Villain'S

Villain'S
Bab 48. Tabib jenius



Zhen memakai topeng yang baru saja ia beli kemarin. Ralat, dibelikan kemarin oleh Youyi. Ia berkaca didepan cermin memandangi dirinya yang cocok memakai topeng kucing.


tok tok tok


Suara ketukan pintu, sudah pasti itu pelayan penginapan yang datang untuk mengantarkan sarapan. Masuk seorang pelayan membawa makanan dan minum. "Tuan, ini sarapan anda." ujar pelayan tersebut. Dia menatap Zhen yang masih berkutik di depan carmin. "Sepertinya anda sangat menyukai topengnya, ya?" tanya pelayan itu ramah.


"Tentu saja!? Lihat, bukankah aku semakin tampan memakai topeng?" tanya Zhen pada pelayan tersebut dengan sangat percaya diri.


'Tidakkah anda terlalu narsis?' itu yang terlihat di wajah pelayan tersebut. "Saya permisi." langkah pelayan itu sangat cepat. Sepertinya dia ingin cepat cepat menjauh dari Zhen.


"Membosankan." gerutunya.


Tidak lama setelah pelayan itu pergi, Youyi datang. Dia tampak heran Zhen memakai topeng yang dibelinya, "Apa kau ingin ke suatu tempat dan membuat kekacauan?" tanya Youyi.


"Bagaimana kau tahu?" tanya Zhen.


"Biasanya seseorang yang akan membuat kekacauan akan memakai topeng. Jadi itu alasannya kau merengek meminta dibelikan topeng. Kau sangat mudah di baca. Lalu, dimana kau akan berbuat hal buruk?" tanyanya yang sudah duduk disamping meja kecil.


"Klan Iblis Langit!?"


"Ooh, Klan Iblis La… " Youyi terdiam sejenak memikirkan ulang jawaban Zhen. Seketika itu wajahnya langsung panik bukan kepalang, "APA?! Apa maksudmu Klan Iblis Langit yang itu? Apa kau sudah gila?! Segila gilanya dirimu kau tidak mungkin akan menyerang mereka kan? Pemimpin Klan saat ini sangatlah kuat, dibandingkan dengan dirimu itu berbanding jauh. Katakan padaku kau bercanda!?"


"Aku tidak bercanda."


Jawaban Zhen bernar benar membuat Youyi tidak habis pikir. Kenapa ada orang gila seperti bocah didepannya yang berpikir bisa mengalahkan Zhukara. 'Dia pasti sudah sepenuhnya hilang akal!? Lihat saja bagaimana dia berkaca dan berkata dirinya paling tampan. Aku dengar dia hanyalah bocah lemar dari Klan Guaiwu. Aku tidak tahu kenapa master menginginkan bocah lemah itu. Tapi…'


"…puan,"


"Perempuan!?" panggil Zhen tepat didepan Youyi.


"A ada apa?" tanya Youyi. Dirinya terlalu banyak berpikir sampai sampai tak mendengarkan Zhen.


Zhen menjukkan sebuah kertas yang bertulis 'Klinik sehat' pada Youyi, "Apa kau tahu dimana tempat ini?" tanyanya.


...***...


Mereka berdua sampai disebuah klinik kecil, tua, dan berdebu. Di atasnya tertulis, 'Klinik sehat' yang beberapa hurufnya terhapus. "Hmm, kliniknya, antik ya?!" ujar Zhen. Ia berjalan memasuki klinik tersebut.


"T tunggu!? Kau benar benar ingin memasuki klinik yang sebentar lagi ambruk ini?" tanya Youyi masih tak percaya.


"Klinik mana yang kau bilang ambruk, bocah?!" tanya seseorang bersuara nyaring dan terdengar kesal.


Keduanya langsung menengok kesana kemari asal sumber suara. Tapi tak ada siapapun disekitar terkecuali mereka berdua.


"Apa mata kalian buta? Aku disini!?" suaranya semakin nyaring terdengar.


Secara bersamaan mereka melihat seorang anak kecil berwajah mungkil dengan pipi kemerah merahan.


"Anak siapa ini?" tanya Youyi


"Cebol?" ujar Zhen.


Mendengar kata cebol anak itu langsung mendelik kesal pada Zhen. "Siapa yang kau bilang cebol bocah?! Asal kau tahu, aku adalah tabib jenius Li Zheyang yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Tidak hanya itu, aku juga seorang alkemis hebat jenius sepanjang masa yang tiada duanya, LI ZHEYANG!?" teriaknya di akhir setelah membanggakan dirinya sendiri.


"Ooh, jadi kau tabib serta alkemis hebat jenius sepanjang masa? Tapi, kalau kau memang seorang jenius kenapa kliniknya sepi? Bukannya kau jenius?" tanya Zhen sembari menunjuk klinik berdebu di belakangnya.


Anak itu merasa tertampar dengan pertanyaan Zhen, "Itu…itu… ada alasannya. Pokoknya aku adalah seorang jenius!? Aku tidak bohong!?" ujarnya.


