
Zeck yang marah dan mudah terbawa emosi, ia mengarahkan pedangnya ke arah Queen. Dengan tatapan tajamnya, ia berkata. "Kau ingin mati ?"
Queen tersenyum menyeringai, lalu lidahnya menjilati bibir bawahannya. Ia menjawab. "Mungkin kamu dulu yang mati." seketika Zeck membeku.
Semua terkejut melihat aksi Zeck yang sudah mengarahkan pedanya kepad Queen, tetapi mereka semakin terkejut melihat Queen yang ternyata juga melingkarkan leher Zeck dengan sabitnya, sehingga membuat laki-laki membeku.
"Kapan dia mengeluarkan senjatanya ?" batin mereka bertanya-tanya melihat Queen dengan tenangnya masih menggenggam tongkat sabitnya dan melingkari leher Zeck dengan sabitnya.
Sementara Willa, ia hanya memijit pelipisnya. Ya, dia tau kalau Queen bisa dengan cepat mengeluarkan senjatanya dari gelang ruang penyimpanannya. Ia yang berdiri di samping Queen, lalu ia memegang pundak sahabatnya. "Queen, sudahlah. Jangan memancingnya."
"Tidak.., aku tidak memancingnya, tapi aku ingin memancing emosinya." Queen tersenyum tanpa menoleh ke arah sahabatnya. Ia menatap dan tersenyum manis kepada Zeck.
Nafas Zeck memburu. Ia menatap tajam ke arah Queen yang berhasil memancing emosinya. Tetapi ia sadar, posisinya saat ini. Ia segera menyadarkan diri agar mengendalikan emosinya. Lalu ia menurunkan pedangnya. Dan Queen, ia juga langsung memasukkan kembali senjata sabitnya ke gelang penyimpanannya.
Gion berkata kepada Willa. "Willa, bisakan kamu menjaga sikap sahabatmu yang tak tau diri ini ? Jika tidak, aku tidak akan segan-segan membunuhnya."
Gion adalah salah Putra dari salah satu Keluarga Bangsawan terpandang yang tinggal di Kerajaan Ophelia. Willa yang akan menjawab, Queen lebih dulu memotongnya. "Willa, ayo kita tinggalkan rombongan sampah masyarakat ini." ucapnya sambil berjalan lebih dulu.
Willa tersenyum, lalu ia berjalan menyusul Queen. Mereka berdua meninggalkan Gion dan ke-5 anggotanya yang tengah terbengong kata-kata Queen.
Queen dan Willa pun berlari cepat meninggalkan party Merak Emas. Lagi pula mereka sudah paham lokasinya, hanya dengan melihat peta dan letak hutan yang dekat di desa tujuan mereka, Queen dan Willa sangat paham, karena sebelum pernah melewatinya saat awal mereka dalam perjalanan ke Kota Kerajaan Ophelia.
Queen dan Willa sudah berlari cepat di dalam hutan hingga mereka sudah tak terlihat. Dengan marah Gion membentak. "Dasar Vampir rendahan !! Berani sekali dia !!".
"Lebih baik kita, kembali lagi ke Kota Kerajaan, untuk meminta 2 Petualang yang bersedia membantu kita." saran dari anggotanya, Elf laki-laki, bernama Raju.
"Tapi kalau kita kembali, belum tentu ada Petualang yang bersedia membantu, secara mereka di Rank B kebawah." kata Lida, anggotanya, dari Ras Manusia.
"Dan juga, kita sudah menunggu 5 hari untuk misi ini. Jadi kalau kita kembali karena kedua Vampir tadi, sama saja kita direndahkan. Ujung-ujungnya kita menunggu lagi." kata Liera, anggotanya, dari Ras Elf.
Gion menghela nafasnya. Lalu menjawab. "Tak ada pilihan lain, kita harus melanjutkan misi ini. Kita sudah menantikan selama 5 hari. Dan untuk kedua Vampir rendahan tadi, biarkan saja. Lagi pula aku tidak yakin mereka berdua bisa membantu."
Semua anggotanya mengangguk kepalanya. Lalu mereka melanjutkan berjalan mereka. Mereka pun berlari cepat dengan bantuan sedikit energi mana Sihirnya mereka masing-masing, sehingga gerakan lari mereka dalam kecepatan 50 km/jam.
.....
