
Di hadapan Zhen sekarang berdiri seorang pria berkulit hitam bermata coklat dengan rambut panjang tergerai. Tubuhnya terikat tali yang mengekangnya. Para petinggi yang kembali terlihat gugup dan tegang. Mereka takut salah membawa orang dan kepala merekalah sebagai gantinya.
"Jadi, siapa yang paling berjasa menemukan pria ini?" tanya Zhen pada mereka.
"Aku." Aruxi maju angkat bicara.
Zhen melirik wanita itu, ia tersenyum ramah padanya. "Bagus, bagus sekali~ kau sangat bisa diandalkan!? Tidak hanya cantik, kau juga pandai menemukan seseorang yang belum pernah kau lihat!? Dangat pintar!?" ia bertepuk tangan karena kerja bagus dari Aruxi. Tapi karena semuanya diam, senyum senangnya jadi hilang. "Kenapa kalian todak tepuk tangan?" tanyanya dengan jengkel.
prok prok prok prok
Karena takut dengan Zhen mereka tanpa pikir panjang bertepuk tangan meskipun tak ingin.
"Cukup."
Barulah para petinggi itu berhenti tepuk tangan. Sedangkan Zhen berjalan mendekati pria bernama Jiangli tersebut. Ia berjalan memutari dan memperhatikan ciri ciri yang tertulis didalam daftar. Di depan pria itu Zhen bertanya, "Jadi kau adalah Jiangli?" tanya Zhen.
'JADI KAU TIDAK TAHU?' pikir para petinggi dan Aruxi.
Para petinggi dan Aruxi kaget mendengar pertanyaan Zhen. Mereka pikir Zhen sudah tahu bagaimana rupa pria bernama Jiangli ini. Tapi nyatanya bocah itu saja baru tahu kalau pria berkulit hitam itu adalah Jiangli.
"Ya, ada apa pemimpin klan yang baru mencariku?" jawab pria itu. tidak ada raut wajah ketakutan di wajahnya. Malahan dia lebih terlihat sombong di depan Zhen.
Plak
Zhen menampar pria yang memasang tatapan sombong didepan dirinya.
Pria itu mengeraskan rahangnya tidak terima kalau dirinya baru saja di tampar seorang bocah bertopeng ingusan. "Beraninya kau…"
Plak
Zhen menampar sisi lain dari wajah pria itu. "Apa tamparanku kurang keras? Maaf kan aku soal itu. Karena tangan kananku sedang sakit jadi aku menggunakan tangan kiri." ujarnya sembari mengibas ngibaskan tangannya. "Dan kau hanya perlu menjawab pertanyaanku!? Kau tidak perlu menambahkan keangkuhanmu didepanku!? Apa kau mengerti?" seluruh ruangan menjadi tegang karena hawa tak menyenangkan yang dikeluarkan Zhen.
Seketika seluruh tubuh pria itu merinding ketakutan ketika mata merah itu menatapnya dingin. Dia sampai tak bisa berkata apapun apalagi membantah.
"Jawab!? Beraninya kau membuatku bicara sendiri setelah membuatku marah!?"
"……baik." jawabnya.
"………"
Suasana jadi jadi hening karena keabsurdtan Zhen.
"Apa kau salah satu dari orang orang bertopeng?" tanya Zhen lagi.
Mata pria berkulit hitam itu terbelalak mendengar pertanyaan Zhen. "Ak_"
Slass
Tanpa mendengar sepatah katapun, kepala pria itu melayang ke udara. Ekspresi orang orang disana terbelalak kaget melihat pria itu terbunuh dengan mudah. Ia bahkan mengelap belati berdarah ditangannya dengan santai.
Bruk
Dengan sangat cepat Zhen menodai tangannya dengan darah lagi. Ia merogoh rogoh di balik baju pria yang telah menjadi mayat karenanya. Zhen mengambil sebuah token bertuliskan sesuatu dari dalam baju pria itu. "Singkirkan sampahnya dan lap dengan bersih darahnya. Aku ingin istirahat, jika aku kembali dan masih mencium baunya… " Zhen tersenyum manis pada mereka seperti senyuman anak kecil, "Kalian mengerti maksudku kan~"
"Kami mengerti!?" jawab mereka serentak.
Apa yang ingin dikatakan pria itu terlihat jelas dari ekspresinya. Tanpa ditanya lebih lanjut Zhen tahu bahwa dia anggota dari kelompok itu. Semua informasi tertera jelas di dalam daftar. Menggali informasi dari mayat yang masih hidup tidaklah berguna. Karena kelompok itu sangat menjaga rahasia. Karena itu yang dibutuhkan Zhen hanya token dari pria itu yang menunjukkan bahwa dia memang bagian dari kelompok itu.
...***...
