Villain'S

Villain'S
Bab 49. Teknik Golden First Dragon



Dilihat dari bentuknya saja pil ini bukan pil tingkat rendah. Melainkan pil tingkat tertinggi yang sudah dimurnikan. Untuk sebuah bonus, ini terlalu mahal. "Hei tabib jenius, bukannya ini pil tingkat tertinggi? Kenapa kau tidak memanfaatkannya untuk menarik pelanggan?" tanya Zhen.


Li Zheyang melirik Zhen dengan bibir yang mengerucut, "Aku sudah mencobanya, tapi mereka bilang aku mencurinya dari alkemis hebat dan mengatakan aku penipu. Dan aku juga sudah sering ditipu karena menjualnya sembarangan." raut wajahnya mengatakan segalanya.


"Aah… "


Seseorang yang dibilang penipu padahal dia sendiri adalah korban tipu. Benar benar ironis. Zhen akui anak kecil berusia sepuluh tahun ini adalah jenius sejati. Di usianya dia memahami banyak materi dan konsep ilmu medis. Bahkan sampai membuat pil sendiri yang kemurniannya terjamin. Seorang jenius sejati yang keberadaannya tidak disadari sama sekali.


Li Zheyang


Tapi sayangnya meskipun dia adalah jenius, dirinya sama sekali tidak jenius dalam hal bersosialisasi. Sangat payah dan mudah untuk ditipu. Dari tampilannya saja sudah terlihat kalau dia enak untuk ditipu.


"Aku yakin kau menjual beberapa pil untuk bertahan hidup, berapa yang kau jual per pil nya?" tanya Zhen. Kalau melihat dari klinik antiknya, Li Zheyang tidak memiliki siapa siapa lagi terkecuali dirinya sendiri. Jadi untuk bertahan hidup dia pasti menjual pil buatannya.


"Aku menjualnya dua perak untuk pil tingkat tinggi." jawabnya disertai dengan senyum polosnya.


"Apa? itu…"……'Sangat bodoh.' Zhen menutup mulutnya sendiri karena dirinya ingin tertawa. Tapi dirinya tahu kalau ia tidak boleh tertawa didepan orang yang menjadi korban tipu. Apalagi orang itu adalah tabib yang menolongnya. Melihat wajah polos Li Zheyang dirinya tertarik dengan ide di kepalanya, 'Apa aku juga harus menipunya?' pikirnya.


Setelah berbincang ringan dengan Li Zheyang, ia memulai kultivasinya. Zhen duduk bersila menutup kedua matanya. Mengatur pernafasannya menjadi lebih teratur dan tenang. Ia memulai kultivasinya dengan teknik golden first dragon. Teknik yang diwariskan oleh ibunya sebelum meninggal. Teknik ini hanya ada satu sebab yang menciptakannya adalah Huai Yu sendiri.


Teknik golden first dragon memiliki tiga tingkatan.




Mortal




Immortal




Transcendent




Setiap tingkatan harus melalui tingkatan ranah yang sembilan.


Yaitu…



Lianqi


Juyuan


Zhuji


Bigu


Jindan


Yuanying


Chuqiong


Dujie



Setelah melalui ranah tersebut barulah naik ke tingkatan selanjutnya. Untuk menembus immortal dirinya membutuhkan Qi yang sangat besar. Pil yang barusan dimakannya memiliki kemurnian Qi yang tinggi. Selain itu pil ini juga menguraikan Qi yang tertumpuk di inti dantiannya. Yang lebih bagusnya lagi pil ini… gratis!? Karena ia pelanggan pertama. Dirinya merasa menjadi penipu sesaat meskipun tidak berniat menipu. 'Sekali lagi terima kasih Li Zheyang.' bagaimanapun dirinya tidak bisa menolak kebaikan hati tabib jenius.


Hari ini mungkin adalah hari keberuntungannya. Sudah lama dirinya terhalang menembus tingkat immortal. Karena sekarang ia tahu apa masalahnya, jadi kenapa tidak memanfaatkan semua yang ada?


Sedikit demi sedikit Qi yang menumpuk dan memadat seperti batu mengurai menjadi butiran butiran kecil yang berkilau seperti emas. Butiran tersebut menyatu menjadi satu dengan butiran lainnya membentuk menjadi hilir sungai Qi. Perlahan menyebar mengaliri setiap sudut di tubuh Zhen.


Dalam prosesnya seharusnya tidak sakit. Tapi tubuh Zhen itu sedikit unik dengan yang lain. Ia memiliki tubuh spiritual yin dan kutukan naga. "Ugh…hukh…" darah keluar dari mulutnya yang menggertak.