1 jam perjalanan, Willa memimpin perjalanan, Queen hanya mengikutinya. Akhirnya mereka berdua telah berada di dekat sebuah desa, yang dimana desa itu tengah mengalami kepahitan karena tak bisa berburu. Desa itu rupanya berisi Ras Manusia semua.
"Terimakasih sarannya, sahabatku. Tetapi aku segera ingin menyelesaikan misi ini, karena aku tak ingin 1 misi dengan party Merak Emas." jawab Willa.
Queen mengangguk kepalanya. Ia mengerti perasaan sahabatnya. Karena sebelumnya, saat perjalanan, Willa menceritakan semua tentang masa lalu saat menjadi anggota party Merak Emas.
"Baiklah, kalau itu maumu. Ayo kita langsung saja ke tempat Monster itu." kata Queen, dan Willa mengangguk kepalanya.
Namun sebelum itu, Queen dan Willa datang dulu masuk ke dalam desa, dan bertemu kepala desa yang menyambut mereka dengan ramah. Willa menjelaskan tujuannya, kepala desa dan warganya merasa senang. Willa juga menjelaskan, karena nanti ada 6 Petualang yang juga akan datang. Setelah berpamitan, Queen dan Willa pun pergi ke hutan, tempat dimana biasanya Ular Hitam tengah berjaga atau berburu hewan hutan.
.....
Setelah hampir 1 jam lebih, Gion dan ke-5 anggotanya telah sampai. Mereka juga disambut. Kepala Desa memberitahu tentang tujuan Gion dan ke-5 anggotanya serta memberitahu kalau 2 Ras Vampir sudah berangkat masuk ke dalam hutan, tempat keberadaan Ular Hitam. Tak mau kalah dengan kedua Gadis Vampir itu, Gion dan ke-5 anggotanya segera pergi tanpa berpamitan sama sekali.
Disela-sela mereka berlari ke dalam hutan. Zeck berkata. "Kita harus menghalangi mereka merebut misi ini." semua mengangguk kepalanya. Sedangkan Gion, yang berlari di depan mereka, hanya diam.
.....
Di waktu bersamaan, di dalam hutan yang cukup jauh dari desa, terlihat 2 gadis Vampir yang sedang bertarung melawan Monster yang begitu besar dan memiliki panjang kurang lebih 20 meter. Ya, kedua gadis Vampir itu yang tak lain Queen dan Willa.
Kini mereka berdua tengah bertarung melawan Ular Hitam. Willa dan Queen saling bertahan dan melindungi. Ular Hitam ini ternyata cukup gesit. Jujur saja bagi Queen, Monster ini terbilang merepotkan, bahkan mampu membuat dirinya terdorong mundur. Namun ia semakin menginginkan darah Monster ini.
Queen tak mengeluarkan senjatanya. Ia hanya mengerahkan fisiknya untuk memberi hantaman pukulan dan tendangan. Sedangkan Willa, ia menggunakan pedangnya. Willa dan Queen pun melompat mundur, saat Ular Hitam itu mengibaskan ekornya untuk mengantam mereka meski tidak kena.
"Queen, biarkan aku yang mengalahkannya." pinta Willa, lalu pedangnya sudah diselimuti sihir Apinya.
"Baiklah, jika itu maumu. Aku akan duduk bersantai dan menunggu Ular itu mati dan meminum darahnya." balas Queen dengan santai. Lalu ia melompat mundur lagi ke arah batu besar, dengan santainya ia pun duduk. Lagipula disamping itu, Queen juga ingin sahabatnya ini Levelnya meningkat.
Willa pun maju. Ular Hitam itu pun juga maju dengan mulutnya yang terbuka, menunjukkan semua gigi tajamnya. Pedang Willa bertabrakan dengan gigi ular itu. Lalu ia melompat, ia bermaksud menusuk salah satu mata ular itu. Tetapi Ular Hitam itu memajukan kepalannya untuk menghantam gadis Vampir ini. Meski sudah menggunakan pedangnya untuk menahan serangan ular itu, Willa mampu di buat mundur 10 meter.
Queen terdiam melihat sahabatnya tengah berusaha melawan Ular besar itu. Ia bergumam. "Ular ini tak jauh seperti anaconda, namun bedanya ular ini memiliki tanduk di kedua disisi kanan kiri kepalanya."
__________________
Jangan Lupa Like.