Villain'S

Villain'S
Bab 21. Awal mula



'Ibu?' meskipun sudah bertahun tahun lamanya tapi Zhen masih ingat dengan jelas bagaimana wajah cantik ibunya.


"Tunggu!? Tunggu sebentar!?" teriaknya menghentikan ritual. Seketika cahaya pada altar meredup dan mereka berlima saling tatap dengan heran.


"Apa ada masalah Yang Mulia?" tanya salah satu dari mereka khawatir.


Zhen berjalan cepat mendekati wanita itu. Ekspresinya tetap datar meski Zhen membolak balik wajahnya ke kanan dan ke kiri. 'Aku yakin wajah mereka mirip barusan. Apa aku yang salah lihat karena akhir akhir ini aku sering melihat ilusi?' Zhen kembali menjauh dari gadis itu. "Lanjutkan." ujarnya setelah selesai memastikan.


Altar pengorbanan kembali menyala merah dengan diiringi mantra.


Akan tetapi lagi lagi Zhen melihat Yueyin Zhu memiliki wajah mirip Huai Yu.Tidak, kali ini ia tidak akan tertipu lagi.


"Zhen'er…" panggilnya lembut.


Mata Zhen melebar dengar suara lembut itu lagi yang sudah lama terlupakan. "Berhenti!?" ia langsung bergegas mendekati Yueyin Zhu kembali. Wajah ibunya kembali berubah ke wajah Yueyin Zhu. Apa yang terjadi padanya? Kenapa ia terus terusan dipermainkan seperti ini? Sekali bisa dimaklumi, tapi dua kali? Pasti ada ada semacam trik dibaliknya.


Greb


Tiba tiba Zhen mencekik wanita itu erat, "Kau, apa yang lakukan padaku?"


Wanita itu menahan pedihnya cekikan Zhen, "Tidak tahu." jawabnya dengan senyum yang mengatakan dia memang melakukan sesuatu.


"Heh, kau pikir aku akan jatuh kedalam trik mu?"


Wanita itu kembali berubah menjadi seperti Huai Yu yang kesakitan di cekik olegh Zhen. Dirinya tahu ini pasti hanya trik murahan dari wanita aneh ini. Karena itu Zhen makin mencekik keras lehernya agar berhenti mempermainkannya. Tapi semakin ia keras mencekik, bayangan Huai Yu yang diperlihatkan semakin mirip dengan aslinya.


Akhirnya dengan terpaksa Zhen melepas cekikannya. Semua orang terheran heran melihatnya.


"Lepaskan dia." ujar Zhen.


Sontak para pria tua berjubah hitam dan bertopeng heran dengan apa yang dikatakan Zhen. "Apa ada masalah Yang Mulia? Kami bisa membantumu!?" ujar salah satu dari mereka. Sangat disayang jika blood fox di lepaskan begitu saja.


Zhen melirik tajam dan dingin pada seseorang yang baru saja bicara, "Apa aku harus mengatakannya dua kali?" tekanan yang diberikan Zhen sungguh luar biasa.


'A apa ini adalah kekuatan dari Raja Yama? Sungguh luar biasa!? Bahkan sebelum bangkit sepenuhnya dia sudah sekuat ini.' tiba tiba mereka berlima berlutut memohon ampun.


"Mohon ampuni kebodohan kami Yang Mulia!?" ujar mereka serentak.


Seseorang yang baru saja menentang segera bergegas melepaskan belenggu rantai yang mengikat Yueyin Zhu.


"Kalian keluar!? Aku ingin bicara dengannya!?" ujar Zhen.


Meskipun menerima perintah itu ragu tapi mereka tetap mematuhinya. Tinggal Zhen dengan wanita aneh yang tengah memijat pergelangan tangannya yang merah. "Katakan padaku trik apa yang kau gunakan?" tanya Zhen. Ia tidak percaya dirinya bisa terpedaya oleh wanita gila dihadapannya.


Yueyin Zhu menatap Zhen lurus kedepan. Tatapan matanya sangat melekat sampai Zhen ragu apa yang di tatap wanita itu adalah dirinya? Ataukah orang lain? Dia wanita yang misterius dan penuh teka teki. Kemudian dia tersenyum agak licik, "Ingin tahu?" tanyanya.


Zhen merasa jengkel karena bahkan setelah dicekik olehnya dia masih saja keras kepala.