Setiap hilir yang mengalir seperti tebasan sebuah pedang paling tajam di dunia. Mencabik cabik seluruh anggota tubuhnya, dan setiap meridian yang dilewati membuat organ luar seperti tangan, kaki, leher dan anggota tubuh yang lain bagaikan di tarik berlawanan hingga putus.


Zhen membuat matanya karena ia sudah selesai. Dirinya meraba raba setiap anggota tubuhnya dengan panik, "Masih ada? Ah ha ha ha ha ha ha uhk uhuk uhuk… Ha ha ha ha ha ha ha…" ia tertawa sangat senang hingga tak perduli meskipun dirinya batuk darah sekalipun. Karena sejujurnya ia pikir anggota tubuhnya benar benar putus. Setiap proses yang dilewati seakan sudah ribuan tahun dengan rasa sakit yang luar biasa hingga dirinya berpikir untuk menyerah saja. "Syukurlah…… aku tidak mati."


Mulai sekarang dirinya sudah resmi naik tingkat ke immortal. Dirinya sangat senang hingga senyum di wajahnya tidak hilang hilang. Meskipun bau di sekitarnya seperti bau peternakan kambing.


"UMH!? BAU APA INI? KENAPA TEMPATKU JADI BAU KOT*RAN?!" masuk Li Zheyang yang marah. Dia menutup hidungnya dengan kain putih karena bau di ruang pengobatannya benar benar bau.


Zhen melihat sekitarnya yang penuh cipratan noda hitam. 'Oh!? Apa mungkin bau ini adalah bau kerja kerasku? Beraninya dia bilang bau kerja keras seperti bau kot*ran!?' pikirnya kesal. Ia melihat sipit dengan alis yang mengernyit menatapLi Zheyang karena telah berani menghina kerja kerasnya. Semua cipratan noda hitam tersebut adalah racun dan kotoran yang keluar dalam tubuhnya. "Karena kau sudah membantuku memasuki tingkat immortal aku akan memaafkanmu kali ini." ujarnya dengan tidak tahu malu.


"APA?! APA APAAN ITU!?"


...***...


Malam hari didepan pintu masuk dengan dua orang penjaga Klan Iblis Langit di sisi kanan kirinya, Zhen datang dengan kedua kakinya sendiri. Kedua penjaga itu menatapnya bingung, untuk apa seorang bocah bertopeng kucing berdiri didepan pintu masuk. Tidak masalah kalau dia memberi tahu tujuannya. Tapi masalahnya Zhen sudah berdiri setengah jam tanpa satu katapun yang keluar.


Salah seorang penjaga menghampirinya dengan wajah yang songong, lumayan untuk menakuti anak kecil. "Hei, jika kau hanya ingin berdiri disini maka enyahlah!?" ujar penjaga tersebut dengan tatapannya yang sangar. Tapi tidak ada reaksi sedikitpun dari Zhen. "Bangs*t, apa kau tuli? Kubilang enya_"


Plak


Zhen mengibas ngibaskan tangannya pelan setelah menampar keras penjaga itu. Tatapannya seakan mengatakan, 'berani sekali kau berkata bangs*t padaku.' karena sejujurnya ia sangat tidak suka di katai seperti itu.


Penjaga tersebut bengong sesaat sirinya baru saja di tampar oleh seorang bocah. Dia menggertakkan giginya setelah dipermalukan oleh Zhen, "Beraninya kau_"


Plak


Kali ini pipi kanannya yang di tampar.


"Kau_"


plak


"Ka_"


plak


"K_"


plak


"……" kali ini penjaga itu mengangkat tangannya untuk melindungi wajahnya agar tidak di tampar.


Penjaga yang lain sampai terheran heran melihatnya. "A anu… ada urusan apa_"


"Berani sekali penjaga biasa seperti kalian bicara tidak sopan padaku!? Kalian tahu siapa aku?" sentak Zhen keras keras. Dengan tatapannya yang mengintimidasi menghadapi para penjaga yang tubuhnya dua kali lipat lebih besar dan tinggi darinya.


Kedua penjaga itu saling menatap satu sama lain dengan tatapan kebingungan. Memangnya ada petinggi Klan yang sangat muda seperti bocah didepan mereka. "Kalau boleh tahu, siapa anda?" tanyanya.


Zhen memasang wajah sombongnya, kedua tangannya menyilang didepan dada, "Aku adalah leluhur dari Klan Iblis Langit, Yohan!?" teriaknya keras dengan senyum yang lebar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...