Villain'S

Villain'S
Bab 11. Suasana buruk



"H hutan hitam? Kau berasal dari hutan hitam?" kaget Yuanzi membelalakkan matanya. Tidak dia sangka anak kecil didepannya adalah seseorang dari hutan hitam.


Melihat reaksi berlebihan dari Yuanzi dan ketiga temannya, Zhen merasa kalau hutan hitam bukan tempat yang sesederhana yang ada di pikirannya. "Kenapa dengan hutan hitam?" tanyanya bingung.


Ketiga orang didepannya saling pandang, "Kau benar benar tidak tahu meskipun berasal dari sana? Hutan hitam adalah hutan terluas di antara tiga dunia yaitu dunia bawah, dunia tengah dan dunia atas. Bukan hanya tempatnya yang luas, disana juga menjadi sarangnya monster buas dan makhluk spiritual tingkat atas. Meskipun tempat itu berbahaya tapi disana terdapat banyak sekali sumber daya yang dapat membuatmu mencapai ranah Yuzhou dalam beberapa hari saja." jelas Yuanzi tentang hutan hitam.


Tidak Zhen dangka ternyata hutan yang selama ini ia tempati adalah hutan paling berbahaya dengan banyak monster, 'Tunggu, apa? Monster? Dia pasti berbohong. Perjalananku kemari tidak pernah ada monster buas yang ku jumpai. Tapi untuk tanaman spiritual aku memungutnya. Siapa sangka itu berguna disini.' pikirnya. Zhen tidak tahu yang sebenarnya terjadi adalah para monster itu menghindari untuk bertemu dengannya.


"Tapi yang paling berbahaya disana adalah, tempat itu adalah wilayah kekuasaan klan Guaiwu!?" Chang Wu melanjutkan.


"Benar, mereka sangat bar bar dan kejam jika ada seseorang yang memasuki hutan hitam. Jadi jika ada seseorang yang memasuki hutan hitam untuk berlatih, kami harus menghindar dari penglihatan klan itu." seru Ling Ling.


"Jadi, apa kau benar benar berasal dari hutan hitam?" tanya Yuanzi lagi dengan ketiga orang di sampingnya yang menunggu jawabannya.


"………" Zhen diam sejenak memikirkan jawaban bagus untuk tiga orang ini, "Ya, aku berasal daei pinggiran hutan hitam!?" ujarnya dengan senyum ramah.


"Ooh!?" oh mereka bersamaan.


"Ha ha ha ha ha aku bahkan berpikir kau berasal dari klan siluman kejam itu!?" ujar Yuanzi sembari tertawa kecil.


"Hm, benar!? Kalau kau benar benar berasal dari sana aku mungkin akan lari ketakutan ha ha ha ha…" seru Ling Ling.


"Ha ha ha ha tidak mungkin kau berasal dari saja. Aku dengar mereka memiliki mata semerah darah yang mana itu tidak mungkin dimiliki manusia biasa!?" ujar Chang Wu.


Zhen tersenyum tipis, "Benar, tidak mungkin aku berasal dari sana." ujarnya datar.


Seketika tawa mereka mereda ketika melihat mata Zhen yang semerah darah. Ketiganya langsung mewaspadai Zhen, tangan tangan mereka semuanya bersiap mengeluarkan pedang. Akan tetapi pedang yang mereka pegang terasa seratus kali lipat lebih berat dari biasanya. Menatap langsung mata merah vertikal Zhen membuat mental mereka anjlok. Zhen serasa seratus kali lebih besar dari mereka dengan hawa membunuh yang mencekam. Sampai mengambil satu tarikan nafas saja terasa sangat sulit. Seakan pasokan oksigen di dunia ini terbatas.


Dengan santainya Zhen mekan satu bakpao yang masih tersisa satu. "Beberapa saat yang lalu aku berpikir, apa aku perlu membunuh kalian malam ini untuk meredakan kegilaanku? Atau apakah aku harus melepaskan kalian demi malam yang tenang? Aku sangat bingung." ujar Zhen terlihat panik. Hari sudah menjelang malam, tapi kutukan naga masih lama untuk aktif. Ia hanya panik tanpa alasan dan sebenarnya ia bisa menahannya karena sudah terbiasa.


Guld


Mereka bertiga terlihat panik sekali melihat anak laki laki didepan mereka seperti sedikit begitu. Apalagi anak laki laki benar benar berasal dari klan Guaiwu.


