
Terlihat ekspresi kagum campur bahagia yang tercetak di wajah Zhen. Mulutnya menganga melihat kucing kecil di pinggir jalan. Tatapannya berbinar binar layaknya melihat permata paling indah. "Makhluk kecil lucu menggemaskan macam apa ini?!" ujarnya bersemangat sembari mengangkat kucing kecil berbulu merah dan bermata merah.
Meaong~
Seperti mengerti apa yang dikatakan Zhen, kucing itu menjilati tangan yang memegangnya erat. Lidah kecilnya sungguh menggelitik kulit putih pemuda itu. seketika pipinya langsung merona.
"Heh, perempuan!? Lihat!? Bukannya dia menggemaskan sepertiku?" serunya sembari membandingkan kucing kecil disamping wajahnya.
Youyi menatap aneh pemuda didepannya. Dia tidak pernah bertemu seseorang senarsis ini sebelumnya. Youyi menatap kucing disamping wajah Zhen. Sangat jelas tatapan kucing itu menatapnya tajam. Dari tatapannya dia tahu bahwa kucing itu tidak menyukainya. Di tambah lagi dengan ekspresi kucing itu yang kelihatan galak. "Iya." jawabnya sambil mengalihkan perhatian.
'Dasar bocah sialan!? Sudah kubilang namaku Youyi, kenapa masih juga memanggilku perempuan!? Tapi…' Youyi melirik diam diam Zhen yang masih mengagumi kucing merah tersebut. Samar samar pipinya tampak merah, 'Karena dia masih kecil mungkin tidak apa apa.'
"Cepatlah, malam semakin larut. Jika kita tidak cepat maka penginapannya akan tutup." seru Youyi.
Zhen melepaskan kucing di gendongannya ke jalan. Ia tampak sedih harus berpisah dengan teman yang baru ia temui. "Hiks… jaga dirimu baik baik… aku juga akan menjaga diriku baik baik…" kata katanya seakan mereka akan berpisah selamanya.
Dengan begitu mereka pergi meninggalkan kucing kecil itu di jalanan.
Mereka berdua menelusuri jalanan mencari penginapan terdekat. Ketika Youyi fokus mencari penginapan, Zhen berhenti melihat pedagang kaki lima di pinggir jalan. Ia terpesona dengan topeng topeng yang dijual pedagang tersebut. Apalagi dengan topeng setengah wajah berbentuk kucing berwarna hitam bergaris merah.
"Nak, apa kau tertarik dengan topeng ini?" tanya seorang pria siluman anjing. Dia bermulut dan bertelinga anjing, juga ada ekor coklat di pantatnya. "Jika kau tertarik akan kuberikan diskon setengah harga, bagaimana?" tawarnya.
Youyi terlihat kesusahan karena seseorang tiba tiba menghilang. "Dimana dia? Apa dia tidak tahu kalau waktu adalah emas?" ujarnya kesal. 'Tapi, jika dia menghilang bukannya aku bisa kabur? Benar juga, kenapa aku tidak kabur saja dan melaporkannya pada master.' pikirnya yang berencana untuk kabur. Baru saja dia tersenyum jahat memikirkan rencana kaburnya, seseorang tiba tiba memanggilnya.
"Heh!? Perempuan!? Kemari!?" panggil Zhen.
Senyum jahat Youyi hilang mendapati Zhen tidak jauh darinya. Dia menghela nafas panjang dengan kenyataan ini. "Kemana saja kau?" tanyanya yang sudah berada di tempat Zhen.
"Belikan aku ini!?" ujarnya sembari menunjukkan topeng yang dipegangnya.
"Kenapa tidak pakai uangmu saja?"
"Aku tidak punya uang!? Hmph!?" jawabnya sembari memalingkan wajah sombongnya.
Youyi memelototi pemuda kecil menyebalkan di hadapannya. 'Kenapa aku tiba tiba menjadi pengasuh bocah menyebalkan ini?' pikirnya merasa jengkel. Akhirnya Youyi merogoh kocek untuk membayar topeng yang diinginkan Zhen.
...***...
Ssshhhh
Seekor ular hijau terlihat menggeret tubuhnya menuju ke sebuah tempat yang sepi dan gelap. Disana sudah ada seorang pria yang menunggunya. Ular itu naik ke atas tangan seorang pria tersebut.
"Hmm~jadi kau menemukannya ya? Kerja bagus." ujar pria itu memuji ular peliharaannya. Setelahnya ular itu menyusup masuk ke dalam jubahnya. "Aku datang~ hadiahku~" Lejara pergi dengan ekspresi bahagia di wajahnya. "Aku tidak tahu si Sion itu pergi kemana, tapi dia harus berterima kasih padaku karena telah menyelesaikan tugasnya." ujarnya.
...***...
Zhen menatap datar topeng ditangannya. Mulai dari sekarang dirinya akan melakukan banyak hal hal buruk. Tapi meski begitu ia tidak berencana mengungkapkan identitasnya kepada dunia. Memakai topeng untuk menutupi identitasnya bukan ide yang jelek.
