Villain'S

Villain'S
Bab 35. Jebakan licik



Zhen menyalakan lilin di dalam sebuah gua kecil dekat wilayah iblis langit. Kebetulan sekali hari sudah menjelang malam. Ia bisa mencoba apakah lilin ini sehebat yang dikatakan Aruxi atau wanita itu hanya beromong kosong. Lilin berwarna ungu gelap saat dinyalakanpun api dan asapnya berwarna ungu. 'Sebelumnya dia bisa membuatku tidur, aku yakin kali ini lilinnya juga akan membuat ti_'


Tiba tiba kepalanya sakit tak tahankan. Kaki kakinya lemas, dadanya terasa sangat sesak, dan pandangannya kabur. "Tidak mungkin… apa dia… menipuku?"


...***...


Aruxi menyalakan dupa merah di kamarnya. Tak disangka seorang tamu tak diundang datang mengunjunginya. Aruxi hanya melirik tanpa menengok siapa tamu tersebut. Karena tanpa dilihatpun dirinya sudah tahu siapa dia. "Aku sudah menepati janjiku. Sekarang berikan penawarnya padaku!?" ujarnya menagih janji yang diberikan tamu tersebut.


Sosok pria dibalik topeng itu tidak lain adalah Lu Yao. Dia tersenyum di balik topengnya, "Tentu saja. Putri dari klan iblis langit mana mungkin mengecewakanku. Aku akan menaruh penawarnya di atas meja. Sesuai janjiku, aku tidak akan menyentuh klan atau ayahmu. Aku permisi." ujarnya terdengar senang.


Segera setelah Lu Yao pergi Aruxi berbalik mengambil botol kecil berwarna hijau di atas meja. Ekspresinya terlihat tidak puas dan lebih ke khawatir. 'Apa aku melakukan hal yang benar?' pikirnya cemas. Tidak, sebenarnya dia tahu apa yang dilakukannya salah. Tapi demi klan dan keluarganya, dia rela melakukan apapun meskipun itu salah. "Apa rencanamu selanjutnya, pemimpin ke sepuluh, Lu Yun?!" ujar Aruxi.


Nama yang tidak asing untuk sepukuh klan besar. Lu Yun pemimpin kesepukuh dari sepuluh pemimpin tiga dunia. Dia berada di urutan terakhir dari peringkat pemimpin. Dia menatap dingin Aruxi, "Kau tidak perlu tahu." ujarnya dingin.


Aruxi tersenyum kecil dengan jawaban Lu Yun, "Ya, kau benar. Orang sepertiku tidak perlu mengetahui banyak hal. Tapi aku bisa menebak apa hang akan kau lakukan padanya." balasnya dengan senyum misterius. Membuat Lu Yun penasaran dengan kata kata selanjutnya.


"Apa yang ingin kau katakan?"


"Aku hanya ingin mengatakan, berhati hatilah!?" unar Arusi dengan smirk di wajah cantiknya. Yang membuat Lu Yun makin sinis melihatnya. "Kau juga tahu, kita semua tahu, siapa 'dia' yang ingin kau kendalikan. 'Dia' keturunan naga dan juga klan guaiwu, kelahiran yang sangat tabu untuk dibicarakan. Sangat mustahil ada anak yang berhasil lahir dengan selamat dari kedua kubu tersebut. Di tambah lagi dia adalah janin iblis yang sewaktu waktu dapat menghancurkan tiga alam sekaligus. Apa kau yakin, bisa mengendalikannya?" tanyanya tajam.


Lu Yun menggertakkan giginya, geram dengan omongan Aruxi. "Wanita jal*ng sepertimu tidak akan tahu apapun!? Aku sudah pasti akan bisa mengendalikannya. Kau tidak perlu khawatir." ujarnya tajam dan sinis. Kemudian dia pergi keluar kanar wanita itu. Dengan hati yang jengkel dia membanting pintunya.


Brak


"……… Yah, dia lebih buruk dari yang kuduga."


...***...


"Ugh…" Zhen meremas kepalanya erat. Rasa sakit yang mendera setiap malam kini menjadi tiga kali lipat sakitnya. Dia menggigit bibir bawahnya hingga keluar darah karena kepalanya yang terus berdenyut. Otaknya terasa mendidih dengan di gores bilah es yang tajam. Radanya sekarang ia akan benar benar jadi gila.


