
Blarr
"Aaahh!?"
"Toloong!?"
"Aagh!?"
"Hiks, Ibuuu!?"
Ibu kota Kekaisaran Qi telah terbakar oleh api. Orang orang misterius datang dan membunuh siapapun yang mereka temui. Ini adalah gambaran pemandangan dari neraka jika kamu melihatnya. Rintihan dan tangisan anak anak terdengar dimana mana. Mereka mati dengan mudah seperti daun yang berguguran.
"Tidak!? Kerajaanku!? Hartaku!? Wanitaku!?" teriak histeris Kaisar Qi sambil berlutut melihat istananya habis terbakar. "Siapa iblis yang melakukan ini pada kekaisaranku!?" teriaknya marah berurai air mata.
"Iblis? Ya ampun~ Yang Mulia, kau jahat sekali." ujar seseorang muncul dari belakang Kaisar Qi.
Segera Kaisar Qi berbalik dengan tatapan kebenciannya. Ternyata yang menghancurkan Kekaisarannya adalah seorang pemuda bertopeng hitam, dan berpakaian pendekar hitam. Yang terlihat darinya hanya warna hitam, terkecuali matanya yang tajam berwarna merah vertikal. "Apa kau yang membuat semua kekacauan ini?" tanyanya, terlihat rahangnya mengeras menahan kemarahan dan kebencian yang amat besar.
"Hmm~ coba kupikir kupikir… oh!? Yah, aku yang melakukan semua ini ha ha ha ha ha…" jawabnya dengan tawa seakan ada hal yang lucu.
"Kau…" geramnya menatap marah pemuda tersebut. "Matilah baj*ngan!?" Kaisar Qi mengeluarkan pedangnya ingin menusuk pemuda jahat yang menghancurkan kerajaannya.
Hanya dengan gerakan tangannya pemuda itu mencekik Kaisar Qi dengan aura hitam pekat.
"Kukh!? Khg!?" tubuh Kaisar Qi terangkat ke atas berusaha berontak dengan kekuatan yang mencekiknya.
Pemuda itu menatap ganas disertai niat membunuh yang besar. Tubuh Kaisar Qi perlahan semakin tua dan keriput. Akhirnya dia mati dengan energi kehidupan yang habis terserap.
Bruk
Tentu saja energi kehidupan itu sudah terserap oleh Zhen, pemuda jahat yang membuat semua kekacauan.
...***...
Dunia bawah, Alam Diyu.
Terlihat seorang roh berpakaian kasim putih, melayang dengan cepat menuju singgasana pemimpin Alam Diyu.
"Yang Mulia!? Yang Mulia!?" panggilnya dengan suara cempreng.
Sosok yang dia panggil yang mulia adalah seorang pria besar, berpakaian raja neraka, berkulit coklat, bermata emas, dan memakai mahkota raja neraka yang terbuat dari tulang belulang manusia.
"Ada apa? Apa ada kelompok penjahat lagi yang dikirim kemari?" tanyanya. Suaranya terdengar berat dan terdengar malas. Dia adalah penguasa dunia bawah dan Raja Yama saat ini, Ding Yun.
"T tidak Yang Mulia!? Kali ini ada banyak, banyak sekali, benar benar banyak, lebih dari banyak, roh yang dikirim kemari!?" lapornya tergesa gesa dengan wajah khawatir dan kaget.
Ding Yun mengerutkan alisnya heran. Memang seberapa banyak roh yang masuk ke dunia bawah? Dia menegakkan duduknya, "Berapa banyak mereka?"
"I itu, mereka ada sepuluh juta jiwa!?"
Sontak mata Ding Yun melotot mendengar jumlah jiwa yang sangat banyak ini. "Oh, apa maksudmu ini dari berbagai tempat?" tanya nya. Mungkin saja sepuluh juta jiwa ini adalah angka kematian yang kebetulan dari berbagai tempat. Karena setiap harinya dunia tengah selalu mengirimkan banyak jiwa.
"T tidak, mereka semua berasal dari tempat yang sama. Mereka berasal dari Kekaisaran Qi. Bahkan Kaisar Qi saat ini juga terkirim kemari!?"
"Bahkan Kaisar Qi sendiri?" tanyanya sulit percaya.
"Benar!? sekarang dia masih menangisi kerajaannya yang hancur."
