Villain'S

Villain'S
Bab 9. Menghadiri pemakaman



Terlihat seorang pria yang memiliki ekor sembilan dan bertelinga rubah berbulu putih, menginjakkan kaki diatas batu. Dia menajamkan matanya sembari memperhatikan pemukiman yang tak jauh dari tempat pria itu. "Hooh, jadi disana klan guaiwu? Kenapa tempatnya sangat terpencil? Aku jadi harus mengotori pakaian baruku dengan darah, kan?!" ujarnya. Melihat pakaiannya sendiri yang banyak terciprat darah hewan hewan buas dan monster di hutan. Dia bernama Bai Yue, Ketua klan siluman rubah ekor sembilan.


"Kenapa kau tidak jujur saja kalau kau menyukai darah dipakaianmu?" tanya seorang pria yang rupanya seperti manusia biasa. Tapi memiliki mata yang tidak biasa, yaitu bermata emas vertikal. Pada kedua sisi keningnya juga terlihat tanduk kecil berwarna seperti kulit. Namanya Shuhee, Raja Ras Naga.


"Tidak tidak~ aku adalah rubah yang suka kebersihan. Aku perlu memperhatikan kecantikanku agar para gadis menyukaiku." ujarnya penuh kepercayaan diri.


"Omong kosong." celetuk Shuhee. "Kau hanya ingin memakan jiwa mereka kan?"


Tampak wajah Bai Yue kaget, "Sstt!? jangan keras keras, ini rahasia!?" ujarnya agak panik sembari melihat kanan kiri.


"Rahasia gundulmu!? Semua orang mengetahuinya bahwa klan siluman rubahmu sangat menyukai jiwa manusia. Itu pengetahuan umum." jelasnya sengit dengan menunjuk hidung di rubah.


"Ehe he he he he, tapi aku pribadi juga menyukai mereka. Maksudku, kau tahu kan? Bercinta dengan manusia itu berbeda dengan siluman. Gadis gadis itu sangat lemah, cantik, dan mudah sekali untuk mati." walaupun akhirnya dimakan oleh dirinya sendiri.


"Sudah sudah, jika kita terus berbincang disini kapan kita memasuki klan guaiwu dan menghadiri pemakaman? Ayo ayo~ jangan kembuang waktu lagi." ujar salah seorang pria berambut biru langit yang menyela kedua orang itu. Air wajahnya terlihat kalem dengan pola pola salju di kedua bawah matanya. Terlihat tanduk rusa di kepalanya yang dapat mengeluarkan salju. Namanya Kataru, dia pemimpin makhluk suci di daratan barat, pemimpin dari Istana es.


"Benar!? Jangan banyak bac*t kalian para baj*ngan!? Aku tidak suka buang buang waktu dengan kalian, jadi cepatlah jalan!?" ujar salah seorang lagi yang tampak garang dengan rambut merah berapi yang keriting dan berkulit coklat. Tampak juga tanduk di tengah kepalanya. Zhukara, Ketua klan iblis langit.


"Bagaimana dengan empat kepala klan lainnya? Apa kita tidak perlu menunggu mereka? Bukankah black forest adalah salah satu dari tiga tempat berbahaya di tiga dunia? Lebih baik kita_"


"JANGAN BANYAK BAC*T GOB*OK!? MEMANGNYA APA PEDULIKU DENGAN MEREKA? JIKA KAU SANGAT PEDULI DENGAN MEREKA MAKA TUNGGU SAJA DISINI SENDIRIAN!?" teriak pria berambut merah sembari meraih kerah pria berambut hijau lumut, berkulit hijau, dan tubuhnya selalu basah. Bahkan diatas kepalanya ada bunga teratai yang tumbuh.


"Hieee, iya iya aku mengerti!?" ujar pria berlumut ketakutan. Dibandingkan dengan pria kasar di depannya dia terlalu lembek dan mudah di gertak. Dia bernama Xiu Feng, penguasa di laut timur.


Bai Yue diam diam bergosip dengan pemimpin lainnya, "Dia marah marah begitu, tapi aku yakin dialah yang paling khawatir. Pasti setelah kita sampai dia akan diam diam menunggu keempat lainnya." bisiknya.


"Kau benar, bukannya dalam dunia manusia namanya tsundere ya? Berarti ketua klan iblis langit…"


"Tsundere?" tanya Kataru bingung.


Bai Yue makin bersemangat membahas tentang cinta, "Iya, kata gadis gadis ku tsundere itu yang malu malu menunjukkan perhatiannya. Romantis kan~" ujarnya dengan wajah full merona.


