
Didalam suatu ruangan luas pemimpin ras naga, Shuhee, sedang berkultivasi. Tentu saja sekarang dia sudah berada di wilayahnya sendiri. Dia tidak ingin berada lama lama di wilayah ras lain apalagi klan guaiwu. Udara disana saja sudah memuakkan baginya.
"Tidak!? Kau tidak boleh masuk!?"
"Ada hal prnting yang harus kukatakan pada pemimpin kalian!?"
"Yang Mulia sedang berkultivasi!? Kau akan mengganggunya jika masuk!?"
Suara ribut ribut diluar justru sudah lebih dulu mengganggu Shuhee. Dia membuka matanya dengan jengkek. "Baj*ngan mana yang menggangguku?" ujarnya marah dengan suara yang dicampuri dengan Qi.
"Y yang mulia, itu…"
Tanpa peringatan seseorang yang membuat keributan mendobrak masuk saat kedua penjaga lengah.
"H hei!?"
Masuk Jun ke dalam ruangan kultivasi raja naga.
Seketika kernyitan terlihat di dahi Shuhee. Melihat penampilan Ming Jiajun dari atas sampai bawah mirip dengan Joayuan bahkan sampai tingkah lakunya, benar benar membuat teringat masa lalu yang memuakkan. Dia bangun dengan kesal, "Tck, buah memang tidak jatuh jauh dari pohonnya. Baru kemarin bocah sepertimu diangkat sebagai ketua klan, dan sekarang kau sudah kurang ajar di wilayah ras lain? Kurasa baj*ngan Jiayuan tidak mendidik anaknya dengan benar." ujar Shuhee sembari melipat tangannya.
"Ming Jiazhen." ujar Jun singkat.
Shuhee mengernyit lagi mendengar nama yang asing di telinganya.
"Raja ras naga, Shuhee, kau sungguh licik telah menyembunyikan rahasia yang begitu besar."
"Apa maksudmu bocah guaiwu?"
"Adikmu Huai Yu, bukankah dia memiliki janin iblis?"
Shuhee langsung menatap tajam Ming Jiajun. 'Apa akhirnya mereka mengetahuinya? Rahasia memang tidak bisa ditutupi selamanya. Tapi, mereka sungguh bodoh baru mengetahuinya sekarang.' Shuhee ingin sekali menertawakan kebodohan mereka. Ya, dirinya memang tidak ikhlas membiarkan Huai Yu menikah dengan Jiayuan. Tapi karena bukukan para tetua dia tidak memiliki pilihan lain selain menyetujuinya. "Ohh, jadi kalian sudah tahu? Ya, Huai Yu memang memiliki janin iblis. Lalu? Bukannya kalian akhirnya menelantarkannya hingga dia meninggal?" ujarnya dengan niat membunuh pada akhir katanya.
"Kau tahu dia memiliki janin iblis tapi masih menyerahkannya pada kami? Nyonya kedua memang sudah meninggal, tapi dia memiliki anak yang mana adalah hasil dari janin iblis." ujar Jun.
'Apa? Huai Yu memiliki anak?'
"Kalian harus tanggung jawab!? Berkat kalian sekarang dia membuat dunia tengah kacau!? Sebentar lagi mungkin dia juga akan mengacaukan dunia atas. Sebelum itu terjadi bukankah kau harus mencegahnya?"
Shuhee tersenyum getir. "Hah, apa kau pikir aku bodoh?" dirinya tahu lebih dari siapapun karena dia juga pernah mengasuh seseorang yang memiliki janin iblis. Seseorang yang menjadi janin iblis tidak akan membuat dunia kacau kalau mereka dijaga dengan baik. Itulah sebabnya Huai Yu masih berbuat baik meskipun dia gadis yang kasar. "Bukankah kalian yang lebih tahu kenapa keponakanku menjadi seperti itu?" ujarnya dengan tekanan yang luar biasa besar.
Tapi Jun tak gentar sama sekali karena ranahnya juga tidak rendah. "Ya, kami juga bersalah. Karena itu kita harus memikirkan caranya agar dia tidak membuat kekacauan lebih dari ini."
"Heh, kenapa tidak kau saja?!" ujarnya tidak sudi bekerja sama dengan Jun. Lebih baik dia melihat dunia atas hancur dari pada bekerja dengan klan guaiwu.
Namun suara beberapa orang yang dikenal terdengar di belakang pemuda itu.
