Villain'S

Villain'S
Bab 27. Rekan penjahat



Li Zheyang mengepalkan tangannya, menatap tajam Zhen. Apa yang dikatakan pemuda itu nyata? Atau hanya untuk mempermainkannya?


Melihat tingkah laku Li Zheyang yang meragukannya, sepertinya Zhen harus mengambil tindakan. Ia mengambil berati di atas meja lalu melemparkannya ke hadapan Li Zheyang.


Dengan tanggap anak itu menangkap lemparan Zhen.


"Ayo~ bukankah kau ingin membunuhku? Cepat, tusuk aku disini!?" ujar Zhen sambil mengarahkan titik mana yang harus ditusuk.


Li Zheyang memegang belati dengan tangan yang gemetar. Dirinya adalah dokter, mana bisa membunuh seseorang terlebih lagi yang dibunuh adalah pasiennya yang gila. 'Mana ada dokter yang membunuh pasiennya!? Tapi, seseorang dihadapanku ini adalah musuh terbesar yang dibenci semua orang. Tidak hanya aku akan tetapi semua orang menginginkan kematiannya. Kalau aku membunuhnya sekarang…'


"Ayolah~ berapa lama lagi kau berpikir? Aku ingin cepat cepat makan~" rengeknya. Ia sudah tidak makan berhari hari karena koma, setelah ini ia akan makan apa ya?


'Tidak tidak, dengan kemampuan bertarungku apa aku bisa membunuh dia? Untuk menggoresnyapun aku tidak yakin akan berhasil. Apa aku bisa?' Li Zheyang masih bergelut dengan pikiran pro dan kontranya. Benar dan salah, apa yang harus dipilihnya.


Sedangkan Zhen sangat tidak sabar dengan tukang mikir ini, "Tck… akan kutunjukkan bagaimana caranya menusuk seseorang!?" Ia menarik tangan Li Zheyang menga menggenggam belati kemudian…


Jleb


Dirinya menusukkannya ke dirinya sendiri tanpa keraguan.


"A apa yang kau lakukan? Apa kau ingin mati dasar gila!?" teriak Li Zheyang panik.


Zhen menarik kembali belati yang ditusukkan padanya. Tentu saja ia sengaja tidak menusuknya pada organ vital. Dirinya tidak sebodoh itu.


Li Zheyang langsung bergegas mencari kain untuk menahan darah yang keluar. Dia jadi sibuk mengobati luka Zhen yang baru. 'Apa yang orang gila ini pikirkan? Apa dia bodoh? Menusuk dirinya sendiri, apa dia tidak takut mati?' pikirnya heran.


"Apa sudah selesai? Aku ingin makan~" rengek Zhen kembali.


"Kau masih memikirkan makan saat dirimu tertusuk? Dasar bodoh!?" sentak Li Zheyang.


Zhen sedikit tersenyum tipis, "Kau jadi kasar dokter, aku jadi takut~"


"Hiks… kau pikir, karena siapa aku jadi begini… hiks…" Li Zheyang menahan tangisnya, namun seberapa banyak dia tahan air matanya tidak kenal kompromi. Sikapnya yang dewasa runtuh seketika oleh Zhen.


Apalagi pemuda gila itu juga ikut ikutan menangis, "Hiks hiks dokter… kau membuatku menangis… huaa hu hu hu…"


"Dasar bodoh hiks… kenapa kau ikut menangis… huaaa………


…Dasar aneh…"


...***...


Dengan sangat lahap Zhen memakan daging kelin bakar yang baru saja matang. Skill memasaknya cukup bagus, apa ia buka restoran saja?


"Pasien harusnya makan makanan yang mudah dicerna!? Kenapa kau malah makan daging?" omel Li Zheyang. Entah kenapa dirinya jadi lebih berani. Apa mungkin karena apa yang terjadi beberapa saat lalu?


Zhen memalingkan wajahnya, "Hemp, aku tidak mau makan makanan sampah itu." ujarnya blak blakan.


"Kau, makan ini penuh dengan nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuhmu!?"


"Ugh…" sangat sulit berdebat dengan seseorang yang selalu memiliki jawaban. Li Zheyang menatap daging yang dimakan Zhen. Warna kematangannya bagus, baunya lezat, aromanya nikmat, dan… apakah rasanya enak? Sangat penasaran. Glek. Li Zheyang tak bisa mengalihkan penglihatannya ke arah yang lain selain daging kelinci yang terlihat seperti makanan dari surga.