Tiba tiba wanita itu mengukir sesuatu di atas batu altar. Yang bertulis…


Zhen sungguh terkejut bukan main. Apa tidak ada rasa takut pada wanita aneh ini?


"Meskipun aku tidak tahu apa itu cinta tapi aku tahu artinya sangat serius!? Tidak akan!? Apalagi dengan wanita aneh sepertimu!?" ya, Zhen tidak akan pernah mau menyatakan cinta pada Yueyin Zhu si wanita aneh bin gila.


"Aneh." ejeknya pada Zhen.


"Kau yang aneh!? Aku akan kembali lagi kemari!? Dan jika kau masih tidak mengatakannya,……" Zhen mendekat ke samping telinga Yueyin Zhu lalu berbisik pelan dengan senyum jahat diwajahnya, "Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!? Ha ha ha ha ha ha ha…" tawanya sarkas.


...***...


Zhen melihat lihat tempat misterius ini. Sangat sepi dan tidak banyak orang yang terlihat. Paling banyak hanya satu dua orang yang ia temui. Dan setiap bertemu seseorang, mereka selalu memberi hormat padanya. Ini terasa aneh untuknya yang sepanjang hidupnya tidak pernah mendapatkan rasa hormat seseorang. Tapi hal ini juga tidak buruk, malahan ia menikmatinya.


"Apa kau akan kembali menemui wanita itu?"


"Tidak. Untuk apa aku kesana jika dia saja sudah kabur?"


Qiyu menyipitkan matanya heran, "Kau membiarkan wanita itu kabur dengan mudah? Bukannya kau bilang akan membunuhnya dengan tanganmu sendiri?"


"Aku tidak akan bisa melakukannya. Dia jauh lebih kuat dariku. Ditambah lagi dia adalah jiangshi hidup akan sulit membunuhnya."


...***...


Dari kejauhan Yueyin Zhu berjalan sendirian.


"Kupikir aku perlu kesana untuk menyelamatkanmu." ujar seorang pria dengan caping hitam menutupi wajahnya.


"………" Yueyin Zhu hanya menatap datar pria tersebut.


Pria itu sedikit mendongak ke atas, terlihat wajah seorang pria paruh baya yang terlihat bugar. Rahangnya tegas dengan jenggot tebal, tatapannya tegas menunjukkan tekat. Tapi ini sebelum ia bertemu cucunya.


"Zhu Zhu~ sayang~ kakek sangat khawatir kau kenapa napa~ Hiks harusnya kakek tidak meninggalkanmu sendirian di kedai." rengeknya langsung berlari memeluk Yueyin Zhu. "Kau tahu seberapa sedihnya kakek saat melihat kau menghilang? Orang orang sesat sial*n!? Beraninya mereka menjadikan cucu tersayangku sebagai persembahan!? Mereka pasti kehilangan otak mereka saat sedang berdoa!? Mereka bahkan tidak memberimu makandengan cukup. Lihat pipi tirus cucuku yang dulunya gendut!? Tenang saja Zhu Zhu, kakek akan membalaskan dendammu!?" ocehnya marah bukan kepalang.


Saat dia akan bergegas pergi membalas dendam, Yueyin Zhu tiba tiba menarik pergelangan tangan kakeknya. "Hm? Ada apa Zhu Zhu sayang? Apa kau tidak ingin balas dendam? Oh, apa kau takut kakekmu kenapa napa? Tenang saja, meskipun begini kakek mu ini adalah salah satu yang terhebat di tiga alam." ujarnya bangga.


Yueyin Zhu menatap tajam, "Lapar!?" ujarnya. Tidak lama setelah itu…


GRUUUK


Suara perut yang bisa didengar orang lain terdengar.


"Hah?! Astaga, pak tua ini sangat bodoh membiarkan gadis kecil sepertimu kelaparan!? Ayo cepat kita pesan banyak makanan enak untukmu!?" ujarnya tergesa gesa menarik Yueyin Zhu menuju kedai makan.


Disaat kakeknya sedang menggerutu atas kecerobohannya, Yueyin Zhu sedikit menengok ke belakang. Dia pasti akan berjumpa lagi dengan anak laki laki itu. Firasatnya tidak pernah salah. Entah berapa tahun, puluhan, atau ratusan tahun sekalipun. Pertemuan ini hanya awal mula dari dua orang yang akan mengguncang tiga dunia sekaligus.


Pertemuan seorang villain kecil dengan gadis berdarah rubah.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