Hantu putih membungkuk, "Baik Yang Mulia!?" dia berbalik melayang jauh menyusul hantu hitam.
"Wah, siapa baj*ngan tengik yang mengirim banyak tugas untukku?!" geramnya kesal karena harus mengurus banyak arwah.
Di luar istana Diyu, taman jahat.
Sekumpulan roh jahat yang sedang menjalani hukuman mereka di tengah memikul batu batu besar di punggungnya. Namun ada satu arwah yang tampak sangat santai. Yang lain bekerja, namun tidak dengannya. Tidak ada yang berani menegur arwah tersebut atas sikap malasnya. Bahkan para penjaga pun tidak berani padanya.
"Heh, A-Shu!? Apa kau sudah dengar kalau haru ini akan ada kiriman roh baru dari dunia tengah?" tanya salah satu teman dari A-Shu.
"Lalu? Bukannya setiap hari juga selalu ada kiriman?" ujarnya.
"Tidak!? Kali ini berbeda!? Katanya ada psikopat yang membunuh Sepuluh juta jiwa dan membuat Raja Yama kerepotan beberapa hari ini. Lima juta akan dikirim kemari dan lima juta lainnya akan di kirim ke taman baik."
A-Shu melebarkan matanya mendengar jumlah yang bukan main itu disebutkan. "Aku sangat yakin dia adalah orang yang sangat jahat melebihi ku." ujarnya kagum bercampur kesal karena ada yang lebih jahat darinya. "Aku penasaran berapa ratus tahun dia akan dihukum." lanjutnya.
"Untuk saat ini kau yang terjahat di taman ini." tambah temannya.
A-Shu jadi ingin keluar dari dunia bawah dan bertemu penjahat baru ini. Dia yakin dirinya akan akrab dan membuat kejahatan bersama.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?! BEKERJA!?" teriak keras salah satu penjaga taman. Dia mencambukkan petir mengenai salah satu teman A-Shu.
Dengan cepat pria malang itu lari terbirik birik kembali bekerja. Sedangkan A-Shu masih santai melihat yang lain kerja.
"Kenapa kau diam saja? Kembali bekerja!?" sentaknya.
A-Shu melirik malas penjaga tersebut, "Apa kau penjaga baru? Aku akan mengampunimu kali ini. Jadi pergilah!?" ujarnya.
Penjaga itu menahan amarahnya, "Beraninya roh rendahan sepertimu melawanku!?" dia mengangkat cambuknya tinggi tinggi ingin mencambuk A-Shu.
Ctar
Batu yang di duduki A-Shu seketika hancur, namun A-Shu sendiri sudah menghindar.
Duak
Tiba tiba ada kaki yang menendang kepala penjaga tersebut. A-Shu memukul ulu hati si penjaga hingga menembus ke dalam. Dia mengambil kelereng kecil bersinar merah. Seketika penjaga itu mati. "Heh, berani menantang padahal lemah. Tidak tahu diri." dia memakan kelereng merah di tangannya. A-Shu, hukuman seribu tahun, sisa hukuman tiga ratus tahun, kehidupan sebelumnya adalah raja peri air yang menyimpang. Salah satu penjahat paling berbahaya dunia bawah.
"Haah, ya ampun~ aku jadi ingin cepat cepat bereinkarnasi~"
Salah satu tempat di dunia bawah.
Seorang pemuda dengan pakaian kotor terbaring ditanah kering yang tandus. Bibir bibirnya kering, dengan pandangan yang mungkin sebentar lagi akan mati. Dia menatap langit yang berwarna merah kelam. Mungkin hari ini adalah hari kematiannya.
Pemuda itu hanya seorang manusia biasa yang belum waktunya mati. Namun karena orang orang dari dunia tengah sering membuang penjahat menuju dunia bawah, akhirnya pemuda itu berakhir disini, di neraka ini.
'Hah, orang orang munafik itu! Mereka membuangku setelah memeras semua kerja kerasku. Apa ini akhirnya? Mati di tempat seperti ini? Sial, padahal aku bukan penjahat. Dunia ini memang tidak adil.' dia memejamkan matanya pelan.
duk duk duk
Sekarang dia mulai mendengar langkah monster menuju padanya. Mungkin dia akan dimakan para monster sebagai nutrisi mereka. 'Sial, aku benar benar akan mati hari ini.'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...