Villain'S

Villain'S
Bab 18. Skandal



Zhen mengusap darah yang keluar dari hidung karena pukulan Wei Jiran, pria yang memukul Zhen. Dirinya tidak memiliki salah apapun tapi kenapa ia harus mendapatkan pukulan? Bukankah ini tidak adil? Ia hanya mengikuti apa yang direncanakan wanita yang tubuhnya belum lama menjadi dingin. Tapi kenapa hanya ia yang disalahkan. Mana ia tahu kalau akan ada seseorang yang membunuhnya.


"Kau baj*ngan!?" sentak Wei Jiran. "Apa kau masih menyebut dirimu seorang pria, hah?! Kau bahkan tidak sedih atau marah saat mengetahui Wei Wei mati?!" ujarnya dipenuhi kemarahan.


Zhen menatap Wei Jiran dengan tatapan dingin yang menusuk tulang.


Sontak Wei Jiran tersentak dengan hanya tatapan dari Zhen. 'Ke kenapa aku tersentak? Dia hanya bocah yang baru dewasa, kenapa aku tersentak hanya dengan tatapannya saja?' pikirnya tak ingin percaya. Akan memalukan kalau setelah memukul seseorang dirinya malah ketakutan hanya dengan ditatap dingin oleh orang itu.


Dia menelan gugup ludahnya dan melihat orang orang yang berkerumun melihat mereka. "APA YANG KALIAN LIHAT? BUBAR!?" teriaknya merah pura pura mengalihkan perhatian.


Tentu saja orang orang yang hanya seniman bela diri biasa dan para pelayan bubar dengan sentakan Wei Jiran. Dengan gerutuan dimulut mereka akhirnya tempat itu hanya tersisa Zhen dan orang orang yang mengnal wanita itu.


"Huh, kau harus menebus dosamu kep*rat!? Lumpuhkan dia dan bawa ke Keluarga Wei!?" perintahnya sambil menunjuk Zhen.


"Baik!?" Orang orang yang dibawa Wei Jiran segera menyrang Zhen.


Pagi pagi dirinya sudah terkena sial. Apa hidupnya hanya diisi dengan kesialan?


"Orang orang sialan!?" gerutunya kesal dengan tatapan yang marah.


Hawa di ruangan itu terasa lebih dingin.. Bahkan pencahayaan di ruangan itu juga semakin gelap. Tiba tiba muncul dari samping kanan kiri mereka rantai hitam berujung runcing.


Jleb jleb jleb


"Aaggrh!?"


Dalam sekejap orang orang yang akan menyerang Zhen sudah tewas lebih dulu. Kini hanya tersisa Wei Jiran.


Sudut bibirnya tertarik membuat senyum yang terlihat sarkas, "Majulah!?" ujar Zhen terdengar meremehkan.


Wei Jiran menggertakkan giginya menatap was was dengan sedikit gugup. "MATILAH!?" teriaknya mempersiapkan serangan dengan teknik pedang Keluarga Wei. Namun di tengah serangan dia melempar pedangnya pada Zhen.


Perhatian Zhen langsung teralihkan dengan pedang yang terlempar pada dirinya. Saat perhatian Zhen teralihkan dengan pedang yang dilempar Wei Jiran, pria itu sendiri kabur dari pertarungan. "Ingin kabur?" ujar Zhen tanpa berpaling. Dia membelokkan arah serangan pedang dengan Qi hitam gelap ke arah lari Wei Jiran.


Jleb


Dengan sangat mantap pedang panjang itu menusuk punggung Wei Jiran sampai menembus dadanya.


Sebuah senyuman miring terlihat diwajah Zhen. Ia menengok tubuh Wei Wei yang terbujur kaku. Segera ia menghampiri wanita itu. Zhen memeriksa darah dari korban, ternyata masih terasa sedikit hangat. Artinya dia dibunuh belum lama. Pantas saja Zhen mendengar adanya sedikit pertarungan kecil, ternyata itu adalah akhir dari wanita itu.


"Apa kau menemukan sesuatu?" tanya Qiyu.


"Tentu saja. Aku sudah tahu siapa pembunuhnya."


"Benarkah?" tanya Qiyu tak yakin.


"Tentu, pembunuhnya adalah pria pengecut tadi!?" ujar Zhen mengagetkan Qiyu.


