besok Kaka harus tiba dengan selamat" ucap Nara tersenyum
"Iya, dek. Kaka pasti akan datang bersama Rayhan lebih awal" ucap Chan mengusap wajahnya
"Baik kak. Kali begitu Nara tutup teleponnya ya kak" ucap Nara dengan mata berkaca-kaca
"Iya" ucap Khan terharu
keesokan paginya, Nara belum juga bangun, padahal wajahnya harus dirias. Mika meminta tolong pada karyawan Bu Anggraini agar merias wajahnya tanpa membangunkannya.
Beberapa saat kemudian Nara terbangun dan begitu kaget melihat dirinya sudah cantik dengan make-up naturalnya. Dia pun segera diarahkan untuk menganti pakaian dengan gaun yang sudah dipilihnya.
Di sisi lain Chan sudah siap dengan stelan jas yang dia pilih dengan Nara. Jantungnya tidak aman, dia merasa sangat gugup, karena hari ini dia akan melepas masa lajangnya dan memulai hidup baru.
Nara juga merasa gugup dan sedih, karena di hari bahagianya, papanya telah tiada. Dan mamanya pun tidak mendukungnya. Air mata yang mewakili perasaannya sangat susah untuk dihentikannya.
"Nara-ya, gwenchana?" tanya Mika cemberut melihat sahabatnya yang sedari tadi menangis
"Ani" (Tidak) ucap Nara memeluk sahabatnya
"Gwenchana, gwenchana nara-ya" ucap mika mengusap punggung Nara
"Neo jinjja Yeppeo" (kamu sangat cantik) ucap Mika memuji sahabatnya
"Aaa ... Chingu" (aaa.. Temanku) ucap Nara manja kembali memeluk Mika
Acara pernikahan pun dimulai, Nara sudah bersiap begitu pula dengan Chan. Keluarga dan tamu undangan sudah duduk.
Nara berjalan perlahan menuju Chan, semua orang yang melihatnya sangat terkagum-kagum dengan anggunan nya. Chan yang begitu bahagia membuat air matanya terjatuh. Nara kemudian kemudian berada di hadapan Chan.
Dari awal acara hingga pertengahan, mereka menjalaninya dengan proses. Nara dan Chan begitu bahagia. Mereka sudah sah menjadi suami istri. Nara tidak bisa membendung kesedihannya saat keluarga dan para tamu undangan mengucapkan selamat untuk mereka.
Chan meneteskan air matanya karena dia juga merindukan papanya. Namun dia masih bisa tersenyum karena melihat kebahagian yang tergambar di wajah mamanya. Namun berbeda dengan Nara, air matanya mengalir tanpa henti, sehingga dia pingsan.
"Nara!" Seru semua keluarganya
"Nara!" teriak Chan menepuk wajah Nara
"Nara!" Teriak Khan dan Rayhan
"Nara-ya" teriak Mika sangat panik
Chan dan khan segera membawa Nara untuk beristirahat dikamar. Para tamu sangat dikagetkan dengan kejadian itu. Mika membantu Chan dan Khan agar Sahabatnya berada di posisi yang nyaman.
"Chan" ucap Nara menangis
"Iya, aku ada di sini" ucap Chan mengusap lembut kepala Nara
"Aku rindu papa,kak" ucap Nara lemas
"Kamu harus kuat Nara" ucap kakanya menahan air matanya
"Papa pasti bahagia" ucap kakanya mencoba tersenyum
"Kak, Khan. Nara ingin sekali bertemu dengan papa" ucap Nara memejamkan matanya
"Nara, papa pasti melihat kamu bahagia. Papa juga tidak ingin melihat mu seperti ini" ucap Khan menenangkan adiknya
"___" Nara mengangguk mengerti
"Nara, Minum dulu" ucap Chan cemas
"Chan, Aku gpp kok" ucap Nara dengan tangan yang meraih wajah Chan
"Kamu, minum dulu dek" ucap Chan membantu Nara duduk
"Kamu harus kuat dek, semua orang mencemaskan mu loh" ucap Chan membantu Nara minum
"___" Nara menarik nafas, dia sudah merasa lebih tenang
"Gwenchana?" tanya Mika cemberut mendekati sahabatnya
Mereka pun kembali untuk melanjutkan pernikahan. Malam pun tiba, Nara begitu kelelahan.
