Villain'S

Villain'S
Bab 28. Elixir berharga



Pil Divine Dragon adalah pil tingkat surgawi yang hanya bisa dibuat oleh master dengan tingkatan yang berbeda. Master yang membuatnya bisa dihitung dengan jari dalam beberapa ratus tahun. Ya, memang se-langka itulah pil Divine Dragon. Dan se-jenius itulah master yang membuatnya.


Dalam bentuknya bulat seperti pil biasa, warna pil berwarna emas dengan ukiran naga dan awan di permukaannya. Ada banyak ahli kultivator yang menginginkan pil ini. Bahkan kultivator dunia atas yang terkenal lebih tinggi dari kultivator dunia tengah sangat mengagumi kehebatan pil divine dragon. Karena pil divine dragon hanya bisa dibuat di dunia tengah, banyak dari kultivator dunia atas yang melintasi gerbang dunia hanya untuk mendapatkannya.


Karena Zhen tidak mengerti soal masalah ke'pil'an, ia hanya akan bertanya pada Li Zheyang sang ahli yang membuatnya. "Bagaimana caraku mengonsumsinya?" tanyanya. Baru kali ini ia merasakan bagaimana mengonsumsi elixir.


Seketika Li Zheyang mendelik penuh pertanyaan, "Kau serius tidak tahu? Bukankah kau penjahat dunia?" tanyanya agak penasaran. Bagaimana seseorang sekuat Zhen tidak tahu cara mengonsumsi elixir. Tapi sebuah pertanyaan darinya malah bagaimana cara mengonsumsinya?


"Jawab saja!?" ujarnya agak kesal. Memangnya kenapa kalau ia tidak pernah mengonsumsi elixir? Bukannya sekarangpun ia akan mencobanya?


"Hmm, pertama kau harus menelannya dulu, dan kedua gunakan kultivasimu untuk mengekstrak pil yang kau telan ke seluruh tubuhmu. Aku yakin kau akan bisa melakukannya karena ini mu_tunggu!? Kau ingin melakukannya disini? Bagaimana jika aku mencoba mengganggumu? Kau akan mendapat luka dalam karenaku." ujarnya agak keras, dirinya sangat terkejut karena Zhen akan melakukannya langsung didepannya yang jelas jelas memiliki dendam pribadi padanya.


"Apa kau akan menggangguku?" tanya Zhen sambil memakan pil Divine Dragon.


Li Zheyang tersenyum miring, "Heh, tentu saja aku akan mengganggumu!?" ujarnya.


"Kau tidak akan bisa melakukannya." jawabnya yakin.


Kernyitan heran terlihat di dahi Li Zheyang, "Kenapa kau begitu yakin?" tanyanya sembari menyipitkan mata. 'Dasar baj*ngan!? Kau sangat percaya diri aku tidak akan bisa melakukannya, hah? Eh, tapi, apa aku akan benar benar mengganggunya?' pikirnya ragu.


Mata merah vertikal keemasan miliknya melihat semuanya dengan jelas. "Aku hanya yakin saja." ia duduk bersila dan memulai teknik kultivasi. Dirinya dengan mudah terhanyut fokus pada pernafasannya. Dan tidak mendengar apa apa selain deru nafasnya sendiri. Bahkan omelan Li Zheyang sudah seperti omelan semut yang kecil.


"Dasar, kenapa dia tidak ingin mendengarkanku? Padahal aku cerewet untuk kebaikannya sendiri!? Itu karena aku kha_ maksudku kalau dia mati sekarang, aku tidak akan bisa membunuhnya nanti.…… sudahlah, aku akan berjaga disini." apa yang terjadi padanya yang membenci penjahat dihadapannya ini? Kenapa dirinya sangat naif hingga tidak berpikir untuk membunuh Zhen saat berkultivasi? Kenapa malah menghawatirkannya? Kenapa?


