VAMPIRE | Queen Of Psychopath

VAMPIRE | Queen Of Psychopath
BAB 21



Petualang perempuan kedua berbicara lagi. "Apa kami boleh mengambil tanduknya ? Karena kami harus membawanya sebagai bukti kalau kami telah menyelesaikan misi."


Willa masih diam saja. Sedangkan Queen menganggukkan kepalanya lagi. Lagi pula ia lebih tetarik dengan darah. Petualang laki-laki kedua berbicara. "Bagaimana kita berangkat bersama ? Karena kita juga akan kembali pulang ke kota Kerajaan, karena misi kami mengalahkan Monster serigala ini telah tuntas."


Willa tersenyum remeh. "Berangkat bersama ? Kami berdua dari Ras Vampir, mana mungkin kalian bisa mengimbangi kecepatan kami." Queen tersenyum geli, tapi ia setuju dengan kata-kata sahabatnya ini. Berangkat bersama Ras Manusia, bisa 1 hari mereka sampai di tempat tujuan.


Willa kembali berbicara. "Misi kalian tuntas karena temanku yang membereskannya. Sedangkan kalian ? Hanya lari setelah membuat monster ini keluar dari sarangnya. Parahnya, kalian membuat monster serigala ini mengejar kalian ke arah desa."


Lalu ia menambahkan. "Apa kalian tak bisa memilih misi yang sesuai dengan tingkat kemampuan kalian ? Seharusnya kalian tau, kalau monster serigala ini Monster Rank A."


Queen sendiri merasa kagum mendengar kata-kata Willa. Yang dimana sahabatnya ini memiliki pengalaman dalam berpetualang. Sehingga bisa tau misi mana yang berbahaya dan mana yang tidak. Bahkan tau jenis tingkat monster.


Ke-4 Petualang itu hanya menunduk kepala mereka. Salah satu dari mereka, Petualang perempuan kedua memandang Willa dan Queen dengan hati-hati. "Kami sedang membutuhkan banyak uang, jadi kami terpaksa mengambil misi ini."


Wila membalas. "Segitunya kalian butuh uang, tetapi kalian tidak tau resiko yang akan menimpa kalian nantinya."


Gadis Vampir berambut perak ini memandang Queen. "Ayo kita berangkat, kita tak perlu berangkat bersama mereka, yang ada kita sampai ke tempat tujuan kita bisa besok siang." Queen mengangguk kepalanya.


Mereka berdua pun pergi berlari dengan kecepatan jauh diatas rata-rata Ras manusia normal dan Ras lainnya. Sedangkan ke-4 Petualang itu, ditinggalkan begitu saja. Setelah 10 detik, 2 Gadis Vampir itu sudah sangat jauh hingga tak terlihat.


Salah satu dari mereka, Petualang laki-laki pertama, bersuara. "Hah.., mereka berdua benar-benar cantik."


Temannya, Petualang laki-laki kedua, menanggapi kata-kata temannya barusan. "Benar, tapi sayang sekali, mereka benar terkesan menyeramkan."


Petualang perempuan pertama, pun juga berbicara. "Mereka terlihat seperti Gadis Bangsawan. Ahh..., kira-kira mereka datang dari mana ya ? Penampilan mereka benar-benar seperti Gadis Petualang Bangsawan."


Petualang perempuan kedua, menjawab. "Sudahlah, jangan mulai lagi menilai mereka yang tidak-tidak. Menurutku kalau ketemu mereka, jangan pernah mencari masalah, karena aku merasa mereka bukan Gadis Vampir Bangsawan biasa. Terutama Gadis Vampir yang mengenakan gaun biru."


Petualang laki-laki pertama, membalas. "Gadis yang cantik dan tubuhnya indah itu ya ? Bukankah dari warna mata kiri Gadis itu tadi, dia benar-benar Manusia setengah Vampir ?"


Petualang laki-laki kedua menjawab. "Benar, selama 16 tahun aku hidup, aku aku baru kali ini melihat dengan kedua mataku sendiri. Dia benar-benar nyata, berarti dia salah satu Mahluk Mitos yang terkuat. Secara kita melihat dia secara langsung dia tadi membunuh monster incaran kita dengan mudah"


Petualang perempuan kedua, berbicara. "Heh, sudahlah, jangan membahas dia terus. Sekarang ayo kita ambil tanduk monster ini. Aku benar-benar butuh uang banyak untuk membeli obat untuk adikku." sambil berjalan mendekati monster serigala. Lalu disusul oleh ke-3 temannya.


