Villain'S

Villain'S
Bab 23. Bertemu musuh lama



Zhen berkultivasi meningkatkan ranahnya. Dengan sangat cepat ia dapat mencapai Immortal Jindan menengah. Rasanya sangat menyenangkan dirinya dapat naik tingkat berkali kali lipat dari biasanya dengan mengambil energi kehidupan.


Jahat? Ya, ia memang penjahat dan inilah yang dilakukan penjahat.


Ketika Zhen sedang fokus pada kultivasinya, tiba tiba ia merasakan sensasi yang berbeda. Bukan saat sedang berkultivasi, tapi saat ketika seseorang ditarik ke kesadaran lain. Ini bukan kesadarannya lagi karena kesadarannya tidak sepekat ini. "Apa ini kesadaran Qiyu? Mungkin saja, aku telah memakan seperempat jiwanya. Jadi aku bisa masuk ke dalam kesadarannya…?" dirinya sendiri bingung apa yang terjadi dan hanya menebak nebak saja.


"Ming Jiazhen!?"


Tiba tiba suara besar dan berat memanggilnya entah dari arah mana. Karena suara itu terdengar di mana mana.


"Qiyu?" tanya nya.


"Aku bukan Qiyu, dia hanya sebagian kecil dari diriku." jawab suara itu.


'Qiyu adalah bagian kecil dari dirinya? Lalu seberapa besar dia? Dan dimana?'


Seperti bisa menebak apa yang dipikirkan Zhen, suara itu menjawab apa yang Zhen pikirkan.


"Aku adalah sosok yang lebih kuat dari yang kau bayangkan. Aku berada jauh didalam dirimu. Aku bisa memberimu kekuatan sebesar apapun yang kau inginkan."


Zhen mengerutkan keningnya, "Kekuatan? Hah, Lalu? Kenapa kau baru mengajakku bicara? Aku sudah tidak membutuhkan kekuatanmu lagi. Aku bisa melakukan segalanya sendiri."


"HA HA HA HA HA HA HA HA HA kau memang sangat arogan seperti ibumu. Ingat yang kukatakan, suatu hari nanti kau akan memohon padaku. Seperti apa yang dilakukan wanita itu."


Matanya terbelalak mendengar Huai Yu di sebutkan. "Apa maksudmu? Hey!? Kemana kau? Kembali!?"


Zhen langsung membuka matanya lebar lebar. Ia sudah kembali ke dunia nyata. "Apa itu tadi? Kenapa dia… menyebutkan ibuku?" gumamnya.


tok tok tok


Perhatiannya langsung teralihkan dengan ketukan pintu. "Ada apa?"


"Lapor Yang Mulia, persiapan menyerang kekaisaran Yan sudah siap."


Senyum senang terlihat diwajah Zhen, "Bagus sekali. Aku akan segera menyusul." ujarnya. Lupakan saja yang tadi, mungkin itu hanya khayalannya saja seperti biasa. "Ayo Qiyu!?" ajaknya.


Tapi tidak ada suara yang biasa menjawabnya.


"Qiyu?" ia berbalik melihat kesana kemari mencari keberadaan gagak itu. "Jangan bercanda keluarlah!?" ujarnya kesal.


Tetap tidak ada jawaban. 'Mungkin saja dia belum keluar dari batinnku.' Zhen berjalan keluar ruangan tersebut dengan ekspresi yang dingin.


...***...


Satu kekaisaran lagi sudah jatuh. Ibu kota Kekaisaran Yan dilalap api merah yang menghancurkan satu rumah ke rumah lainnya.


Terlihat seorang pria yang merangkak dipenuhi darah. Dia berusaha meraih kaki seseorang yang berdiri membelakanginya. "Dari pada membiarkan iblis sepertimu hidup, lebih baik kita mati bersama!?" ujar pria itu. Dia menggunakan teknik peledakan diri agar seseorang yang dipegangnya ikut meledak bersama. Tapi sebelum teknik itu selesai, Zhen sudah lebih dulu menusukkan ratusan rantainya ke tubuh pria itu.


"Aagghh!?"


"Dasar, kenapa dia gigih sekali ingin mati bersamaku?" ujarnya kesal sambil melirik Kaisar Yan yang baru saja mati. Ia berjongkok di atas atap istana. Melihat pemandangan menakjubkan di malam hari dengan nyala api dimana mana.


Zhen mengulurkan tangannya mengumpulkan energi kehidupan dan kebencian di seluruh ibu kota. Berkumpul energi hitam gelap dan putih di atas telapak tangannya. Ia menggenggam energi itu, menyimpannya untuk kultivasi selanjutnya. Dengan energi sebanyak ini sudah cukup untuk naik ranah ke Immortal Chuqiong puncak.


