You're My First Love

You're My First Love
Nara Batal Pergi



"Huk..uhukk.. a aapa? Tanya Chan menatap Nara


"Aku akan kembali ke Korea" ucap Nara membereskan piringnya


"___" Chan terdiam mendengarkan ucapan Nara


"Chan" ucap Nara mendekatinya


"Aku akan kembali pada Hyun Jae" ucap Nara menatap Chan yang tertunduk


"A apa?" tanya Chan gak percaya


"Aku akan Menikah dengannya, lagi pula kamu tidak membutuhkan ku" ucap Nara sedikit kesal karena Chan tidak peka dengan perasaannya


"Bagus lah" ucap Chan sedikit kecewa


"___" Nara mengangguk senyum tipis


"Aku akan pergi ke rumah nenek. Kalau kamu masih ingin di sini tinggallah lebih lama" ucap Chan mengambil kunci mobilnya


"Aku juga akan pulang, banyak yang harus ku siapkan" ucap Nara sedikit marah


"Kamu marah?" tanya Chan meninggikan nada suaranya


"Tidak, hanya saja kamu tidak peka" ucap Nara mengambil tasnya dan keluar dari rumah Chan


"Sial" ucap Chan mengusap kasar wajahnya


Nara pulang ke apartemennya dan menyiapkan keperluannya untuk kembali ke Korea, sedangkan Chan pergi ke rumah neneknya.


"Chan?" tanya Bu Dewi heran


"Nenek" ucap Chan memeluk Bu Dewi


"Kenapa cucu nenek?" tanya Bu Dewi mengusap punggung Chan


"Chan hanya ingin istirahat sebentar nenek" ucap Chan tersenyum


"Kalau begitu nenek rapikan kasur dulu yah" ucap Bu Dewi tersenyum


"Tidak perlu nenek, Chan tidak apa-apa" ucap Chan menaiki tangga


Keesokan paginya Nara sudah berpamitan pada keluarganya. Khan mengantarnya ke bandara karena perintah pak David.


Nara juga sempat berpamitan dengan mu Dewi. Chan terbangun dari tidurnya, dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 08:30.


Dia segera bangkit dari kasur dan berjalan perlahan keluar dari kamarnya.


"Chan. Tadi Nara pamit sama nenek, katanya dia akan kembali ke Korea." ucap Bu Dewi menyiapkan sarapan cucunya


"Jadi Nara sudah pergi nenek?" tanya Chan menghampiri Bu Dewi


"Iya, apa kamu gak tau?" tanya Bu Dewi penasaran


"Sudah lah nenek, tidak perlu dibahas" ucap Chan kembali ke kamarnya


"Apa mereka bertangkai?" batin Bu Dewi kemudian menghampiri Chan


"Chan, ada apa?"


"Tidak apa-apa nenek" ucap Chan dengan wajah sedih yang tak bisa di tutupinya


"Kamu sayang kan sama Nara?" tanya Bu Dewi menatap Chan


"Apa artinya sayang nenek, dia akan menikah dengan yang lain" ucap Chan meneteskan air matanya


"Kamu tidak boleh lemah Chan, kejar dia jika kamu menyayanginya, jangan sampai orang lain yang memilikinya" ucap nenek mendukung cucunya


"Benarkah?" tanya Chan mengusap air matanya


"Jika kalian memang ditakdirkan bersama, kamu pasti masih menemukan Nara" ucap Bu Dewi


"Baiklah nenek" ucap Chan bangkit dan berlari keluar kamarnya


"Hati-hati Chan, semoga berhasil" ucap Bu Dewi tersenyum


Chan pun meneguk jus yang dibuat oleh Bu Dewi untuknya dan segera mengambil kunci mobil.


Di perjalanan Chan berharap masih dapat menemukan Nara di bandara. Dia pun semakin cepat melajukan mobilnya.


"Tunggu aku Nara" batin Chan meneteskan air matanya


Di bandara, Nara sedang menunggu jam keberangkatannya. Tampak dari gerak geriknya dia sedang menunggu Chan. Dia juga berharap agar Chan datang dan membatalkan keberangkatannya. Karena hatinya hanya untuk Chan seorang.