"Chan, bawa Nara istirahat" ucap Bu Sri tersenyum
"Iya, mah" ucap Chan mengangguk
"Nara, pergilah dengan Suamimu" ucap Mika menggoda Nara
"Kamu, bagaimana?" tanya Nara tersenyum
"Aku ikut dengan kak Khan, tadi Kaka mengajakku" ucap Mika tersipu malu
"Jinjja?" (sungguh?) tanya Nara bahagia
"Mm, sampai bertemu lagi" ucap Mika tertawa memeluk sahabatnya
"Arrasseo" ucap Nara tersenyum
"Ayo, kita istirahat wanita ku" ucap Chan tersenyum
"Heheh" Nara terkekeh dengan ucapan suaminya
Chan dan Nara sudah berada di kamar. Begitu pula dengan Bu Sri dan Bu Dewi sudah memasuki kamar sebelah untuk beristirahat. Sedangkan Bu Anggraini dan pak David pulang ke rumahnya.
"Nara" panggil Chan lembut melepas wedding veil di kepala Nara
"Mm?" tanya Nara menatap Chan dari kaca
"Apa kamu bahagia?" tanya Chan menatap Nara di kaca
"Mm, aku sangat bahagia" ucap Nara tersenyum manis
Chan perlahan membuka dress yang dipakai Nara. Sentuhannya yang lembut, membuat Nara begitu nyaman.
"Kulitmu sungguh lembut" Ucap Chan mengelus punggung Nara
"___" Nara merangsang sentuhan Chan hingga dia tidak mampu berkata apa-apa. Nara juga melepas jas yang dikenakan Chan.
"Aku mencintaimu" ucap Chan mengecup kening Nara
"Aku juga mencintaimu" ucap Nara tersenyum bahagia
Chan sudah tidak sabar untuk menikmati malam pertamanya dengan istrinya. Dia pun mencium bibir Nara. Tanpa ada penolakan, Nara hanya mengikuti gerakan santai suaminya.
Nara sangat nyaman dengan sentuhan-sentuhan yang di lakukan Chan di tubuhnya. Dia begitu menikmatinya, begitu pula dengan Chan.
Chan perlahan meraba leher Nara, hingga ke seluruh tubuh istrinya. Dia tidak buru-buru dengan gairahnya, namun dengan santai melakukannya dengan caranya sendiri.
"Bagaimana rasanya?" Tanya Chan mengecup dada Nara
"Lembut" ucap Nara tersenyum
Chan Perlahan mencium dada Nara hingga ke payudara dan menghisapnya.
"Ahhhh" desah Nara lembut membuat Chan semakin nakal
"Ahhh, ahhhww" desah Nara menikmati kecupan suaminya
"Nara?" panggil Chan mencium bibir istrinya
"Iya?" tanya Nara membuka matanya
"Kamu sudah siap sayang?" tanya Chan to the points
"___" Nara mengangguk mengerti dengan pertanyaan suaminya
Chan sangat bahagia dengan ketersediaan istrinya untuk melayani nya. Dia pun mencium kening Nara. Dan langsung ke bagian intim suami istri.
"A a a .. sakit" teriak Nara kesakitan
"Tahan sayang" ucap Chan berusaha menjebol kan keperawanan istrinya
"A aaaa aaa... Sakit, sakit." teriak Nara meneteskan air matanya
"Sedikit lagi ya sayang" Ucap Chan dengan usahanya
"Untung saja kamar ku kedap suara" batin Chan terkekeh
"Akhirnya, berhasil juga" ucap Chan dengan keringat yang bercucuran
"Hah? Sudah masuk yah?" Tanya Nara kaget
"Iya sayang" ucap Chan perlahan memasang aksinya
Mereka mulai sangat bergairah, karena rencana Bu Dewi dan Bu Sri, yang membuat obat perangsang untuk mereka berdua.
"Ah ahhh ahh" desah Nara menikmati goyangan suaminya
"Aww ahh... Ahhh uhhhh ahhh" Nara sangat menyukai gerakan Chan
"Gimana sayang? enak?" tanya Chan melanjutkan gerakannya
"___" Nara mengangguk