Villain'S

Villain'S
Bab 40. Hadiah



Zhen tengah duduk duduk di atas kursi panjang buatan Chen Zinyu. Pria paruh baya itu bernama Chen Zinyu. Dia adalah salah satu tetua di klan Guaiwu. Dan gadis jiangshi yang tengah duduk disebelahnya, yang saat ini sedang melotot memperhatikan dirinya, dengan wajah datar tanpa ekspresi, adalah cucunya. Pantas saja Zhen merasa pernah bertemu mereka. Ternyata mereka adalah orang orang aneh waktu itu.


Flashback beberapa waktu lalu


"Tuan muda tenang saja. Aku tidak akan mengatakannya pada siapapun. Karena Zhuzhu sepertinya menyukai anda, jadi ayo buat kesepakatan denganku."ujar Chen Zinyu sembari menempelkan satu jari telunjuknya ke bibir dengan senyum yang ramah.


"Kesepakatan?"


"Ya, ke-se-pa-ka-tan!?" Chen Zinyu mengejanya agar Zhen mengerti.


Sekarang


Setelah itu Zhen membuat kesepakatan dengan Chen Zinyu. Kesepakatannya mudah, bahkan sangat sangat mudah. Dan lebih menguntungkan dirinya. Kesepakatannya ia hanya harus menjadi teman gadis di sampingnya karena sepertinya gadis itu terus terusan ingin menempel pada Zhen. Sebagai gantinya, Chen Zinyu akan melindungi dan menjaganya apapun yang terjadi.


Karena dia adalah seorang tetua, pastilah memiliki ranah yang sangat tinggi. Tidak mungkin posisi yang begitu tinggi tidak memiliki ranah yang menyeimbangi. Walaupun saat di klan, Zhen sering mendengar rumor buruk tentang Chen Zinyu. Salah satunya adalah, dia sering bereksprerimen dengan tubuh anggota klan. Dan membuatnya menjadi senjata hidup. Ada juga rumor kalau dia membuat keluarganya sendiri menjadi jiangshi.


ssrrpp krauk krauk


"Hm? Kau makan apa?" tanya Zhen pada Zhu'er. Nama cucu dari Chen Zinyu. Saat melihat apa yang dimakan Zhu'er, sungguh membuatnya sangat terkejut. Bagaimana tidak, dia memakan burung kecil yang masih berbulu. "Hiih!?"


Plak


Refleks Zhen langsung menampik burung itu dari tangan Zhu'er. "Kau!? Jangan makan burung sembarangan lagi!?" ujar Zhen. Ini sudah kesekian kalinya Zhu'er memakan burung hidup.


Dia menunjuk burung itu, "Enak."


"Iya, tapi kalau dimasak lebih enak."


"Masak."


"Hmph, aku tidak mau. Aku juga tidak bisa masak."


"Masak."


"Aku bilang aku tidak mau!?"


"Masak."


"Hmph,"


"Masak."


"Masak."


"Masak."


Dia terus berkata 'masak' tanpa henti seakan dia sudah di program untuk berkata 'masak'. Tapi akhirnya dia berhenti berkata masak ketika seekor burung kecil hinggap di sampingnya.


greb


Dengan gerakan yang cepat Zhu'er menangkap burung itu. Zhen sudah tak peduli lagi mau dia memakannya atau tidak.


"Masak." dia berkata masak lagi sembari menyodorkan burung kecil yang kakinya terikat tali kecil. Burung itu terbang berusaha kabur, tapi tali di kakinya menahannya pergi. "Masak." lagi lagi berkata masak.


"Hmph!?" Zhen turun berjalan menjauh.


Zhu'er juga turun mengikutinya sambil memegangi tali burung yang terbang.


Ada banyak kabut di sekitar tempat ini. Begitu pula di seluruh pepohonan bambu. "Formasi kabut?" tanya Zhen sembari memperhatikan sekitar. Formasi kabut biasanya digunakan untuk menyesatkan orang lain yang memasuki area yang menggunakan formasi ini. 'Pasti agar tempat ini tidak ditemukan.' pikirnya.


Ggrrrkkkk


pak pak pak


Zhen melirik burung yang masih terbang di tempat, berusaha kabur. Meskipun itu mustahil kalau kakinya di ikat.


"Ao?"


"A ayo kita masak burungnya."


...***...


Di ruangan besar, tampak duduk tiga orang yang masing masing adalah tokoh tokoh kuat di dunia siluman.


"Ohh~ Tuan Zhukara, ada apa dengan dadamu yang kekar? Apa anda bertemu musuh yang kuat? Yang lebih kuat darimu?" tanya Chen Zinyu kaget melihat dada bidang Zhukara diperban. Akan tetapi dalam pertanyaannya ada sedikit nada nada mengejek.


