
Ming Jiajun mengayunkan pedangnya langsung pada Zhen. "Sudah kudega, ternyata itu kau." ujarnya.
Zhen langsung mundur ke belakang mendengar kata kata yang jelas menunjukkan bahwa Jun tahu siapa dirinya. 'Bagaimana bisa dia tahu secepat ini? Aku tidak pernah memperlihatkan kekuatanku padanya, jadi kenapa dia bisa tahu?' pikirnya bingung bercampur heran.
Jun tersenyum miring melihat bagaimana reaksi Zhen. Sangat mudah ditebak kalau dia memang dia. "Mata merah vertikal, tidak banyak yang memilikinya di dunia ini bahkan didalam klan. Dan yang memilikinya hanya satu, yaitu kau Ming Jiazhen!?" jelas Jun. Sekarang jelas sudah bagaimana Jun mengetahuinya.
Jelas saja jika dia mengetahuinya dengan capat, ternyata itu karena matanya sendiri. "Lalu kenapa kalau kau mengetahui identitasku? Lagi pula aku bukan bagian dari klan lagi sekarang." ujar Zhen tidak peduli. Ia sudah melepaskan semua hal tentang klan. Karena sekarang ia sudah memiliki kekuatan dan tidak lemah seperti dulu. Dirinya sekarang tidak perlu takut berhadapan dengan Jun. Ia bukan anak laki laki yang dulu akan ketakutan jika bertemu seseorang yang kuat seperti Jun.
"Aku bertanya tanya bagaimana kau bisa hidup kembali dan bahkan memuat dunia tengah geger karena orang sepertimu, ternyata kau adalah janin iblis." ujar Jun.
Zhen menatap bingung apa yang dibicarakan Jun tentang janin iblis. Kenapa akhir akhir ini ia sering mendengar dua kata itu?
Melihat Zhen hanya diam, Jun menyimpulkan Zhen tidak tahu tentang dirinya sendiri. 'Aneh sekali dirinya tidak tahu apa apa tentang janin iblis. Apa dia hidup terisolasi? Apapun itu setiap yang memiliki janin iblis adalah ancaman untuk tiga dunia. Lebih baik untuk mengurusnya sekarang daripada harus membiarkannya hidup dan membuat banyak kerusakan.' Jun mempersiapkan sebuah teknik rahasia yang bahkan tidak bisa dirasakan. "Sepertinya kau sendiri tidak tahu tentang janin iblis." ujarnya mengulur waktu.
'Janin iblis? Apa yang dia maksud dengan janin iblis? Kenapa semua orang mengatakan itu padaku?' pikirnya sangat penasaran. Ia ingin mendengar lebih banyak lagi tentang janin iblis. "Berhenti mengatakan omong kosong!? Apa kau takut padaku_"
"Omong kosong? Yang benar saja, aku tidak mengatakan omong kosong tanpa alasan. Bukankah, ibumubjuga memilikinya? Karena itulah dia juga di jauhi bahkan oleh ras naga sendiri. Orang orang yang memiliki janin iblis tidak akan bisa hoduo dengan tenang sepanjang hidup mereka. Karena mereka sendiri adalah bencana. Memangnya ada orang yang ingin mendekati bencana seperti mu dan ibumu?" ujarnya memprovokasi Zhen.
Ketika mendengar ia dan ibunya di lecehkan perasaan kecil jauh didalam hatinya bergejolak berontak ingin membantah. "Hentikan…" ujarnya. Ia sama sekali tidak suka jika ada yang berkata jelek tentang Huai Yu. Tangannya mengepal erat menahan emosi yang bergejolak ingin keluar.
"Hanya orang orang tidak berotak seperti pelayanmu yang dulu, siapa ya namanya, Mei? Ya, kalau tidak salah Mei bukan?" ujarnya lagi semakin memprovokasi.
Zhen menatap lalang pria didepannya, "Diam…" serunya dengan suara yang bergetar. Dadanya naik turun dengan nafas yang memburu. Ingin sekali ia merobek mulut lancang baj*ngan didepannya.
"Haih, aku tidak habis pikir dengan ayah yang menikahi ibumu yang bar bar itu. Aku rasa ayah kasihan melihat ibumu yang memohon mohon untuk menikahinya. Ha ha ha, jika dipikirkan ulang kalian sungguh seperti pengemis." ujar terakhir, karena Zhen sudah ada dihadapannya dengan niat membunuh yang begitu besar terpancar dari matanya. Jun tersenyum samar melihat Zhen jatuh dalam provokasinya. Seberapa banyakpun pertumbuhannya, ia masihlah anak kecil.
