Villain'S

Villain'S
Bab 5. Orang gila didalam sel



"Hmph, menjijikan!?" ujar Jiafen sembari melangkah pergi.


Klang


Tidak lama pintu tertutup lagi.


Tiga hari berlalu, Zhen masih berada didalam ruangan tersebut. Ruangan yang hanya memiliki satu lampu. Sesekali Jiafen datang untuk melampiaskan amarahnya pada Zhen. Dia memang perempuan gila.


"Uugh…" Zhen bangun dengan tubuh yang penuh memar. Beberapa jam berlalu setelah kepergian Jiafen. Rasanya sekarang dirinya sudah seperti tawanan. Ia mengais jerami seperti mencari sesuatu. Terlihat tiga buah buku dan sepucuk surat. Sebelum diseret kemari, dirinya sempat mengambil buku dan surat tersebut. Di surat tersebut tertulis ketiga buku ini adalah buku seni bela diri yang ditinggalkan Huai Yu untuknya.


Buku pertama, berisi tentang teknik kultivasi yang diciptakan oleh Huai Yu sendiri. Teknik The Heavenly Destroyer. Buku yang kedua, berisi tentang jurus 7 rantai neraka. Dan yang terakhir buku ketiga, berisi tentang penguasaan api sejati.


Pertama, teknik kultivasi The Heavenly Destroyer. Ada banyak sekali teknik kultivasi di dunia ini. Dari yang paling rendah sampai yang tertinggi bahkan tingkat surgawi. Zhen belum tahu pada tingkatan apa teknik kultivasi Qi yang diciptakan ibunya ini.


"Tunggu apa lagi? Cepat pelajari!? Kenapa kau hanya diam saja?" tanya Qiyu, kabut hitam yang menjelma menjadi burung gagak. "Jangan bilang kau masih berduka dan malas melakukannya?" tanya Qiyu dengan galak.


Tuk tuk tuk


Qiyu mematuk kepala kecil Zhen dengan paruhnya, "Sadarlah Ming Jiazhen!? Ini bukan waktunya kau ragu. Kau itu perlu bertambah kuat demi aku, kau, ibumu, juga Mei, ingat?"


Zhen menggapit paruh burung itu sembari mendorong Qiyu dari bahunya, "Diam atau kau akan kumakan!?" ancamnya. Ia mengambil buku kultivasi. Pada tahapan kultivasi umum biasanya terbagi menjadi sembilan, yaitu :




Lianqi




Juyuan




Zhuji




Bigu




Jindan




Yuanying




Chuqiong




Dujie




Yuzhou




Sedangkan didalam teknik The Heavenly Destroyer terdapat tiga tingkatan.






Immortal




Transcendent




Pada setiap tingkatannya harus melewati kesembilan ranah umum.


Zhen duduk bersila, ia menempatkan kedua tangannya ke dekat bagian pusar dengan jari tangan yang membentuk oval. Memejamkan matanya rapat rapat. Mengatur pernafasannya dengan tenang dan teratur membiarkan Qi secara alami memasuki tubuhnya.


Pada alam bawah sadarnya Zhen melihat bagian tubuhnya yang gelap mulai di aliri Qi. Tubuhnya jadi dipenuhi dengan aliran Qi biru.


Di luar kesadaran Zhen, Qiyu memperhatikan Zhen yang sedang berkultivasi. Seketika dia terbelalak kaget ketika menyadari Zhen baru saja naik tingkat. Tubuh bocah itu bersinar memancarkan cahaya merah. Awalnya cahayanya redup, tapi lama kelamaan cahayanya berubah menjadi sangat terang. "A apa yang terjadi? Dia naik berapa tingkat?" tanyanya bingung. Baru kali ini ia melihat cahaya seterang itu. 'Tunggu, apa jangan jangan… anak ini jenius? Hah, yang benar saja, psikopat ini jenius?' pikirnya tidak percaya.


Beberapa saat kemudian


Zhen membuka matanya lagi. Ia merasa telah terbangun lama dari tidur yang panjang.