Terlihat dijalan yang ramai dilalui siluman, terlihat seorang pria sibuk mencari seseorang. Dari penampilannya sepertinya dia berasal dari faksi putih. Dia tampak khawatir melihat kesana kemari mencari seseorang. "Kemana si bodoh pembela keadilan itu berkeliaran? Dia tidak akan membuat keributan di wilayah orang lain kan? Kuharap tidak, terakhir kali aku kehilangannya dia hampir membuat kaisar marah. Semoga dia tidak bertemu dengan baji*gan bren*sek manapun." ujarnya gelisah.
...***...
Zhen meneguk arak di sertai makanan enak di atas meja. "Hmm~ ini sangat enak~" ujarnya. Saat ia ingin meminum arak itu lagi, tiba tiba seseorang menahan tangannya.
Dia seorang pria tampan menawan, ranmbut panjang terurai dengan ikat putih panjang, berpakaian hanfu putih.
"Hah, siapa kau?" tanya Zhen. Beraninya pria tak dikenal ini menahan tangannya. "Lepaskan!" ujarnya.
"Tidak. Berapa umurmu? Kenapa kau minum arak?" tanya pria itu mengintrogasinya.
"Apa urusanmu kalau aku minum arak? Lepakan!?" geramnya, ia menatap tajam pria aneh itu.
Tapi pria itu tampak tak bergeming sedikitpun.
"Mata itu, apa kau dari ras naga? Tidak, meskipun kau dari ras naga bocah sepertimu tidak boleh minum arak." ujarnya tegas.
Zhen mengernyit tak senang. Sejak kapan di Churyang tidak memperbolehkan bocah sepertinya minum. Churyang adalah kota para siluman yang membebaskan peraturan apapun. Terkecuali wilayah ini termasuk wilayah kekaisaran. Kalau itu mungkin saja peraturan yang mengatakan bocah sepertinya tidak diperbolehkan minum arak di kenakan.
Dirinya berusaha dlepas dari cengkraman pria aneh ini. Tapi cengkramannya begitu kuat, tak sedikitpun tangannya bergeser. Pria ini setidaknya dua kali lebih kuat dari Zhukara. Siapa orang ini sebenarnya.
Tapi itu bukan berarti Zhen tidak berdaya melawannya. Ia melempar makanan di atas meja kearah pria itu, sesaat saat pria itu lengah dirinya segera menarik tangannya dan menjauh dari pria aneh itu.
"Ah, kau…"
Zhen menyerang pria itu dengan rantai hitam.
Trang
Dengan mudah pria itu menghempaskan seeangan dengan pedangnya. Dia melirik pedangnya yang tertempel energi iblis, 'Ini adalah Qi iblis. Sepertinya dia bukan bocah ras naga biasa. Kalau dia pengguna jurus iblis berarti tingkat kebrengsekannya dan jahatnya tinggi.' pikirnya, pria itu tersenyum samar. "Sepertinya aku bertemu baj*ngan kecil yang akan menjadi baj*ngan besar." ujarnya. Seni yang dia pelajari adalah Heaven of justice. Sangat cocok untuk dirinya yang suka memberikan keadilan dan kebenaran. Apalagi seni beladiri ini akan semakin kuat jika berhadapan dengan brengsek yang kuat seperti bocah didepannya.
Zhen ingin meneguk araknya yang hanya tersisa sedikit. Tapi saat tangannya ingin menuang ke mulut, sepercir Qi menghalanginya.
"Kau ingin bertarung denganku?" Zhen tersenyum jengkel. Dorinya hanya ingin meneguk arak untuk meredakan sakit kepalanya, tapi pria menyebalkan ini tiba tiba muncul entah dari mana dan mengatakan anak anak sepertinya tidak boleh minum arak. Mau bagaimana lagi kalau pria itu ingin bertarung, ia dengan senang hati meladeninya.
Pria itu bersiap menggunakan seni pertama dari Heavenly of justice. Qi berwarna emas menyelimuti seluruh tubuh dan pedang yang dipegangnya. "Kalau kau berhasil menahan pedangku, akan kubiarkan kau meminum arak yang tersisa." ujarnya dengan senyum tipis. Dia mengangkat tinggi tinggi pedangnya yang terlihat berbahaya. Seni pertama…
Sword of justice
Sebuah serangan dari atas yang berasal dari pedang pria itu merupakan tebasan yang dapat membelah gunung.
Pria itu adalah seorang jenius tiga dunia yang sedang ramai dibicarakan oleh orang orang. Dia sangat terkenal dengan pedang keadilannya yang banyak menebas banyak penjahat. Seseorang yang menjanjikan akan menjadi transcendent. Dia adalah sang hakim yang adil…
Heavenly Cheon Hayun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...