
Melihat Albert duduk ditanah dan tubuhnya gemetaran, Queen tersenyum melebar. "Wah, lihatlah dirimu. Kamu gemetaran. Hahahahaha." ucapnya lalu tertawa.
Beberapa detik kemudian, Gadis setengah Vampir itu mengentikan tawanya. Ia memandang dingin ke Albert. Ia mengarahkan tongkat sabitnya ke arah Pria itu. "Lebih baik sampah sepertimu mati."
Tap...!!
Tiba-tiba ada sebuah tangan menyentuh pundaknya Queen. Queen seketika menoleh. Ia mengerut dahinya, pasalnya ia tak merasakan hawa atau aroma kehadiran orang ini. Orang ini Pria dan Ras Manusia, dan dia masih terlihat muda. Dia mata Gadis setengah Vampir ini, dia terlihat tidak asing.
Disisi Willa yang sedang menghalangi ke-4 pengawal Albert, ia langsung berlutut, Sihir Apinya pun juga menghilang. Bahkan ke-4 pengawal Albert juga ikut berlutut. Albert pun juga langsung merubah posisinya untuk berlutut. Dan perlahan rasa takut kepada Queen, berkurang karena datangnya sosok Pria itu.
"Bisakah, kamu tidak membuat kekacauan lagi di Wilayahku ?" kata Pria itu sambil tersenyum, tangan kanannya masih memegang pudak Queen.
Queen menepis, ia langsung menjauh beberapa langkah. Ia memandang Pria itu dengan tatapan dingin. Willa melotot ke arah sahabatnya itu. Tak hanya Willa, ke-4 pengawal dan Albert pun juga terkejut bukan main melihat tindakan Queen.
Sedangkan Pria yang tiba-tiba muncul tadi, ia terkekeh. Lalu ia bersuara. "Tak kusangka, setelah sekian lama, ternyata ada yang berani padaku. Kamu benar-benar unik, tidak seperti orang-orang yang bila melihatku, pasti mereka langsung menundukkan kepala mereka."
Pria itu tidak datang sendiri, dibelakang tubuhnya ada 10 orang berpakaian zirah, bisa dikatakan mereka adalah pengawal Pria ini. Queen masih memandang dingin ke arah Pria itu. Ia sedikit memiringkan kepalanya. "Siapa kamu ?"
Willa dan ke-4 pengawal Albert yang mendengar kata-kata Queen, lagi-lagi dibuat terkejut. Para Pengawal akan maju karena tak terima, tetapi Tuan mereka mengangkat salah satu tangannya, menandakan dirinya baik-baik saja dan meminta untuk tetap diam. Si Pria itu malah tersenyum, ia pun berkata. "Apa kamu sudah lupa ? Tak ada 2 minggu, kamu sudah lupa denganku ?"
Queen mengerut dahinya. Sebenarnya Pria ini tak asing menurutnya. Tetapi ia lupa, kapan ia bertemu dengan Pria ini. Pria itu pun bersuara. "Astaga, bisa-bisanya kamu lupa padaku. Aku Charlez, Raja Kerajaan ini."
Gadis setengah Vampir itu oun teringat. "Ahh.., aku ingat, kamu Raja Kerajaan ini." jawab Queen sambil salah satu tangan memegang dagunya dan mengangguk-anggukkan kepalanya.
Semua orang menganga melihat dan mendengar ucapan Gadis setengah Vampir itu. Terutama Willa, ia terheran, mendengar kata-kata Raja Charlez barusan, jadi ia bertanya-tanya dalam pikirannya, sejak kapan sahabatnya itu bertemu Raja Kerajaan Ophelia. Parahnya Queen malah melupakan sosok Raja Charlez.
"Jadi, ada keperluan apa Raja kesini ?" tanya Queen to the point. Lagi-lagi semua dibuat terkejut tingkah Gadis setengah Vampir itu yang menurut mereka tidak memiliki rasa sopan santun.
Raja Charlez tersenyum mendengar pertanyaan dari Queen. Menurutnya benar-benar unik. Karena langsung bertanya tanpa basa-basi atau tanda hormat seperti semua orang yang datang padanya. Terlebih lagi, ia merasakan ada ikatan dengan Gadis setengah Vampir itu, saat ia memegang pundaknya barusan.
