Villain'S

Villain'S
Bab 44. Rencana wanita jahat



Setiap makhluk hidup pasti akan mengalami kematian. Karena semua yang hidup pasti akan mati. Tapi, ada beberapa orang yang tidak menerima ketentuan itu. Hingga orang orang ini menciptakan hal hal tabu yang menentang kehendak surga.


Empat belas tahun lalu, Huai Yu melakukan sebuah ritual pembangkitan untuk menghidupkan kembali bayinya yang malang. Hasil dari hubungan biologis antara ras naga dengan klan guaiwu, adalah hal yang tabu. Semua orang sudah tahu akan bagaimana hasilnya. Tapi meskipun begitu, Huai Yu tidak menerima kenyataan yang sudah pasti tersebut.


Setelah menangis sepanjang siang dan malam, dia mulai menjadi gila. Setiap hari dia memikirkan bagaimana caranya membuat anaknya dapat hidup. Dan kemudian seseorang tiba tiba datang kepadanya…


"Apa anda ingin anak anda kembali?" suara dari orang tersebut terdengar seperti suara seseorang yang disamarkan.


"Siapa kau?" tanyanya. Sudah pasti orang itu bukanlah seseorang yang baik.


Seseorang berjubah hitam, memakai topeng hitam, berdiri di balik tirai merah ranjang Huai Yu. Yang mana wanita itu ada di dalam kamarnya memeluk erat erat jasad yang mulai membusuk.


"Siapapun saya itu tidak penting. Masih ada satu cara menyelamatkan anak anda tanpa membuatnya menjadi jiangshi, bagaimana? Apa anda akan menerima bantuan saya?" tawar orang itu lagi.


Huai itu terdiam mendengar tawaran orang itu. Satu satunya cara yang ia tahu adalah membangkitkan anaknya sebagai jiangshi. Tapi mana mungkin ia memilih cara itu jika pada akhirnya anaknya akan menjadi mayat hidup tak berakal. "Apa kau ingin menipuku?" tanyanya dengan tatapan tajam.


"Ha ha ha ha, mana mungkin saya berani menipu seseorang yang terhormat seperti anda? Saya akan memberikan caranya pada anda. Terserah anda ingin menerimanya atau tidak. Tapi percayalah, saya tidak berbohong." orang itu meletakkan sebuah gulungan hitam di atas meja, kemudian menghilang begitu saja.


Setelah orang itu pergi, barulah Huai Yu keluar dengan penampilannya yang berantak dengan penuh luka sayatan menyakiti diri sendiri. Dia mengambil gulungan hitam dan membukanya. Betapa terkejutnya ia melihat isi gulungan tersebut.


'Ini, gulungan ritual pembangkitan dari Ras Naga? Bagaimana bisa dia memiliki ini? Gulungan ini sangat sulit didapatkan karena jumlahnya terbatas. Dan tempat penyimpanannya adalah di dalam tempat rahasia yang hanya bisa dimasuki oleh tetua dan pemimpin Ras Naga. Aku memohon berkali kali pada orang itu, tapi dia tetap tidak mau memberikannya. Apa mungkin dia adalah salah satu tetua di Ras Naga? Tapi, jika aku memiliki ini maka Zhen akan…' tercetak senyum senang yang juga terlihat jahat diwajahnya yang cantik.


Huai Yu mengangkat tinggi tinggi bayinya, "Zhen~ sebentar lagi kau akan melihat ibu~ ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" dia tertawa senang sembali menari nari bersama bayinya. Tiba tiba wajah senangnya menghilang, 'Orang itu memberikan gulungan ini begitu saja padaku. Tapi dia tidak mengatakan konsekuensi atau larangan yang tidak boleh dilakukan. Itu artinya, dia bukan dari Ras Naga. Dia hanya orang jahat yang ingin memanfaatkanku.'


"Tidak berani menipu? Berani sekali dia mengatakan itu setelah selesai menipu." Huai Yu kembali memeluk erat anaknya. Terlihat seringaian seram di wajahnya, "Apa dia pikir aku hanya wanita gila yang bodoh?" dia melirik gulungan di meja.


"Zhen'er~ Zhen'er~ kenapa semua orang berpikir kau sudah mati hanya karena mereka tidak merasakan denyut nadimu~? Dasar orang orang bod*h. Kau hanya sedikit pucat dan membiru~ tapi mereka malah menganggapmu sudah mati~" Huai Yu tersenyum lebar menyeramkan karena bayinya membuka matanya yang berwarna merah tanpa adanya cahaya yang hidup.