Tanpa dirinya sadari keluar darah dari hidungnya. pucat seperti mayat, pandangannya kabur dan buram, serta seluruh tubuh yang terasa seperti memikul gunung. Kalau diberi pilihan mungkin ia akan memilih tidak sadarkan diri, sayangnya seingin apapun dirinya menginginkannya otaknya tidak mengizinkannya. Dirinya akan terus terjaga hingga ujung nafas sampai sekarat. Disaat sampai di ujung nyawanya Zhen berharap ia segera mati saja, namun keinginan bertahan hidupnya selalu membuatnya bertahan.


Bruk


Ia melihat kosong atap gua dengan pandangan kabur. Pandangannya tidak jelas, tapi dia melihat seseorang berdiri melihatnya. 'Siapa itu? Tidak, siapapun itu… tolong aku!?' teriaknya dalam hati. Zhen mengulurkan tangan yang gemetaran dengan harapan seseorang itu membantunya. Tapi harapannya sia sia…


"Ugh!? Hagh…" tulang rusuknya patah akibat tentang seseorang yang ia kira penyelamat. Zhen terpelanting menambrak dinding batu.


Meskipun samar samar Zhen dapat melihat orang itu tersenyum lebar. Sekarang ia baru menyadari kalau orang itu adalah yang merencanakan ini semua.


Jleb


Senyum orang itu semakin lebar ketika sebuah pisau ditusukkan ke perut Zhen. Apalagi ketika pisau itu diputar dengan tujuan menyiksa pemuda itu. Zhen merintih kesakitan saat lugam dingin diputar mengacak acak ususnya.


"Bagaimana rasanya? Apakah sakit?" tanya seseorang itu yang terdengar puas. "Pfft ha ha ha ha ha ha ha ha ha… aku juga sakit saat kau menusuk tanganku, kep*rat!?" teriak orang itu di akhir tawanya yang nyaring.


'Siapa dia? Siapa kep*rat ini?' pikirnya sangat kacau. Akibat 'lilin khusus' yang ia dapatkan dari Aruxi, ia tidak bisa berpikir apa apa.


"Ming Jiazhen!? Kau adalah bonekaku sekarang!? Aku akan menggunakanmu hingga menjadi tidak berguna!? Dan kekuatanmu? Ha ha ha ha ha ha ha ha… kekuatan itu akan menjadi milikku!? Aku akan mengusai ketiga alam dan menjadi yang terkuat!? Manusia akan menjadi pemimpin semua klan dan ras!? Dan kalian para makhluk sombong akan menjadi budak kami!?" oceh orang itu.


"……Lu…Yao…?" meskipun hanya tebakan, akan tetapi karena orang itu diam mengoceh Zhen jadi yakin bahwa orang itu memang Lu Yao.


Lu Yao terdiam. Atau harus di panggil, Lu Yun? mereka dua orang yang sama. Tapi nama aslinya adalah Lu Yun. Dia melirik dingin Zhen yang masih terbaring kesakitan. Pupil mata pemuda itu terlihat berkabut, seharusnya tidak bisa melihatnya dengan jelas. Dan pendengarannya seharusnya terganggu karena suara suara aneh di kepalanya. "Ini aneh, seharusnya lilin dari wanita itu merusak otakmu dan membuatmu menjadi seperti mayat. Apa dia menipuku?" lama dia berpikir akhirnya dia menyerah. "Sudahlah, lagi pula sebentar lagi kau akan menjadi bonekaku!? Tidak akan ada masalah kalau kau mengenaliku sekarang." ujarnya.


Lu Yun membuat sebuah lingkaran mantra, dirinya juga meletakkan lima lilin dari Aruxi.


Greb


Sreet sreet


Lu Yun menjambak rambut panjang Zhen dan menariknya hingga tubuh pemuda itu terseret. Dia meletakkan Zhen di atas lingkaran yang dibuatnya.


Kemudian Lu Yun menggigit ujung jarinya hingga keluar darah. Membuat suatu pola di atas kening Zhen dengan darahnya. Terakhir, dia juga mengeluarkan pil berwarna ungu dan memakankannya ke dalam mulut Zhen. Terlihat senyum tidak sabar di wajahnya. "Persiapannya sudah selesai. Meskipun teknik pengendali jiwa ini hanya bertahan sepuluh hari, tapi waktu itu lebih dari cukup membuat ku mendominasi tiga dunia."


Tidak lama setelah itu Lu Yun membaca mantra pengendali jiwa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...