Zhen tahu itu, tatapan kelaparan yang dipancarkan Li Zheyang. Pura pura tidak mau tapi sebenarnya sangat mau. Dia seperti kucing. "Dokter, kenapa kau tidak jujur saja?" tanya Zhen langsung.


"A apa maksudmu?" tanya balik Li Zheyang yang mulai gugup.


"Kau menginginkan ini, bukan~" Zhen menyodorkan paha kelinci itu ke arah Li Zheyang, pemuda itu tersenyum licik.


"Ap ti tidak!? Aku tidak menginginkan makananmu!? Siapa yang juga yang menginginkan……nya…" Li Zheyang lagi lagi melirik paha kelunci itu. Sayangnya dirinya tidak bisa membiarkan gengsinya turun.


"Dokter~ Kau harus menyembunyikan air liur mu." ia tahu dengan jelas kalau Li Zheyang sangat ingin merasakan daging kelinci ini. "Aku akan memberikannya untukmu." ujarnya.


Sontak mata Li Zheyang berbinar binar mendengarnya, "BENARKAH? Ah, ma maksudku, benarkah?" tanya langsung berubah nada. Bagaimanapun ia harus tetap terlihat dewasa.


"Tapi, aku memiliki syarat!?"


"Apa syaratnya?"


Lihat dia yang katanya tidak ingin tapi segera ingin memenuhi syarat demi daging kelinci. Dia benar benar seperti kucing. "Aku menginginkan pil divine dragon! Itu syaratku." ujar Zhen.


Matanya terbelalak mendengar syarat Zhen, "Itu hanya bisa dibuat oleh para ahli!? Kau pikir dokter kecil sepertiku mampu untuk membuat pil kelas surgawi itu?" ujarnya.


"Oh? Jadi kau tidak bisa?" tanya Zhen, ia menatap Li Zheyang melihat secara keseluruhan kemampuan dari dokter kecil. Mata merah keemasan yang ia dapat entah bagaimana dapat melihat segalanya. Bahkan isi hati seseorang.


'B bagaiamana ini, aku tidak bisa memberikan pil divine dragon dengan begitu mudah pada penjahat sepertinya. Tapi aku sangat menginginkan daging kelinci itu. Ugh, apa yang harus ku lakukan?!' Li Zheyang terlihat kebingungan. Jika dia menyerahkan pil divine dragon, bukankah dia sama dengan rekan penjahat? Itu artinya dia terlihat dalam kehancuran dunia. Masa dia harus memberikan pil tingkat surgawi cuma demi kelinci panggang? Dimana harga dirinya???


"Ya sudah jika kau tidak mau, kau makan saja makanan nurtisimu. Dn aku akan makan daging kelinci yang enak ini." ujar Zhen makan dengan penuh drama hanya untuk menggoda Li Zheyang. Bagaimanapun ia harus mendapatkan pil itu agar bisa mengeluarkan Qi pedang sepenuhnya dari tubuhnya. 'Ah, ngomong ngomong aku kurang menambahkan garam.' pikirnya.


"B baiklah!? Aku akan memberikan pil divine dragon padamu!? Tapi aku juga memiliki syarat! Kau harus buatkan daging kelinci panggang yang baru dan yang lebih enak!? Dan seterusnya jika aku ingin kau harus buatkan!?" ujar Li Zheyang, dia sudah membulatkan tekadnya. Habis sudah, sekarang dirinya benar benar menjadi rekan penjahat.


Zhen tersenyum senang mendengar bagaimana ia berhasil mendapatkan pil itu, "Baiklah~ itu bisa diatur."


Beberapa saat kemudian…


"Ini pil Divine Dragon!?" sodor Li Zheyang dengan wajah serius.


"Ini kelinci panggangmu!?" sodor Zhen dengan wajah sumringah senang bukan kepalang. Ia tidak percaya dirinya akhirnya bisa menyingkirkan Qi pedang dalam dirinya sejaligus meningkatkan ranahnya. Ini seperti sekali dayung dua pulau terlampaui.


Li Zheyang menatap Zhen yang sangat senang mendapat pil darinya, "Ini membuatku penasaran, bagaimana kau tahu aku dapat membuat pil divine dragon? Padahal kau baru sadar." celetuk Li Zheyang sembari memakan daging kelinci nya.


Pertanyaan itu sudah Zhen duga akan ditanyakan oleh Li Zheyang, "Yah, itu rahasia perusahaan."


"Hah?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...