"Bac*t!? Ini juga gara gara bocah dari klan'mu!? Dan aku hanya lengah, bukan berarti dia lebih kuat dariku tua bangka!?" oceh Zhukara dengan kernyitan di jidatnya.


"Ooh, a ha ha ha begitu ternyata~ tapi lengah dengan seorang bocah, anda sepertinya sedang banyak pikiran, ya?" ujar Chen Zinyu membuat Zhukara mengepal erat tangannya.


Namun, seketika ekspresi wajahnya berubah, "Bagaimana kau tahu aku banyak pikiran, tua bangka?" tanyanya dengan tampang kaget tambah polos.


"Oh ho ho ho ho, tentu saja aku tahu. Kadang aku juga begitu kalau masalah cucuku."


"OH!? BENAR BENAR!? ARUXI JUGA BEGITU!? HA HA HA HA HA HA…"


Pemimpin Klan Iblis Langit, Zhukara. Dia, seseorang dengan pikiran yang sangat sederhana. Sampai sampai Chen Zinyu menyindir dengan halus pun tidak ia sadari. Jika kau mudah membuatnya marah, maka mudah juga membuatnya senang.


Aruxi mengernyit tidak senang. Dia menyenggol lengan ayahnya dengan lengannya, "Ayah!? Pak tua itu sedang mempermainkanmu!?" ujar Aruxi dengan sorot mata tajamnya.


Sontak mendengar itu tatapan mata Zhukara langsung mendadak marah, "Hei tua bangka!? Kau mempermainkanku ya?!" tanya nya marah.


"Mana mungkin pak tua ini berani mempermainkan ketua dari klan Iblis Langit!?" ujar Chen Zinyu sangat meyakinkan. Padahal dirinya benar benar tengah mempermainkan ketua dari klan Iblis Langit.


"Tapi dia bilang tidak." ujar Zhukara.


Pak


"Ahgh!?" Aruxi menepuk jidadnya sendiri melihat ayahnya yang begitu polos. Aruxi menatap sinis pak tua licik di depannya. "Pak tua, langsung saja katakan!? Ada urusan apalagi kau kemari?" tanya Aruxi. Dirinya memang agak tidak suka dengan pak tua gila yang menjadikan keluarganya sendiri sebagai mayat hidup.


"Ya ampun~ gadis yang garang~ tidak seperti cucuku yang manis dan anggun." ujarnya membangga banggakan Zhu'er.


"Oh, maksudmu cucumu yang jia_" Zhukara langsung menutup mulutnya kembali ketika mendapat senyum ramah tapi dengan hawa membunuh dari Chen Zinyu. Kabar cucunya adalah Jiangshi memang bukan rahasia dan semua orang sudah tahu. Tapi mendengar kata jiangshi dari mulut orang lain itu tidak mengenakkan.


"Aku kemari ingin menyampaikan pesan yang lupa ku sampaikan dari pemimpin kami yang baru tempo hari. Hadiahnya akan hangus kalau selama satu tahun kau belum menemukan tuan muda Zhen. Hanya itu, sampai jumpa!?" ujarnya sembari bangun dari duduknya.


Hadiah yang dimaksud adalah setengah dari wilayah hutan hitam untuk menangkap Zhen. Karena itu ada banyak pemimpin dari berbagai klan dan ras yang mengincar Zhen. Hutan hitam menyimpan banyak misteri dan harta karun. Tidak hanya itu, energi spiritual disana juga melimpah. Karena itu ada banyak yang menginginkannya.


"Ayah, lebih baik kita menyerah saja. Bocah itu tidak mudah untuk ditangkap. Bukannya ayah sudah merasakannya juga? Elemen yang dimilikinya bukan elemen biasa. Dia memiliki elemen dari dunia bawah. Dengan elemen seperti itu, tidak akan ada yang bisa menangkapnya." ujar Aruxi. Meskipun dia kesal dengan ayahnya yang kurang pintar, tapi dia tidak ingin membiarkannya terluka lebih banyak.


"Tapi, hadiahnya…"


"Ck, biarkan saja. Atau ayah lebih memilih aku pergi dari sini?!" ancam Aruxi.


"Ugh, baiklah…" jawabnya lemas.


Terlihat Aruxi yang tersenyum puas. Lalu kembali memasang wajah serius, 'Aku tidak menyangka, tuan muda yang digegerkan membunuh pemimpin klan guaiwu dan para anggota klan itu, adalah seorang bocah? Tidak bisa dipercaya.'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...