.....


Sementara Di Waktu bersamaan. Di dalam istana Kerajaan Hermione, disebuah ruang tahta, terlihat seorang Raja tengah duduk di kursi kuasanya. Ia tidak sendiri, di hadapannya ada beberapa bawahannya dan beberapa prajurit. Lalu ia melihat bawahannya datang untuk memberi laporan.


"Salam Yang Mulia, saya datang untuk menghadap."


Raja Vampir, alias Raja Igor mengangguk kepalanya. "Ada laporan apa yang membawamu kemari ?"


"Saya telah mendapat informasi, kalau di hutan jauh dari kota Kerajaan, bawahanku menemukan mayat Vampir laki-laki di hutan dalam keadaan mengenaskan."


"Mayat Vampir laki-laki ? Di hutan ?" Raja Igor heran.


"Lalu ?" sahut Raja Igor.


"Setelah kami periksa, ada bekas gigitan di leher belakangnya, kemungkinan dia dibunuh sesama Ras kita. Jadi, ada 2 kemungkinan, dia dibunuh oleh Vampir Liar, atau dibunuh oleh Manusia setengah Vampir yang sedang kita selidiki ini."


Raja Vampir Igor mengangguk-angguk kepalanya. Bawahannya bersuara lagi. "Tapi, mayat Vampir ini, juga termasuk Vampir Gila. Karena kami telah memeriksanya."


"Apa kau yakin ?" tanya Raja Igor.


Bawahannya mengangguk kepalanya. "Ya, saya yakin, meski darah mayat Vampir ini sudah mengering, tanpa diteliti pun dari aromanya, sudah sangat pasti, kalau mayat itu adalah Vampir Gila."


Bawahannya berbicara lagi. "Kemungkinan ada 2 Vampir Gila yang saling bertarung. Tapi mungkin juga salah satu dari mereka adalah Manusia setengah Vampir."


"Baiklah, aku terima laporanmu." balas Raja Igor. Lalu ia memberi perintah. "Perhatian semuanya !! Aku perintahkan, perketatkan lagi penjagaan selama beberapa hari kedepan !!Jangan biarkan Ras Vampir atau Petualang yang datang dari luar, masuk ke Kota Kerajaan dengan mudah, periksa mereka terlebih dahulu, kalau kalau keadaan baik, diizinkan untuk masuk !!"


Raja Igor menambahkan. "Umumkan kejadian yang sedang terjadi ke seluruh rakyat di Kota Kerajaan dan ingatkan selalu berhati-hati dengan sekitarnya !! Aku tak ingin rakyatku menjadi korban bila Vampir Gila benar-benar sedang berada di dalam Kota ini."


"Baiklah Yang Mulia !!" jawab semuanya.


Disisi Lain. 2 Gadis tengah berlari cepat di hutan. Mwreka berlari di jalan jalur menuju ke Kota Kerajaan Ophelia. Mereka berdua Vampir dan Manusia setengah Vampir, yang tak lain Willa dan Queen. Mereka berlari bersampingan. Disela-sela berlari mereka, Willa bersuara.


"Mungkin 4 jam lagi kita akan sampai." kata Willa sambil menatap lurus ke arah depan.


"Wah, kamu rupanya masih ingat jalan dan bisa tau perkiraan akan sampai." balas Queen sedikit melirik ke arah sahabatnya, lalu pandangannya kembali menatap lurus ke arah depan.


"Tentu saja, begini pun aku masih ingat jalan." jawab Willa.


"Ya ya ya, aku akui kamu memiliki ingatan yang hebat." balas Queen.


"Tapi aku masih tak diri dengan penampilanku." kata Willa sambil memasang wajah datarnya, pandangannya masih lurus kedepan.


Queen memutar bola matanya jengah. "Itu lagi yang kamu pikirkan. Sudahlah, jangan terlalu banyak dipikirkan. Kalau di Dunia asalku, seorang Gadis, Wanita dewasa memakai gaun dalam berpergian itu hal yang umum."


Willa hanya menghela nafasnya. Queen pun teringat sesuatu. "Aku punya beberapa jubah hitam di dalam gelang penyimpananku. Apa kamu mau memakainya ?"


"Apa jubahnya juga mengandung Sihir ?" tanya Willa.


Queen mengangguk-angguk kepalanya. "Kan kamu sudah kuberitahu, semua perlengkapan yang aku dapat dari Gadis Vampir Bangsawan yang kaya raya."


__________________


Jangan Lupa Like.