
Zhen keluar dari hutan hitam. Untuk keluar dari kehidupan lama dan menjalani kehidupan baru, Zhen memotong rambutnya menjadi lebih rapi. "Aku menambahkan poni dan mengikat rambutku, bukankah aku sekarang terlihat seperti seseorang yang berbeda?" tanya Zhen.
"Ya." jawab Qiyu malas.
"Aku juga memakai baju bagus sekarang, aku terlihat seperti tuan muda yang kaya kan?" tanyanya lagi masih bersemangat.
"Hem."
"Kau lihat senjata yang ku pakai? Sekarang aku punya senjata!?"
"Hm."
Qiyu melihat penginapan yang ramai dengan orang orang. "Zhen, bukankah kau perlu tempat tinggal sementara?"
Langkahnya berhenti mendengar tempat tinggal sementara, "tempat tinggal sementara?"
"Ya, kau perlu rencana untuk apa yang akan kau lakukan kedepannya, bukan? Kau juga sudah menjadi penjahat di klan Guaiwu, jadi mungkin mereka akan mengejarmu. Ayo kita menginap di penginapan itu dan membuat rencana kabur mu!?"
"Kau benar!? Aku harus membuat rencana kaburku!?" ujarnya. Ia berlari memasuki penginapan yang ditunjuk Qiyu.
Dirinya bingung harus bagaimana untuk menginap di tempat ini. "Apa yang harus kulakukan sekarang?" tanyanya bingung.
"Pergi ke meja yang besar itu!? Kau bisa memesan kamar di sana!?" tunjuknya pada resepsionis. Di meja resepsionis duduk seorang lelaki paruh baya.
Tepat seperti tang dikatakan Qiyu, Zhen melangkahkan kakinya ke meja resepsionis.
"Berapa kamar?" tanya pria itu sambil membaca buku.
"Satu." bisik Qiyu.
"Satu." ujar Zhen.
"Satu perak satu malam."
"Beri dia uang Zhen!?" bisik Qiyu lagi.
'Uang?' pikirnya bingung. "Ah!?" akhirnya ia sedikit mengerti. Pria itu ingin berbarter dengan uang padanya. Zhen merogoh saku bajunya, ia menemukan sesuatu yang berbentuk bundar.
tak
"Ini." ujarnya.
"He_apa ini?" pria paruh baya itu kaget ketika yang dilihatnya adalah kancing baju. Dia menatap dengan kernyitan di dahinya. "Nak, apa kau pikir aku orang gila?" tanya dengan mengintimidasi.
Zhen membulatkan matanya. Ia menggeleng dengan menjawab, "Bukan…"
"Lalu apakah sekarang aku sedang bicara dengan orang gila?" tanyanya dengan ekspresi yang tidak bisa ditahannya lagi. Anak laki laki didepannya ini memang terlihat seperti orang normal. Tapi tidak disangkanya adalah orang gila berpakaian keren.
Sungguh mengejutkan, bagaimana bisa pria itu marah setelah diberi uang(kancing)?
"Bukankah aku sudah memberimu uang?" ujarnya tidak kalah marah. Qiyu hanya bisa mengepuk jidatnya melihat kelakukan anak ini.
Pria paruh itu menahan amarahnya hingga menonjol urat uratnya. "APA KAU PIKIR KANCING INI UANG? DASAR ORANG GILA!? SESEORANG, BAWA ORANG GILA INI KELUAR!?" teriaknya marah. Sepertinya amarah pria itu sudah tak terbendung.
"A APA? HEI DASAR PENIPU!? KEMBALIKAN UANGKU!?" teriaknya seakan dirinya korban.
Pria paruh baya itu melempar kancing milik Zhen padanya, "AMBIL SAJA KANCING MURAHANMU!? AKU TIDAK MEMBUTUHKANNYA!?" teriak pria itu tambah kesal.
Mereka berdua menjadi tontonan orang orang yang sedang makan di lantai satu.
"Ayah ayah, kenapa orang itu di seret?" tanya gadis kecil sembari menunjuk Zhen yang tengah di seret seorang penjaga berotot besar.
Di sisi lain, selagi Zhen di seret keluar ada sekumpulan orang orang dari suatu keluarga atau sekte. Sebab mereka semua memakai jubah dan tudung untuk menutupi wajah masing masing.
"Aku sewa sepuluh kamar besar, ini bayaranmu!?" ujar satu orang pemimpin mereka. Dia menaruh sekantung penuh koin perak didalam kantung tersebut.