Ssshhh
Seekor ular tampak diam diam mendekat. Awalnya ular itu ingin menancapkan taringnya, namun belum ada satu gigitan sebuah jarum tertuju padanya.
jleb
Dalam sekejap Zhen melempar jarum perak, senjata tersembunyinya di balik baju.
Suara tepukan tangan seseorang terdengar dari arah jendela kamar.
Zhen segera terperanjat ketika seorang pria berjubah putih dan berkulit hijau duduk di pinggir jendela. "Sangat hebat!? Tapi apa kau juga bisa menahan serangan ini?" keluar banyak sekali ular hijau dari balik jubah Lejara si manusia ular. Ular ular itu menyerang Zhen secara bersamaan.
Dirinya ingin membakar habis ular ular itu. Tapi tiba tiba saja ia berhenti, 'Jika aku membakarnya, penginapannya akan ikut terbakar. Kalau begitu…' Zhen mensummon makhluk dari dunia bawah sebagai gantinya. Terlihat sebuah lingkaran penuh mantra bercahaya hutam kebiruan memunculkan sesosok makhluk tanpa wujud tetap.
Makhluk itu berupa bayangan hitam dengan mata merah. Dia menyebarkan seluruh tubuhnya yang sebuah bayangan menelan seluruh ular yang mendekat.
Lejara mengernyit melihat ular ularnya habis tertelan makhluk aneh. Akhirnya dia berniat untuk bertindak secara langsung. Dia melesat menuju Zhen dengan tangannya yang bersiap menyerang.
"Perempuan!? Bunuh dia!?"
Seperti sudah bersiap sebelumnya, Youyi datang entah dari mana dan langsung berhadapan dengan Lejara. Wanita itu melirik Zhen yang tampak tak begitu baik. Bisa dilihat dari bawah matanya yang menghitam dan bibirnya yang semakin pucat. Tatapannya juga kelihatan kesal.
Karena sudah terpojok oleh Youyi, Lejara berniat untuk mundur. 'Sialan, dia membawa pengawal yang cukup kuat!? Apa boleh buat, sebaiknya aku mundur.' Lejara berlari ke arah jendela berniat kabur.
"Tunggu sebe_"
"Aagghh!?"
Makhluk hitam yang telah memakan habis ular ular Lejara kini memakan pemilik dari ular ularnya.
Youyi terbelalak melihat makhluk hitam itu memakan habis tubuh Lejara. Hanya menyisakan baju dan jubahnya., Dia langsung berlari ke arah Zhen untuk melindunginya, "Hati hati!? tetap dibelakangku." ujarnya. 'Itu, makhluk dari dunia bawah. Bagaimana bisa makhluk itu ada disini?' pikirnya penasaran.
Selesai makan makhluk bayangan pergi keluar lewat jendela. "Dia pergi?!" Youyi berniat mengejar makhluk tersebut. "Kau tunggu disini, aku akan mengejar makhluk itu." dia berlari keluar kamar mencari makhluk bayangan yang kabur. Mau bagaimana lagi dirinya terlalu penasaran.
Tanpa memberi Youyi penjelasan dan ia juga tak berniat menjelaskan, jadi biarkan saja dia berlari sia sia mengejar makhluk summonan'nya. "Makan saja lah." ujarnya sembari keluar kamar.
...***...
"Zhuzhu sayang~ kau dimana~ jangan meninggalkan kakek di dunia yang kejam ini~" teriak Chen Zinyu mencari cucunya yang biasa kabur. "Kakek janji akan memberimu banyak daging nanti!?" bujuk rayunya.
"Aneh, biasanya dia keluar kalau aku bilang daging." ujarnya merasa aneh. Tak lama ia melihat Zhu'er sedang duduk di pinggir ruko tutup persis seperti gelandangan. Seketika wajahnya langsung senang melihat Zhu'er tidak apa apa. "Hooh, kau membuat kakek khawatir. Sekarang ayo pulang~" ajaknya sembari menggandeng tangan Zhu'er.
Dalam perjalanan pulang, mereka melihat seorang gadis yang tampaknya mencari sesuatu. Gadis itu menghampiri mereka.
"Senior, apa senior melihat makhluk hitam yang seperti bayangan, dia memiliki mata berwarna merah." jelas Youyi.
"Makhluk hitam yang seperti bayangan dan bermata merah? Hmm biar kuingat makhluk seperti itu…" Chen Zinyu memikirkan sesuatu. Zhen. Bukankah bocah itu mirip dengan yang dideskripsikan? "Sepertinya tidak. Dari tadi aku sibuk mencari cucuku yang kabur. Maaf aku tidak bisa membantu banyak." ujarnya.
"Ah, tidak apa apa." Youyi melirik Zhu'er di samping Chen Zinyu.
"Ggrrr!?"
Dia terkejut melihat gadis itu menggeram padanya seperti hewan buas. Tatapannya menatapnya jengkel, dan terasa ada rasa permusuhan. Seperti kucing merah yang di temui Zhen sore itu. "K kalau begitu aku permisi, senior." sebaiknya dirinya buru buru kembali sebelum di cakar.
"Oh!? Ya ya…" setelah mereka agak jauh Chen Zinyu baru mengatakan, "Zhuzhu sayang~, jangan menggeram pada orang yang baru kau temui. Itu tidak sopan."
"Hmph."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...