Lebih terasanya ketika Queen menepis tangannya, tentu saja kulit mereka bersentuhan, Raja Charlez semakin kuat merasakan ada hubungan ikatan dengannya. Raja Charlez pun bersuara. "Aku datang kesini, karena memiliki 2 alasan. Alasan pertama, aku ingin menemui Albert."
Ke-4 orang yang merupakan pengawal Albert membeku mendengar ucapan Sang Raja. Pandangan mereka pun beralih memandang Albert. Seorang Pria yang terkenal sombong, kini sudah bukan seorang Bangsawan lagi. Tetapi apa alasannya, karena belum mendengar ada berita kalau Raja mereka telah menghapus gelar Bangsawan dari salah satu Keluarga di Wilayahnya. Albert terdiam, ia menunduk malu. Ya, dirinya sudah bukan seorang Bangsawan lagi.
Kenapa tidak ada berita tentang dirinya telah dihapus gelar Bangsawannya ? Karena Sang Raja tak ingin membuat Albert malu. Jadi lebih baik menghapus gelar Albert secara tertutup, dan ia memberi kesempatan kepada Albert, bila ingin mendapatkan gelar Bangsawannya kembali, setidaknya Albert dan keluarganya bisa merubah diri mereka lebih baik lagi.
Albert dinyatakan bersalah karena telah melakukan korupsi dalam keuangan Kerajaan. Albert adalah bagian dari mentri keuangan Kerajaan. Jadi Raja Charlez memberi hukuman ringan, menghapus gelar Bangsawan Albert dan tidak berkerja lagi untuknya.
Tetapi bukannya berubah lebih baik, nyatanya setelah gelarnya dihapus, Raja Charlez mendapat laporan tentang kelakuan Albert yang tak mengenakan, dan selalu membawa-bawa gelar Bangsawan. Tentu saja, Raja Charlez tak senang mendengarnya. maka dari itu Raja Charlez lebih baik turun langsung dan menemui Albert secara langsung.
"Tak kusangka, laporan dari salah satu prajuritku yang memata-mataimu ternyata memang sesuai kenyataannya." ucap Raja Charlez. "Aku sudah melihat kelakuanmu yang benar-benar buruk dimataku. Kau sekarang hanyalah orang biasa, tetapi kamu berani mengakui dirimu seorang Bangsawan." lanjutnya.
"Yang Mulai, mohon maaf atas apa yang telah kulakukan. Aku akan berubah lebih baik lagi." ucap Albert memohon.
Raja Charlez menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak ada kesempatan untukmu. Kau tau, kukira setelah aku menghapus gelarmu, kamu bisa berubah lebih baik lagi. Tapi nyatanya itu membuatmu menjadi semakin buruk dimataku."
Albert terus memohon. Dia berkata dia akan berubah setelah ini. Tetapi Raja Charlez hanya diam saja. Ia hanya memandang dingin ke arah Albert yang terus berlutut dihadapannya dan memohon kepadanya.
Albert menangis. "Aku sudah tak punya siapapun lagi. Istri dan Putriku telah pergi meninggalkanku."
Disisi Queen, ia memutar bola matanya. Ia terlihat malas harus menonton drama dihadapannya ini. Dan ia berfikir kalau Albert mulai Gila otaknya. Ya, itulah penilaiannya. Ditinggal istri dan anak, dia menjadi Gila, bisa-bisanya membawa nama Bangsawan, dan mengatakan ingin menjadikan dirinya dan Willa menjadi istrinya.
"Aku, Raja Charlez, memutuskanmu untuk diasingkan." perintah Raja Charlez.
Albert menggeleng-gelengkan kepalanya. Sudah gelarnya dihapus, dibuat malu, dan sekarang ia diasingkan. Tentu saja ia tidak terima ucapan Sang Raja. Lalu 2 pengawal Raja berjalan mendekatinya. Dirinya dipaksa bawa oleh ke-5 pengawal Raja. Dia pun dibawa paksa pergi dari taman.
Merasa drama dihadapannya telah selesai, Queen memasukkan kembali senjatanya ke gelang penyimpanannya. Warna mata kiri kembali normal, begitu juga keempat gigi taringnya dan semua kuku tangannya. Lalu Queen berjalan mendekati sahabatnya yang masih berlutut. "Hei, ayo pergi dari sini."
__________________
Jangan Lupa Like.