Nyuut


"Agh!?" ia memegang kepalanya yang berdenyut. Kalau kepalanya sakit, artinya ini sudah tengah malam. Qiyu juga pasti sudah kembali masuk ke jiwanya. Ia tidak tahu sudah berapa tingkatan yang ditembusnya. 'Qiyu bilang teknik kultivasi ini adalah tingkat surgawi, Bahkan dengan tingkat surgawi aku tetap sakit kepala. Apa aku harus mulai membunuh seseorang untuk meredakan sakitnya?' ia melirik ke arah pintu, tepat didepan sana ada dua orang penjaga yang menjaga tempatnya. Meskipun tidak melihatnya langsung, namun mata naganya dapat memperlihatkan aliran Qi di luar. 'Tidak, itu hanya akan mengundang kecurigaan Jiafen saja. Dia bisa membunuhku jika itu terjadi.' pikirnya lagi.


...***...


9 (sembilan) tahun kemudian


Trak


"Makan!?" ujar seorang penjaga memberi makan. Zhen bangun dengan tangan gemetar, ia merangkak menuju pintu mengambil makanan yang diberikan. Sekuat mungkin ia mengulurkan tangannya yang di rantai untuk mengambil makanan. Sedikit demi sedikit tangan kurusnya mencapai piring.


Roti berjamur dan air putih. Adalah makanan sehari harinya. Selain itu ada sup basi. Sebuah keajaiban dirinya masih bernafas.


Zhen memakan roti dengan lahap. Rasanya sampah dan baunya juga sampah. Tapi berkat ini ia tidak kelaparan. Sebenarnya roti berjamur lebih baik dari pada sup basi. Rasa sup basi seperti muntahan, sedangkan roti berjamur hanya seperti sampah saja. "Uhuk uhuk uhuk!?" Zhen meminum air putih nya. "Rasanya sampah." ujarnya. Ia melempar roti keras itu ke pintu sampai membuat suara.


Tang


Pintu terbuka memperlihatkan penjaga itu lagi, "Ada apa?"


"Berikan aku makanan!?" pintanya.


"Kau baru saja membuang makananmu, baj*ngan!?"


Zhen melipat tangannya ke depan dada, "Itu bukan makanan baj*ngan!? Aku ingin roti yang masih hangat!?"


Penjaga itu menahat urat marahnya, "Tisak ada. Makanan yang tersisa hanya itu." Penjaga itu memperhatikan Zhen dari atas sampai bawah. Rambut yang hitam panjang menyentuh lantai, kulit seputih susu hanya sedikit pucat, wajahnya cantik dengan mata vertikal semerah ruby meskipun pipinya sangat tirus. 'Dia laki laki, tapi sangat cantik, aku penasaran bagaimana rasanya.' pikirnya dengan wajah mesum memerah disertai tatapan mesum. "Kalau kau mau, kau bisa melayaniku dan aku akan memberikan jatah makanku!?" ujar penjaga mesum tersebut.


Zhen melebarkan matanya kaget dengan tawaran tidak senonoh yang di tawarkan padanya. Apa bahkan dirinya sudah tidak dipandang sebagai pria? "Hah… ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……" ia tertawa lepas membuat si penjaga itu makin kebingungan.


"Sialan, apa kau gila?"


 Zhen menghentikan tawanya lalu tersenyum, "Kebetulan sekali, aku sangat lapar dan aku bosan memakan roti berjamur. Jadi, kemarilah~ tuan~" ujarnya ala wanita penggoda.


Langsung saja pria itu tersenyum senang sembari membuka pelindung bajunya. Dia melempar senjatanya asal ke sembarang arah. Dengan tatapan tak sabar dia meneteskan air liur. SANGAT - MENJIJIKAN. Itu yang Zhen pikirkan meskipun wajahnya tersenyum.


Penjaga itu mulai menjekat dengan tangan kotornya. Meraba bahu Zhen, "Tuan, kenapa kau sangat jauh? Kenapa tidak mendekat sedikit lagi?" tanya Zhen sembari memegang kepala si penjaga dengan lembut.


"Ya ampun, tidak kusangka ternyata kau sangat bersemangat!?" Pria itu makin mendekat seperti yang diharapkan Zhen.


Namun tiba tiba saja belaian lembut itu menjadi jambakan perih dengan hanyapan kepalanya ke lantai. "A apa yang__ ukhr ukh…" semua terjadi begitu cepat. Anak laki laki cantik yang dia kita lemah itu kini berada di belakangnya sambil melilitkan rantai ke lehernya. Lalu terdengar suara cekikikan dari belakangnya. Suara seseorang yang tertawa kegirangan.


"Khi khi khi khi khi khi khi khi khi, tuan~ apa kau menikmatinya? Kalau aku, aku sangat menikmatinya~ Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" malam itu adalah kali pertama ia melakukan pembunuhan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...