
"Pemimpin!? Pemimpin Klan!? Pemimpin Klan!?" teriak salah seorang prajurid dari Klan Iblis Langit.
Didalam aula pertemuan salah seorang penjaga berlari terengah engah. Semua yang hadir merasa makin penasaran dengan kabar yang akan dikatakan penjaga tersebut. Sebab hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.
"Ada apa?" tanya Zhukara dengan nada yang serius.
"D didepan!? Didepan ada orang gila bertopeng yang mengaku sebagai leluhur!? Dia mengatakan sambil berteriak kalau dia adalah leluhur Klan Iblis Langit!" lapornya tergesa gesa.
Zhukara mengernyit mendengar laporan penjaga tersebut. "Leluhur?! Itu tidak masuk akal!? Dimana orang gila itu sekarang?" tanya lantang.
"S sekarang orang gila itu sedang menghajar penjaga lain di lapangan depan."
Zhukara berdiri dari duduknya. Dia berjalan menuju tempat yang dikatakan penjaga yang melapor.
Di sisi lain Aruxi jadi penasaran dengan orang gila tersebut. Orang gila macam apa yang berani mengaku sebagai leluhur Klan Iblis Langit. 'Siapapun itu dia pasti bukan tandingan ayah!?' pikirnya. Karena ayahnya adalah yang terkuat didalam klan.
...***...
Sesampainya di lapangan depan, Zhukara melihat banyak mayat penjaga yang terkapar. Di tengah tengah semua itu dia melihat seseorang yang memakai topeng. "SIAPA KAU SIALAN?!" teriaknya keras. Dari raut wajahnya tampak dia sangat marah dengan situasi tak terduga ini.
Zhen menengok ke arah Zhukara yang sekarang tepat berada dj depannya. Pria itu masih tampak sama seperti sebelumnya. Dia dua kali lipat lebih tinggi dan besar dari penjaga yang ada di pintu masuk. Zhen hanya sepatas pinggang dari Zhukara sekarang. "Dasar anak durhaka!? Apa kau tidak mengenali leluhurmu sendiri?" tanya Zhen.
Zhukara menatap heran bocah didepannya, "Leluhur apa maksudmu?"
"Kau pikir aku tahu? Aku tidak tahu!?" jawabnya terasa ambigu. Tapi anehnya dia sangat percaya diri mengatakannya.
Bahkan para eksekutif dari klan iblis langit merasa kalau jawabannya ambigu.
"Pemimpin klan, lebih baik kami saja yang mengurus bocah gila itu!?" usul salah satu eksekutif.
"Benar pemimpin klan, anda tidak perlu mengotori tangan anda dengan darah orang gila."
Zhukara menatap lalang Zhen, "Tidak, aku ingin menghajar bocah ini dengan tanganku sendiri!?" ujarnya dengan senyum lebar yang tak sabar memulai pertarungan. Dia merasakan kekuatan yang besar dari bocah didepannya. Entah ini adalah hari keberuntungan atau kesialannya. Namun berhadapan dengan sosok yang kuat, itu tidak buruk juga.
Duar
Tanpa aba aba Zhukara langsung menyerang Zhen. Pantai yang menjadi tempat berdirinya Zhen seketika retak menjadi beberapa bagian.
Dengan cepat Zhen menggunakan qingong untuk menghindar. Jika tidak, mungkin dirinya sudah hancur seperti lantai yang dipukul Zhukara. 'Kekuatannya, tidak main main.' pikirnya. Dari catatan di daftar, Zhukara menggunakan teknik gods of straight sebagai teknik kultivasinya. Teknik itu hanya berfokus untuk menambah kekuatan dalam serangan. Sedangkan dalam aspek psikis atau aspek lainnya teknik itu sangat lemah.
Zhukara mulai menggunakan qingongnya untuk mengejar Zhen. "HA HA HA HA HA HA HA, KENAPA KAU TERUS MENGHINDAR?! APA KAU TAKUT?" Zhukara terlihat sangat senang dalam pertarungan. Dia memang penggila dalam bertarung. Namun, bukan hanya dia yang gila bertarung. Tapi juga bocah yang dilawannya adalah maniak bertarung.
"MANA MUNGKIN~!? KHA HA HA HA HA HA HA HA HA…" tawanya bersamaan dengan tawa Zhukara.
"Mereka musuh, kan?"
"Tentu saja musuh. Kalau bukan lalu apa? Leluhur?"
Bahkan orang orang yang menonton pertarungan mereka merasa kalau mereka bukan musuh melainkan hanya kawan lama yang sudah lama tak bertemu.
Dulu Zhen hanya sekedar suka diam diam memperhatikan pertarungan orang lain. Namun sekarang, ketika merasakannya dan mengalaminya sendiri rasanya benar benar berbeda. Ia sampai berpikir, 'mungkin ini yang namanya kebahagiaan' tapi sayangnya kesenangannya hanya ada ketika bertarung.