"Hmm, begitu…kalau begitu perkenalkan… aku adalah penjahat terhebat dan terbesar sepanjang masa, Yohan!?" ujarnya memperkenalkan diri.


Youyi melirik Zhen, 'Jadi namanya Yohan?' pikirnya.


"Sekarang aku memutuskan untuk jadi terkenal." jawabnya percaya diri.


Mereka berdua menatap pemuda di depan mereka dengan tatapan aneh. Ada ya orang seperti itu.


"Kakek Chen menyuruhku memberimu ini. Dan bukankah tamu harusnya di persilahkan masuk?"


Beberapa waktu berlalu, Li Zheyang membaca surat dari Chen Zinyu.


...'Apa kabarmu baik baik saja, tabib jenius? Ku yakin kau masih mencari pasien yang tidak juga kunjung datang ke klinik antikmu. Sebagai hadiah aku mengirimkan pasien padamu. Nama aslinya Ming Jiazhen, aku yakin kau sudah berkenalan dengan bocah yang mengaku sebagai penjahat terkenal sepanjang masa....


...Dia memiliki masalah di tubuh dan otaknya. Aku yakin tabib jenius kita ini dapat menyembuhkan pasiennya.'...


Li Zheyang meremas surat dari Chen Zinyu, dia membantingnya lalu menginjak. 'Dasar pak tua sialan!? Apa dia pikir aku tidak tahu siapa Ming Jiazhen?! Dia anak yang paling dicari Pemimpin Klan Guaiwu dan Klan Klan yang lain. Kenapa dia menyeretku dalam masalah ini?!' pikirnya kalut. Li Zheyang mengintip Zhen yang masih menunggu dengan tenang bersama wanita dari Klan Seribu Wajah.


Tertulis di surat kalau Zhen adalah pelanggan. Bisa dibilang pelanggan pertamanya setelah membuka Klinik selama bertahun tahun tapi sepi pelanggan. "Ugh, apa aku menolongnya saja ya? Tapi…" baginya pelanggan pertama itu sangat menggiurkan.


"Tapi kenapa?" tanya Zhen tiba tiba berada di belakang Li Zheyang.


"Aaahh!?" dirinya sangat kaget dengan munculnya bocah itu tiba tiba. Sedangkan Zhen hanya cekikikan melihat Li Zheyang kaget. "Jangan mengagetkanku lagi atau aku akan mengusirmu!?" ancamnya.


Mendengar dirinya akan di usir, Zhen langsung menghilangkan senyumnya dan bersikap serius. "Baiklah!?" jawabnya tegas.


Li Zheyang memperhatikan Zhen dari luar, "Karena kau pelanggan pertamaku aku tidak akan memberikan diskon. Kemari masuk ke ruang pengobatan!?"


...***...


Didalam ruang pengobatan yang kecil dan sederhana hanya ada Zhen dan Li Zheyang. Tampak tabib cilik tersebut memeriksa Zhen melalui denyut nadi spiritualnya. 'Sial, kenapa arusnya separah ini? Apa tidak ada yang mengajarinya mengkultivasi elixir atau semacamnya?' Li Zheyang membuka matanya. Terlihat Zhen yang masih memperhatikannya. "Kau!? Dasar bodoh, apa kau gila menumpuk semua khasiat elixir?! Bagaimana caramu mengkultivasi elixir dan pil?"


"Mengkultivasi elixir dan pil?"


"Ya!?"


"……"


Zhen hanya terdiam.


"Kau tidak tahu? Sungguh?" tanya Li Zheyang.


"……"


Lagi lagi Zhen hanya diam.


"Bukannya itu tidak perlu dikultivasi?"


"Tentu saja perlu bodoh!? Jika kau tidak mengkultivasinya untuk apa kau memakan elixir? Saat kau berkultivasi kau mengubah energi alam menjadi energimu. Sama dengan elixir dan pil yang harus di kultivasi untuk membuat efek obatnya berkhasiat pada tubuhmu." jelas Li Zheyang. Dia turun dari kursi dan berlari kecil ke suatu tempat. Sepertinya dia mencari sesuatu di salah satu laci lemari obat. "Ah, ketemu!?" ujarnya.


Dia kembali berlari menuju Zhen. Dibukanya lipatan kain kecil yang membungkus pil berwarna merah muda bercorak plum blossom, "Aku akan memberimu sebuah bonus karena kau pelanggan pertama. Ini adalah pil Absorption, efek dari setiap elixir dan pil yang kau makan menumpuk dan memadat di dantian bawahmu. Pil ini akan menguraikan semua efeknya, tinggal kau kultivasikan semuanya." Li Zheyang menjelaskan secara rinci pada Zhen.


Zhen menatap pil di tangan Li Zheyang, "Terima kasih." ujarnya.


Terlihat senyum senang di wajah mungil tabib kecil itu. Ini pertama kalinya pelanggan mengucapkan terima kasih padanya. Rasanya benar benar menyenangkan karena ini pelanggan pertama. "Untuk kultivasi elixir kau bisa, kan?"


"………"


Seketika senyumnya hilang.


"Dasar pelanggan menyebalkan!?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...