Tapi, apakah aneh kalau dirinya tidak memiliki dendam pada musuh yang membunuh keluarganya? Apakah aneh kalau dia malah menolong dan mengobatinya? Haruskah dirinya mengambil belati dan menusuk Zhen sekarang untuk dendam keluarganya? Pikiran pikiran ini membuatnya pusing dan lelah. Li Zheyang terbaring menatap atap, "Haaaaah aku lelah berpikir,… Awalnya aku memiliki dendam padanya, melihatnya saja membuatku ingin membunuhnya. Tapi ternyata, memiliki dendam itu tidak enak. Itu membuatku merasa, bukan diriku sebenarnya.…"


'Lagipula, kenapa aku membencinya? Keluargaku bahkan terasa lebih kejam darinya. Mereka memanfaatkan bakatku, dan membuatku bekerja terus menerus tanpa memberi kebebasan. Bahkan aku tidak punya teman satupun. Tapi keluarga tetaplah keluarga. Mungkin aku marah karena mereka pernah menjadi keluargaku.' Li Zheyang merenungkannya sekarang. Sekarang dia tahu apa alasannya tidak begitu membenci Zhen yang mana pembunuh keluarganya.


Keluarga bangsawan Li terkenal dengan banyaknya yang lahir sebagai jenius di sana. Tapi permata dari segala permata yang mereka hasilkan adalah anak terakhir bangsawan Li, Li Zheyang. Demi membuat bakat Li Zheyang tidak sia sia mereka terus memberinya pengajaran yang ketat tentang ilmu medis dari dalam kekaisaran maupun dari luar. Tidak memperbolehkan bergaul kecuali dengan anak anak jenius lainnya. Sungguh keluarga yang sangat ketat.


Tapi terbunuhnya keluarganya didepan matanya, itu seperti rantai yang dilepaskan. Perasaan marah, senang, dendam, bebas, sedih, dan bahagia tercampur aduk. Akhirnya dia lari ke dalam hutan bersama pamannya. Dan secara tragis pamannya mati oleh kepungan serigala dimalam hari. Rumah ini, adalah salah satu tempat pengasingan diri keluarga Li. Karena itu rumah ini cukup bagus.


Terpancar energi yang sangat besar dari Zhen. Sangat jelas bahwa saat ini pemuda itu sedang menembus beberapa ranah. Li Zheyang terbelalak ketika melihat dua Qi yang bertolak belakang saling bertarung memperebutkan posisi yang paling banyak. Ada Qi hitan dan Qi emas. Keduanya bertarung satu sama lain. Tapi anehnya tidak satupun dari mereka mendapat tempat lebih banyak atau sedikit. Keduanya seimbang dengan cara yang entah bagaimana.


'Dia, seorang dual element, bukankah itu termasuk sampah memiliki dua elemen sekaligus? Karena akan sangat merepotkan untuk meningkatkan satu persatu mekuatan masing masing elemen. Tapi dia meningkatkan keduanya dengan cepat dan imbang. apa karena itu dia dijuluki penghancur? Tapi mungkin dia dijuluki penghancur karena menghancurkan empat kekaisaran. Tapi sungguh, aku tidak menyangka dia jenius bela diri. Aku pikir dia kuat karena mempelajari seni demonic, tapi ternyata karena dia juga mempelajari seni orthodox.' sejujurnya dia kagum betapa telitinya Zhen menyeimbangkan kedua elemen.


…………


Li Zheyang membulatkan matanya baru menyadari apa yang baru dilihatnya, 'Tunggu, seni orthodox? Dia juga mempelajari seni orthodox? Dengan Qi iblis yang sangat pekat itu?' mulutnya menganga tak percaya.


"Ukh uhuk uhuk!?" Zhen mengeluarkan darah hitam dari mulutnya. Akhirnya ia berhasil membersihkan Qi pedang yang selama ini membuat dadanya sesak. Berkat api murni dirinya tidak mati karena api itu mencoba melindungi tubuh ini. Sepertinya Jun benar benar memiliki teknik rahasia untuk membunuhnya dengan benar kali ini.


Zhen melirik Li Zheyang yang masih melongo dengan mulut menganga, "Dokter kecil~ kau kenapa? Kalau kau terus membuka mulutnya serangga bisa masuk~" jelasnya.


"Kau…" Li Zheyang tak bisa berkata apa apa lagi. Jika dunia tahu kalau iblis ini memiliki dua kekuatan, apa jadinya reaksi mereka nanti. Dia menutup matanya tidak tahan melihat wajah polos menyebalkan pemuda itu, "Ugh…kau sangat curang." gerutunya.


"Hm???"


Apa dirinya melakukan sesuatu yang curang?


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