Dan untuk kembali merasakan kesenangannya lagi, bukankah ia harus bertarung? Karena berpikir seperti itu lama kelamaan dirinya menjadi seperti maniak otak otot didepannya.
Tapi, dua maniak yang saling bertarung, apa jadinya?
Zhen mengibaskan cakaran besar berwarna hitam yang menghancurkan lantai lapangan.
Duak
Dengan kekuatannya yang besar Zhukara menahan cakar besar terdebut dengan tangannya. Kekuatannya sangat besar hingga otot bisetnya robek. "AaaAAGHH!?" Zhukara membalikkan cakaran besar itu pada Zhen.
Segera Zhen menghindar dari serangannya sendiri yang dibalikkan. "Hukh uhuk!?" Zhen mengusap darahnya. Meskipun harus menanggung sakit karena spiritual yin, batuk darah seperti ini tidak akan bisa menghalanginya untuk bertarung.
"Heh, ada apa? Apa kau butuh tempat tidur nak? Ha ha ha ha ha ha ha…" ledeknya pada Zhen. Darah dari robeknya otot di tangannya masih terus mengalir. Hebatnya dia masih bisa meledek orang lain dengan lawakan orang tua.
"Perhatikan dirimu sendiri saat meledek orang lain pak tua!?" balas Zhen.
"Hmph, luka seperti ini hanya luka kecil. Aku yakin kau masih bisa bertarung, karena itu…" senyum licik di wajah Zhukara membuat Zhen merasa curiga dengan apa yang akan dilakukan pria itu.
Tubuh besar pria itu menjadi sedikit membesar, luka di tanganya seketika sembuh, dan yang lebih menonjol adalah kulitnya yang coklat berubah warna menjadi emas. Ini adalah teknik rahasianya, Gold Body Still. "WA HA HA HA HA HA HA HA HA APA KAU BISA MELAWANKU SEKARANG?" teriaknya dengan tawa yang lantang.
'Gold Body Still, kulitnya akan sekeras emas dan dapat menyembuhkan luka dengan cepat. Itu teknik rahasia yang diwariskan secara turun temurun untuk pemimpin Klan Iblis Langit. Merepotkan.' Zhen harus mencari cara agar dapat mengatasi teknik merepotkan itu.
"BUAHA HA HA HA HA HA HA AKU DAPAT MELIHAT KEKALAHAN DI WAJAHMU!? AKUI SAJA KEKALAHANMU BOCAH!? AKU, ZHUKARA LAH YANG PALING HEBAT!? WA HA HA HA HA HA HA HA HA HA……" teriaknya penuh semangat.
Sedangkan Zhen menekuk wajahnya mendengar tawa menyebalkan pria dewasa yang kekanak kanakan itu. Saking kesalnya Zhen melempar sebuah belati ke rongga mulut pria besar itu.
Akan tetapi tidak seperti yang dibayangkan, Zhukara menangkap belati yang dilempat menggunakan giginya. "Cih, dasar licik!? Eh? Kemana dia?" tiba tiba Zhen menghilang dari hadapannya.
"Ayah!? Awas!?" peringat Aruxi dari kejauhan.
"Hmph, serangan receh!?" Zhukara menangkis pedang yang akan Zhen tebas dari belakang menggunakan kulitnya yang sekeras emas.
Klang
Jleb
Terlihat tangan emasnya menembus tubuh Zhen. Senyum kemenangan terukir diwajahnya. "Aku men_ a apa ini?" tiba tiba tubuh Zhen berubah menghitam dan hilang seperti kabut. "Ilusi?"
Slash… slash… slash…
Pisau pisau hitam nan besar bermunculan dari bawah tanah mengincar Zhukara. Pria itu tentunya menghindari semua serangan. Kecepatannya berkurang karena menggunakan teknik Gold Body Still. Sedangkan kecepatan pisau raksasa ini semakin lama semakin bertambah cepat.
Sraat… sraat
Beberapa kali dia tertebas namun berhasil sembuh. Zhukara melirik Zhen yang berada dalam keadaan terburuknya. 'Ini kesempatanku!?'
Zhukara melesat jauh menuju Zhen menyiapkan serangan besar di kedua tangannya. Dia menyiapkan jurus pamungkasnya untuk membunuh bocah ini.
Dengan cepat Zhen menahan serangan Zhukara dengan kekuatan gelapnya.
"Mati ka_" Zhukara membelalakkan matanya menatap mata Zhen. "Siapa kau?" tanyanya ketika melihat mata merah vertikal dengan putih yang berganti hitam. Tidak sempat dijawab, tiba tiba saja energi internalnya mengalir keluar dengan sendirinya memasuki tubuh Zhen.
Saat ini, Zhen sedang menyerap energi internalnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...