"Hm hm ha ha ha ha ha ha ha, aku sangat senang melihat ekspresi kalian!? Baiklah, karena kalian sudah membuatku senang aku tidak akan membunuh kalian." ujarnya membuat ketiga orang itu bernafas lega.


Yuanzi menatap dua temannya yang lain, "K kalau begitu kami tidak akan bercerita apapun tentangmu pada orang lain. Kami undur di__"


Jleb


"Ugh!?" tiba tiba saja Zhen menusuk punggung tangan Yuanzi dengan sumpit hingga menembus meja.


"Siapa yang mengatakan kalian boleh pergi?" tanya Zhen dingin. "Duduk." ujarnya.


"Kalian tidak boleh pergi sebemun mendengarkan ceritaku." ujarnya terlihat kesal.


"………"


"Aku akan mulai bercerita. Beberapa hari hang lalu, aku membunuh ayahku sendiri." ujarnya mulai bercerita.


Seketika raut wajah ketiganya berubah cemas. Ya, cemas dengan nasib mereka sendiri setelah mendengar anak laki laki itu telah membunuh ayahnya sendiri.


"Hiks hu hu hu hu hu, aku tidak bermaksud membunuhnya tapi dia menusukkan dirinya sendiri dengan tanganku!? Lalu, lalu, lalu ada laki laki menyeramkan yang datang ingin membunuhku!? Hiks dia menusuk perutku, menebas dadaku, lalu jantung, dan dia bahkan mematahkan leherku!? Apa, apa kalian tahu seberapa SAKITNYA AKU MERASAKAN ITU?" tiba tiba suaranya meninggi menjadi marah. hingga semua orang menatapnya. Tapi hanya sesaat kemudian teralihkan kembali.


'Kalau begitu, seharusnya kau mati bukan?' tanya ketiga orang itu dalam hati.


"Aku tahu kalian berpikir seharusnya aku mati bukan? Tidak, tentu saja tidak. Dan itu rahasia aku masih hidup!? Sebelum aku mati aku harus mencapai tujuanku!? Menjadi penjahat terhebat di seluruh dunia!? Hah… ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha …" tawanya kencang hingga membuat semua orang hanya melihat ke arahnya.


'Ternyata benar kami bertemu orang gila.' pikir ketiganya.


...***...


Didalam kamarnya Zhen berkultivasi untuk menembus ranah immortal. Ada banyak Qi di sekitarnya yang cukup untuk menembus ke immortal. Terlihat cahaya di tubuhnya semakin terang dan Qi di tubuhnya semakin murni.


Pssshh


Zhen membuka matanya dengan raut wajah yang masam. Dirinya gagal lagi untuk menembus ranah immortal. "Haaah…" hela nya panjang. Ia menyanggah kepalanya menatap bulan purnama. Kebetulan sekali hari ini bulan purnama. "Bagus, bagus sekali, dan sekarang suasana hatiku tambah buruk." ujarnya dingin bercampur kesal.


Setiap malam bulan purnama kutukan naganya akan dua kali lipat semakin kuat. Malam ini mungkin ia tidak akan tidur.


dug dug grudug grudug


Banyak orang memasuki kamarnya tanpa izin. Tanpa menatap mereka dirinya lebih memilih menatap bulan yang cantik. "Siapa yang mengizinkan kalian masuk?" tanya Zhen.


"Kami berasal dari sekte Mo Rong!? Apa benar kau berasal dari klan Guaiwu? Ikutlah dengan kami, ketua ingin bertemu denganmu!?" ujar seorang pria barbadan kekar dengan otot otot yang besar. Mereka memakai seragam yang sama, hitam dan terlihat suram.


Zhen melirik mereka satu persatu dan kembali melengos menatap bulan.


Suasana menjadi sangat hening karena Zhen belum menjawab sama sekali. Dan entah kenapa rasanya sedikit dingin di dalam ruangan.


Bagus sekali, sekarang Zhen sudah berada di puncak emosinya. Ia masih menahannya agar tidak meledak. Kepalanya berdenyut, suara suara berisik yang semakin banyak, dan kini bertambah ilusi bayangan orang orang yang penting untuknya. "Aku akan ikut kalau kalau kalian saling membunuh!? Dan, aku tidak akan membunuh siapapun yang menjadi pemenangnya!?" ujar Zhen membuat orang orang dari sekte Mo Rong ribut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...