Sekarang


"huh…huh…huh… huh…" Zhen meremas kepalanya yang terasa amat sakit. Ini lebih sakit dari sakit kepala biasanya. Seperti ada tarantula beracun yang berjalan jalan dan menggigiti isi kepalanya. Dibarengi dengan sakitnya ketika ingatannya yang hilang kembali.


Zhu'er tiba tiba terbangun, refleks dirinya segera melesat ke belakang mendengar teriakan yang begitu keras. Dia membulatkan matanya melihat anak laki laki di depannya terlihat kesakitan. Zhen berguling guling di lantai bambu sembari mencengkeram kepalanya. "Sakit?" ujarnya menebak nebak.


Sedangkan di luar rumah, Chen Zinyu masih meneguk araknya dengan tenang. Tentu saja dia mendengar dengan jelas teriakan Zhen. Tapi dirinya malah tersenyum tenang dan menikmati pemandangan bulan berbintang di langit malam. "Haah, malam yang indah…" ujarnya. Tidak lama terlihat Zhu'er berlari ke arahnya dengan wajah yang datar. "Aah~ ya ampun~ cucu ku lucu sekali saat berlari~" ujarnya riang.


Sekarang Zhu'er tepat di hadapannya, "Ada apa Zhuzhu~?" tanyanya riang.


Gadis itu menunjuk rumah, "Sakit!?"


"Maksudmu Zhen'er?"


Zhu'er mengangguk mengiyakan, masih bertahan dengan wajah datarnya.


"Hmm~ kemari sebentar." Chen Zinyu meraih tangan berbalut perban itu agar mendekat, "Saat ini Zhen'er sedang dalam keadaan puncak dari kutukannya. Jadi mau kita menolongnya pun itu tidak berguna~ Tunggu saja sampai fajar datang, dia pasti sudah sembuh." ujarnya disertai senyum yang ramah.


Zhu'er menatap Chen Zinyu tanpa berkedip. Keadaan jadi hening beberapa detik. Lalu satu kata yang terucap dari Zhu'er, "Bohong." ujarnya.


"Oh ya ampun~ kakek ketahuan berbohong ya~ Zhuzhu memang sangat hebat~" bukannya kelaban ketahuan berbohong, pak tua ini malah kelabakan karena girang cucunya begitu pintar. "Tapi, mau bagaimana lagi~ Kakek tidak tahu bagaimana cara menolongnya. Ah~ bagaimana kalau Zhuzhu ku sayang menemaninya saja? Kakek rasa Zhen'er akan senang jika ada yang menemaninya." ujar Chen Zinyu sembari mengelus puncak kepala Zhu'er.


Dengan polosnya gadis itu mengangguk mengiyakan. "Pembohong." ujarnya sebelum pergi masuk ke dalam rumah.


Chen Zinyu hanya tersenyum mendengarnya. 'Walaupun dia seperti orang aneh dan gila, tapi dia sangat pintar. Bukan cucuku kalau tidak pintar.' pikirnya sembari tersenyum bangga. Dia merasa hidupnya bertambah berat dengan membuat orang lain menderita lagi. "Haihh, sepertinya malam ini akan panjang." ujarnya sembari berbaring. Dengan teriakan Zhen sepanjang malam, kan menjadi malam yang berisik.


Meslihat bulan purnama yang sempurna mengingatkannya pada pertemuan pertamanya dengan seorang gadis polos yang menjadi gila. 'Huai Yu, setelah menjadi gila dia menjadi wanita yang licik dan jahat. Siapa sangka semua berjalan sesuai dengan rencananya. Sungguh wanita yang mengerikan. Untung Zhuzhu ku tidak sepertinya.'


Chen Zinyu, tetua ketiga dari klan guaiwu. Licik, manipulatif, penipu handal, materialistic, misterius, pria tua aneh yang sangat menyayangi cucunya, dan pria gila yang suka melakukan eksperimen menghasilkan sesuatu yang gila. Sosok kuat yang bahkan para orang orang bertopeng itu tidak berani mengusiknya. "Haah, aku memang pria tua yang jahat." ujarnya sembari tersenyum tipis yang perlahan berubah ke tingkat licik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...