"Chan" batin Nara menghelai nafas


"Nara, kabarin Kaka yah kalau sudah sampai" ucap Khan tersenyum


"Iya kak, pasti" ucap Nara dengan senyum tipis


"Itu pesawat yang akan kamu tumpangi kan dek?" tanya Chan mendengarkan nama pesawat yang akan berangkat


"Nara!" panggil Khan melihat adiknya sedari tadi melamun


"A a.. Kenapa kak?" tanya Nara tersadar dari lamunannya


"Astaga.. pesawat yang akan kamu tumpangi akan segera take off Nara" ucap Khan perlahan


"B benarkah?" tanya Nara melihat sekelilingnya


"Ya sudah. Kamu jaga diri baik-baik ya dek" ucap Khan memeluk adiknya


"Iya kak. Kaka juga yah" ucap Nara sedikit kecewa karena Chan tidak datang


"Sampai jumpa Nara" ucap Khan dengan mata yang berkaca-kaca


"Iya kak" ucap Nara melangkahkan kakinya perlahan


"Nara!" panggil Chan berlari


"Chan?" ucap Khan melihat kedatangan temannya


"___" seketika langkah Nara terhenti


"Chan" batin Nara dan melihat ke belakangnya


"Nara! Tolong jangan pergi" ucap Chan masih berlari


"Nara! Tolong jangan tinggalin aku" ucap Chan memeluk Nara


"___" Nara terdiam namun merasa bahagia


"Tolong jangan pergi" ucap Chan menangis


"Aku minta maaf, sudah marah pada mu" ucap Chan masih memeluk Nara


"Tolong Nara" ucap Chan memohon pada Nara


"___" Khan terharu melihat adiknya dan Chan


"Tinggallah bersama ku" ucap Chan menyentuh pipi Nara


"Bolehkah?" tanya Nara meneteskan air mata


"___" Chan mengangguk dan kembali memeluk Nara


Akhirnya Nara tidak jadi berangkat ke Korea. Khan juga merasa bahagia karena adiknya. Chan meminta izin pada Khan membawa Nara kerumahnya. Khan mengizinkannya namun tidak untuk bermalam di rumah Chan.


Sesampainya di rumah, Chan memeluk Nara sangat erat.


"Makasih Nara" ucap Chan mencium bibir Nara


"Aku juga menginginkannya" ucap Nara tersenyum


"Kamu juga menginginkannya? lalu kenapa kamu mau pergi?" tanya Chan tidak peka


"___" Nara hanya tersenyum


"Ya sudah. Yang penting kamu di sini sekarang." ucap Chan mengusap lembut rambut Nara


Mereka pun di rumah seharian, tak ingin kemana-mana. hanya duduk santai menikmati kebersamaan mereka.


"Nara bagaimana kalau besok malam kita makan di restoran?" tanya Chan menatap Nara


"Boleh" ucap Nara menatap Chan


"Besok aku kabarin jam berapa yah, soalnya aku juga mulai masuk kantor lagi besok" ucap Chan bahagia


"__" Nara mengangguk tersenyum


Chan mengantarkan Nara ke rumah Khan, bibi dan pamanya tidak tahu kalau Nara tidak jadi berangkat.


Nara juga sudah memberitahu pada Hyun keberangkatannya di batalkan. Keesokan paginya, Nara melihat taman Khan yang tidak terurus karena asistennya sedang cuti. Seharian Nara menata taman hingga rapi seperti semula.


"Huhh.. akhirnya selesai juga" ucap Nara menghelai nafas


dertt derttt dertt


"Chan" batin Nara dan langsung mengangkatnya


"Halo" ucap Nara tersenyum


"Halo, Nara kamu siap-siap aja yah. gak lama lagi aku akan menjemputmu" ucap Chan tersenyum


"Baiklah" ucap Nara tersipu malu


"Sampai nanti" ucap Chan menutup teleponnya


"YESS" batin Nara berbunga-bunga


Nara pun segera membersihkan dirinya dan memakai riasan yang natural. Dia sudah memilih baju yang tepat untuk malam ini.


1 jam kemudian Chan tiba di rumah Khan. Dia sudah siap untuk melanjutkan hubungannya dengan Nara.


"Wahh sudah datang aja bro" ucap Khan yang baru saja selesai Menganti pakaiannya


"Iya bro. Nar_"


"Nara, ada tuh di kamar, belum siap dandan dia" ucap Khan terkekeh mengerti dan memotong pembicaraan Chan


"___" Chan mengangguk tersenyum


"Mau ikut Khan?" tanya Chan menawari temannya


"Enggak bro, di rumah aja. Capek kerja seharian" ucap Khan mengerti keadaan


"Iya sih" ucap Chan terkekeh


"Bentar ya Chan, aku panggil Nara" ucap Chan bangkit berdiri


"Nara!" panggil Chan mengetuk pintu


"Iya kak, aku udah selesai" ucap Nara membuka pintu


"Wahh.. adik Kaka sungguh cantik" ucap Chan memuji adiknya


"Kaka bisa aja" ucap Nara tersenyum


"___" Chan terpesona melihat kecantikan Nara hingga dia tidak mampu berkata apa-apa



"Sudah sana, Chan udah nungguin dari tadi" ucap Khan tersenyum