Ini adalah kekaisaran keempatnya yang ia hancurkan. Setelah Qi, Zhou, Wu, dan Yan tinggal kekaisaran Tang yang tersisa. Tentu saja kekaisaran baru dunia manusia. Masih ada dunia siluman, peri air, makhluk mistic, makhluk suci dan lainnya.


Tap


Seseorang baru saja menginjakkan kakinya di atas atap yang sama dengan Zhen.


Dari kelihatannya, dia seorang pria bercaping putih yang berkain sutra putih panjang, dia sangat bersinar dan dipenuhi cahaya. Melihat cahaya itu membuat Zhen tampak terganggu.


"Apa kau siluman yang membuat kacau dunia manusia?" tanya pria itu.


'Siluman? Dia belum tahu identitasku sebenarnya. Karena kebanyakan yang berbuat jahat adalah siluman jadi dia mengira aku adalah siluman? Dasar bodoh.' pikir Zhen. Ia berjalan mendekati pria itu, semakin ia mendekat semakin perasaan tidak enak menyelimuti hatinya.


Saat angin berhembus, menyilak kain putih yang menutupi wajahnya. Zhen langsung terbelalak kaget, ia mundur beberapa langkah ketika melihat wajah pria itu. Dia adalah pria yang pernah membunuhnya sekali, Ming Jiajun. "Kenapa dia ada disini?" gumamnya dengan suara yang bergetar.


Tidak disangka yang menghampirinya adalah Ming Jiajun. Melihat dia tidak mengenal dirinya, mungkin Zhen bisa menutupi identitasnya. "Ya, aku siluman yang berbuat kekacauan akhir akhir ini. Apa kau ingin membunuh siluman ini?" tanyanya sembari menyilangkan tangan. Untungnya karena percepatan pertumbuhannya suara yang dikeluarkan lebih besar namun masih terdengar ringan. Karena sebelumnya suaranya masih terdengar seperti bocah, Jun pasti mengira ia orang yang berbeda.


"Sebenarnya aku tidak peduli apa yang kau lakukan. Tapi karena apa yang kau lakukan membuat beberapa kepala klan cemas, aku harus mengambil tindakan." ujarnya tenang. Dia memperhatikan mata dibalik topeng hitam yang dikenapa siluman didepannya. Sayangnya karena cahaya tidak masuk ke dalam topeng, jadi ia tak bisa membaca emosi dari mata siluman itu. 'Suaranya terdengar seperti anak laki laki yang baru memasuki usia remaja. Apa jangan jangan dia masih seorang bocah yang baru dewasa? Tidak bisa dipercaya di usinya yang baru remaja membuat neraka seperti ini. Mengingatkanku dengannya, apa mungkin siluman ini adalah dia?' pikirnya dalam hati.


"Heh ha ha ha ha ha ha ha ha… kau ingin membunuhku? Coba saja, dan aku akan membunuhmu lebih dulu!?" ujarnya dengan nada yang angkuh. Tanpa peringatan Zhen langsung menyerang Jun tidak butuh waktu lama.


Ia mengeluarman rantai hitamnya mengikat tubuh Jun. Namun serangannya ini berhasil dihindari dengan mudah oleh pria itu.


Dia bahkan mengeluarkan pedangnya yang berwarna putih mengkilap. Jun mengeluarkan teknik pertama dari seni Forbidden Light Heaven.


Thousand swords light


Ribuan pedang dari cahaya berhamburan di langit. Pedang pedang itu menyerang seperti air hujan. Menghujani Zhen dengan pedang.


Tidak habis akal, Zhen melindungi dirinya dengan perisai kegelapan. Kekuatan hitam muncul dari berbagai arah dan melahap habis pedang cahaya yang menyerangnya. Zhen mengerahkan kekuatannya menyerang Jun sekuat yang ia bisa agar pria itu mati. Satu satunya penghalangnya adalah pria itu. 'Pria yang selalu menjunjung keadilan padahal tidak peduli dengan ketidak adilan didepan mata. Aku paling benci orang seperti itu.' pikirnya yang tersulut api amarah.


Gerakan Jun sangatvluncah dan lucin. Pria itu sangat sulit ditangkap. Sudah pasti ranahnya sangat tinggi hingga berhasil melewati semua serangan Zhen. Pria itu bergerak menghindar sembalu mendekat ke arah Zhen.


Tiba tiba saja dia sudah ada dihadapan Zhen. Mereka saling beradu pandang.


Sekarang barulah terlihat, sinar mata dari siluman itu. 'Matanya sangat merah dan ada garis vertikal. Mengingat ada seseorang yang bermta sama, apa mungkin dia…'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...