"Shuhee!?"
Muncul beberapa pemimpin klan lain yang di bawa Ming Jiajun di belakangnya. Di antaranya ada pemimpin iblis langit, rubah, peri air, klan seribu wajah, dan beberapa pemimpin klan besar lainnya. Shuhee dapat melihat beberapa diantara mereka yang memiliki luka dalam yang parah, 'Apa mungkin mereka bertarung dengan anak Huai Yu? Dia dapat mengalahkan pemimpin klan di umurnya yang masih sangat muda, memang dia adalah keturunan ras nagaku!?'
"Benar!? Gara gara perbuatannya aku kehilangan banyak jiwa!?"
"Kau harus ikut bertanggung jawab!?"
"P pemimpin r ras naga…"
Banyak dari mereka yang ingin membunuh Zhen. "Tck, baiklah, aku akan memikirkannya dulu." ujarnya memalingkan muka.
Mereka saling bertatapan, kemudian pergi satu persatu. Tinggal tersisa satu ketua.
Dia ketua Xu Lau Yi sedikit membungkuk memberi salam, "Kami percaya anda akan membuat keputusan yang tepat, Yang Mulia." ujar Lu Yun, sembari melirik Shuhee. Kemudian berjalan keluar mengikuti yang lain.
Shuhee melirik Lu Yun yang berjalan keluar, "Tunggu!?" panggilnya sembari berjalan mendekat.
"Ya? Apa ada yang ingin dibicarakan Yang Mulia?" tanya Lu Yun sembari melempar senyum ramah.
Mata emas vertikal nya mengamati Lu Yun dari atas sampai bawah, "Sepertinya kau sangat sibuk akhir akhir ini, ya?" tanyanya dengan tatapan curiga. Entah apa yang dia curigakan dari ketua yang biasa biasa saja seperti Lu Yun.
Tapi meskipun begitu Lu Yun tersenyum tipis dengan kecurigaan berlebihan Shuhee padanya, "Ya, akhir akhir ini saya sangat sibuk. Seseorang yang menjadi janin iblis itu lebih banyak menyerang dunia manusia, saya sangat kewalahan karenanya. Banyak permintaan dari para kaisar sebelumnya untuk meminta bala bantuan dari serikat bela diri. Jadi akhir akhir ini saya sangat sibuk." jawabnya tenang dengan nada yang sedikit lelah.
"Hmm~ begitu ya… pergilah!?" ujarnya seperti mengusir. Yah, dia memang sedikit sombong karena sifat bawaan. 'Apa hanya perasaanku saja atau…dia memang seperti itu?'
Lu Yun sedikit membungkuk, kemudian berbalik pergi. Disaat Shuhee sibuk berpikir, dia sedikit melirik Shuhee dengan senyum samar.
...***...
Zhen melamun di depan teras melihat kosong ke arah halaman yang ditanami banyak herbal. Bukan melihat Li Zheyang yang menanam bibit baru, tapi menatap kosong ke arah lain.
'Dia, kenapa sering sekali melamun seperti itu? Itu tidak baik untuk pasien yang baru sembuh.' pikirnya. Dia berjalan mendekati Zhen, kantong matanya menghitam, ia juga terlihat tidak begitu sehat padahal semua lukanya sembuh. "Hei, berhenti melamun seperti orang bodoh!?" ujar Li Zheyang.
Suara Li Zheyang membuyarkan pikirannya, Zhen melirik dokter kecil itu melihatnya menenteng kedua tangan.
"Kenapa kau akhir akhir ini sering melamun?" tanya nya.
"Kau dokter, kan? Meskipun kau pendek kau pasti diokter kan?" tanyanya tanpa semangat.
Pertanyaan itu, benar benar menyinggung sebagai seorang pria sejati. "Ya, aku hanya belum tumbuh tinggi, tapi bisa dipastikan aku adalah dokter!?" ujarnya penuh tekanan dan wajah yang kesal.
Zhen menatap lama Li Zheyang dengan tatapan lelahnya, "Sekarang aku tahu kau adalah dokter, kau pasti bisa memberiku solusi padaku." ujarnya.
Tidak ada salahnya mendengarkan apa yang akan di ceritakan Zhen. Dia duduk di samping Zhen, "Kau bisa cerita padaku."
"Baiklah, dokter kecil, sebenarnya aku memiliki kutukan naga."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...