"Bagaimana itu bisa?"


"Mudahnya, dia sudah datang lebih dulu sebelum membawa para pengawalnya. Kemudian dia sedikit beradu argumen dengan wanita itu."


"Bagaimana kau tahu?"


Zhen menunjuk telinganya, "Indraku sangat tajam hingga bisa mendengar semua obrolan di penginapan ini." jawabnya dengan smirk yang sangat percaya diri. Ia bangun sembari mengilang kedua tangan dodepan dada, "Yah, lagi pula wanita itu mati bukan urusanku. Dari pada mengurusi dia lebih baik aku membuat kekacauan lain." ujarnya.


Zuunnggg


Tiba tiba beberapa keras kuning berukuran besar memerangkapnya. Kertas kertas tersebut bertuliskan beberapa mantra suci untuk menyegel energi jahat.


"Itu mantra suci!? Kau harus berhati ha…ti!?" wujud Qiyu perlahan menguap menjadi asap.


"Ternyata gagak itu adalah binatang iblis!? Penjahat sepertimu memang harus diadili." sentak seorang pria paruh baya. Sepertinya dialah yang mengendalikan mantra suci ini.


'Sialan, apa yang terjadi dengan tubuhku? Kenapa terasa sangat berat?' setiap dirinya melawan, mantra suci akan semakin mengikat dan menguras internal Qi nya. Pandangannya semakin kabur dan seketika semuanya menjadi gelap gulita.


...***...


Flashback


Zhen menelan kasar ludahnya untuk melepas dahaga. Bibirnya kering dan sangat pucat. Sudah beberapa hari ini ia disiksa dengan rasa haus dan lapar.


Brak


Pintu tiba tiba terbuka dan memperlihatkan dua orang penjaga yang membawa makanan lezat di atas nampan menjaganya


Zhen menatap harap ke arah nampan. Salah satu menjaga mengambil gelas berisi air putih.


"Heh, apa kau ingin ini?" tanya penjaga tersebut dengan cara bicara yang menyebalkan.


Glek


Zhen menelan ludahnya dengan sangat kasar. Ya, ia ingin sekali minum air di gelas itu. "………ya…" jawabnya pelan dan serak.


"Hah? Kau bilang apa? Suaramu terlalu kecil, katakan lebih keras tuan muda!?" teriak penjaga itu ke telinga Zhen.


"Ya. Aku mau." ujarnya sedikit keras.


"Hah? Katakan lagi!? Dimana sopan santunmu tuan muda? Kalau kau mau kau harus lebih sopan bukan?!" ujarnya sambil menepuk pelan pipi Zhen. "Berlutut dan bersujud!?" lanjutnya dengan senyum jahat.


Matanya terbelalak karena dirinya harus melakukan apa yang diperintahkan penjaga padanya. Tapi demi air tersebut ia harus melakukannya.


Tangan tangan kurusnya menyatu dengan gemetar sembari tertempel ke tanah. Ia bersujud pada kedua penjaga yang kini tersenyum puas. "…Tolong, berikan aku air,…tuan…" ujarnya.


"Waha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha… " tawa yang terbahak bahak dari kedua orang itu terdengar sangat menjijikan bagi Zhen.


"Baiklah baiklah, bagaimanapun aku adalah penjaga yang baik. Terima ini…" ujarnya.


Zhen tersenyum senang akhirnya ia bisa minum air. Dia mendongak ingin mengambil gelas tersebut, namun tidak lama setelah itu.


Cuurrr


Air yang ada di gelas ditumpahkan dengan perlahan.


Klatak


Gelas yang telah kosong di jatuhkan di hadapan Zhen.


"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…"


"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…"


Dari ambang pintu terlihat Jiafen yang tersenyum puas melihat hal itu.


Sekarang


BYUR


Zhen terperanjat kaget tiba tiba seember air di siram ke dirinya. Dia mendongak ke atas yang ternyata sudah ramai orang. Ada seorang pria dewasa yang duduk di kursi yang lebih tinggi. Beberapa ada pria yanv lebih tua duduk di kursi yang lebih pendek darinya. Dan ada banyak lagi yang kenyaksikannya terikan kertas mantra sambil duduk berlutut.


"Kau telah membunuh Wei'er?" tanya Patriak keluarga Wei dengan niat membunuh yang besar. Wei Jinrui.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...