Tiba tiba sesuatu yang sangat menyilaukan membutakan mata Zhen, membuat pergerakannya terbatas.
Jleb
Light sword god
Jun menggunakan teknik rahasia yang khusus diperuntukkan untuk bencana seperti Zhen.
Sebuah logam dingin menusuk dadanya menembus sampai ke belakang. "Ukh uhuk!?" ia memuntahkan darah segar dari mulutnya. Zhen melihat siluet besar seperti dewa pedang yang menusukkan pedangnya ke dadanya. Tangannya bergerak mencoba melepas pedang itu dengan kekuatannya, namun sayangnya ia tidak bisa memakai kekuatannya. Ada kekuatan aneh yang menghalanginya menggunakan kekuatan kegelapannya.
Kalau begitu hanya ada satu cara agar ia bisa lepas darinya. Zhen memegangi erat dengan kedua tangannya lengan Jun.
Api yang tiba tiba keluar membuat Jun tersentak dan menarik pedangnya. 'Ah, aku lupa dia masih keturunan naga.' pikirnya. Dia segera merobek lengan baju yang terbakar.
Zhen mundur beberapa langkah sembari memegangi dada yang berlumuran darah. Ia merasa aneh, rasanya lukanya semakin membesar dan penyembuhannya melambat. Meskipun tidak rela tapi ia harus mundur. Tangannya bergerak mengulur kedepan dengan gemetar.
"Kau sudah sekarat dan masih ingin melawan? Menyerah saja dan aku akan membunuhmu tanpa membuatmu kesaki_"
RROOAAARRR
Tiba tiba muncul beberapa naga api dari telapak tangan Zhen.
'Sulit dipercaya dia masih memiliki trik seperti ini.' Jun langsung melirik tempat Zhen berdiri. Ternyata pemuda itu sudah melarikan diri.
...***...
Didalam sebuah hutan Kekaisaran Yan, Zhen berjalan sempoyongan sembari memegangi dadanya yang berlumuran darah. Tidak, dirinya sudah tidak kuat lagi berjalan.
Bruk
Hosh…hosh…hosh…
Deru nafas yang semakin melambat terdengar tidak baik untuknya. Zhen menatap sekelilinya yang gelap gulita. Pohon pohon besar yang menjulang tinggi mengingatkannya pada hutan hitam. Setidaknya disini tidak ada monster yang siaga ingin memakannya. Apakah di hutan ini ia akan mati? Apa hidupnya akan berakhir disini? Di usianya yang bahkan belum mencapai enam belas, ia akan mati tanpa bisa menaklukan tiga dunia? Tidak sebelum ia membuat dunia mengingat namanya.
Zhen duduk bersila mengeluarkan energi yang sudah ia kumpulkan. Energi yang terkumpul sedang diproses menjadi kekuatannya dan untuk memulihkan luka dalamnya. "Hmp uhuk uhuk!?" Zhen memuntahkan darah hitam dalam prosesnya. Itu berarti lukanya sangat serius. Percuma saja, Qi pedang Jun yang tersisa menghalangi proses penyembuhannya. Zhen menatap ke atas pepohonan dengan pandangan sayu. Pandangannya semakin buram dan akhirnya gelap.
Setelah Zhen pingsan, ada seseorang yang mendekatinya.
...***...
Zhen membuka matanya di antara kegelapan. Perasaan ini terasa familiar. Ya, ia berada di tempat aneh itu lagi. Hanya ada kekosongan dan dirinya sendiri. Rasanya sangat sunyi sebab hanya ada Zhen sendiri di tempat itu. "Disini sangat dingin." ujarnya terdengar ringan. "Suaraku? Kenapa suaraku seperti anak kecil?" Zhen meraba raba tubuhnya sendiri yang berubah menjadi Zhen kecil. Pakaiannya pun berubah menjadi dekil, kotor, penuh robekan jahitan dan tambalan, tubuhnya kotor berdebu, rambut hitamnya berantakan.
Bruk
Ia terduduk bingung apa yang terjadi sebenarnya. "Hiks… sial…hiks hu hu hu hu…" apa mentalnya juga berubah menjadi seperti bayi? Dirinya tidak bisa berhenti menangis. Jika orang orang tahu dirinya secengeng ini, apa jadinya nanti?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...