Kataru tampak sedang berpikir keras. "Yang begitu romantis? Kalau peduli tunjukan saja, kenapa harus malu? Yang terang terangan menunjukkan perhatiannya itu lebih romantis!?" ujarnya dengan pendapat pribadi.


"Tidak!? Yang malu malu lebih romantis?" kekeh Bai Yue.


"Yang terang terangan!?" kekeh Kataru.


Keduanya seperti anak kecil yang menperebutkan permen.


Sedangkan Shuhee yang hanya diam menyimak perdebatan tidak berguna ini. Dia tidak mengerti mengapa orang orang ini malah ribut dengan sendirinya. Yang satu dengan banyak pengalaman cintanya berpendapat ini, dan yang satu lagi dengan nol pengalaman cintanya berpendapat itu.


"Aduh duh sayang~ kamu bosan ya?" tanya seseorang bernada halus dan menggoda memeluk Shuhee dari belakang. Dia seorang wanita yang cantik rupanya, dan memakai hanfu berwarna merah muda dengan belahan dada. Begitu selaras dengan rambutnya yang juga berwarna merah muda mengembang. Dia adalah ketua klan seribu wajah, Qian Qian.


"APA YANG KALIAN BAC*TKAN? AYO CEPAT!?" teriak Zhukara selalu terlihat sewot.


"DIAM WANITA TUA!?" bentak Zhukara


Duak


Sontak Qian Qian langsung menendang 'anu' ketua klan iblis langit. "Panggil aku begitu lagi dan aku akan menendangnya berkali kali!?" ujarnya garang dengan mata mendelik marah.


Seketika itu ketua klan iblis langit langsung diam menganggukkan kepalanya dengan cepat. Ekspresinya mengatakan kalau 'anu' yang ditendang sangat sakit.


...***...


Terlihat pada acara pemakaman pemimpin klan guaiwu, beberapa tokoh tokoh penting dari dunia siluman, binatang suci, sampai makhluk magis, berkumpul menghadiri pemakaman Jiayuan. Mereka semua diam ketika para tetua membacakan doa pelepasan roh.


Pada waktu waktu terakhir, masing masing dari pemimpin berbagai kelompok meneteskan darah mereka ke atas peti mati. Tetesan darah terakhir diberikan oleh Jun yang mana menjadi pemimpin klan selanjutnya.


"Siapa dia? Wajahnya mirip dengan Jiayuan." bisik Bai Yue ke Kataru.


"Kau tidak tahu? Dia anaknya yang akan menjadi ketua klan selanjutnya. Ajaib sekali wajah mereka mirip." bisik Kataru.


"AHEM!?" deham keras seorang pria dewasa berkumis tipis dan memiliki tanda api suci pada keningnya, Qing Shen, pemimpin klan Phoenix.


Sontak keduanya langsung diam mengambil sikap tenang.


Dukun yang memimpin jalannya ritual pelepasan roh kembali membacakan mantra. Seketika peti mati masuk ke dalam tanah dan tertutupi bebatuan. Peti mati itu masuk ke dalam aula bawah tanah. Tempat para leluhur pemimpin klan Guaiwu sebelumnya dikebumikan.


Setelah semua ritual selesai, satu persatu yang menghadiri pemakaman pergi. Ada yang menangis dan bersedih, ada juga yang menahan air mata mereka, bahkan ada juga yang tak sanggup melihat pemakaman.


Namun, ada satu orang yang menatap sinis tempat masuknya peti mati. "Ck!?" Shuhee berjalan melewati semua orang yang menangis. Dia terus menatap kedepan tanpa menatap kanan kiri.


Dan para anggota klan Guaiwu yang melihatnya, menatap benci ke arah pria itu.


"Dasar, melihat wajah sombong naga itu benar benar membuatku kesal!?"


"Kalau tidak ingin datang sekalian saja tidak datang!? Membuat jengkel saja."


"Dasar pria sombong!?"


"Semoga dia mati dalam perjalanan pulang."


Satu persatu pemimpin dari masing masing kelompok membubarkan diri. Begitupun dengan yang menghadiri pemakaman. Tak terkecuali satu orang, Dia seorang kultivator dari dunia manusia. Dia seorang pria muda bermata hijau, bernama Lu Yun pemimpin dari aliansi bela diri, Xu Lau Yi. "Aku sangat menyesali atas kematianmu ketua klan. Semoga kau tenang di surga sana, Ming Jiayuan." dia tersenyum kecil, dan senyum itu menghilang dengan cepat. Kemudian berjalan meninggalkan tempatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...