Seketika wajah suram pria paruh baya itu digantikan menjadi senyum bisnis, "Sepuluh kamar? Ho ho ho bisa diatur~ bisa diatur~ pelayan!? Beri tuan tuan ini sepuluh kamar besar." ujarnya ramah.
"Baik tuan." jawab pelayan.
Tanpa disangka Zhen melihat sikap yang sangat berbeda dari pria itu. "Apa apaan dia? Kenapa sikapnya beda sekali? Bukankah aku sudah memberinya uang?" protesnya.
"Uang? Yang kau berikan adalah kancing bodoh!? Siapa juga yang menginginkan kancing murahan." gerutu Qiyu juga ikut kesal.
Zhen menatap kancing merah di tangannya. Jika ini bukan uang, lalu seperti apa itu uang dan cara mendapatkannya? "Qiyu, bagaimana caranya mendapatkan uang?" tanya Zhen penasaran. Saat ini dirinya membutuhkan benda bernama uang untuk menginap di bawah atap dan di atas kasur. Setidaknya dari panas dan hujan.
"Bagus sekali kau menanyakan itu. Kau bisa menjual salah satu senjatamu pada pandai besi untuk sekarang. Untuk kedepannya, aku bisa mengajarimu bagaimana caranya menghasilkan banyak uang!?" ujar Qiyu dengan senyum licik ala penjahat yang memiliki rencana jahat.
...***...
Zhen memesan cukup banyak makanan di atas mejanya sekarang. Dari bakmie sampai bakpao ia memesan apapun yang menarik minatnya. Bersama dengan Qiyu yang memakan oseng daging di piring.
Setidaknya satu manfaat dirinya dimakan oleh Zhen, dia bisa makan sekarang.
"Apa kami boleh ikut bergabung denganmu?" tanya salah satu kultivator yang memakai seragam sekte berwarna biru, Yuanzi. Dia duduk di seberang meja ikut bergabung. Bersama dengan dua temannya satu perempun bercadar berseragam sama dan satu orang laki laki berbadan kekar berkulit sawo mateng berseragam sama.
Namun Zhen tidak menghiraukan kehadirannya dan tetap melanjutkan makanannya.
Mereka bertiga saling pandang dengan salung tanya melalui tatapan mereka. "Ehem!?" dehen Yuanzi dengan sengaja agar Zhen sadar ada orang lain didepannya.
Lagi lagi anak laki laki itu tidak menyadari kehadiran mereka bertiga.
"Ehem, apa kami boleh duduk di sini?" tanyanya ulang. Akan tetapi pertanyaannya sama sekali tak digubris oleh anak laki laki yang tengah sibuk makan itu.
Qiyu menatap mereka bertiga satu persatu kemudian berganti menatap Zhen yang sama sekali tak menyadari kehadiran tamu didepan karena sibuk menikmati makannya.
Kwaak kwaak
Dirinya sengaja ribut agar Zhen cepat menyadari adanya kehadiran orang lain. Dan benar saja, bocah satu itu baru sadar setwlah Qiyu ribut, "Ada apa Qiyu?" ia melirik tiga orang di depannya, dua orang pria satu orang wanita. Tiba tiba raut wajahnya berubah panik. Ia malah berpikir mereka adalah kultivator suruhan klan Guaiwu untuk menangkapnya, "Siapa kalian?" tanyanya panik.
"T tenanglah anak muda, kami bukan musuhmu!? Kami bertiga dari sekte Qing Chuan, kami hanya ingin menumpang meja bersama!?" jelas Yuanzi sedikit kelabakan karena tiba tiba anak didepannya panik ketakutan.
Wajah paniknya berhenti sembari mencerna apa yang dikatakan pria itu, "Ooh, hanya manusia biasa." dengan cepat Zhen mengatur ekspresinya menjadi biasa lagi.
"Ehm, perkenalkan namaku Yuanzi dari sekte Qing Chuan!?" ujar Yuanzi memperkenalkan diri sembari salam perkenalan.
"Namaku Ling Ling dari sekte Qing Chuan." ujar Ling Ling dengan kepala sedikit menunduk.
"Salam, namaku Chang Wu dari sekte Qing Chuan!?" ujar Chang Wu sembari memberi hormat perkenalan.
"Sekte?" gumam Zhen bingung.
"Itu adalah tempat orang orang belajar berkultivasi dan seni bela diri. Kau akan menjumpai banyak tentang mereka jika berjalan lebih jauh." jelas Qiyu sembari makan.
"Kalau boleh tahu, siapa nama mu junior?" tanya Yuanzi.
"Ah, benar juga~ aku juga harus memperkenalkan diri bukan?! Namaku adalah Zhen, dari hutan hitam." salamnya sembari tersenyum manis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...